
'Mirai!'
Mirai tiba-tiba menghentikan langkahnya. Mata lafendernya membuka sempurna. Gadis berambut hitam panjang itu sontak menoleh ke arah belakang, sedikit menaikan alisnya heran.
"Ada apa Yuki? " tanya Nee penasaran.
" Tidak. Hanya saja, aku mendengar suara wanita memanggil namaku. "
" Apa maksudmu? "
Semua orang tertegun. Suara? Bagaimana mungkin mendengar suara manusia selain mereka di tengah hutan belantara seperti ini.
" Jangan bilang ada hantu yang mengikuti kita! " ucap Zou bergidik. Karura yang berada di sampingnya hanya bisa memutar bola matanya -heran.
"Mirai kau mungkin terlalu lelah, hal seperti itu bisa saja terjadi jika fisikmu capek! Hari sudah semakin gelap, sebaiknya kita bermalam disini. " Karura menyarankan agar mereka berhenti untuk beristirahat.
" Tidak, bukan begitu. Hanya saja, aku meras suara yang memanggilku seolah ingin mengatakan sesuatu padaku. “
Mirai kembali mengarahkan pandangannya kedepan, sementara langit sudah mulai memerah. Pikiranya masih tertuju pada suara wanita yang sekilas terdengar olehnya. Suara yang entah kanapa menyimpan sesuatu di setiap katanya
Semenjak keluar dari Negeri Yokai, Mirai dan yang lain harus menempuh perjalanan super jauh untuk sampai ke Pulau Hemi.
"Tunggu ini? Ada apa dengan batu pilar ke-3?"
Mirai kembali merasakan sesuatu yang aneh, kali ini ia melirik ke arah telapak tangan kirinya. Tempat dimana Mirai menyimpan batu pilar ke-3. Sebuah cahaya putih muncul dari sana. Cahaya yang berasal dari kekuatan batu pilar yang tersimpan aman di dalam dimensi sihir yang bersemayam pada telapak tangan kirinya. Batu itu seolah memberikan Mirai pengelihatan spiritual lewat sebuahh gambaran cepat yang terlintas di benaknya.
Mata Mirai membulat sempurna, ia seolah tidak percaya dengan apa yang dilihat matanya.
"Kita dalam bahaya! Aku harus segera kembali ke dunia Yokai!" gumam Mirai tanpa menjelaskan arti ucapannya.
"Mirai apa maksudmu? Kita baru saja kembali dari sana! " ucap Nee tidak mengerti ucapan Mirai. Namun, gadis bermata lafender itu mulai beranjak dan bersiap pergi menggunakan sihir Teleportnya
" Aku tidak bisa menjelaskan apapun saat ini. Tapi, Nee, Zou dan Karura! Sebaiknya kalian melaksanakan misi lain untukku! "
" Misi? Misi apa? " ucap Zou penasaran. Mirai terdiam sejenak, ia kembali menatap telapak tangan kirinya penuh arti.
" Aku tidak tahu pasti siapa yang memengangnya. Tapi, aku tahu dimana keberadaan batu pilar ke-4!
Batu itu dimiliki seseorang, aku merasakan pergerakan kekuatan yang hebat keluar dari batu itu menuju ke suatu titik! Pastikan kalian merebut batu pilar ke-4! Mengerti? "
" Lalu, kemana kita harus mencarinya? "
Gyoku Mirai mulai mengeluarkan butiran salju tipis. Berputar cepat dan mulai menyelimuti tubuhnya. Sebelum benar-benar menghilang, Mirai meberitahukan rekan-rekannya untuk menuju ke tempat dimana batu pilar ke-4 berada.
" Batu itu, saat ini berada di dekat Desa Sora! "
__ADS_1
......................
Dataran luas gurun Neraka mulai diliputi sinar keemasan sang Surya. Haribsudah semakin gelap. Sementata itu, beberap titik disekitar gurun terlihat hancur akibat serangan Akuma.
Tempat dihadapan Aora, sebuah Armor sihir berwujud kesatria Singa berdiri setinggi 50 meter.
Armor yang tercipta dari kumpulan energi sihir berwarna putih milik Akuma itu, memiliki tampilan hampir menyerupai manusia dengan baju zirah lengkap dengan dua katakana di setiap sisi tubuhnya, hanya saja wujud kepalanya adalah Singa.
Seluruh tubuh Armor dilapisi energi sihir yang pekat. Sementara Akuma, berada tepat di dalam dada Armor Singa raksasa sebagai pengendali mutlak pergerakan Armor ciptaanya.
"Jadi, ini kekuatan aslimu Akuma? " ucap Aora datar. Mata merah darahnya bahkan tidak berkedip menatap Armor sihir yang puluhan kali lebih tinggi darinya.
Akuma merampas Jigoku dari jeratan Aora. Menariknya masuk ke dalam Armor, tempat Akuma berada. Jigoku tersenyum sinis, ia begitu puas melihat ekpresi terkejut Aora. Namun, senyumannya hilang ketika melihat ekpresi datar Akuma. Ekspresi yang cukup tenang, hingga Jigoku perpikir Akuma mungkin saja membunuhnya hanya dengan tatapannya
Akuma mulai mengulurkan tangannya, dengan sihir khusus, Akuma menusuk dada Jigoku, ia lantas menyerap energi kegelapan di tubuh Jigoku.
"A-apa yang kau lakukan?! " ucap Jigoku tidak percaya, meski kekuatannya dihisap Akuma, Jigoku tidak bisa melakukan apapun
" Aku sudah memberimu kesempatan. Kegagalan sama sekali tidak bisa diterima. " ucap Akuma datar. Bahkan ketika ia membunuh rekannya sendiri, ia tidak berkedip sama sekali.
" Kau! Arghhhhh! "
Kekuatan Jigoku sedikit demi sedikit diserap. Akuma memanfaatkan kekuatan yang ia dapat untuk memperkuat pertahanan sihirnya. Hingga akhirnya, tubuh Jigoku lenyap seketika. Sambil tersenyum samar, Akuma kembali mengarahkan pandangannya ke Aora.
" Kau! Terlahir dengan garis keturunan dari sebuah Clan terhormat. Tapi untukku, kau hanyalah seorang bocah bodoh yang tidak bisa memanfaatkan warisan kekuatan yang kau miliki.
Mendengar ucapan Akuma, Aora hanya terkekeh kecil. Ia arahkan tatapan tajam menusuk ke arah pria berjenggot didepannya
" Kau sama saja dengan rekanmu yang kau bunuh tadi! Bahkan, ketika kekuatan yang kalian banggakan itu, kalian dapat dari mencuri kekuatan orang lain!
Kau! Tidak lebih hanya seorang pencuri! Mencoba meniru kekuatan Clan kami, kau bahkan menyombongkan kekuatan itu seolah itu milikmu. Apa kau tidak malu dengan dirimu sendiri! "
" Cukup! " Akuma mulai tersulut emosi lewat perkataan Aora. Ia pun mengarahkan pedang besar tepat di depan wajah Aora
" Kita lihat saja, kekuatan siapa yang akan menang pada akhirnya. Meskipun Tuan Kurasu begitu menginginkanmu, tapi pada akhirnya aku akan tetap membunuhmu! Akan aku pastikan, dibanding memilih pria lemah sepertimu sebagai wadah kebangkitannya. Tuan Kurasu akan berbalik memilihku!
A... Satu lagi. Apa namanya Mirai? gadis berdarah spesial itu. Tentu akan aku buat gadis itu menjadi pasokan energi milikku. Bahkan jika perlu, akan aku peras darahnya hingga habis! " iris mata Akuma berkilap, ia tampaknya telah membaca kedalam pikiran Aora
Aora mengepalkan tangannya, segel di dadanya mulai melemah seiring emosi memenuhi dirinya.
" Diam! Atau aku benar-benar menghancurkan jiwamu! " geram Aora
" Cih! Coba saja! "
Akuma memulai pertarungan. Dengan sekali kibasan, ia menyapu habis daratan diseklilingnya. Akuma seakan memamerkan, perbedaan kekuatan antara ia dan lawannya.
__ADS_1
Aora mencoba berlari menghindar, dengan pedang Shiroi berlapis petir merah miliknya. Aora berlari menuju ke arah Akuma. Ia mencoba menyasar titik dimana kelemahan Akuma mungkin berasal.
Boooomm
Dentuman ledakan kembali terjadi. Efek ledakan bahkan menghancurkan apa pun yang dilewatinya. Serangan Aora tampak tidak memlan sama sekali, meskipun ia mampu merobek pertahanan sihir Armor Akuma, tapi tetap saja, bentuk Armor itu akan kembali ke bentuknya semula.
Kini giliran Akuma yang menyerang. Di ujung Katananya, ia menciptakan bola api raksasa. Bola api yang cukup menghanguskan sebuah bukit dalam sekali serang. Aora mulai bersiap mengahadapi serangan Akuma. Tapi, pria itu justru membidik ke tempat lain.
Laki-laki berambut abu-abu itu langsung mengarahkan pandangannya ke target Akuma. Jauh di ujung sana, Aora melihat Yora yang tengah mendapat perawatan dari Yuri. Mereka bahkan tidak sadar dengan apa yang terjadi.
Aora pikir, Akuma akan menyerangnya. Tapi, dia salah. Akuma tidak menargetkannya, namun laki-laki licik itu menargetkan orang lain. Yuri dan Yora.
Akuma memperhatikan dengan cermat selama pertarungan Jigoku dan Maya berlangsung. Ia juga tahu, saudara berharga Aora itu telah kehabisan tenaga akibat efek ledakan yang diciptalan Maya. Yora tidak akan mungkin bisa menghindari serangan sekala besarnya. Begitu pun Yuri.
"Aku bisa membunuh siapapun yang menghalangiku. Bahkan jika itu rekan timku sendiri. Tapi aku tidak yakin, apa kau bisa melewati itu semua?! “
"Sial! " geram Aora. Ia mencoba berlari menghindar. Namun, tiba-tiba rasa sakit yang teramat kuat ia rasakan menusuk dada kananya.
Akanku pinjami kekuatan yang luar biasa, Aora. Cukup kau percaya padaku! Dan terimalah kekuatan dariku!
Suara bisikan aneh mulai memenuhi kepala Aora. Pria berambut abu-abu itu mulai menggerang kesakitan. Tubuhnya membeku seketika, ditambah suara dengingan yang begitu memekik telinganya. Di tengah perjuangannya, Aora melihat Akuma melepaskan kekuatan bola api raksasa menuju ke arah Yuri dan Yora.
Brassss!
Waktu seakan berjalan lambat. Jauh di dalam diri Aora, ia begitu menyesali ketidak becusannya melindungi rekan-rekannya. Sudah cukup orang-orang disekelilingnya mati dan berkorban nyawa untuknya. Ayahnya, Ibunya. Dan bahkan saudara kembarnya pun, rela menyerahkan kebahagiaan miliknya untuk Aora.
Jika sampai aku kehilangan orang-orang berhargaku tepat di depan mataku lagi. Aku tidak akan pernah memaafkan diriku atau dunia ini sekalipun!
Tubuh Aora bergetar hebat. Di tengah kondisi itu, emosi di dalam diri Aora sudah mulai lepas kendali. Kegelapan menyelimuti sekujur tubuhnya. Karena ledakan kemarahan di dalam dirinya, segel matahari di dadanya sudah sepenuhnya hancur dan rusak. Mata Aora berubah menjadi Merah kehitaman dan menapakan sorot mata yang sangat menakutkan.
Aora menatap tajam ke arah bola api yang melambung, sambil mengaktifkan Gyoku miliknya. Ada sedikit keanehan di simbol Matahar miliknya. Simbol yang biasanya diliputi energi kehidupan yang cerah berwarna putih. Kini berubah menjadi simbol matahari hitam dengan kekuatan kegelapan yang dasyat
"Tidak Akan aku biarkan! Arghhhhh! " Aora menggerang kuat.
Lewat kekuatan sihir hitamnya. Sebuah Armor mirip dengan Armor Akuma tercipta. Bahkan lebih kuat dan lebih besar. Sesosok prajurit Singa berbaju Zirah lengkap muncul menyelimuti tubuh Aora. Kibaran api merah serta petir serupa melapisi kumpulan kekuatan Armor sihir itu.
Aora mulai menfokuskan kekuatan di mulut Armor manusia singa miliknya. Ia lantas membidik serangan Akuma dan berniat mengadu kekuatan besar yang bisa dikatakan setara itu.
"Tidak akan aku biarkan! Kau menyentuh orang-orangku! " geram Aora dengan tatapan tajam menakutkan
Boooom!
......................
__ADS_1
Apakah Aora sudah sepenuhnya diambil alih oleh kekuatan kegelapan Kurasu? Kenapa Mirai berniat balik ke negeri Yokai? Apa sebenarnya yang Mirai lihat melalui kekuatan batu pilar ke - 3?