Istri Dadakan

Istri Dadakan
Keraguan Rama


__ADS_3

Perseteruan antara Rama dan Sakilla masih terus berlanjut. Hingga perempuan dewasa itu dibuat skak dan tak bisa berkata apa-apa, akibat omongan pedas anak kandungnya. Ditambah semua perkataan jujur Rama yang membuat ia hanya mampu bungkam.


Dengan perasaan entah yang tak bisa di jelaskan, sesekali Sakilla menatap wajah sang anak. Ekspresi penuh dendam dan kekesalan membuat Sakilla sedikit menyesal karena sudah memberikan banyak luka untuk sang anak.


“Apa nggak ada kesempatan lagi buat bunda biar bisa berubah jadi ibu yang baik buat kamu?”


“Hah?”


Sakilla pindah tempat duduk mendekati Rama. Anak itu mau bergeser tapi Sakilla memegang lengannya, Rama jadi sungkan untuk sekedar geser dan berakhir pasrah saat tubuhnya itu di rangkul mendekati Sakilla.


“Bunda iri ... bunda iri pas dengar kamu lebih dekat sama ibu sambung kamu. Padahal harus nya kamu bisa lebih deket sama bunda. Bunda kan orang yang melahirkan kamu. Jadi bunda mau kita bisa deket. Bunda tahu ... bunda salah. Bunda minta maaf kalau memang itu yang mau kamu dengar. Tapi .. semua ini nggak seperti yang kamu kira. Bunda juga berat ninggalin kamu waktu itu. Bunda juga nggak mau. Tapi keadaan memaksa bunda.”

__ADS_1


Di depan sana, Bram hanya menggeleng. Merasa lucu akan penjelasan istrinya. Yang mana terdengar membela diri itu.


“Ah ... kita tunggu saja,” ucap Bram pelan. “Lagian Rama bukan anak yang segampang itu buat nerima omongan orang lain. Rama udah bisa bedain yang bener dan buruk. Jadi, aku nggak perlu khawatir sama sekali.”


Bram memilih duduk santai dan membiarkan Sakilla menjelaskan apa pun.


“Kamu denger kan yang bunda omongin?” seru Sakilla lagi kini dengan sedikit memaksa.


Rama mengangguk dengan malas.


Rama menarik napas dalam.

__ADS_1


Dia melirik ke arah jam, sadar mereka terlalu mengulur waktu. Akhirnya Rama memilih untuk menatap serius.


“Sudah lah tante ... mau di jelasin apa pun juga. Kalau tante nggak mau terlihat salah, nggak bakal ada habisnya,” potong Rama. “Dibanding ngomongin ini, ada yang harus Rama tanya ke tante dan pertanyaan ini yang buat Rama mutusin buat ketemu sama tante diem-diem. Aku ngerasa nggak enak sama mamah Annisa karena udah bohong. Tapi aku beneran penasaran banget.”


“Hah? Jadi mamah kamu nggak tahu?” kaget Sakilla


Rama mengedipkan mata bingung lalu dia mengangguk.


Sakilla tersenyum simpul, entah apa yang ada di pikirannya saat ini. Tapi perempuan dewasa itu terlihat sangat bahagia.


“Ya sudah ... apa yang mau kamu tanyakan ke bunda?” tanya Sakilla. “Bunda janji bakalan jawab semuanya, kalau memang kamu penasaran akan sesuatu.”

__ADS_1


Rama menunduk.


“Sebenernya ... banyak pertanyaan. Tapi Rama cuman mau nanya satu pertanyaan ke tante.” Rama meremas bajunya dengan perasaan kalut. "Apa yang ada di pikiran tante sampai tega ninggalin aku sama ayah?"


__ADS_2