
Di Manor Jendral Shen
Di paviliun Anggrek kediman selir pertama Jendral Shen, yakni Selir Yun Xue Ruo terlihat tiga orang yang tengah bercengkrama dengan asyiknya, mereka tengah menyusun siasat busuk lainnya untuk menghabisi nyawa seseorang yang seharusnya tidak mereka singgung.
“Ibu, bagaimana bisa anak sialan itu masih hidup juga, kenapa tidak langsung mati saja sekalian.” Kata Shen Jin Lie anak perempuan pertama jendral Shen dan selir Yun Xue Ruo (usia 14tahun hanya selisih 5 bulan dengan Shen Yu Lin putra sulung Jendral Shen dengan Xi Yu Nian).
“Benar kata jie jie Jin Lie, aku sudah bersusah payah memukulnya hingga tangan ku yang halus ini terasa sakit kenapa ****** itu masih bisa sadar juga.” Sahut Shen Jia Yun (putri ke dua kediaman Jendral Shen usia 12 tahun) pada ibunya.
“Kalian bertanya kepadaku seperti itu seolah ibu tidak mengharapkan kematian ****** kecil itu.” Balas selir Yun Xue Ruo.
“Kita harus segera melenyapkannya sebelum Gege pertama pulang dari akademi, karena kalau Gege ada di kediaman pasti ia melindungi ****** kecil itu. Aku tidak mau kalau nantinya mereka bisa meyakinkan ayahanda kalau sebenarnya bukan ****** itu yang menyebabkan kematian ibunya itu. Dan membuat ayah menyayanginya.” Cerocos Shen Jia Yun.
"Selain itu, aku juga sudah tak bisa menunggu lebih lama lagi ibunda, kau sendiri aku sampai saat ini belum juga menikah dan tidak menerima semua lamaran dari tuan muda yang datang hanya demi Putra Mahkota. Dan gara-gara ****** kecil itu yang selalu menghalangi jalanku." Kata Shen jin Lie sang nona pertama.
Ya memang benar bahwa selama ini Shen Jin Lie telah memiliki hubungan istimewa dengan Putra Mahkota dari Kekaisaran Wuxi ini yaitu Pangeran Huo Lin Jin.
Dan itu sudah menjadi rahasia umum, yang telah di ketahui oleh siapapun penduduk Ibukota Kekaisaran.
Namun tak ada yang bisa menampik bahwa Putra Mahkota Huo Lin Jin juga merupakan tunangan dari sang adik Xi Lilian, yang merupakan dekrit yang dianugerahkan langsung oleh kaisar atas persetujuan dan usulan Permaisuri Xiao.
Selain itu juga sang Putra Mahkota Huo Lin Jin juga tidak ingin memutuskan pertunangannya dengan Xi Lilian.
Meskipun ia tidak mencintai Xi Lilian tapi dengan statusnya yang merupakan seorang nona resmi seorang bangsawan dan juga merupakan seorang cucu luar dari Kekaisaran terbesar nomor dua di benua Nanxuang ini.
“Tidak akan ibunda biarkan hal itu terjadi, karna hanya kalian bertiga lah yang berhak mendapatkan semua kasih sayang dan juga kemewahan dari Kediaman Jendral Besar Shen ini. Dan seluruh kemewahan dari kediaman Pangeran Kekaisaran." kata selir Yun Xue Rou dengan kilatan licik.
Dimana adik kalian saat ini kenapa tidak kesini?”tanya Selir Yun Xue Rou pada putrinya.
__ADS_1
“Aku disini Bu, dan aku punya berita Bagus untuk kita semua.” Kata Shen Wu Lan (putri ke lima usia 11 tahun) pada ibu dan kedua kakaknya.
“Kabar baik apa yang kamu bawa Lan’er?” tanya ibu dan kakaknya antusias.
“Aku tadi tak sengaja mendengar jika ayahanda dan juga beberapa mentri sedang membahas mengenai penyelenggaraan festival bunga, yang akan di adakan di kekaisaran Wuxi ini satu bulan lagi dan pada acara ini akan ada acara pemilihan selir bagi para Pangeran dan Putra Bangsawan, dan semua Putri Kerajaan maupun Kekaisaran dan Putri bangsawan bisa ikut serta dalam pemilihan itu.” Kata Shen Wu Lan menjelaskan.
“Bagus ini adalah kesempatan bagi kalian untuk unjuk bakat kalian untuk mendapatkan Pangeran Mahkota dan pangeran lainnya. Jangan sampai para ****** anak Selir Duan Yu Yan itu yang mendapatkannya. Apalagi ****** Xi Lilian itu.” Kata Selir Yun Xue Rou.
“Itu pasti ibunda.” Balas ketiga anaknya kompak.
Sebenarnya selir Yun masih memiliki seorang anak laki-laki yang berusia 13 tahun yang bernama Shen Jung Si.
Yang kelahirannya hampir bersamaan dengan Shen Ming An Putra dari Jendral Shen dan Selir Duan Yu Yan.
...****************...
“Ibunda aku dengar dari para pelayan kediaman kakyak ketiga telah sadarkan diri.” Kata Shen Sie Lie (putri ke enam usia 10 tahun).
“Benarkah, kenapa ia tidak mati saja. Dasar sampah tak berguna. Apa yang harus kita lakukan ibunda?” kata Shen Sie Mei (putri ke empat usia 12 tahun selisih 1 bulan dari Xi Lilian).
“Kalian tenanglah, jangan gegabah, karena sebentar lagi para Gege kalian akan pulang dari Akademi. Kita tunggu saja apa yang Selir pertama dan anaknya pada Lilian itu.
“Benarkah Gege Yu Lin, Gege Ming An dan Gege Jung Si akan segera pulang?” Tanya Shen Sie Lie
“Baiklah aku mengerti kita akan tetap waspada agar Gege Yu Lin tidak curiga dengan kita kalau selama ini kita sering merundung sampah itu.” Kata Shen Sie Mei
“Memangnya kapan Gege akan pulang?” tanya Shen Sie Lie
__ADS_1
“Berdasarkan surat dari Gege Ming An kalian pekan depan mereka akan tiba di kediaman. Maka dari itu kita harus persiapkan hal-hal untuk penyambutan Gege kalian.
...****************...
Sedangkan di kediaman terpencil Xi Lilian saat ini kedua pelayannya tengah cemas. Memikirkan majikannya yang tengah mengurung diri di dalam kamar.
“Bagaimana ini Bibi, Lian’er sudah seharian tidak keluar kamar dan belum makan juga. Apa kita dobrak saja pintunya sekarang?” kata Qingyu sangat khawatir.
“Bukankah Lian’er sudah berpesan bahwa ia akan mengurung diri selama satu pekan untuk menyembuhkan diri, dan kamu sudah memberikan herbal yang Ia minta kan? Kita percaya dan berdo'a saja agar nona kita ini bisa segera sembuh dari racunnya.” Balas Bibi Hong Mei mencoba percaya meski dalam hatinya begitu khawatir akan keadaan Nonanya.
“Hahh cobalah lihat diri Bibi, apa yang Bibi katakan itu tidak tercermin dengan tindakan Bibi. Aku yakin bahwa Bibi sebenarnya lebih cemas dan khawatir dengan keadaan Lian’er. Seberapa pun Bibi mengatakan bahwa Lian’er tidak kenapa-kenapa tapi Bibi tak akan bisa membohongi perasaan Bibi sendiri.” Kata Qingyu mulai tidak sabar karena melihat tingkah Bibi Hong Mei yang begitu gelisah.
Tepat saat itu juga Xi Lilian keluar dari dimensi bintang dan mendengar perbincangan antara Bibi Hong Mei dan Qingyu. Yang membuat dirinya terbaru akan ketulusan hati mereka berdua yang mau peduli dan menyayangi nya meski tak ada hubungan darah apapun.
“Bibi Hong Mei dan Jiejie Qingyu tenanglah aku tak apa apa, sungguh. Aku yakin aku akan segera pulih terima kasih atas perhatian Bibi dan juga Jiejie.
“ Haahhh syukurlah kalau kamu tak apa Lian’er. Kami sangat mencemaskan mu. Oh iya apakah kamu yakin tidak membutuhkan bantuan kita Lian’er?” kata Bibi Hong Mei.
“Bibi tenang saja, lebih baik sekarang Bibi dan Jiejie Qingyu kembali dan istirahat.” Balas Xi Lilian.
“Apa kau yakin Lian’er? Oh iya tadi ada surat dari tuan muda pertama untukmu dan ini bacalah.” Kata Qingyu sambil memasukan surat yang ia pegang melalui lubang bawah pintu.
“Baikah Jiejie dan sekarang lebih baik Bibi Hong Mei dan Jiejie Qingyu kembali dan beristirahatlah supaya tidak sakit, karna ini juga sudah sangat larut. Aku tidak mau kalau sampai Bibi dan Jiejie akan jatuh sakit karena kurang istirahat.
Mereka berdua yang mendengar penuturan dari sang nona menjadi sangat terharu. Dan akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke kediaman masing- masing untuk beristirahat.
“Baiklah Lian’er, kau juga istirahatlah supaya cepat sembuh. Kami sangat berharap kesembuhan mu Lian’er, dan kami juga akan kembali. Jaga dirimu baik-baik.” Kata Bibi Hong Mei.
__ADS_1