Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Munculnya Musuh


__ADS_3

Sementara itu, Aora masih berperang dengan kepingan kilas-kilas kejadian aneh yang memenuhi kepalanya. Sekilas, sebuah gambaran di mana tubuh orang-orang tergeletak dan dibunuh secara brutal muncul di kepalanya.


Aora tidak yakin, ingatan siapa yang dimilikinya. Aora terus menggerang menahan rasa sakit. Rambut abu keperakannya ia remas keras, berharap rasa sakit yang ia rasakan segera pergi dari dirinya. Tanpa ia sadari, aura sihir kegelapan mulai muncul di dada kananya. Sementara itu, segel Clan bulan yang dipasang Yora, sedikit demi sedikit mulai melemah.


"Aora! Sadarlah! " Yora mulai mengguncang tubuh saudaranya. Namun, tetap saja tubuh Aora masih membeku sambil berlutut dengan tangan mencengkram kepalanya erat.


Sorot mata Aora mulai berubah, iris semerah darah menakutkan muncul di kedua matanya. Menyapu ruangan gelap disekelilingnya dengan tatapan tajam.


"Y- yora! Ini aneh, dikepalaku terus berputar ingatan mengenai tempat ini. Darah-darah yang menghiasi lantai serta dinding ruangan ini, berasal dari orang-orang yang tewas di tempat ini.


Argh!


Ini bukanlah ingatanku. Tapi entah kenapa, A-aku merasakan dan ingat setiap detail kejadian itu. Dengan tanganku, aku ingat jelas. Aku membantai banyak orang di ruangan ini! " gumam Aora sambil tertatih. Ia menatap nanar tangannya sendiri dengan sorot mata penuh penyesalan.


Yora hanya bisa terperanjat, apa maksud Aora? Ia pernah membantai banyak orang diruangan ini? Bukankah ini kali pertama mereka datang ke ruangan ini? Itu benar-benar mustahil!


" Apa maksudmu? Kau memiliki kenangan tentang kejadian yang pernah terjadi di ruangan ini?


Tunggu dulu- "


Yora seakan mendapat sebuah jawaban dari ucapan Aora. Yora teringat ucapan Aora di kastil, saudaranya itu pernah mengatakan bahwa ia merasakan sebuah kekuatan kegelapan aneh yang terhubung dengannya.


Apakah ini ada hubungannya? Ini mungkin sebuah petunjuk yang penting. Tapi Yora belum bisa memastikan apa hubungan kejadian-kejadian aneh itu. Yora kembali mengarahkan pandangannya ke arah Aora. Sesuatu terlintas di benaknya.


"Itu hanya bisa terjadi, jika kau berbagi kekuatan dan ingatan dengan orang lain. Mungkinkah, orang itu yang kita kejar selama ini? " gumma Yora pelan


Kretakkk!


Rambatan es mulai menjalar membekukan lantai ruangan gelap itu. Yora segera menyadarinya, dengan sigap ia mengaktifkan gyoku di tangannya dan mengeluarkan api biru miliknya. Dengan sihir miliknya, Yora melindungi dirinya dengan panas dari api abadi miliknya.


"Sihir ini? Sama seperti milik Clan Salju! Tapi siapa? "


Yora mengedarkan pandangannya. Berusaha mencari siapa penyerang yang memanfaatkan manipulasi sihir pembeku seperti ini. Samar, dari dalam kegelapan muncul tiga siluet yang mulai berjalan mendekati mereka. Tiga orang bertudung itu terdiri dari dua pria dan satu wanita. Tidak salah lagi, mereka adalah tiga murid andalan Tanuki di Cops Awan Merah. Jigoku, Akuma dan maya


Ketiga orang itu tersenyum dingin ke arah Yora.


"Kalian datang ke tempat yang salah! Aku tahu kalian begitu tampan, tapi sayang kami tidak akan mengampuni nyawa kalian! "

__ADS_1


Maya, wanita dengan rambut coklat panjang mulai mengangkat tangannya. Bibir berlipstik merah terangnya mulai terangkat. Sebuah segel gyoku salju terlihat samar di telapak tangannya. Hanya dengan jentikan jarinya, ia kembali menyerang Yora dengan elemen es miliknya


"Matilah! "


Brass!


Badai es mulai tercipta. Dengan kecepatan tinggi, mulai menargetkan Aora dan Yora yang berdiri tidak jauh dari sana. Yora kembali menaikan level api biru miliknya, kali ini bukan api biru kecil yang tercipta. Melainkan api biru raksasa, yang sukses melindunginya dari serangan badai es milik Maya. Hanya dengan hempasan tangan, Yora mencairkan es yang mengelilinginya.


Yora mulai mengeluarkan pedang bakuro, mengangkatnya pelan dan mulai membenturkan ujung pedang itu ke lantai


Trang!


Rambatan sihir Yora mulai berjalan di lantai. Ia menargetkan tiga orang didepannya, berharap dengan sihir ilusi miliknya ia segera bisa mengalahkan ketiga orang itu.


Bunyi dengingan pedang mulai menggema diseluruh ruangan. Namun, salah satu pria berjubah hitam di samping maya, langsung menghalang gelombang sihir ciptaan Yora. Dengan sekali hentakan, pria itu menghempas sihir Yora dengan sihir miliknya hingga hilang seketika


"Sudah lama sekali, sejak kau kabur dari pertarungan kita, Yora! " pria itu mulai membuka tudung yang menutupi kepalanya. Klai ini wajahnya terlihat lebih jelas. Sosok pria kurus dengan raut wajah arogan tersenyum sinis ke arah Yora.


" Kau- " Yora sadar, pria didepannya itu pernah menyerangnya saat hendak keluar dari Negeri Mizu. Tidak salah lagi, pria itu adalah pengguna kekuatan aneh yang mampu menekan sihir manipulasi bunyi miliknya.


" Sangat tidak sopan, jika dalam pertarungan kita tidak mengenal satu sama lain. " ucap pria bertudung yang berdiri di sebelah Jigoku.


"Kami sudah lama mendengar tentang kalian. Keturunan Clan bangsawan Sora. Sekaligus reinkarnasi dari Tiga Pilar Penjaga Langit. Aora dan Yora! Perkenalkan, namaku Akuma. " ucap pria berkumis tebal itu dengan nada yang super tenang. Ia melirik ke dua rekannya.


" Aku Jigoku! Kali ini, aku berjanji tidak akan membiarkanmu kabur lagi bocah! " sambung Jigoku dengan senyum meremehkan


" Kalian bisa memanggilku, Maya! " balas Maya tidak mau kalah.


Tangan Yora mengepal kuat. Tampaknya mereka adalah musuh yang tidak bisa diremehkan. Dilihat dari seragam, mereka sudah jelas berasal dari Cops Awan Merah.


Dua diantara mereka, bahkan bisa mengusai teknik spesial yang hanya dimiliki Clan Salju dan Bulan.


" Apa tujuan kalian?! " Yora kembali mengarahkan pedangnya dan bersiap menyerang


" Bakuro no ken heh? Menyebalkan!


Karena kalian sudah berada disini. Kami tidak perlu repot-repot memburu kalian. Terutama kau, Aora. Tuan Kurasu pasti sangat senang jika kami membawa wadah berharganya ke hadapannya.

__ADS_1


Kau mengingat kejadian yang pernah terjadi di ruangan ini. Itu artinya, kekuatan Tuan Kurasu sudah mulai bekerja. Sepertinya tubuhmu sudah diambil alih sedikit demi sedikit oleh Tuan kami. Itu berarti tinggal menunggu waktu sampai Tuan Kurasu bangkit di tubuhmu! " ucap Jigoku. Ia tersenyum penuh arti melihat ke arah Aora yang masih berlutut dengan kepala tertunduk.


" Satu lawan yang menyedihkan. Sementara satu lagi, lawan yang pengecut yang suka kabur di tengah pertandingan. Nama Tiga Pilar penjaga, sangat tidak cocok sebagai julukan pecundang seperti kalian! " Jogoku menatap Yora remeh. Seperti biasa, ia begitu meremehkan lawan yang akan ia hadapi.


Yora tidak membalas satu pun ucapan meremehkan yang lawannya ucapkan. Baginya, waktu yang sedikit ini sudah lebih cukup untuk ia manfaatkan menyusun strategi.


" Sial! Hentikan basa-basi tidak penting ini. Kau pikir, kalian bisa membawaku ke Moster itu, dengan mudah? " ucap Aora tiba-tiba.


Aora mulai bangkit berdiri. Sepertinya ia sudah mendapat kembali ke sadarannya. Yora sedikit melirik ke arah saudaranya. Garis bibirnya terangkat sedikit.


" Cih! Akhirnya kau sadar juga" gumam Yora pelan. Melihat Aora sadar kembali raut wajah Jigoku mulai berubah masam.


" Sial! Kau masih bisa membual juga! Teman-teman! Ayo kita habisi dua pecundang ini! " ucao Jigoku dengan tatapan tajam.


Dua rekannya mengangguk. Dengan sekejap, mereka bertiga mulai menghilang di tengah kegelapan.


Tranggg!


Ribuan Jarum-jarum es mulai berjatuhan dan menargetkan Aora dan Yora. Dengan cepat, keduanya mengayunkan pedang dan menghempas Jarum-jarum es itu seketika.


"Mereka bersembunyi dengan baik. Aku bahkan tidak bisa menemukan aura sihir mereka! " ucap Aora sambil terus bersiaga.


" Mereka memanfaatkan ruangan yang gelap, untuk menyembunyikan diri dengan baik! " sambungnya.


" Aora! Kau ingat tentang perburuan babi hutan ketika kita kecil. Situasinya saat ini hampir sama. " Yora mulai berbisik ke Aora


" Tentu saja! "


" Bagus! Kita akan menggunakan cara waktu itu untuk mengalahkan mereka! "


Aora dan Yora mengangkat pedang masing-masing. Mereka mebuat formasi bertahan, dengan mendekatkan punggung mereka.


" Cara itu ya? Sepertinya idemu tidak terlalu buruk, Yora! " Aora tersenyum puas dengan rencana Yora. Bahkan sebelum Yora menjelaskannya, pria berambut abu itu sudah paham


" Kau siap? "


Yora mengaktifkan Gyokunya. Tidak mau ketinggalan, Aora pun melapisi pedang Shiroi dengan elemen pertir miliknya.

__ADS_1


" Sekarang! " teriak Yora memberi aba-aba


Boommmm!


__ADS_2