
Namun didalam ruang kerjanya, Sang Kaisar benar-benar tidak menyangka akan hal-hal yang didapatkan oleh Putranya dan juga salah satu Mentri nya itu.
Dan yang lebih membuat Sang Kaisar tidak menyangka adalah keberadaan mengenai Permaisuri dan juga adiknya yang selama ini Ia jaga dan juga Ia sayangi layaknya adik kandungnya sendiri, dan juga Putra Mahkota Huo Lin Jin yang selama ini Ia sayangi sebagai anaknya sendiri.
Yang kenyataannya justru sungguh mengecewakannya dan juga sangat menyakiti hatinya.
Walaupun Sang Kaisar tidak pernah mencintai Sang Permaisuri Xiao, namun Ia selalu menghargai dan juga memperlakukan Permaisuri Xiao dengan baik dan tulus.
Apalagi Putra Mahkota yang selama ini selalu Ia turuti segala keinginannya. Bahkan lebih dari anak-anak nya yang lain.
Begitu Sang Kaisar kembali mengingat mengenai Pangeran Mahkota, kini Kaisar Huo Yuan Yu terpikir akan satu hal.
Dan Kaisar sangat yakin, jika pikirannya kali ini memanglah benar. Jika selama ini Sang Pangeran Pertama itu memang sudah tau seluruh kebenarannya sedari awal dan dia juga terlibat akan kasus yang dilakukan oleh ibunya.
Begitu terpikir akan semua itu, Kaisar Huo Yuan Yu kemudian segera memanggil Kasim Bao untuk segera menghadap.
"Bao Jun Yao masuklah," panggil Sang Kaisar pada kasim Bao.
"Hamba siap menjalankan perintah Yang Mulia," ucap Kasim Bao ketika menghadap junjungannya.
Sang Kaisar yang telah melihat jika bawahan setianya telah menghadap maka ia segera memberikannya Perintah.
"Jun Yao, tolong panggilkan aku, Pangeran Huo Lin Jin untuk segera menghadap pada ku. Dan ingatlah untuk merahasiakan mengenai semua hal yang terjadi pada ibunya," kata Kaisar Huo Yuan Yu pada Kasim Bao.
"Hamba mengerti Yang Mulia, hamba pamit undur diri." balas Kasim Bao yang langsung bergegas pergi.
Setelah kepergian sang kasim Kaisar Huo Yuan Yu kembali memanggil bawahan setianya untuk sesuatu hal lagi.
"Xiu Cheng Li kirimkan berapa pasukan bayanganmu untuk mengawasi setiap gerakan yang dilakukan oleh Pangeran Agung," perintah Kaisar Huo Yuan Yu.
"Baik, laksanakan Yang Mulia," jawab sang pengawal bayangan Xiu yang langsung menghilang dalam sekejap.
Namum tak berapa lama kemudian Sang Pengawal bayangan Xiu telah kembali lagi untuk menjaga Sang Penguasa dalam kegelapan.
kemudian disusul oleh kehadiran sang Kasim Bao dan juga orang yang di tunggu oleh Sang Kaisar. siapa lagi jika bukan Pangeran Mahkota Huo Lin Jin.
"Salam kepada Yang Mulia Kaisar/Ayahanda," ucap Kasim Bao dan juga sang Pangeran Pertama bersamaan.
"Bangunlah Kalian berdua," kata sang Kaisar dengan nada seperti biasanya.
Karena Sang Kaisar berusaha keras untuk menahan kemarahannya yang seakan bisa meledak kapan saja. Terhadap Pangeran pertama.
__ADS_1
Kemudian Sang Kaisar melambaikan tangan kearah Kasim Bao, yang menandakan menyuruhnya untuk meninggalkannya berdua saja.
Begitu satng Kasim yang melihat kode dari junjungannya. Ia segera undur diri dan keluar dari ruang kerja Sang Kaisar.
Dan hanya menyisakan Sang Kaisar dan pangeran pertama saja yang berada didalam ruangan itu.
"Ananda menghadap Ayahanda, ada apakah Ayahanda memanggil ananda? adakah sesuatu yang harus ananda kerjakan ayah?" tanya Sang Pangeran pertama Huo Lin Jin.
"Jin'er, apakah sudah kau persiapkan semuanya yang akan kau bawa ke Kekaisaran Zhong?" tanya Sang Kaisar.
"Semuanya hampir siap Ayahanda. Anda bisa tenang. Serahkan semua masalah ini ada ananda ini.
"Baguslah kalau begitu, begini Jin'er setelah kupikirkan kembali, keberangkatan mu nantinya akan ditemani oleh adik ketiga dan keempat mu. karena walau bagaimanapun adik ketiga mu juga harus memberikan penjelasan kepada Kekaisaran Zhong atas perceraian nya dengan salah satu selirnya yang merupakan Putri Kekaisaran Zhong. sedangkan adik keempat mu, biarkan dia untuk menambah wawasan dan juga pengalamannya. Bagaimana menurutmu nak?" tanya sang kaisar.
Yang sebenarnya Sang Kaisar telah memiliki rencana untuk mengalihkan pikiran dan fokus Sang Putra dari Permaisuri nya itu,agar tidak memiliki waktu untuk mengunjungi dan mempertanyakan mengenai Ibunda nya. Apalagi Ia benar-benar belum .engetahui jika sang ibu saat ini tengah di tahan di penjara bawah tanah.
"Ananda akan melakukan sesuai perintah Ayahanda," jawab Sang Pangeran Pertama dengan sopan.
"Baiklah kalau begitu jangan lupa kau untuk membimbing kedua adikmu dan juga membantu mereka untuk memahami semua hal sebelum kalian berangkat nantinya.
"Anada mengerti Ayahanda," balas Sang Pangeran Pertama.
Setelah itu Sang kaisar segera menyuruh Sang Pangeran Pertama, untuk segara kembali ke Kediaman nya.
Saat Sang pangeran Huo Lin Jin berjalan kembali menuju kediaman pribadinya, malam baru menjelang, dan belum terlalu gelap, karena masih terlihat semburat jingga di langit yang menandakan hari masih petang hari.
Akan tetapi saat ini adalah saat-saat tergelap bagi Sang Kaisar Huo Yuan Yu.
Bahkan hatinya telah dibutakan akan emosi yang telah memenuhinya hingga Sang Kasim Bao dan juga pengawal bayangan Xiu yang memang setiap hari bersama dengan Sang junjungannya merasa ikut tertekan dan juga marah.
Kala mereka mengetahui seluruh kebenaran yang disembunyikan oleh Permaisuri Kaisar selama lebih dari dua puluh tahun lamanya.
Terlebih lagi Sang Kasim Bao yang menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri proses penyelidikan tersebut.
Dan bagaimana sikap Sang Permaisuri Xiao sedari awal yang tak pernah mau mengakui segala kelakuan jahatnya.
Bahkan tindakannya itu lebih sadis dan juga kejam jika dibandingkan mereka pemberontak yang berperang di medan perang.
Bahkan pikiran nya saja sudah tidak memiliki kelembutan dan juga kasih sayang yang tulus seperti wanita atau sosok ibu yang lainnya.
Saat ini Kaisar Huo Yuan Yu yang telah kecewa dan juga murka akibat pengkhianatan istri dan juga adiknya sendiri.
__ADS_1
Kini Sang Kaisar segera menuliskan sebuah Dekrit secara pribadi untuk memusnahkan seluruh Klan Xiao dan keturunan nya. Baik itu Klan utama maupun Keluarga cabang dari Klan Xiao.
Dan menurunkan Dekrit pencabutan Gelar Permaisuri dan juga Pangeran Mahkota serta status Pangeran Agung. Yang kemudian diturunkan menjadi rakyat jelata.
Yang akan dibacakan di akhir Perayaan Festival Bunga. Agar seluruh rakyat Kekaisaran Wuxi dan juga seluruh Kekaisaran tetangga juga bisa menyaksikan dan mengetahuinya.
Sedangkan untuk hukumannya itu akan menunggu hasil putusan dari Pengadilan Negeri dari pihak Birokrasi Yamen yang menangani kasus ini.
Karena sejujurnya Sang Kaisar benar-benar sudah muak dengan tingkah serta tuntutan Permaisuri selama ini.
Yang mengatasnamakan demi kebaikan dan kesejahteraan rakyat di masa depan. Ia ingin mendidik Sang Pangeran Mahkota Huo Lin Jin agar belajar mengenai manajemen kepengurusan negara dan yang lainnya.
Ternyata itu semua hanya untuk melancarkan rencananya untuk segera menggulingkan dirinya.
Benar-benar rencana yang sangat licik dan juga bengis, yang tidak mengenal ampun.
Jika mengingat kembali hubungannya dengan Permaisuri Xiao, Kaisar Huo Yuan Yu merasa menyesal telah menuruti perintah perjodohan politik yang telah diatur para Menteri.
Selain bukan hanya dirinya tak bisa menjadikan kekasihnya sebagai istri sah dan Permaisuri di Kekaisaran Wuxi ini.
Ia bahkan juga merasa telah ditipu dan diperdaya selama puluhan tahun lamanya.
Ini benar-benar membuatnya sangat membenci pengaturan para Mentri untuk mengusulkan perjodohan politik itu.
Apalagi saat ini terbukti jika pilihan mereka semua telah menyebabkan banyak masalah dan juga kerugian besar bagi Pemerintahan dan juga meresahkan para rakyat.
Dan terutama para pedagang yang selama ini harus mengeluarkan biaya pajak serta retribusi lain, yang bahkan Kaisar sendiri tidak mengetahui akan semua hal itu.
Bahkan semua itu terjadi hampir di seluruh kota kekaisaran dan juga Kerajaan-kerajaan kecil yang berada di bawah naungan dari Kekaisaran Wuxi ini.
Hal-hal yang menyengsarakan rakyat seperti ini lah yang tidak akan pernah termaafkan bagi seorang Kaisar Huo Yuan Yu.
Karena bagi seorang Kaisar yang jujur dan juga peduli akan kesejahteraan rakyat seperti dirinya.
Itu merupakan kegagalan terbesar yang terjadi karena ketidaktahuan dan juga ketidakmampuannya mengendalikan dan mengurus harem miliknya.
Sehingga bisa terjadi hal besar seperti ini, namun dirinya gagal untuk mengetahui dan menanganinya lebih awal.
Dan jika bukan karena adanya kasus yang diadukan oleh Sang Jendral dan juga desakan dari para Pemimpin Kekaisaran tetangga dengan mengancamnya dengan peperangan, maka semua kebusukan dan juga hal yang buruk itu belum tentu akan ketahuan sampai akhirnya mereka semua melancarkan aksinya untuk melakukan kudeta.
Jika semua itu sampai terjadi maka penyesalan akan selalu menghantuinya selama sisa hidupnya.
__ADS_1
Karena secara tidak langsung dialah yang menyebabkan para rakyat dan bahkan para prajurit dan pasukan militer milik negara semuanya menderita.
Akibat dana yang seharusnya dialokasikan kepada mereka namun semua itu diambil oleh orang-orang yang tamak dan serakah akan kekuasaan dan juga jabatan seperti Permaisuri Xiao dan Pangeran Agung Huo Sun Yao.