
"Selama ini benda itu disimpan oleh keluarga Mu. Dan orang itu adalah satu-satunya keturunan Keluarga Mu yang masih tersisa." ucap Xi Lilian dengan tatapan yang tidak biasa.
"Apakah Mu Zhang Jun, penghianat itu?" tanya Mo Fei Tian
"Bukan, dia hanyalah seorang anak yang malang yang diakui sebagai putra angkat dari Tuan Mu saja, selain penjahat itu masih ada seorang gadis yang menjadi satu-satunya pewaris keluarga Mu yang sesunguhnya yang masih hidup. Yakni Mu Xin Yi, yang selama ini menjadi gundik dari si brengsek Han itu sekaligus ibu dari pengawal penghianat milik Gege Yu Lin." ucap Xi Lilian dengan tatapan penuh dendam yang membara.
Di saat mereka masih subuk dengan pembahasan yang panjang itu. Kini di luar dimensi semua orang tengah ramai untuk bersiap mengikuti perburuan yang akan diadakan oleh pihak Kekaisaran Wuxi yang juga dibuka untuk umum.
Jadi banyak Nona dan Tuan Muda serta para pemuda dari kalangan menengah kebawah yang juga memberanikan diri untuk menguji keberuntungan dalam perburuan harta kali ini.
Mengapa di sebut dengan perburuan harta? Tentu saja semua itu karena didalam hutan Kekaisaran yang selana ini ditutup dengan arai portal itu tidak hanya memiliki banyak hewan buruan, maupun hewan spiritual saja namun juga berbagai herbal langka dan juga bila beruntung mereka juga akan mendapatkan sebuah harta yang tersimpan di dalam hutan Sunyi itu.
Karena konon katanya dari rumor yang telah diketahui oleh semua orang, jika hutan sunyi merupakan salah satu hutan yang cukup misterius.
Pasalnya menurut legenda. Dulu dikatakan bahwa hutan sunyi adalah kawasan yang sangat asri dan di penuhi dengan keindahan. bahkan banya para pendahulu yang menyebutkan bahwa hutan itu merupakan salah satu tempat bagi para penduduk sekitar untuk mencari nafkah. Namun akibat suatu peristiwa yang tidak diketahui sumbernya, dengan seketika mengubah kawasan hutan itu menjadi sangat menakutkan yang penuh aura mistis sehingga hal itu membuat siapaun yang berada disana maupun disekitarnya dapat merasakan aura kelam yang menekan mereka semua yang ber upaya untuk memasuki kawasan itu. Dan mencari tahu apa sebenarnya yang menjadi sumber masalah itu muncul.
Hanya saja segala macam upaya yang para penduduk bahkan para utusan pemerintahan yang mencoba menangani masalah pada hutan sunyi tidak pernah membuahkan hasil. Namun justru mengantarkan nyawa mereka sendiri di saat mereka mulai nenapakkan kaki ke dalam hutan tersebut.
Hingga suatu ketika datanglah sesosok yang tidak diketahui enatah itu seorang pria ataupun wanita. yang tiba-tiba saja menekan seluruh aura kelam dalam hutan tersebut.
Dan sosok tersebut hanya mengatama. pada pihak Kekaisaran Wuxi, jika hutan tersebut akan kembali seperti semula, setelah orang yang telah ditaldirkan datang dan mengambil apa yang telah menjadi haknya.
Dan selama itu pula hutan sunyi itu akan selalu tertutup oleh sebuah arai perlindungan yang telah sosok tersebut ciptakan di sekeliling kawasan hutan sunyi.
Dan hanya pihak Kekaisaran Wuxi saja yang membuka arai tersebut dengan sebuah jimat portal khusus yang diberikan oleh sosok misterius tersebut pada leluhur Kekaisaran Wuxi.
Dan hingga kini ratusan tahun telah berlalu, namun apa yang dikatakan mengenai orang yang telah ditakdirkan itu tidak pernah muncul. Sehingga banyak orang yang beranggapan bahwa semua itu hanyalah cerita legenda biasa yang dikarang oleh para generasi pendahulu. Namun masih banyak juga orang yang mempercayai hal itu.
Seperti halnya Sang Jenderal Besar Shen Guo Feng yang sangat percaya akan legenda tersebut. Sehingga saat ini dirinya mewanti-wanti pada putra dan putri dari kediaman jenderal untuk selalu bertindak hati-hati dan juga tidak melakukan perbuatan yang gegabah apalagi sembrono di saat merwka memasuki kawasan hutan sunyi nantinya.
"Kalian harus selau ingat apa yang baru saja ku sampaikan. Jaga dan lindungi diri kalian dan juga saudara-saudari yang berada di sisi kalian," peringat Sang Jenderal Shen Guo Feng.
"Kami mengerti ayah," sahut Shen Sie Lie.
"Paman tenang saja, kami semua akan mengingat nasihat Paman pertama. Lagi pula kami akan berada dalam satu kelompok, tentu saja kami akan saling mendukung satu sama lain. Selain itu kami juga akan berusaha untuk berada di dekat sepupu Yu Lin dan juga Lian'er ketika dalam perburuan nantinya," ucap Shen Ming Rui salah satu keponakan Sang Jenderal Shen yang juga merupakan putra sulung dari Shen Gong Fu.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu kalian bersiaplah. Dan untuk masalah Lian'er dan juga Lin'er kalian tak perlu memaksakan diri. Biarkan mereka memilih jalannya seperti keinginan mereka. Hanya saja jika kalian bisa bertemu atau bersama dengan mereka bersikaplah semestinya sebagai seorang saudara," ucap Sang Jenderal Shen tanpa daya, ketika dirinya teringat akan kedua putra dan putri resminya itu.
Walau betapa inginnya Sang Jenderal untuk bisa rukun dengan kedua anak kandungnya itu. Namun apalah daya jika kedua anaknya itu kini justru menghindar dan membuat benteng diantara mereka. Karena Shen Guo Feng sadar jika semua itu merupakan akibat dari perbuatannya sendiri. sehingga dirinya tik bisa menyalahkan siapapun. dan hanya bisa menyesalinya dalam kesendiriannya.
Sedangkan di sisi lain banyak para peserta yang akan mengikuti acara perburuan yang telah sampai pada tempat yang telah ditentukan.
Bahkan banyak para Pangeran dan Putri serta para Tuan dan Nona Muda bangsawan dan juga pejabat yang telah hadir disana berbaur dengan para peserta yang lainnya.
Sementara itu, disebuah ruangan di dalam kawasan istana timur yang merupakan kediaman dari Sang Pangeran Mahkota. Kini tampak sebuah siluet seseorang pria dan juga wanita yang tengah asyik memadu kasih diatas ranjang yang selalu di impikan oleh para gadis-gadis muda untuk bisa memanjat ketempat itu demi memiliki status dan juga kedudukan yang lebih tinggi dari yang lainnya.
Hanya saja saat ini seorang gadis yang entah masih bisa di bilang gadis atau tidak tengah meringkuk disana bersama dengan sesosok pria yang selama ini mereka kenal sebagai Pangeran Mahkota yang dingin dan juga elegan tanpa ada rumor buruk sekalipun tentangnya.
Namun kenyataannya pria itu adalah jelmaan yang sangat kejam dan juga buas bahkan terhadap saudara nya sekalipun, hanya demi mendapatkan kekuasaan yang ia inginkan.
"Yang Mulia, emh itu..," ucap gadis itu terhenti. ketika dirinya beringsut dalam pelukan sang pria yang ia panggil sebagai Yang Mulia.
"Kenapa? Ada apa Mei'er? Apakah kau masih merasakan begitu sakit di bagian sana?" tanya sang pria itu sambil membelai bagian yang di maksud olehnya sebagai bantuk perhatian pada wanita yang telah memuaskan dan memanjakannya beberapa saat yang lalu.
"Ah Yang Mulia, Anda menggoda hamba?" Ucap wanita itu malu-malu sambil menyembunyikan wajahnya pada dada bidang pria itu yang masih polos setelah pergumulan panas yang mereka lakukan tadi. yang kini hanya ada sehelai selimut sutra yang menutupi bagian tubuh mereka berdua.
"Yang Mulia Anda.... Ah tidak lagi disini masih sangat sakit," ucap wanita muda itu lrih karena malu.
"Lagi pula sebentar lagi perburuan akan segera dimulai. Sebaiknya kita segera bergegas ke sana, agar tidak terlambat." ucap wanita muda itu yang tak lain adalah Shen Sie Mei yang memang mengikuti Sang Pangeran Huo Lin Jin hingga ke halamannya di istana timur setelah menghadap Sang Kaisar tadi.
"Dengarkan Aku Mei'er, kau tinggallah. dikediaman ini. Dan menunggu ku kembali. Kau tidak perlu ikut perburuan ini. Apalagi dengan keadaan mu yang seperti ini, aku tidak tega membiarkan kau kesakitan di sepanjang perjalanan. Lebih baik kau istirahat dan pulihkan kondisi mu dan berikan aku layanan yang memuaskan bagi suami mu ini ketika kembali nanti," ucap Sang Pangeran Huo Lin Jin dengan lembut dan juga perhatian.
Dan seketika itu juga membuat Shen Sie Mei begitu merona dan juga sangat bahagia mendengar rayuan gombal pria yang bersamanya itu.
Bahkan tak ayal Shen Sie Mei, telah memikirkan bagaimana kehidupan bahagia yang akan dirinya jalani bersama kekasih hati nya itu kelak. Bahkan dirinya juga telah berangan-angan untuk segera melahirkan seorang putra untuk meneruskan tahta Kekaisaran nya di masa depan. Ia sungguh tidak sabar mrnantikannya.
Bahkan dia tidak mau repot-repot memikirkan hal yang lainnya. Dan juga tidak berpikir apakah yang dikatakan oleh Sang Pangeran Huo Lin Jin itu benar atau hanya sekedar rayuan semata.
Karena Shen Sie Mei sangat yakin dengan benda sihir yang dirinya miliki ditambah lagi dengan penampilannya yang begitu menggoda yang akan membuat Sang Pangeran Huo Lin Jin bertekuk lutut padanya.
Setelah berpikir seperti itu, kini Shen Sie Mei pun segera menjawab ucapan yang pria yang kini tengah memanjakannya tersebut.
__ADS_1
"Baiklah jika itu memang keinginan Yang Mulia, maka Mei'er akan menunggu Yang Mulia Pangeran di sini sampai Yang Mulia kembali nanti," ucap Shen Sie Mei pebuh dengan kepatuhan dan juga kelembutan.
Sehingga hal itu benar-benar membuat Sang Pangeran Huo Lin Jin senang dan juga merasa sangat puas dengan gadis yang telah dirinya tandai sebagai miliknya itu.
"Gadis yang baik, Aku sangat menyukaimu Mei'er," ucap Sang Pangeran Huo Lin Jin dengan sangat lembut.
Mendengar ucapan yang tampak begitu tulus dari pria idamannya itu pun Shen Sie Mei segera menyembunyikan wajahnya yang memerah karena sangat malu dan juga tersanjung di dalam bidang dada yang begitu kokoh di hadapannya itu dan semakin dalam. bahkan ia sangat malu hanya untuk sekedar memandang wajah rupawan dari prianya itu.
Bahkan kini dengan kepatuhan dan juga sikapnya yang sangat lembut serta malu-malu saat bermanja dengannya saat ini. Justu mengobarkan lagi gairah Sang Pangeran Huo Lin Jin yang baru saja di padamkan beberapa saat yang lalu dengan aktifitas yang panas dan penuh kenikmatan bersama gadis kecil yang molek itu.
Bahkan tanpa aba-aba, Kini Sang Pangeran Huo Lin Jin kini telah ******* bibir kecil bak ceri yang merona itu dengan sangat liar dan bernafsu.
Apalagi dengan melihat tubuh gadis itu yang madih polos tanpa balutan sehelai benang pun dan hanya tertutup selimut sutra yang kini terlah tersingkap seluruhnya dari badannya oleh perbuatan nya itu benar-benar membangkitkan kenginan liar Sang Pangeran Huo Lin Jin untuk menerkam gadis kecil yang kini telah berada di bawah kungkungannya itu.
...****************...
Meninggalkan kedua sejoli yang tengah memadu kasih itu saat ini di sebuah tanah lapang yang terletak di bagian utara istana Kekaisaran kini telah berkumpul orang-orang yang telah siap untuk segera memasuki area perburuan.
Bahkan saat ini Shen yulin dan juga Sang adik kesayanganya, yang tidak lain adalah Xi Lilian juga sudah tampak hadir di sana.
Dan kini tampak dari kejauhan tiga sosok pria dan seorqng gadis yang seusia Xi Lilian berjalan menuju kearah dimana Xi Lilian dan juga Shen Yu Lin berada saat ini.
Di saat keempat sosok itu hampir tiba di depan Xi Lilian, tampak satu satunya gadis dari kelompok itu segera berlari dn berteriak.
"Sepupu ipar dari mana saja kau? Dari tadi aku mencari-cari dirimu tapi tidak ketemu juga. Tapi untung saja aku dan para sepupuku segera melihatmu di sini. Kalau tidak aku akan membawa kakak sepupuku yang bodoh itu ke tempat kediaman Jenderal Shen untuk mencarimu," cerocos gafis itu yang tak lain adalah Xia Ning Shui. Satu-satunya gadis dari keluarga Xia. yang kini tengah berlari menghampiri Xi Lilian.
"Ah...Hati-hati Nona Xia. Perhatikan jalan mu tidak perlu berlarian seperti itu," ucap Xi Lilian yang sedikit khawatir akan tingkah Xia Ning Shui yang berlarian di area yang cukup terjal dan berbatu ini.
"Hah...apa yang kau katakan? jangan meremehkan kemampuan ku. Bahkan area yang lebih buruk dari ini pun tidak akan pernah menyulitkan ku apalagi menghalangiku untuk bisa menemui mu?" ucap Xia Ning Shui bersungut-sungut, saat dirinya telah tiba di hadapan Xi Lilian.
Namun Xia Ning Shui juga bersunguh-sungguh akan ucapannya itu. Karena bagaimana pun selama ini dirinya selalu ikut berlatih beladiri layaknya para perajurit militer dan sering melalukan petualangan bersama kakak sulungnya dan bahkan para sepupu Pangeran nya.
Bahkan Xia Ning Shui juga sangat malas jika harus berdiam diri di dalam kediaman seperti halnya para gadis pada umumnya yang menurutnya sangat manja dan terlalu dibuat-buat begitu lemut dan sopan.
Namun pada kenyataanya. Xia Ning Shui tahu jika semua itu hanya kedok atau tampilan luarnya saja yang tampak sangat bagus.
__ADS_1
Dan menurutnya apa bagusnya menjalani hidup seperti mereka semua yang sangat penuh dengan aturan-aturan tapi justru mereka lah yang sangat sering melanggar aturan itu, hanya untuk mendapatkan sesuatu yang tidak sepatutnya mereka harapkan. Namun mereka masih saja berpura-pura menjadi orang yang suci, dan polos dihadapan orang lain. Benar-benar lelucon.