Istri Dadakan

Istri Dadakan
Lepas Tangan


__ADS_3

Setelah bersusah payah menjelaskan apa yang terjadi, akhirnya warga serentak percaya sama Annisa. Dengan janji, Annisa akan membantu mereka untuk menemukan orang tuanya. Selain itu masalah hutang kepada warga. Akan menjadi urusan Annisa selanjutnya.


Ia hanya bisa pasrah.


“Sudah lah ... yang penting masalah ini cepetan kelar dan aku harus nemuin ibu sama bapak,” tekad Annisa watku itu


***


Sementara itu,


Di tempat lain, waktu yang sama ada Bram yang sibuk mengurus masalahnya setelah kepergian Annisa. Laki-laki itu menganggap ini waktu yang pas untuk mengurus masalahnya. Mumpung tidak ada Annisa yang akan membuat rencananya terhambat itu.


Saat ini, Bran sedang ada di sofa. Tak lama mommy Chika turun dan mengambil tas selempang nya di meja.

__ADS_1


“Mom bakalan pergi sekarang,” beri tahu mommy Chika. “Mom beneran nggak mau ketemu sama isri kamu. Mom beneran marah sebenarnya sama kamu karena mau bawa Sakilla ke sini. Tapi, kayaknya mom juga nggak bisa melarang kamu. Kamu keras kepala, persis seperti daddy kamu. Jadi, dari pada mom emosi karena ngeliat Sakilla. Lebih baik mom pergi sekarang,” pamit mom Chika dengan ketus


“Mom,” panggil Bram dengan lemas. “Mom tahu kan rencana Bram?” tanya laki-laki itu. “Bukannya dari awal mom nyetujuin semua yang Bram rencanain dan sekarang Bram mau nemuin Sakilla sama Rama. Mom juga tahu kan anak Bram penasaran banget sama sosok bundanya. Jadi, wajar dong kalau Bram nemuin mereka.”


Mommy Chika tertawa miris, lalu menggeleng.


“Sejak awal mom tidak setuju sama semua rencana kamu. Dulu ... kamu kekeuh nggak setuju Rama ketemu sama Sakilla. Kamu takut ini lah, kamu takut itu lah. Tapi tiba-tiba kamu bilang ke mom mau mempertemukan mereka berdua. Kamu juga nggak minta persetujuan mom. Semua kamu urus sendiri. Alasannya cuman kasihan sama Rama, padahal dari awal mom lihat anak kamu baik-baik aja. Baru setelah kamu ajak buat ketemu Sakilla, dia keliatan senang dan excited. Kalau kamu nggak bilang ke Rama juga, dia nggak bakalan tuh seneng kayak begitu.”


Bram tersentak dan terdiam.


“Maksud mom?”


“Dari awal kalian ketemu saja, kamu sudah bilang kalau Sakilla mau ketemu sama anak kamu. Dari situ saja nggak menutup kemungkinan kalau Sakilla masih mengharapkan posisi dia yang dulu dan dengan bodohnya kamu malah mempersilahkan wanita itu buat masuk lagi ke hidup kamu?”

__ADS_1


“...”


Mommy Chika menatap anaknya dengan bingung.


“Mom beneran lepas tangan ... masalah kamu sama Annisa aja belum selesai. Kamu masih nggak tau alesan istri kamu pergi, dan sekarang kamu malah buat masalah baru dengan bawa mantan istri kamu ke rumah ini.”


“Ya ... dari pada ketemuan di luar kan,” kilah Bram yang tak mau di salahkan.


“Ya udah lah, sekarang terserah kamu! Mom nggak mau urus, mom angkat tangan. Kalau ada apa-apa jangan panggil mom. Mom ora urus, udah lah mom pusing ngomong sama kamu. Gak pernah berubah dari dulu, mom pamit.”


Dengan tergesa, mommy Chika masuk ke dalam mobil yang sudah menunggunya dari tadi. Tak lama mobil itu meninggalkan pekarangan rumah Bram. Menyisakan Bram yang termenung di tempatnya berdiri. Bram masih menatap ke arah luar lewat pintu rumahnya yang terbuka.


Ia menarik napas dalam dan menghembuskannya kasar.

__ADS_1


“Aku nggak salah kan?”


__ADS_2