Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Arc Awal dari Sebuah Akhir : Duel


__ADS_3

Aora membawa Kurasu ke sebuah demensi asing. Dunia lain yang menyerupai sebuah dataran tandus dengan bebatuan besar di sepanjang mata memandang. Tempat itu bukanlah bumi, namun memiliki ciri-ciri mirip seperti bumi.


Langit yang berwarna merah pucat, ada banyak galaksi dan jajaran bintang menghiasi langit, tidak ada makhluk apapun yang hidup di tempat itu. Hanya daratan tandus berwarna merah keemasan yang membentang luas, tempat yang cocok untuk melangsungkan sebuah pertarungan.


Gumpalan kabut hitam mulai mengulum, perlahan menampakan sosok pria tinggi tegap dengan wajah tegas. Kurasu menggunakan penampilan aslinya, kimono hitam membalut tubuhnya berkibar terhempas angin, sementara mata semerah darahnya menatap tajam ke arah Aora yang berdiri tak jauh darinya.


"Berani sekali, pion yang aku manfaatkan membawaku ke tempat aneh seperti ini! "


Kurasu meregangkan otot-otot lehernya yang kaku. " Tapi aku akui Aora, berkatmu aku bisa terbebas dari jerat segel Mirai. " Kurasu masih meremehkan Aora sambil tersenyum licik.


Senyuman licik Kurasu hilang seketika, ketika ia melihat aura sihir yang menyelimuti Aora. Terang dan kuat, menyerupai keagungan matahari. Kekuatan serupa yang sama persis dimiliki Aorasu.


" Kekuatan itu. Kenapa Aora memiliki kekuatan sama seperti kami (Dewa Penjaga) ? Kekuatan yang hanya dimiliki dewa matahari. " gumam Kurasu heran.


Bisa dibilang Aora adalah Aorasu. Kurasu sedikit bingung dibuatnya. Meskipun mereka adalah reinkarnasi orang yang sama, bagaimana mungkin Aora memiliki Kekuatan sama persis dengan Dewa penjaga? Kekuatan yang tidak mungkin dimiliki manusia biasa sepertinya.


Aora mulai menghunuskan pedang Shiba. Sihir keemasan mulai memenuhi gagang pedang itu. Gyoku bintangnya mulai aktif.


"Kau penasaran, kenapa aku membawamu ke tempat seperti ini? "


Kekuatan Aora mulai memenuhi tubuhnya. Melihat hal itu, Kurasu mulai bersiap. Sebuah pedang tercipta dari kekuatan kegelapannya. Berbanding terbalik dengan pedang Shiba, pedang Kurasu dipenuhi aura hitam pekat. Untuk pertama kalinya, ia menganggap lawan didepannya secara serius.


" Hanya pemenang yang bisa keluar dari dimensi ini. Pertarungan hidup dan mati. Kita akan tentukan sekarang! "


" Kau benar, siapapun yang tinggal ialah pecundang sejati! Aora, aku terima tangtangamu! "


Tes!


Kurasu dan Aora kompak bergerak maju. Saking kuatnya sihir yang melapisi tubuh mereka, bahkan tanah mereka injak retak dan hancur. Kurasu dan Aora, berlari ke arah satu sama lain sambil menghunuskan pedang masing-masing. Kegelapan dan cahaya beradu menciptakan sebuah ledakan kekuatan yang sangat besar.


Booommmmm!


Tranggg!


Dua bilah pedang saling bergesakan, dengan kekuatan yang saling nenyahut seimbang. Aora mengayunkan pedang Shiba dengan cepat, sementara Kurasu mampu mengimbangi kecepatan Aora dan mencoba membalas serangan. Pergerakan mereka hampir tidak bisa terbaca, saking cepatnya hanya percikan api biru yang tercipta dari gesekan dua pedang itu terlihat menghiasi angkasa.


Medan pertempuran tak lagi berkutat di satu titik. Ini bukan lagi pertarungan antara manusia pengguna sihir, melainkan dua kekuatan seimbang. Mereka bisa melesat tebang di langit atau menapak di atas sebuah puncak pegunungan berbatu. Selama pertarungan, kedua lawan yang sama-sama kuat itu menjadikan langit dan bumi sebagai arena yang pas untuk mengeluarkan skill bertarung mereka.


Traanggg!


Aora berhasil menyerang pertahanan Kurasu, membuat tubuh Kurasu terpental jatuh. Kurasu sesikit terdesak, ia memutuskan untuk mengambil energi Nue sebagai bala bantuan sihirnya.


"Nue, aku memerlukan kekuatanmu! "


Gyoku Kurasu mulai mengeluarkan sihir berwarna hitam kemerahan. Ia terhubung dengan Nue, sehingga Kurasu mampu dengan mudah mengeluarkan kekuatan moster itu. Tubuh Kurasu diliputi kegelapan, bahkan kuku-kuku jarinya berubah meruncing menyerupai seekor harimau (Nue)


Kurasu mengaktifkan kekuatan perlindung, kilapan armor sihir berwarna merah kehitaman, berbentuk tubuh kesatria berkepala harimau mulai memenuhi tubuhnya.


Kekuatan yang sama yang diturunkan Nue ke Pilar matahari sebagai Kutukan, lewat mata mereka. Kurasu membuat pijakan di udara, dengan armor mutlak ia berniat menyerang Aora kembali. Tubuhnya kembali melesat ke atas.

__ADS_1


"Aora! Aku bersumpah akan membunuhmu dengan tanganku sendiri! "


Aora melihat Kurasu datang ke arahnya. Ia tidak bergeming sama sekali, bukan Aora namanya jika dalam pertarungan yang melibatkan dirinya, tidak diimbangi sebuah strategi.


"Sesuai dugaanku. Kau memanfaatkan armor sihir milik Clan Matahari. Sebuah pertahanan sihir mutlak yang hampir tidak tertembus senjata sihir apapun. Tapi, apa kau yakin kekuatan clan matahari itu tidak memiliki kelenahan? Kita lihat saja, Kurasu! " senyum penuh arti terukir si wajah Aora.


Aora sudah memperediksi pergerakan Kurasu. Bagaimanapun Aora pernah mengamati cara bertarung Kurasu ketika jiwanya terjebak dan dikendalikan. Ia juga mengumpulkan data mengenai armor khas clan Matahari selama bertarung melawan Akuma. Bahkan Aora sendiri pernah menggunakan kekuatan itu. Sebuah informasi itu dalah hal yang menguntungkan, untuk jenius strategi sepertinya.


Kurasu melesat tepat ke arah Aora. Armor kesatria itu menghusukan pedang berlapis petir ke arah Aora. Namun, tepat seteh ia hampir melayangkan serangan ke arah Aora, pria itu lenyap tiba-tiba. Hal itu membuat serangan penuh Kurasu berakhir sia-sia. Serangan yang melesat, menyebabakan gunung kapur sis ekitar sana lenyap menjadi debu.


"Sial! Kemana bocah itu pergi! " Kurasu mulai melirik ke segala arah. Kabut debu mulai memenuhi tempat itu.


Kurasu menggubakan kekuatan sensor sihirnya. Aora tidak ada dimanapun, meski Kurasu menggunakan sihir pengendali pikiran untuk melacak keberadaan Aora.


Srangg!


Tes!


Aora muncul dengan kekuatan penuh tepat di belakang Kurasu, tanpa di sadari Kurasu Aora mulai mengoyak sistem pertahanan armor yang melindungi Kurasu dengan pedang Shiba.


Trassss!


"Kau mencariku? " ucap Aora, lalu ia kembali menghilang. Karena serangan Aora, armor aihir Kurasu mulai menampakan retakan kecil.


" Sial! Tunjukan wujudmu! Arghhh!


Kau memang pengecut sejati Aora. Kau hanya bisa sembunyi. Kau membiarkan dirimu hidup, sementara teman-temanmu tewas akibat ulahmu! " Kurasu kembali kehilangan jejak Aora.


Namun tidak satupun dari bom itu berhasil mengenai Aora. Jangankan mengenai, mengetahui dimana tepatnya pria berambut Abu-abu berada, sulit dilakukan Kurasu.


" Di mana kau ketika temam, saudara serta wanita yang kau cintai berjuang melawanku? Kau hanya seorang pengecut, yang hanya bisa bersembunyi di balik masa lalumu itu! "


Kurasu terus menyudutkan Aora dengan kata-kata tajam untuk memancing Aora keluar. Ia menyebut, Aora hanya bisa bersembunyi di balik masa lalunya yang kelam. Karena masa lalu Aora, tubuhnya sedikit demi sedikit bisa di kuasai Kurasu. Karena kegelapan hati Aora, Kurasu bisa bangkit menggunakan tubuhnya.


Aora menanggapi omong kosong Kurasu dengan cara bertarung aman dan berkepala dingin. Ia tidak terpancing ejekan Kurasu.


Trasss!


Aora kembali muncul di tempat yang tidak bisa diprediksi Kurasu. Menggores armor sihir Kurasu, dengan kekuatan penuh pedang Shiba.


Kiri.


Kanan.


Atas.


Bawah.


Samping.

__ADS_1


Bahkan tepat didepan Kurasu. Aora mampu mengelabui Kurasu dengan pergerakan kilat. Menyerang pertahankan Kurasu dengan kekuatan penuh tapi penuh perencanaan.


Hal itu Aora lakukan berkali-kali, hingga membuat pertahanan armor sihir yang konon mutlak itu, sedikit demi sedikit mulai melemah dan retak.


" Aku akui, aku memang pengecut yang selalu menbuat orang-orang disisiku berkorban untukku.


Karena luka itu, dengan bodohnya aku membiarkan iblis sepertimu mengendalikan tubuhku. Untuk itu, aku ingin memperbaiki semua kekacauan yang aku sebabkan.


Salah satunya, adalah menusnahkan iblis sepertimu dari dunia! Kurasu terimalah ini! "


Aora mulai melancarkan serangan terakhir. Sebuah sihir berwarna terang terpusat di bilah pedang Shiba. Aora mulai mengayunkan pedang dan menyasar pertahanan armor sihir Kurasu yang mulai retak.


Trasssss!


Boooom!


Ledakan kekuatan kembali terjadi. Pertahanan armor kurasu akhirnya hancur berkeping-keping. Tubuh Kurasu hampir setengahnya musnah, terjun ke bawah hingga membentur tanah berbatu.


Aora melesat turun, ia hendak mengakhiri pertarungan kali ini dengan cara membunuh Kurasu. Di bawah sana, sebuah kawah besar tercipta akibat benturan tubuh Kurasu. Kepulan debu memenuhi kawah itu. Akibat serangan Aora, Kurasu mengalami cidera serius. Samar, terlihat setengah tubuh Kurasu tergeletak, bersaamaan dengan beberapa batuan yang ia bentur


Aora mulai menginjakan kakinya di tanah, perlahan ia mulai berjalan mendekati Kurasu yang tidak berkutik.


Aora semakin mendekat, meski dengan langkah siaga. Pedang Shiba terhunus dan menyasar tepat ke arah dada Kurasu. Tanpa Aora sadari senyum tipis terukir di wajah babak belur Kurasu.


"Kena kau, Aora! "


Kurasu mulai menggerakan tanah sekitarnya untuk menjerat tubuh Aora. Ratusan batu nengerubungi Aora bak medan magnet. Sebuah tangan raksasa dari batu muncul dari bawah dan menjerat tubuh Aora. Aora benar-benar tidak bisa berkilah.


Tidak hanya sampai disana, Kurasu juga menambahkan api hitam untuk membakar tubuh Aora. Sebuah asap beracun juga tercipta dari api hitam itu. Kuatnya racun hampir sama dengan racun yang telah membunuh Yora.


"Arghhh! Sial! Kau Kurasu! Arghhhhh! "


Aora mulai menggerang hebat menahan sakit. Hampir setengah wajahnya sudah terbakar. Tubuhnya yang terbelenggu Tanah tidak bisa berkutik lagi.


Aora juga mulai menghisap asap beracun dan api hitam terus saja berkobar, melahap seluruh tubuhnya hingga perlahan berubah menjadi abu. Kurasu tertawa senang, melihat lawannya sedikit demi sedikit merasakan apa yang namanya kematian paling mengerikan.


"Hahaha! Hahahah! Rasakan, bahkan didalam kematianmu, kau merasakan apa yang namanya siksaan. "


Sihir regenerasi yang Kurasu dapat dari Mirai mulai bekerja. Tubuhnya yang semula hilang sebagian, kini mulai sembuh seperti semula.


Kekuatan Nue benar-benar Kurasu kuasai sepenuhnya. Kekuatan kutukan yang diturunkan kepada tiga pilar penjaga, semua sihir itu Kurasu gunakan untuk melawan Aora.


Bahkan dengan mudah ia menggunakan sihir pertahanan armor milik Clan matahari (kekuatan mata Nue), sihir pengendali pikiran milik Clan Bulan (kehendak Nue) dan bahkan sihir regenerasi Mirai (milik clan salju)


"Kau tertawa hanya karena sebuah clon masuk ke dalam jebakanmu? Tanpa kau sadari, kau justru masuk ke dalam jebakanku, Kurasu. "


Suara berat Aora terdengar. Ia seakan mengejek Kurasu.


Bughhhhhh!

__ADS_1


Aora tiba-tiba muncul dan melayangakan pukulan kuat hingga membuat tubuh Kurasu terpental. Kurasu hanya bisa membulatkan matanya tidak percaya.


Bagaimana bisa? Bukankah Aora sudah tewas karena serangan beruntunnya?


__ADS_2