
Bram menghubungi asistennya. Lebih tepatnya orang yang bekerja dia untuk mencari seseorang. Biasanya Bram tidak memakai pegawainya ini untuk mencari hal diluar pekerjaan. Karena mencari data seseorang itu nggak segampang yang dikira. Tapi khusus kali ini Bram harus menggunakannya. Dia harus mencari tahu tentang masalah ini terutama semua keluarga Annisa. Supaya dia bisa tahu kemungkinan besar keberadaan Annisa.
Setelah telepon diangkat, Bram langsung mencari posisi duduk ternyaman di sofa.
"Bagas ... sorry nih. Gue make lu tapi bukan buat tanya-tanya tentang orang perusahaan. Ini di luar pekerjaan boleh kan? gue bakal bayar berapa pun yang lu mau. Asal lu kerjain apa yang gue minta."
/Santai aja kali boss ... boss udah sangat berguna di hidup saya. Jadi dengan senang hati saya akan membantu boss. Jadi, apa yang bisa saya lakukan?/
"Tolong carikan informasi tentang istri saya!"
/Nona Annisa?/
"Memangnya kamu kira siapa lagi?" balas Bram dengan sedikit dengusan malas.
__ADS_1
/Bukan ... untuk apa tuan butuh informasi tentang nona Annisa lagi? bukannya pas sebelum nikah. Tuan pernah minta informasi tentang nona Annisa? jadi sekarang butuh buat apa lagi?/
Bram menceritakan inti permasalahan yang sedang terjadi di hidupnya itu.
"Saya ingin mencari tahu tentang semua keluarga Annisa. Siapa tahu kalau kamu dapat sesuatu. Saya bisa lebih lega dan nggak terlalu khawatir. Karena saya nggak tahu apa-apa di sini dan nggak tahu harus melakukan apa. Juga saya mau ngurus masalah di sini dulu. Jadi, kalau kamu tahu kan. Setelah saya mengurus semuanya saya bisa langsung cari Annisa kan?"
/Baik tuan ... kalau memang itu yang tuan butuhkan. Tapi saya nggak bisa janji. Karena mencari informasi orang yang nggak ada jabatan itu sedikit lebih susah. Apalagi harus cari tahu seluruh sanak keluarganya. Tapi saya akan berusaha untuk mencari sebisa saya. Saya usahakan, tapi saya nggak bisa janji./
"Iya ... saya juga nggak bisa maksa semuanya sama kamu. Tapi, tolong kamu cari tahu orang tua Annisa ya. Tadi siang saya melihat orang yang mirip sama orang tua Annisa. Tapi hanya sekelebat. Jadi saya belum bisa pastikan."
"Sudah ... tidak ada. Sekali lagi saya minta maaf ya karena mengganggu waktu libur kamu. Saya juga makai kinerja kamu di luar perusahaan."
/Tidak masalah tuan. Kalau begitu saya permisi./
__ADS_1
Panggilan terputus. Baru Bram mau mencari sesuatu di ponselnya. Ia mendengar suara tangis dari arah kamar. Buru-buru Bram berlari ke arah kamar dan sudah melihat Rama yang terbangun. Wajahnya sangat memerah dan ia langsung merentangkan tangan. Meminta gendong.
"Maaf ya," papar Bram lalu menggendongnya. "Pasti kamu kaget ya? maaf karena ayah nggak nunggu di samping kamu. Sekali lagi maaf." Bram mengusap punggung Rama.
Rama masih sesegukan dan setelah beberapa saat. Anak itu mulai tenang dan ia menatap sekeliling.
"Mamah?"
Bram menarik napas dalam. Ia duduk kan Rama di pinggir kasur. "Nak ... sepertinya kita masih bisa belum ketemu sama mamah Annisa. Ada satu hal yang buat kita belum bisa ketemu sama mamah Annisa. Ayah minta maaf ya."
Rama mengerutkan keningnya.
"Maksud ayah?"
__ADS_1
"Mamah kamu lagi ada di rumah tantenya. Yang artinya kita nggak bisa ketemu sama mamah kamu dulu untuk sementara waktu."