Istri Dadakan

Istri Dadakan
Hari Rama


__ADS_3

"Rama pamit dulu mah!"


Annisa melambaikan tangan menatap kepergian anak dan sang suami yang terlihat sangat menyenangkan. Ia hanya bisa balas tersenyum sementara di dalam hatinya, Annisa full gelisah.


"Semoga semuanya baik-baik saja."


***


"Ayah! aku happy banget."


Rama memakan gulali manis yang baru aja dia beli. Hari ini, dia membeli banyak makanan yang biasanya di larang demi kesehatannya. Tapi demi kebahagiaan sang anak, Bram sengaja membelikan semuanya sembari berharap mood sang anak kembali dengan baik.


"Gimana? kamu mau ke mana lagi?" tanya Bram menyeka peluh keringatnya. "Mau pergi ke mana? mumpung hari ini kamu bisa bebas pergi ke mana pun yang kamu mau."


Rama berbalik dan memandang penuh excited.

__ADS_1


"Aku mau ... makan mini crepes yang ada di taman tempat perumahan kita yah! aku mau dari lama banget. Tapi selalu lupa kalau udah jalan sama mamah. Kata temen aku crepes di sana enak, murah lagi! aku mau cobain."


Bram mengangguk lagi.


"Tapi, ingat ya ... jangan bilang ke mamah kalau hari ini kamu udah makan banyak makanan manis!" Rama langsung mengangguk dengan patuh. "Nanti kalau sampai rumah, kamu langsung sikat gigi dan buat beberapa hari ke depan di jaga dulu makanan manisnya. Jangan banyak-banyak, ayah nggak mau kalau kamu sampai sakit gigi!"


Rama mengacungkan jempolnya.


Setelah hari ini puas ke pusat wahana bermain, lalu dilanjuti ke tempat festival mainan yang ada beberapa hari di kota tempat mereka tinggal. Rama juga sudah puas membeli banyak mainan, baju sekaligus buku yang menurutnya sangat bagus.


Pokoknya hari ini benar-benar dijadikan hari Rama.


"Oh iya, habis makan crepes. Kita makan pecel lele yang ada di deket taman itu ya. Kita makan diluar berdua aja. Tadi ayah udah hubungin mamah kamu untuk makan duluan. Ayah juga udah suruh mbak di rumah beli makanan sehat buat santapan mamah kamu. Kamu mau kan?"


Rama menoleh dan mengangguk dengan mulut belepotan ice cream.

__ADS_1


Bram terkekeh. Ia menyeka sisa ice cream di sekitaran mulut sang anak. "Ya sudah, makan buru ice creamnya. Gimana hari ini? kamu beneran seneng kan?"


"Iya yah ... nanti kalau dedek udah lahir. Aku mau gini lagi tapi sama mamah. Aku udah lama gak habisin waktu berdua sama mamah."


"Iya ... kamu atur aja. Pokoknya seperti yang ayah tadi bilang pas berangkat. Mau nanti ada adek atau enggak, ayah sama mamah tetep sayang sama kamu. Kamu tetap permata hati kami. Rasa sayang kami gak akan terbagi buat kamu. Jadi, jangan pernah ngerasa sendiri ya. Kalau ada apa apa juga langsung cerita sama kami."


Rama mendesis. "Iya ayah ... ayah kan udah dari tadi bilang gitu. Sekali ngomong aja, aku denger kok."


Bram terkekeh. Tangannya terulur mengacak rambut sang putra.


"Ayah cuma gak mau kamu ngerasa sendirian aja. Cuma itu."


"Hmm, iya ayah. Ayah tenang aja ..."


Bram kembali fokus ke jalanan. Setelah mengendarai beberapa menit akhirnya ketemu juga taman yang di maksud sama Rama. Bram Mrmarkirk mobilnya di tempat yang kosong.

__ADS_1


"Yuk kita turun sekarang dan langsung beli crepes yang kamu mau."


"Siap ayah!" Rama semangat lagi.


__ADS_2