Garis Darah Terkutuk

Garis Darah Terkutuk
Bangkitnya Sang Iblis Tengu


__ADS_3

Semua mata tertuju ke pusat arena tanding, beberapa orang bersetelan mahal secara langsung mendatangi Rei. Mereka tidak terima kalah dan menyerahkan uang mereka pada bocah seperti Rei


"Mereka adalah bangsawan negeri Sora. Sedangkan pria yang paling menentang kemenangan Rei, adalah salah satu Menteri Sora, Tuan Kuu" ucap Zuryu sambil mengamati ketegangan dari bangku VIP


"Seharusnya mereka akui saja kekalahan mereka, toh mereka semua orang-orang kaya kan? " ucap Yuri


"Kau tidak tau Nona, dalam Berjudi orang-orang kaya tidak hanya mempertaruhkan uang mereka, mereka juga mempertaruhkan harga diri mereka.


Jika seseorang seperti Rei menjadi pemenang, mereka akan menganggap orang miskin seperti Rei, berani menginjak mereka


Orang Militer seperti kita mungkin tidak terpengaruh kelas sosial, tapi itu tidak berlaku kepada orang biasa tanpa uang"


Yuri hanya bisa mengepalkan tangannya saja, memang orang biasa dipandang sebelah mata, bahkan di negeri Mizu pun beberapa orang berstatus budak diperlakukan bagai binatang


......................


"Bagaiman apa kau setuju, akulah yang mewakili anak ini? " suara cempreng terdengar dari balik topeng


Pria bertopeng itu pun berjalan menuju ke arah Rei dengan dagu terangkat, bisa di bilang tingkahnya sangat konyol. Tanpa ia sadari, pria itu tidak sengaja tersandung


Bukkkkk......


Pria bertopeng itu tersandung dan jatuh tersungkur, ia tidak sengaja menginjak retakan tanah akibat pertarungan Kono


"Aduh! Aku tersandung! " pria itu akhirnya bangkit berdiri sambil menepuk jubahnya yang kotor.


Kuu dan yang lain hanya bisa tertawa mengejek, berani sekali orang ceroboh seperti itu menangtangnya


"Siapa yang mengirim badut bodoh ini, beraninya dia menantang kami?


Hei Kau! Siapa kau sebenarnya? Kau tidak tahu siapa yang kau hadapi sekarang heh? " Teriak Kuu. Tidak ada satupun dari mereka mengenal pria itu, bahkan sang Host sekali pun.


Pria bertopeng yang menggunakan tudung penutup kepala. Serta kimono serba hitam, hampir menutupi seluruh tubuhnya itu pun menghampiri Rei, lalu menepuk bahu anak itu


" Anggap saja, aku iblis yang akan membunuh kalian? " ucapnya enteng.


Kuu hanya bisa tersenyum mengejek, rasa arogannya tidak akan membiarkan Badut itu mempermainkan dirinya


" Jika kau ingin bertaruh denganku, apa yang kau miliki? Jangan bilang kau hanya memiliki nyawamu yang tidak berguna


Atau...


Nyawa bocah miskin itu, aku bahkan bisa membeli jiwa kalian! " ucapnya dengan suara lantang dengan nada mengejek


Rei yang mendengar itu pun hendak membalas pria arogan didepannya, namun tubuhnya di tahan oleh pria bertopeng itu


Pria bertopeng itu pun membisikkan seseuatu, berbeda dengan suara cemprengnya tadi, suaranya kini terkesan berat dan berwibawa


"Apa kau ingat apa yang aku katakan tadi? Pria sejati didak akan terpancing oleh orang seperti itu. Serahkan semua padaku.... Kau pergilah menuju nona berambut merah, dan minta dia mengobati lukamu. "

__ADS_1


" K- kau? " mata Rei membulat, ia mengenali suara itu.


Pria bertopeng itu menepuk bahu Rei beberapa kali, ia lantas berjalan menuju ke arah Kuu dan bangsawan lainnya


"Kau dapat membuat seluruh orang terkuatmu melawanku. Oh ya..... Kalian juga bisa mengeluarkan seluruh orang-orang kalian.


Aku akan melawannya semua! " ucapnya sambil mengibaskan tangannya, pria bertopeng itu pun menunjuk orang-orang di belakang Kuu


" Lalu...... Apa taruhanmu? "ucap Kuu dengan tatapan mengejek


Pria itu mengeluarkan sebuah kertas dari dalam lengan bajunya, ia pun menunjukkan kertas itu kepada Kuu. Isinya didalamnya membuat orang-orang di sana membulatkan mata


" Ini adalah sertifikat sebuah tambang berlian. Sampai sekarang, tidak ada yang menambangnya, yang artinya isinya masih banyak. Jika aku sampai kalah. Kalian bisa memilikinya


Tapi......


Kalian harus pertaruhkan semua emas kalian....... " ucap Pria itu enteng


Kuu tersenyum, ia sangat percaya diri dengan taruhannya itu. Bagaimanapun ia telah merekrut orang militer terkuat untuk menjaganya, di tambah dukungan orang-orang di belakangya


" Baik..... Kami setuju. Kami akan pertaruhkan 2000 keping emas milikku, serta masing-masing 1000 emas dari orang di belakangku.


Tapi, Kami akan membuat seluruh orang-orangku melawanmu! " ucap Kuu mantap dan di sambut anggukan dari para bangsawan di belakangnya


" Setujuuuuuuuuuu! " Teriak orang bertopeng itu dengan heboh, sambil mengacungkan jempolnya


Kuu melihat, orang itu sangat bodoh. Bagaimana mungkin ia bisa melawan orang-orangnya. Bagaimanapun, pasukannya tidak hanya terdiri dari 1 atau 2 orang


Kuu pun memanggil orang-orangnya, sekitar 200 orang memasuki arena itu. Mereka bukan pria biasa, mereka adalah pria berbadan besar layaknya Kono, dan tentu saja mereka dari kalangan Militer pengguna sihir


"Wuahhhhhhhh...... Kalian memang berencana mengeroyokku. " ucap pria bertopeng sambil menggelengkan kepala


Rei merasa tidak yakin, ia pun mendatangi Pria bertopeng itu.


" Apa kau yakin, Tuan? "


Pria itu hanya mengangkat tangannya, ia pun memberi sebuah isyarat agar Rei tidak terlibat. Ia pun mengeluarkan sebuah pedang dari dalam jubahnya


" Aku memiliki pedang baru, dan aku tidak mau membuatnya tergores.


Jika ada dari kalian yang mampu membuatku melepas sarung pedangku saja, kalian bisa menganggapku kalah! " ucapnya mantap


......................


Yuri melihat pedang yang di angkat Pria itu, pedang yang sangat familiar buatnya.


" B- Bukankah itu, pedang Yora? " Yuri baru tersadar siapa pria bertopeng itu. Ia yakin Xio lah yang menyamar


" Cih! Dia memang pria yang bodoh! " celetuk Zuryu

__ADS_1


" Aku setuju. Yora memang pria bodoh. Bagaimana ia menang melawan semua bajingan itu? " ucap Yuri khawatir


Zuryu menoleh ke arah gadis di sampingnya, dahinya sedikit mengkerut


" Maksudku bukan Tuan Xio, yang aku maksud itu Kuu. Pria tua itu! "


"Aaapa? " ucap Yuri tidak percaya


" Kau tahu alasan Tuan Xio menyembunyikan identitasnya dan berprilaku konyol, berbeda 180° dari sikapnya?


Jika dia menggunakan identitasnya sebagai Xio, mereka tidak akan mau melanjutkan pertandingan ini. Xio dikenal sebagai Iblis Tengunya Ring kematian. Salah mereka menganggap remeh hanya dengan melihat tingkah konyolnya itu


Ckckck...... Aku merasa kasian dengan bangsawan itu! " ucap Zuryu sambil menggelengkan kepalanya


"Heh? Apa Yora sehebat itu? Bagiku dia hanya pria pelit yang tidak mau membagi kuenya!" ucap Yuri sambil menyipit. Meski ia tahu mengenai kemamouan Xio, tapi tetap saja tidak mungkin melawan 200 orang Militer sendirrian. Ditambah dati mana semua uang yang ia pertaruhkan berasal?


" Tunggu, Dimana ia mendapatkan sertifikat tambang itu? " ucap Yuri penarasan


" Hah! Berangkasku pasti sudah rusak sekarang..... " ucap Zuryu menunduk lesu


" Maksudmu, Yora mencurinya dari mu? " ucap Yuri terkejut. Zuryu menggeleng


" Tidak. Semua hartaku dimiliki Organisasi Tengu. Bahkan gedung judi ini..... Aku hanya sebagai pengelolanya saja....... Hehe" ucap Zuryu sambil nyengir


"B-Bagaimana mungkin? " ucap Yuri masih tidak percaya. Xio tidak hanya mempertaruhkan emas, tapi sebuah tambang. Yuri bahkan tidak bisa menghitung berapa harga tambang itu


" Jika Xio ingin, dia bisa saja membeli sebuah Negeri kecil dengan kekayaanya.


Namun, ia hanya membuatku mengelola tempat ini. Dengan syarat..... Jangan libatkan masyarakat kecil Sora. Dan jangan pernah menyakiti mereka. Aku hanya perlu mengumpulkan informasi saja " ucap Zuryu


" Bukankah dia sendiri seorang buronan? " ucap Yuri sambil menatap Zuryu, menantikan jawaban pria sangar itu. Zuryu hanya bisa mengangkat bahunya, tanda tidak tahu


" Sudah lama sekali, sejak terakhir kali aku melihat Tuan Xio bertarung, aku harus menikmati pertarungan kali ini..... "


Zuryu pun duduk di kursi Xio, sambil menyilangkan kakinya


" Tampaknya...... Iblis Tengu kita akan segera berdansa. " smabungnya


Sedangkan Yuri hanya tenggelam dalam pikirannya, sambil menatap Xio yang dikeroyok oleh lebih dari 200 orang itu


" Apa sebenarnya rencana Yora? "gumam Yuri


......................


Taggg........


Suar benturan pedang Xio menggema di ruangan itu, dengan tenang ia menatap lawan-lawan yang terlihat ingin membunuhnya dari tatapan mereka


" Mari Kita mulai! " ucapnya Tenang dengan suara berat Khasnya, tampaknya ia sudah tidak lagi bersikap konyol

__ADS_1


Tasssssss...... Tappppppp......


Secara bersamaan orang-orang itu mulai berlari ke arah Xio sambil mengaktifkan Gyoku mereka.


__ADS_2