
Brakkkkkkkk.......
Pukulan Kono membuat seluruh lantai arena tarung hancur seketika. Kepulan debu menyelimuti arena pertarungan
Hening.....
Tidak ada satu pun suara terdengar, para penonton seakan terdiam. Pandangan mereka terhalangi debu, dan hanya bisa menunggu untuk mengetahui apa yang sedang terjadi
Rei, hanya bisa membulatkan matanya, pukulan Kono sama sekali tidak mengenainya. Anehnya dengan kondisi menguntungkan seperti itu, kenapa Kono bisa meleset?
Penonton hanya bisa terdiam, meski mereka melihat serangan Kono berada di atas level orang biasa. Tidak seorang pun memprotes kecurangan Kono bahkan untuk juri pertandingan itu
" Cih! Meski aku pemilik arena judi ini, aku tidak bisa menghentikan kekuatan uang mereka. " ucap Zuryu, sambil melirik deretan kursi VIP di seberang arena
"Bukankah dunia tidak pernah berubah, Tuan Xio. " lanjutnya sambil melirik Xio
Xio hanya menyesap tehnya dengan tenang, sesekali melirik gadis yang tengah berjongkok ketakutan di sampingnya
"Dunia ini hanya berpihak untuk pemilik 'kekuatan' bagi orang militer, sedangkan bagi orang biasa, pemilik 'uang' lah yang membuat mereka bertahan. Apa kau menyadari betapa busuknya dunia ini Yuri? " ucap Xio
" Dunia tidak seperti bunga lili kesukaanmu. Putih dan suci. Sama seperti tempat ini, keadilan hanya bisa di capai hanya kau kuat atau punya uang. Mereka bahkan menutup mata dan telinga mereka"
Di arena bertarung, Rei hanya bisa gemetar melihat pria di depannya itu. Tangannya mulai mengepal kesal
"Bukankah sihir tidak di perbolehkan di arena ini?" ucapnya memberitahukan kecurangan yang ia rasakan. Kono hanya bisa tersenyum sambil mengusap tangannya
"Kau pikir orang-orang itu mau membelamu? Kau lupa berapa uang mereka pertaruhkan di sini? " ucap Kono sambil berbisik
" Cih.... Entah kenapa aku bisa meleset memukulmu..... " ucap Kono dengan muka kesal sambil meninggalkan Rei
Tangan Rei mengepal, meski ia tahu ini mustahil, ia bangkit berdiri untuk menyerang Kono yang masih lengah
Rei mulai melompat untuk melayangkan tinjunya, Kono yang tengah membelakanginya tampak tidak menyadari serangan mendadak Rei
Tap......... Bukkkk......
Untuk ke dua kalinya, Rei memukul kepala Kono, tentu serangan apapun tidak akan mempan untuk Kono.
"Ish! ...... Kau memang bocah menyebalkan! "
Kono mencengkram kerah Rei dan mulai mengangkatnya, hingga kaki Rei kini tidak lagi menginjak tanah
Bukkkkk.........
Kono memukul wajah Rei hingga terpental, tubuh Rei terhempas jauh. Meski sudah babak belur dihajar Kono, namun Rei tetap mencoba bangkit lagi. Dengan sekuat tenaganya ia menyerang Kono, lagi dan lagi
"Aku! Aku tidak akan menyerah! Demi nenekku! "
Brakkkkk.....
Tubuhnya kembali di hempaskan Kono dengan tinjunya
"Rasa sakit ini! Tidak sebanding dengan apa yang aku alami selama ini!
__ADS_1
Menggali tanah, dan terjebak berhari-hari di dalam tanah. Hingga aku lupa bagaimana sejuknya udara dan cahaya matahari. Usahaku untuk tetap bertahan tidak bisa kau remehkan semudah itu. Setidaknya apa yang aku lakukan untuk bertahan hidup, lebih baik dari sikap curangmu!
Bahkan melihat nenekku jatuh sakit, di depan mataku tanpa bisa berbuat apa-apa. Jauh lebih menyakitkan dari pukulanmu! " Teriak Rei
Rei mencoba bangkit lagi, dengan wajah yang lebam. Tangan kiri yang patah, tidak menyurutkannya untuk bertarung dengan Kono
"Hei! ..... Bocah! ..... Terima saja nasibmu. Terlahir miskin memang menjadi takdirmu. Hahahaha! " ucap salah satu orang di kursi VIP
"Kau memang bocah menyebalkan, aku jamin pukulanku ini akan langsung membuatmu menemui raja neraka! " ucap Kono
Kono pun mengepalkan tinjunya, dilengkapi kekuatan sihir keluar dari cincinya.
Mata Rei menatap Kono yang berlari ke arahnya dengan mantap. Tidak ada satu pun ketakutan yang tersisa dalam dirinya. Ia mencoba melawan Kono, dengan kekuatan terakhirnya meski ia tahu itu hal yang sia-sia
Xio yang sedari tadi diam menonton, mulai berdir. Samar terlihat sudut bibir Xio terangkat ke atas.
Yuri yang menyadari tekat kuat Rei, mulai memberanikan diri menonton pertarungan itu. Ia mendengar Rei tidak menyerah sama sekali, setidaknya ia harus melihat perjuangan Rei sampai akhir
Sekali lagi, Kono mengarahkan pukulan mautnya ke arah Rei
"Rasakan ini! "
Kretakkkkkkk.......
Terdengar suara Tulang yang patah, tiba-tiba saja Kono mulai merasaka sakit luar biasa pada tanganya, ia lantas jatuh tersungkur.
Menyadari ada kesempatan, Rei langsung menyerang Kono dengan cepat
Brakkkkkkkkk........
Hening........
Bahkan Rei tidak mempercayai apa yang terjadi
"T- Tidak Mungkin! "ucap sang Host, lantas ia langsung mendatangi Rei dan mengankat tangan sebagai pemenang
" P- Pemenangnya dadalah...... Si Penangtang Rei.........! "
Juri langsung memeriksa keadaan Kono yang tersungkur, mereka menggelengkan kepalanya, memberikan isyarat ke orang-orang kaya di kursi VIP
" Kya! Dia menang! " Yuri ikut senang, dan melompat kegirangan sambil bertepuk tangan
Zuryu yang mengetahui apa yang terjadi hanya bisa tersenyum heran
" Mata di balas mata, Gigi di balas Gigi. Sejak kapan kau menanam ilusi pada Kono, tuan?
Tidak.... Tidak....
Seharusnya pertanyaanku. Kenapa kau malah memilih Rei? " ucap Zuryu. Xio terdiam sejenak, lalu kembali duduk di kursinya
" Dia hanya mengigatkanku pada masa laluku..... Hanya itu....... "
Yuri pun mendekati Zuryu, ia masih bingung dengan apa yang terjadi dengan Kono
__ADS_1
" Tidak mungkin Kono kalah semudah itu kan? "
" Tuan Xio menanam kekuatanya pada Kono, mungkin itu penyebab pukulan pertama meleset. Sedangkan pukulan ke dua ia cegah dengan melumpuhkan Kono, sebelum Rei menyerangnya"
"Tapi..... Kapan? "
" Entahlah..... Tuan Xio bisa menanam Ilusinya menggunakan media Bunyi...... Aah ya! .... Aku ingat..... Mungkin saat ia melempar sekantong emas miliknya, bukankah Kono tepat berada di depannya
Tapi yang jelas....
Mereka yang kalah tidak bisa menuntut apapun, Kono telah berbuat curang. Jika mereka menyatakan Rei curang. Itu hanya pengakuan tidak berdasar. Dengan kata lain..... Rei memenangkan seluruh uang Kono. "
Kono pun di seret oleh penjaga pertandingan. Karena ia kalah maka ia harus bertanggung jawab atas kekalahan yang di terima pendukungnya
" Maafkan aku tuan..... " ucap Kono meminta belas kasih ke tuannya
" Kau haris bertanggung jawab dengan uang kami! Dan penhinaan yang kami terima! "ucap orang-orang VIP itu. Mereka pun membawanya ke ruang penyiksaan
......................
Rei bersiap menerima penghargaan atas kemenangannya, namun seseorang pria dengan setelan mahal memulai sebuah keributan. Ia tidak terima dengan kemenangan Rei.
" Aku rasa, ini tidak adil. Bagaimana kami menyerahkan uang kami pada bocah itu? "
" T- Tapi...... " Rei mulai membela diri. Setelah apa yang terjadi padanya, tentu ia tidak akan menyerah mempeejuangkan haknya
" Kau menggunakan sihirmu, kau tidak bisa mengecoh kami, bocah! "
" A- Aku hanya anak biasa. Tidak ada darah militer di tubuhku, bagaimana aku menggunakan sihir, Tuan? "
" Kalau begitu, aku akan memanggil orang-orang militerku untuk bertarung denganmu. Jika kau bisa mengalahkannya.. Akan kuberi semua emas milikku, bagaimana? "
" Ya..... Kami juga kan ikut memberi seluruh emas kami sebagai taruhan.......! " ucap Pelanggan VIP laintidak mau kalah. Bagaimanapun mereka harus menyelamatkan uang mereka. Pria tua itu tersenyum licik ke arah Rei
" Namun, jika kau kalah kau harus membayar penghinaan ini dengan nyawamu. "
Yuri dan Zuryu melihat kelakuan orang-orang kaya itu hanya bisa tersenyum jengah. Mereka tidak habis pikir, bagaimana liciknya orang-orang itu di hadapan seorang anak
" Hei! ...... Hei! ......... Kalian tidak boleh begitu. Jika kalian ingin bertarung dengan orang sewaan kalian. Biarkan bocah ini menyewa orang lain.
Lihatlah! .... Ia tidak dalam kondisi yang baik. Itu sangat memalukan untuk Tuan-Tuan terhormat seperti kalian! "
Sesorang bertopeng memasuki arena. Dengan tingkah super konyol serta suara cempreng layaknya anak kecil.
" S- Siapa itu? Kenapa orang aneh itu memasuki arena itu? " balas Yuri tidak percaya
Tingkah dan omongan orang itu mengingatkan Yuri kepada seorang berambut Tomat menyebalkan yang tinggal dengannya. Benar, pria bertopeng itu mirip Zou.
Zuryu hanya bisa tertegun, ia pun kembali melihat bentuk topeng pria itu sekali lagi
" Topeng.... Topeng itu? Bukankah Topeng Iblis Tengu? " Ia langsung mengalihkan pandangan ke kursi kosong di sampingnya
__ADS_1
" D.... Dia? "