Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 234


__ADS_3

Yang kini dirinya baru menyadari keberadaan makhluk terbang itu.


"Yah, Gege juga tahu kan? Meskipun burung pemakan bangkai itu adalah yang terlemah dari para hewan spiritual yang saling bertarung dan memperebutkan kita berdua. Tetapi, tetap saja Makhluk spiritual itu sangat ahli terbang. Bahkan secepat dan sekuat tenaga aku bisa terbang dengan ilmu meringankan tubuh, Aku masih tidak sanggup untuk mengalahkannya, bahkan untuk sekedar untuk bersaing pun aku tidak akan sanggup." ucap Shen Sie Lie yang telah menyiratkan bahwa mereka tidak memiliki jalan keluar tanpa mengambil suatu resiko.


Yang kemungkinan besar hanya satu orang diantara mereka yang dapat lolos dan melarikan diri dengan aman dari situasi saat ini.


Karena alasan mereka berdua masih bisa tenang sejenak di tempat itu yang di sekelilingnya terdapat banyak binatang spiritual yang mengincarnya.


Hanya saja mereka para hewan itu saat ini masih sibuk untuk saling bertarung dan bersaing, sehingga mereka berdua belum dimangsa oleh para binatang buas itu.


Dan bahkan di atas pohon yang tak jauh dari mereka masih ada makhluk pemangsa lainnya yang sedang mengincar mereka berdua.


Tapi tetap saja mereka masih bisa aman karena burung pemakan bangkai itu tentu saja tidak berani turun begitu saja untuk dapat mendapatkan mangsa.


Atau kalau tidak maka justru burung itu yang akan menjadi sasaran empuk dan menjadi mangsa para makhluk spiritual lainnya yang tingkat kekuatan mereka jauh lebih kuat, jika di bandingkan kekuatan burung itu.


Dan satu-satunya cara agar dapat selamat mereka harus mengorbankan salah satu orang yang akan digunakan sebagai umpan untuk burung pemakan bangkai itu agar tidak mengejar satu orang yang lainnya. Di saat para binatang spiritual yang lainnya masih saking bertikai.


Namun dengan kondisi dirinya yang seperti sekarang ini, dirinya bahkan tidak bisa melakukan apa-apa. Dan kini Shen Ming An pun telah menyadari, jika dirinya tidak akan selamat dari bahaya ini. Akan tetapi Ia justru akan dijadikan sebagai tameng dan bahkan umpan bagi burung pemakan bangkai itu, agar adik kesayangannya itu dapat melarikan diri dengan mudah.


Setelah terpikir akan hal tersebut Shen Ming An pun segera menghardik adik perempuannya itu dengan nada yang tegas, meskipun dengan kondisi dan suara nya yang begitu lemah.


"Jangan pernah sekalipun kau berniat untuk menjadikan Gege mu ini sebagai umpan pengecoh burung jelek itu. Atau jika tidak, kau bahkan tidak akan memiliki seseorang yang bisa menopang dan mendukung hidup mu lagi di masa depan." cecar Shen Ming An yang seketika membuat bulu kuduk Shen Sie Lie kembali meremang dan seolah tetsadar akan sesuatu hal.


"Benar, apa yang dikatakan oleh Gege adalah kenyataan. Bahwa hanya Gege ku ini lah satu-satunya orang yang dapat diriku andalkan di masa depan. Karena dengan situasi Keluarga Shen saat ini, bahkan kedudukan ibundanya itu masih dapat dipulihkan atau tidak itu juga belum bisa dipastikan. Bahkan kemungkinan besar jika Ibunda Selirnya itu benar-benar tidak akan bisa lagi diharapkan. Apalagi sepertinya Ayahanda kini telah menunjukan sikapnya dengan sangat tegas. Serta hanya memperdulikan keturunan resminya saja," batin Shen Sie Lie yang justru perasaan dan juga pikirannya sangat berkecamuk dan tidak dapat dirinya tenangkan dalam seketika.


Sedangkan Shen Ming An yang merasa jika adiknya itu masih bisa dirinya pengaruhi dan juga kendalikan maka dirinya akan tetap berda di sisinya dan berusaha membantunya demi tujuannya di masa depan.


Namun tenti saja Shen Ming An melakukan hal tersebut tidak dengan cuma-cuma. Karena sebenarnya dirinya memiliki ambisi dan juga tujuannya sendiri.


Dan itu tentu saja tidak jauh-jauh dari kekuasaan dan juga kedudukan di dalam Keluarga Shen.


Apalagi saat ini posisi pewaris untuk menjadi tuan muda bangsawan madih belum di tentukan. Dan bahkan bahkan hanya durinya seorang yang masih tersisa di kediaman Jenderal Shen saait ini.


"Meskipun Shen Yu Lin masih hidup dan juga merupakan keturunan resmi dari kediaman bangsawan, Namun Shen Yu Lin bahkan telah menyatakan bahwa dirinya dan juga adiknya itu bukan lagi sebagai salah satu anggota Keluarga Shen. Mereka bahkan telah menyatakan jika saat ini telah mengubah marga mereka menjadi Xi, seperti marga mendiang Ibunda mereka yang telah mati itu. Jadi hanya aku lah yang tersisa dan yang paling pantas mendapatkan gelar sebagai Tuan Muda Bangsawan, dan tidak akan ada yang lain lagi," lirih Shen Ming An yang menyatakan jika posisi dirinya di dalam keluarga tidak dapat digoyahkan.


Karena Shen Ming An merasa, bahwa hanya dirinyalah yang memiliki hak akan keduduka. tersebut.


Namun Ia tidak akan pernah mengira jik suatu saat nanti kedudukan itu justru akan jatuh ketangan orang lain. Meskipun itu bukan Shen Yu Lin, Namun yang jelas siapapun yang mendapatkan gelar tersebut kelak, Maka dia lah orang yang paling tepat menurut keputusan akhir dari Sang Jenderal Shen Guo Feng.


Shen Sie Lie yang mendengar penuturan Gege nya itu saat ini menjadi jauh lebih tertekan. Dan dengan perasaannya yang gusar serta tidak tahu hal apa yang harus dirinya lakukan untuk segera terhindar dari keadaan sulit dan mengancam nyawa seperti yang terjadi saat ini. Dirinya benar-benar tidak dapat berpikir jernih sekarang.

__ADS_1


"Jadi apa yang harus kita lakukan? Gege kau pikirkan lah sebuah cara. Agar kita dapat selamat dari keadaan ini," ucap Shen Sie Lie yang kini sudah tidak punya pulilihan lain selain mengandalkan Gege nya itu.


Karena saat ini hanya tersisa Gege nya itu yang bisa mendukungnya di dalam kediaman Jenderal.


Jadi Shen Sie Lie berpikir "Jika dirinya tidak bisa menggunakan cara yang telah dirinya pikirkan. Jadi dirinya hanya akan bergantung pada gege nya itu untuk menyelamatkan nyawanya. Selain itu dia memang Gege nya itu juga merupakan saudara dan juga kakak kandungnya, jadi sudah sewajarnya jika dia menjaga adiknya sendiri."


Namun karena terlalu takut dan juga cemas karena situasinya yang semakin genting. Akhirnya Shen Sie Lie segera mendekat dan membantu Gege nya itu yang masih dalam keadaan terbaring untuk segera bangun dengan hati-hati.


Dan Shen Ming An juga tidak menolak bantuan dari adik perempuannya itu untuk membantunya bangun dan bangkit berdiri.


Akan tetapi dengan begitu, saat ini jarak mereka berdua sangatlah dekat. Dan bahkan tampat tidak ada jarak sama sekali diantara mereka.


Karena saat ini Shen Sie Lie yang tengah menopang tubuh Gege nya dengan menmegang kedua lengan Gege nya dari arah samping. Sehingga tampak jika dirinya sedang memeluk tubuh Gege nya itu.


Apalagi saat ini Shen Ming An juga dapat melihat jika kedua bukit kembar yang terasa hangat dan kenyal itu melekat erat pada salah satu lengannya.


Dan itu membuat Shen Ming An yang merupakan Pria Muda yang penuh gairah menjadi memiliki pemikiran yang melenceng pada adik perempuannya sendiri.


Bahkan dirinya sudah tidak sabar untuk mengalami hal-hal indah yang ada bayangannya itu bersama adiknya itu yang benar-benar memiliki penampialan yang sangat indah dan juga menggoda.


Namun keadaanya yang sekarang ini benar-benar merusak angan-anganya yang indah itu. Dan terpaksa dirinya harus menahan hasratnya yang telah membuncah itu.


"Lie'er apakah kau memiliki pil pemulih qi atau pil penyembuh?" tanya Shen Ming An, yang akhirnya angkat bicara.


Dengan bayangan bayangan ambigu yang akan dirinya lakukan pada Shen Sie Lie adik perempuannya sendiri.


Namun berbeda dengan Shen Sie Lie yang hanya menganggap bahwa Gege nya itu saat ini sedang menahan kesakitan.


Dan Ia bahkan merasa sangat iba karena melihatnya yang begitu terlihat tersiksa. Olrh Karena nya Shen Sie Lie pun segera mengeratkan tangannya yang kini memegang kedua lengan tangan Gege nya itu.


Namun dirinya tidak menyadari jika apa yang dirinya lakukan itu justru semakin membuat Shen Ming An, Kakak kandung itu merasa semakin sulit menahan hasrat terpendamnya yang kini telah benar-benar menggelora. bahkan saat ini saja celananya saja sudah terasa sangat sempit, akibat sesuatu yang ada di dalamnya telah bangun dengan sempurna.


Sehingga hal itu semakin membuat Shen Ming An semakin gemetaran ketika berusaha menahan semua rasa yang bergejolak dalam dirinya.


Ketika dirinya melihat jika sesuatu yang bulat dan kenyal itu kini kian menempel pada dirinya. yang seolah-ilah memintanya untuk menjamah dan mememperlakukan keduanya dengan lembut.


Hanya saja reaksi yang ditunjukan oleh Shen Ming An itu masih saja disalah pahami oleh Shen Sie Lie, sang adik yang berusaha menguatkan kakak kandungnya itu masih mengira. jika Gege nya itu sudah benar-benar tidak dapat bertahan dengan kondisi tubuhnya yang mengalami luka dalam yang menurutnya cukup serius.


Jadi Shen Sie Lie pun segera mengambil tindakan, dengan menyandarkan tubuh Gege nya itu pada dirinya sendiri sehingga kini kepala Shen Ming An pun dapat bersandap pada bahunya.


Sedangkan Shen Sie Lie sendiri kini segera mengeluarkan sebuah kantongbkain kecil dari saku dapam bajunya dan kemudian dia mengeluarkan sebuah botol porselen kecil yang didalamnya terdapat beberapa pil obat yang di inginkan oleh Gege nya tadi.

__ADS_1


"Gege hanya ini yang tersisa. Ambil dan seraplah segera, agar kau akan merasa lebih baik setelah itu." ucap Shen Sie Lie dengan sangat lembut pada Gege nya yang menurutnya sudah dalam keadaan yang sangat menyedihkan itu.


Namun Shen Sie Lie tidak tahu, jika dirinya akan segera menyesali perbuatnya yang baru saja dia lakukan untuk membantu Sang Gege kandungnya itu.


Shen Sie Lie tidak pernah menyangka jika kelembutan hatinya karena melihat Gege nya merasa kesakitan yang tak tertahan itu justru akan menjadi awal malapetaka baginya.


Sedangkan Shen Ming An yang mendapatkan pil obat yang dirinya harapkan pyn segera mengambipnya dan tidak menyianyiakan kesempatan yang ada di hadapan mata.


Apa lagi saat ini dirinya juga memiliki satu hajat yang juga harus segera tuntaskan sesegera mungkin.


"Terima kasih Lie'er, kau tunggu sebentar aku pasti akan segera selesai menyerap pil-pil ini. kemudian setelah itu kita akan menyelesaikan masalah kita saat ini," ucap Shen Ming An yang kini telah bersiap untuk menyerap pil pemberian adiknya itu.


Namun sorot matanya tidak dapat berbohong jika disana tersiarat sebuah niat terselubung ketika memandang seluruh tubuh Shen Sie Lie dari atas hingga ke bawah.


"Baiklah Gege segeralah, aku akan menunggumu," ucap Shen Sie Lie dengan sedikit keraguan, karena dirinya dapat merasakan sebuah firasat yang tidak baik dari cara Gege nya itu memangdang dirinya.


Namun dirinya segera menampik pemikiran itu. Karena dirinya tahu jika selama ini Gege nya itu selama bertahun-tahun ini selalu menyayangi dirinya.


Bahkan pada Shen Sie Mei saja Gege nya itu juga tufak pernah bersikap sebaik seperti ketika memperlakukan dirinya dengan penuh perhatian dan juga kasih sayang.


Terlebih lagi ketika Sang Gege nya itu masih berada di Akademi Kekaisaran bersama dengan yang lainnya. Gege nya itu lebih sering mengirimkan surat dan juga hadiah untuk dirinya sendiri.


Dan semua itu tidak pernah di dapatkan oleh Shen Sie Mei, adik bungsu mereka.


"Bagus, gadis pintar. aku akan segera selesai," ucap Shen Ming An yang kemudian segera memposisikan diri untuk mengambil sikap lotus dan segera menyerap pil obat penyembuh tingkat dua yang ada di dalam gengaman tangannya.


Shen Sie Lie yang kini telah melihat jika Gege nya sudah mulai pemulihan dirinya. Dirinya pun segera memfokuskan diri dengan keadaan di sekitarnya.


Disana dirinya dapat melihat jika para makhluk spiritual itu masih dalam pertikaian yang semakin sengit.


Bahkan dirinya mulai merasa waspada karena arah serangan mereka semua kini mulai mengarah pada tempatnya dan juga Gege nya berada.


"Gawat jika hal ini masih terus berlanjut maka kami juga akan segera mati terkrna srrangan yabg mereka lesatkan itu. Semoga Gege segera menyelesaikan pemulihan nya secepat mungkin. Agar kami bisa segera pergi dari tempat ini." gumam Shen Sie Lie yang kini mukai gelisah setelah melihat keadaan di sekitar mereka sudah sangat kacau.


Bahkan saat ini tampak sebuah angin kencang yang mengarah ke tempat mereka bersembunyi dari para hewan spiritual yang mengamuk itu.


"Bbooooom...Dhuuarr....!!" suara kekuatan elemen angin yang saat itu menghantam dan segera merobohkan batang pohon besar yang ada di dekat Shen Sie Lie berdiri saat itu.


"Aarrrgh... teriak Shen Sie Lie yang merasa sangat ketakutan akan tertimpa pohon yang memiliki kekuatan besar dari tenaga serangan yang menghantam batang pohon itu tadi.


Namum setelah beberapa saat berlalu Shen Sie Lie sama sekali tidak meraskan rasa sakit yang dirinya perkirakan akan menyapa dirinya akibat tertimpa pohon tersebut.

__ADS_1


Tetapi justru perasaan ringan dan juga hangat seperti saat dirinya terbang dalam pelukan seseorang.


__ADS_2