Istri Dadakan

Istri Dadakan
Mamah Terbaik


__ADS_3

Sakilla sungguh terkejut mendengar pertanyaan anak yang bahkan belum berusia sepuluh tahun itu. Untuk pikiran seorang anak kecil, Rama benar-benar berpikir luas dan Sakilla yang sejak tadi diam kini mulai berputar otak untuk mencari jawaban yang tepat dan masuk akal.


"Perasaan—


"Rama membaca suatu buku, di sana tertulis orang yang sangat sayang dengan pasangannya akan merasa pasangannya ini adalah dunianya. Makanya ... saat pasangan orang itu pergi. Dia bakal kehilangan dunianya. Tante paham kan maksud Rama? artinya orang tersebut bakal kehilangan genggaman hidupnya. Jadi, wajar kalau sekarang aku nanya kayak gini."


Rama memainkan ujung kukunya. Bayangan masa lalunya kembali datang dan itu selalu membuat hatinya sakit kalau ingat hal ini.


"Aku masih inget banget." Rama menarik napas di sela-sela ucapannya lalu menghembuskannya kasar. "Gimana ayah yang dulu selalu cerita tentang tante. Setiap cerita mata ayah selalu bersinar. Padahal biasanya aku nggak pernah sinar mata kehidupan di mata ayah. Mata ayah selalu redup dan itu bikin hati Rama sakit banget."


Masa kecilnya yang menyedihkan.


Bahkan kalau banyak orang yang ingin kembali ke masa lalu. Rama akan menggeleng tegas, dia enggan kembali ke masa yang melukai dirinya.

__ADS_1


Jauh dari sosok kasih sayang orang tua. Dia harus berusaha mengerti posisi ayahnya. Di saat Rama sendiri selalu ingin mendapat kasih sayang dari banyak orang. Dirinya juga gak bisa menjelaskan betapa pedihnya waktu itu.


"Semuanya tentang tante pasti ayah suka."


Sakilla terenyuh. Kembali mengingat kenangan dirinya bersama Bram. Walau sebenarnya dia menikah hanya untuk menutupi orientasi dia yang sebenarnya sudah menyimpang sejak masa sekolah dan dia merasa Bram mampu menutup orientasi menyimpang dia ini.


Tapi,


Sakilla tetap setuju sama semua perlakuan Bram yang mampu membuat banyak orang terkesan. Tidak ada cinta tapi Sakilla nyaman dan penjelasan Rama sedikit menyentil hatinya yang selama ini tak pernah tersentuh oleh Bram.


Rama mendengus.


"Mamah yang ajarin aku banyak hal dan aku beneran beruntung punya mamah Annisa di hidup aku. Di saat aku kesepian, ada mamah Annisa yang bimbing aku dan ajarin aku banyak hal. Buat Rama yang bingung akan arah hidup Rama waktu itu. Kini jadi tahu. Terus juga ... banyak orang yang bilang kalau ibu sambung itu jahat. Nggak ada yang baik. Cerita temen sampai artikel yang aku baca aja bilang begitu."

__ADS_1


Rama menggeleng dengan senyuman tipis di wajahnya.


"Tapi aku nggak ngeliat itu sama sekali di mamah Annisa. Mamah Annisa itu, ibu sambung terbaik yang pernah aku temuin. Bahkan mamah Annisa rela dimarahin ayah cuma buat aku. Aku beneran sayang banget dan maaf kalau posisi mamah Annisa jauh lebih tinggi di banding tante. Karena ya, harusnya tante bisa mikir sendiri sih alesannya."


Rama masih tersenyum tipis.


"Mamah Annisa terbaik!"


Rama kembali fokus.


"Intinya gitu deh. Jadi, gimana jawabannya tante? dari cerita aku tante bisa ngebayangin kan gimana kagetnya aku pas tiba-tiba ayah marah setiap aku tanya tentang tante. Sampai aku di titik tahu semua apa yang diperbuat tante."


Sakilla tertegun.

__ADS_1


"Jujur aja ... aku kecewa berat sama tante."


__ADS_2