Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 191


__ADS_3

"Ah, tidak. Ini semua terjadi dan bisa begitu sempurna karena memang keahlian menari Nona Muda Xia dan juga Nona Muda Huang memang sangat menakjubkan. Saya hanya mencoba yang terbaik untuk mengiringi tarian mereka. Hanya saja saya menjadi lepas kendali karena terlalu menghayati musik yang kebetulan sesuai dengan suasana hati. Jadi maaf kan kecerobohan saya. Namun untungnya kedua Nona Muda bisa menutupi kelalaian yang telah saya perbuat dengan sangat baik, jadi semua ini benar-benar karena kemampuan Nona Muda Xia dan Nona Muda Huang yang sangat hebat dalam menari," jawab Xi Lilian dengan tulus. Karena sebenarnya Xi Lilian memang tidak pernah berniat untuk memainkan musik yang begitu rumit pada awalnya. Dan hanya sekedar untuk mempermanis pertunjukan para gadis-gadis itu.


Tapi tanpa dirinya sadari dirinya telah terbawa perasaan dan juga suasana di sekitar. Yang selalu mengingatkan akan kisah memilukan yang telah Ibunya dan juga dirinya sendiri alami.


Karena ketika Xi Lilian melihat setiap sosok yang telah membuatnya sangat menderita di kehidupan ini. Itu membuatnya selau ingat dengan apa yang telah mereka perbuat padanya, bahkan dirinya harus kehilangan Ibundanya sesaat setelah dirinya terlahir di dunia ini. Dan seluruh rangkaian penyiksaan yang mereka rencanakan, selalu membekas dalam memori Xi Lilian. Sehingga bisa membuatnya begitu emosional dan ingin segera menyiksa mereka yang selalu menindas dirinya dengan tangannya sendiri.


"Tidak tentu saja semua ini karena alunan musik yang dimainkan oleh Nona Muda Xi Lilian lah yang telah menyentuh dan merasuk dalam jiwa dan hati kami, sehingga Kami bisa menarikan semuanya dengan baik. Jika tidak begitu mana mungkin bisa, kami akan mampu menarikan tarian yang sangat sulit dan juga dengan pembawaan penuh tekanan dan emosional yang begitu dominan. Ini adalah pertama kalinya bagi saya untuk melakukan suatu hal yang sangat menakjubkan dalam hidup ini. Maka dari itu saya Huang Mai Ying sangat berterima kasih kepada Nona Muda Xi Lilian yang telah memberikan kesempatan berharga ini untuk bisa menambah pengalaman saya, dengan berkolaborasi bersama Anda dan juga Nona Muda Xia. Terima Kasih banyak saya ucapkan kepada kalian berdua," ucap Huang Mai Ying segera setelah mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Xi Lilian.


"Benar, apa yang dikatakan oleh Kasim Bao dan juga Nona Muda Huang. Ini semua berkat sepupu ipar. Yang benar-benar sangat luar biasa berbakat. Aku jadi ingin belajar lebih banyak lagi dari sepupu ipar. Bagaimana sepupu ipar, boleh tidak?" tanya Xia Ning Shui tanpa sungkan-sungkan.


Meskipun sikap Xia Ning Shui selalu tampak tenang dan acuh tak acuh pada orang lain. bahkan terkesan sangat menyendiri dan sulit bergaul ataupun didekati oleh orang lain.


Namun nyatanya ketika dirinya telah mempercayai dan juga mengenal seseorang itu dengan baik. Maka sikapnya akan berubah sebanyak seratus delapan puluh derajat.


Sehingga, akan membuat orang lain tak akan pernah percaya jika gadis yang pendiam itu bisa bersikap manja dan juga menggemaskan layaknya gadis kecil pada umumnya.


Sebelum Xi Lilian bisa memberikan jawaban, justru dirinya telah dikejutkan oleh jawaban seseorang yang entah sejak kapan telah berada di belakangnya.


"Tidak boleh, kau hanya akan menyusahkan, yah dan yang pasti akan membuat istriku ini kelelahan nantinya. Aku tidak akan mengizinkan mu untuk mengganggunya dan terlebih lagi menggertak dirinya. Jika hal itu sampai terjadi maka lihat apa yang bisa aku lakukan pada gadis yang bawel seperti dirimu itu," ucap Wang Jin Tian dengan ekspresi wajah yang tampak sangat keberatan dengan permintaan sepupu perempuannya itu.


Karena Wang Jin Tian tahu benar, bagaimana sifat adik sepupunya itu, yang benar-benar menjengkelkan menurutnya.


"Kau...! Kakak sepupu Ketiga, aku tidak berbicara dengan mu. Mengapa kau harus ikut campur urusan ku dengan sepupu ipar. Lagipula mengapa kau malah naik kesini lagi? Cepat pergilah jangan ganggu kami," ucap Xia Ning Shui dengan ekspresi wajah tidak puas dan merasa tidak terima dengan ucapan sepupu laki-lakinya itu.


"Tentu saja aku ada disini untuk istri ku ...." belum selesai ucapan Wang Jin Tian sudah di sahut oleh Xia Ning Shui.


"Hei, aku ingatkan kalian belum resmi menikah, jadi jangan panggil dia istrimu. Setidaknya tanyakan pada Nona Xi apakah dia keberatan atau tidak dengan panggilan mu itu, dasar tak tahu malu." gerutu Xia Ning Shui yang terdengar begitu jelas oleh orang-orang.


"Apa hubungannya dengan mu, Istriku tentu saja akan merasa sangat senang dengan panggilan ku untuk dirinya ini. Lagipula kau yang lebih dulu memanggilnya sebagai sepupu ipar. Jadi sekarang siapa yang tidak tahu malu hah?" Balas Wang Jin Tian dengan begitu ringan dan seolah mengalir secara alami begitu saja.


Sedangkan semua orang yang ada disana termasuk Xi Lilian juga sangat tercengang dengan perubahan suasana yang terjadi.


Bahkan Xi Lilian baru mengetahui bahwa suaminya ini sebenarnya sangat pandai bersilat lidah. Dan sama sekali tidak seperti orang yang selama ini dirinya kenal sebagai Yang Mulia Kaisar Dewa yang sangat dingin dan juga tegas.

__ADS_1


"Hei, hei, sejak kapan kamu menjadi begitu banyak bicara kepadaku, biasanya saja ketika aku ajak kamu bicara sampai mulut ini berbusa, kau hanya diam saja seperti patung. Dan paling banyak kau menjawab ucapan ku itupun juga hanya satu kata, "Apa?" itu saja yang selalu saja keluar dari mulut mu yang telah lama membeku itu. Dan setelah itu kamu menghilang begitu saja. Lalu ada apa dengan dirimu hari ini? Oh, aku mengerti sekarang, mungkinkah saat ini kamu lagi belajar bicara agar bisa merayu dan membujuk sepupu ipar ku yang sangat berbakat ini?" goda Xia Ning Shui dengan ekspresi wajah yang sangat puas dan tampak sekali jika dirinya sangat senang bisa menggoda sepupunya yang satu ini yang selama ini terkenal sebagai Batu es bernafas.


Belum sempat Wang Jin Tian membuka mulutnya untuk membalas Xia Ning Shui, kini terdengar suara batuk seseorang yang mengalihkan perhatian orang-orang yang ada di atas panggung.


"Eheem... Maaf bisakah kita kembali pada acara selanjutnya. Yang Mulia Pangeran Ketiga Wang Jin Tian bisakah Anda kembali ke tempat duduk Anda terlebih dahulu." ucap Kasim Bao yang bertanggung jawab atas berlangsungnya acara perayaan kali ini.


"Aku akan kembali setelah ini," balas Wang Jin Tian dengan acuh tak acuh dan datar.


Yang kemudian Sang Pangeran Ketiga Wang Jin Tian segera beralih dan fokus memperhatikan Xi Lilian.


"Lian'er, Aku sebagai Pria mu dan suami mu yang akan menemani mu seumur hidupku, Aku hanya ingin memberikan ini kepada mu, sebagai tanda bahwa kau adalah milikku. Sehingga tidak akan ada satu pria pun di dunia ini yang akan mampu menginginkan mu dan merebut dirimu dari ku," ucap Pangeran Wang Jin Tian dengan tulus sambil mengeluarkan sepasang cincin yang terbuat dari Batu Kristal Abadi yang sangat berharga namun sengaja Ia samarkan, dan tampak seperti batu kristal pada umumnya.


Dan setelah itu Pangeran Wang Jin Tian pun segera memasangkan cincin tersebut ke jari manis Xi Lilian. Dan itu ternyata sangat pas ketika telah melekat dijari manis Xi Lilian dan tampak sangat indah.


Namun pada kenyataannya kegunaan dari sepasang cincin tersebut sebenarnya bukan hanya untuk tanda mengikat Xi Lilian sebagai pasangannya. Lebih dari itu, cincin itu bisa menghipnotis seseorang yang berniat jahat hingga orang itu benar-benar kehilangan akal sehatnya.


Xi Lilian yang melihat sepasang cincin pengikat takdir yang dikenakan di jari manis kembali mengingatkan dirinya mengenai kisah cinta mereka di kehidupan masa lalu.


Pada saat itu Sang Kaisar Dewa Mo Fei Tian juga mengenakan cincin tersebut di jari manisnya ketika dirinya pertama kali menyatakan cintanya untuk pertama kalinya dan meminangnya menjadi wanitanya untuk selamanya. Dan tak lama setelah itu pun Sang Kaisar Dewa menunjukan keseriusan dalam ucapannya dengan memberikan Dimensi Bintang untuk menunjukkan niatnya yang ingin menikahinya.


Mulai saat itu pulalah Mo Fei Tian Sang Kaisar Dewa menjadi satu-satunya harapan dan tempatnya bersandar, dalam menjalani kehidupannya.


Dan kini semua sejarah manis itu akan terulang kembali. Bagaimana mungkin Xi Lilian tidak merasa senang.


Namun Xi Lilian tidak pernah menyangka karena Cincin Pengikat Takdir itu akan kembali lagi kepada dirinya.


Karena sebelumnya Xi Lilian mengira jika cincin itu telah menghilang ketika dirinya mati di kehidupan masa lalu. Tidak tahunya cincin tersebut telah tersimpan bersama pasangannya di tangan suami tercintanya.


Xi Lilian yang tersadar dari kenangan masa lalunya pun segera mengucapkan terima kasih kepada Pangeran Ketiga Wang Jin Tian dan tak lupa pula menyematkan cincin pasangannya pada jari manis suaminya itu.


"Terima kasih, kepada Yang Mulia Pangeran. Lian'er sangat menyukainya." ucap Xi Lilian dengan lembut dan tulus. Bahkan tampak dengan jelas bahwa saat ini Xi Lilian merona wajahnya, bahkan telinganya ikut memerah. menandakan bahwa dirinya juga memiliki sisi lembut selayaknya gadis remaja yang baru mengenal cinta lawan jenis.


Dan melihat hal yang begitu menyenangkan tentu saja Wang Jin Tian tidak akan hanya berdiam diri saja.

__ADS_1


"Baguslah kalau Lian'er menyukainya maka suami mu ini juga sangat senang. Dan mulai sekarang Lian'er cukup memanggil nama Benwang saja. Bisakah?" Pinta Pangeran Wang Jin Tian dengan bersungguh-sungguh.


"Aahh... baiklah. A Tian," ucap Xi Lilian lirih dan malu-malu.


"Bagus,,, bagus... A Tian mu ini sangat puas dan menyukai panggilan ini. Mulai sekarang istriku harus memanggil Benwang ini dengan nama A Tian. Dan hanya akan menjadi Lian'er seorang yang boleh memanggil nama Benwang ini." tegas Pangeran Wang Jin Tian. yang kini semakin membuat Xi Lilian semakin merona hingga menundukkan kepalanya.


Setelah itupun Sang Pangeran Wang Jin Tian segera kembali ke tempat duduknya, dan meninggalkan Xi Lilian yang masih merona di atas panggung bersama yang lainnya.


Baru saat itu lah Sang Kasim Bao bisa melanjutkan acara selanjutnya. Yakni pemberian hadiah pada perwakilan yang mampu memberikan pertunjukan pembuka yang terbaik.


Dan ternyata kali ini Sang Kaisar Huo Yu Yuan telah menyiapkan hadiah yang benar-benar tidak biasa. Yang bahkan tidak semua orang bisa mendapatkannya.


Ya saat ini Sang Kaisar Huo Lin Jin mempersiapkan tiga token yang akan diberikan kepada ketiga Nona Muda Xia, Nona Muda Huang dan juga Xi Lilian.


Dan dengan menggunakan token itu mereka bisa menukarnya dengan satu harta yang paling diinginkan yang terdapat di Aula Harta Karun milik Kekaisaran Wuxi.


Dan mereka dibebaskan untuk memilih harta, pusaka ataupun benda berharga apa saja yang mereka inginkan. Dan Kesempatan seperti ini adalah hal yang sangat langka terjadi.


Jadi banyak diantara mereka yang berada disana merasa sangat iri dengan keberuntungan yang ketiga Nona Muda itu dapatkan.


Bahkan beberapa Pangeran keturunan dari Kekaisaran Wuxi sendiri tidak ada yang memiliki kesempatan yang begitu berharga seperti itu.


Namun kali ini mereka justru menyaksikan bahwa Ayahanda Kekaisaran mereka dengan sangat bermurah hati menawarkan harta yang begitu dirinya jaga selama ini untuk orang lain.


Ketika semua orang saat ini sedang merasa iri dan juga sangat ingin memiliki kesempatan yang sama dengan apa yang didapatkan oleh para Nona Muda itu.


Tiba-tiba saja terdengar suara seorang gadis yang sangat familiar menginterupsinya Sang Kasim Bao ketika hendak menyerahkan token dari Aula Harta Karun itu.


"Tunggu, Kasim Bao. Bisakah Nona ini menukar token ini dengan hadiah yang lain?" tanya Xi Lilian yang kembali mengejutkan dan membuat kegemparan untuk yang kesekian kalinya di dalam Aula Perjamuan Istana ini.


"Apa Maksud dari Nona Muda Xi Lilian? Apakah Anda masih kurang puas dengan pemberian yang dianugerahkan oleh Yang Mulia Kaisar?" tanya Sang Kasim Bao dengan bingung dan sedikit terkejut.


Namun sebelum Xi Lilian menjawab pertanyaan dari Sang Kasim Bao kini telah terdengar suara yang sangat bermartabat terdengar menyapanya.

__ADS_1


"Apa yang Nona Xi Lilian inginkan dari Zhen? tanya Sang Kaisar Huo Yu Yuan dengan sangat bermartabat.


__ADS_2