Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Ring Kematian


__ADS_3

"YORA! hentikan aku mohon...." ucap Yuri dengan tatapan tajam. Melihat Yora menghampiri Rei, membuat emosinya semakin memuncak


Yuri tidak bisa lagi menahan amarah dalam dirinya, sisik ular putih mulai terlihat di leher gadis itu. Tidak hanya itu, Yuri mengeluarkan energi kuat ketika ia tidak bisa lagi mengontrol emosinya


Trsssssss.....


Bahkan Kono dan Zuryu dapat merasakan energi dasyat keluar dari tubuh Yuri. Xio pun berdiri, ia menatap Yuri sejenak


"Jika kau bersedia ikut dalam taruhanku, kau boleh datang ke arena tarung! " ucap Xio ke Rei tanpa mengalihkan pandanganya ke Yuri


"Zuryu....... Suruh semua orang pergi dari sini, jika kalian tidak ingin terluka. "sambung Xio


Zuryu dan semua orang yang ada di ruangan itu pun pergi. Xio berjalan pelan ke arah Yuri, gyoku bulannya tanpak bersinar terang. Dengan pelan, ia menekan kening Yuri dengan tangan kanannya


" Meski kekuatanmu adalah batu pilar penyembuh. Tetap saja batu itu berbagi energi dengan Nue, simbol kegelapan. Kau harus mengendalikan dirimu, Yuri " Xio dengan Gyoku bulannya, ia menekan kekuatan Batu Pilar di tubuh Yuri.


Yuri hanya tertunduk lemas, kakinya tidak bisa lagi menopang tubuhnya


"Kenapa? Kenapa kau lakukan itu, Yora? "ucap Yuri sambil tertunduk lemas, butiran bening mulai terjatuh dari matanya


"Karena, Inilah kehidupan orang sepertiku... "


Xio pun berbalik dan meninggalkan Yuri sendiri. Sebelum itu, ia sempat melirik Yuri dengan ekor matanya


" Kau bisa pergi dari sini, akan aku suruh Zuryu mengantarkanmu ke kastil. "


......................


Sorakan penonton menggema di seluruh arena pertarungan yang luas itu. Arena pertarungan yang terletak di bawah tanah gedung Judi Zuryu. Sebuah arena bertarung yang dijuluki 'Ring Kematian' itu tidak pernah sepi penonton


Tidak hanya masyarakat biasa, tidak jarang para petinggi negeri ikut dalam perjudian itu. Orang-orang yang datang bukanlah orang dari kalangan bawah, melainkan para bangsawan serta pengusaha dengan uang melimpah di kantong mereka.


Tidak mengherankan, jika dalam sekali pertarungan yang menarik, taruhannya bahkan bisa membeli sebuah pulau


"Baiklah...... Hadirin yang terhormat. Tuan dan Nyonya........ Kali ini, Kono mendapatkan seorang penangtang yang tidak terduga! Jika kalian mendukungnya.... Silahkan naikkan taruhan kalian! " ungkap Host pertandingan


Monitor pun menunjukan dukungan untuk Kono sangat tinggi, bahkan mencapai 500 keping emas, angka fantastis untuk membeli separuh desa itu


" Tampaknya.... Kono tidak kehilangan pendukungnya." ucap Host puas.


"Baiklah.... Kita lihat di sisi penangtang..... Dia adalah seorang amatir bernama Rei! Coba lihat, umurnya bahkan baru 14 tahun.... " ejek si Host


Semua penonton di arena itu tertawa, Xio yang duduk di kursi VIP paling atas hanya bisa memainkan gelas ochanya saja, dengan Zuryu berdiri di sampingnya


" Bagaimana kau sebut itu adil, Tuan? " ucap Zuryu. Ia heran, kenapa Xio membuat Rei melawan pria sebrutal Kono


"Kita belum melihatnya hasil akhirnya. Kau tidak boleh mengambil kesimpulan dulu, Zuryu" Xio memperhatikan panggung didepannya sambil tersenyum simpul


" Baik! Siapa yang berani bertaruh di sisi penangtang, Rei? " ucap Host


Di monitor, hanya terlihat ada 50 keping emas milik Xio. Tentu saja, siapa yang akan memilih orang amatir dan membuang uang mereka jika ada petarung terbaik. Bahkan itu tidak bisa di sebut sebut pilihan


"Kita panggil petarung kita, Kono dan Rei!


Seperti peraturan di Ring Kematian ini, kalian bebas melakukan serangan apapun. Bahkan...... Jika salah satu dari kalian tewas.


Namun, Sihir dalam bentuk apapun, tidak diperkenankan. Kalian hanya boleh bertarung menggunakan kekuatan Fisik kalian!


Jika sampai ada yang curang, kalian tidak bisa keluar dari sini dalam keadaan utuh.

__ADS_1


Pemenang akan mendapat semua taruhan.


Tapi.......


Jika kalian kalah, kalian harus mengganti taruhan yang di pasang seluruhnya. Bahkan jika perlu..... Kalian harus membayar dengan nyawa kalian!" ucap Host memberitahu peraturan


Kono pun memasuki arena bertarung, tentu diiringi semua sorak penonton di arena itu. Ia berjalan dengan gaya Arogan lengkap dengan senyum mengejek dari wajahnya


Sedangkan Rei, ia memasuki arena tanpa satu orang pendukung pun. Namun tidak ada keraguan yang terpancar dari matanya. Xio hanya menatap Rei dari kejauhan, ia pun menyadari seseorang hadir di belakangnya


"Kenapa kau kesini, Yuri? "


Yuri tidak menjawab pertanyaan Xio, ia hanya menatap Rei khawatir dari tempatnya sekarang. Zuryu yang melihat Yuri begitu cemas, ia pun mulai menjelaskan latar belakang Rei. Alasan sebenarnya kenapa bocah itu sampai berani datang ke area tarung


" Dia adalah anak dari desa Kin, sebuah desa dengan lahan tambang yang luas. Akibat merosotnya ekonomi Sora, serta cadanga emas yang menipis. Desa itu dilanda kelaparan hebat


Mau tidak mau, Rei harus mengambil resiko ini. Neneknya sebagai keluarga satu-satunya tengah sakit keras. Tentu saja ia memerlukan biaya pengobatan yang tidak sedikit. " jelas Zuryu


"Haruskah Ia ikut? Dan mempertaruhkan nyawanya? "ucap Yuri sambil mengepalkan tangannya kuat


" Dia tidak punya pilihan lain. Apa anda melihat orang-orang berpakaian mahal di sekeliling anda Nona? Mereka adalah orang-orang kaya di negeri Sora. Mereka juga turut andil dalam kemerosotan ekonomi Sora.


Mereka menggunakan pengaruh mereka, menimbun emas dan kekayaan mereka tanpa peduli akan rakyat seperti Rei. Tapi di tempat ini..... Mereka bahkan berani mempertaruhkan harta mereka, demi sebuah kesenangan. " ucap Zuryu


"Tapi..... Itu tidak bisa menjadikan alasan, untuk melibatkan seorang anak. Dan membiarkanya mati sebagai tontonan orang-orang serakah! "


Dakkkkk.........


Dengan keras, Xio melempar gelas ochanya ke meja. Raut wajahnya tampak sangat kesal mendengar percakapan dua orang di depannya


"Pertarungan bahkan belum di mulai, kalian sudah menebak hasilnya? "


"Apakah hal seperti ini menarik buatmu? " ucap Yuri dengan tatapan tajam


" Akan aku buat semenarik mungkin. "


......................


"Kalian siap? MULAI! " ucap Host sambil meniup pluit.


Rei dan Kono saling berhadapan, bahkan dilihat sekilas pun, Rei hanya 1/4 besarnya dari badan Kono. Dengan senyuman arogannya, pria botak itu mulai mengejek Rei


" Menyerahlah bocah, setidaknya aku bisa membuatmu mati tanpa rasa sakit! " ucap Kono penuh intimidasi


Rei tidak membalas ancaman Kono. Seperti gaya bertarung Xio, ia lebih memilih konsentrasi dengn lawannya dalam diam


"Kau tidak bisa melawanku bocah.... Rasakan ini! "


Kono mulai menyerang, ia dengan cepat menonjok muka Rei hingga bocah itu terpental. Merasa dirinya unggul, dengan bangga ia melambaikan tangan ke penonton. Ia menunjukkan bahwa lawannya hanya bocah lemah semata


Sorakan penonton pun bergema, Rei yang mulai mengeluarkan darah dari mulutnya mencoba berdiri lagi.


"Menyerahlah bocahh! " teriak seseorang dari bangku penonton.


" Dengar..... Kau dengar itu? Jika kau tidak menyerah. Mungkin kau yang mati lebih dulu dari nenekmu, bocah! " ejek Kono


Rei hanya bisa memasang kuda-kudanya, sesekali mengelap mulutnya yang berdarah. Bahkan dengan serangan Kono dan ejekan semua orang, ia tidak menyerah begitu saja


" Cih.... Kau memang keras kepala! "

__ADS_1


Kono mulai menendang Rei, namun secara mengejutkan, Rei mengunci tendangan Kono dengan lenganya. Ia juga mengunci kaki Kono, dan melayangkan pukulannya ke kepala botaknya


Tessssd..... Buagggggg.....


Kono tersungkur, ia mungkin terlalu meremehkan bocah di depannya itu


Zuryu yang melihat serangan balasan Rei terkejut, ia pun menatap Xio penuh tanya. Pria bermata kelam itu sedari tadi masih memainkan gelas Ochanya. Seperti biasa dengan wajah datar dan tenangnya. Sedangkan Yuri hanya menapakkan ekpresi khawatirnya saja



"Berani sekali kau bocah! " Kono mulai meninggikan suaranya, ia pun meyerang Rei dengan brutal


Rei yang bertubuh ringan dengan mudah menebak serangan gegabah Kono, meski dengan seluruh kekuatannya, ia berusaha menghindari serangan kuat Kono


" Hah! .... Hah! .... Hah! ....... Kali ini aku tidak main-main lagi! " ucap Kono sambil terengah


Ia mulai keleahan karena menyerang Rei dengan kekuatan penuh tapi terkesan gegabahnya. Merasa semakin terdesak, Ia pun memutar cincin aneh yang ada di jari manisnya


Jika dilihat dari luar Kono bukanlah orang militer yang memiliki kekuatan sihir dalam bentuk Gyoku di telapak tangannya. Namun, cincin di jarinya tampak mengeluarkan energi sihir, sehingga menaikkan kemampuan tarungnya


Orang awam mungkin tidak merasakannya, tapi tidak untuk Xio, Zuryu atau Yuri. Mereka adalah orang militer dengan kemampuan merasakan sihir hanya dengan auranya saja


Zuryu sadar akan kecurangan Kono, pantas saja dia selalu memenangkan pertarungan dengan mudah selama ini.


Karena terdesak oleh sorakan penonton, Kono membuat kecerobohan, dan memperlihatkan rahasianya tanpa ia sadari


"I- Itu? ....... Cih! .... Tidak akan aku biarkan, sampah itu berbuat curang! " ucap Zuryu


Tangan Xio menahan Zuryu untuk mengacaukan pertarungan tidak adil itu


" Ada apa tuan? Jika ia menggunakan sihir, itu benar-benar curang! "


Yuri pun memperingati Xio, "Jika sihir di gunakan, maka Rei pasti mati dalam situasi ini Yora! "


Xio tidak menanggapi hal itu, ia hanya fokus ke pertarungan di depannya. Diamnya Xio membuat Zuryu mengerti maksud tuannya itu


"Cih! Bisa-bisanya kau melakukan hal itu, Tuan Xio. " ucap Zuryu smabil tersenyum heran


Yuri tidak bisa berbuat apa-pun, entah berapa kali ia berusaha mengerti Xio, tapi tidak bisa.


Mengerti laki-laki sedingin es seperti Xio, sama saja masuk ke dalam labirin tanpa ujung. Yuri hanya bisa mengepalkan tangannya erat, mata seindah ruby mulai bergetar menahan amarahnya


Di arena bertarung, Kono sudah mengaktifkan kekuatannya, tanpa ada yang menyadari. Ia pun tersenyum licik ke arah Rei


Kini giliran Rei yang menyerang Kono, dengan sigap ia menyerang dengan ketrampilan bela diri miliknya


Tesss.... Tessss..... Tesssd....


Serangan Rei memang sedikit lemah, tapi dengan banyak perhitungan dan tidak gegabah serangannya menjadi sangat efektif.


Namun, dengan curangya, Kono menggunakan sihir pelindung di tubuhnya, sehingga serangan apapun tidak pernah bisa melukainya


Tessss..... Dakkkkkk.......


Dengan mudah Kono memukul Rei, dan membuatnya terpental jauh. Sambil terus tersenyum, ia berjalan ke arah Rei. Kono mengepalkan tangannya, bersiap mengakhiri pertarungan itu


"Berkatmu, aku mendapat taruhan fantastis, di tambah taruhan pria bodoh dari Tengu itu. Aku bahkan bisa membeli seluruh lahan desamu....... Apa aku harus berterima kasih? Setidaknya aku harus membunuhmu tanpa rada sakit kan? " Dengan cepat, Pukulan Kono menuju arah Rei


Tesssssssss........

__ADS_1


Yuri yang melihat adegan itu, langsung berjongkok. Ia menutup telinga dengan tangannya, serta menutup matanya erat


" Tidak! ...... "


__ADS_2