Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
BAB. 149


__ADS_3

Beralih dari ketegangan yang dialami oleh Keluarga Kekaisaran Li.


Saat ini disalah satu ruangan tahanan tersembunyi milik para anggota Black Star Mafia yang dirancang secara khusus oleh Xi Lilian yang menyerupai ruang tahanan di era modern dan disana juga tersedia alat-alat penyiksaan yang hanya dapat disentuh dan digunakan oleh para anggota Black Star Mafia yang memiliki simbol Black Star yang serupa dengan apa yang ada di lengan tangan mereka.


Di dalam sana terdapat sesosok gadis kecil yang tanpa memiliki rambut. Yang kini tengah menangis serta meronta-ronta. Kala dirinya teringat kembali akan semua yang baru saja terjadi. Sehingga dirinya berakhir dan terdampar di tempat yang sangat dingin dan juga gelap itu.


Yang hanya diterangi menggunakan sebuah sebuah lampu taman yang redup dan juga tampak remang-remang saja.


"Kenapa?! Kenapa Ayahanda begitu tega dengan ku? Selama ini aku selalu berusaha untuk menyenangkan dirinya semua orang, dengan sekuat tenaga ku. Tapi kenapa begitu Selir Yun dan anak-anaknya yang ****** itu pergi, masih saja aku tidak bisa mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari Ayahanda? Apakah begitu tidak berartinya aku dimata Ayahanda? Apalagi saat ini Ayah bahkan tega membuang diriku hanya gara-gara gadis bodoh dan sampah itu, bhohoohoo..hiks...hikkss..." gerutu gadis kecil itu sambil menangis meratapi nasibnya.


"Aku yakin Ayahanda pasti akan sangat menyesal karena telah membuang diri ku, dan tidak lama lagi pasti akan menjemput ku kembali. Apalagi Jiejie Sie Lie pasti tidak akan tega dengan apa yang aku alami, dan dia juga akan berusaha sebisa mungkin supaya Ayahanda mau memaafkan aku dan membawaku kembali ke kediaman Keluarga Jenderal Besar Shen lagi. Tapi bagaimanapun itu juga pasti sudah terlambat. Karena aku yakin jika aku tidak bisa mengikuti Perayaan Festival Bunga yang telah lama aku impikan itu. Jadi mana mungkin aku bisa memikat Yang Mulia Pangeran Mahkota Huo Lin Jin. Dan menjadi Permaisurinya," tukas Sang gadis yang botak itu dengan berang karena merasa tidak terima. Dan juga tidak sadar diri ataupun mau mengakui kesalahannya serta merenungkan diri akan hal itu.


Dari kejauhan Xi Lilian dapat mendengarkan semua keluhan yang diucapkan oleh gadis yang sangat menyedihkan itu.


Selain itu Xi Lilian juga dapat melihat bagaimana kondisi sang adik tersayangnya itu, yang dulunya sangat suka menindas dirinya dengan sangat kejam dengan Sang Ibu serta saudara perempuannya.

__ADS_1


Dan bahkan jika dilihat secara saksama saat ini, maka dapat terlihat dengan sangat jelas jika, wajah gadis botak tersebut penuh dengan luka lebam dan bengkak yang membentuk cetakan telapak tangan lengkap dengan kelima jarinya. Menghiasi kedua pipi gadis kecil itu yang putih pucat itu.


Bahkan masih ada bekas darah yang menghiasi di sudut bibirnya serta mengalir dari telinga bagian kiri nya.


Dengan melihat tampilan gadis yang berada di dalam tahanan itu membuat Xi Lilian tersenyum sinis.


"Tidak ku sangka, hal seperti ini bisa terjadi dan menimpa tikus kecil itu. Apalagi yang tak terduga adalah orang yang melakukannya adalah Sang Jenderal Besar Shen sendiri. Yang mana dia merupakan sosok yang selalu menyayangi dan juga menjaga mereka dengan penuh kasih selama ini." batin Xi Lilian dengan aura kebengisan yang menguar dari dalam dirinya setelah ia melihat salah satu musuhnya itu.


Ya... gadis yang saat ini meringkuk di dalam tahanan itu tak lain adalah Sang Putri Selir dari Jenderal Besar Shen Guo Feng " Shen Sie Mei" yang telah dihukum oleh Sang Ayahandanya Jenderal Besar Shen Guo Feng dengan dikirim menjadi seorang Biksuni di Kuil Keluarga Bangsawan di daerah yang terpencil. Namun berhasil diculik oleh para anggota Black Star Mafia tanpa sepengetahuan siapa pun.


Tepat ketika Xi Lilian tiba di depan jeruji besi yang dialiri dengan suatu aura yang dapat menyerap energi qi orang-orang yang menjadi tahanan didalamnya. Xi Lilian dapat menyaksikan seseorang yang dulunya sangat sombong, angkuh dan juga egois itu saat ini dalam keadaan yang sangat memprihatikan.


Meski itu tak cukup mengenaskan seperti keadaan tubuh Xi Lilian pada awalnya. Namun Xi Lilian sedikit merasa senang akan hal itu.


Betapa tidak, dirinya kini bahkan telah mengatur siasat untuk membuat tikus kecil itu hidup semakin merana dan juga mengalami penderitaan yang panjang dan tentunya dari orang-orang yang selama ini ia sayangi dan juga percayai.

__ADS_1


"Ohohhh.... Lihatlah siapa yang ada di sini?! Awalnya aku kira siapa yang begitu berisik dan membuat masalah disini. Tidak tahunya ini merupakan sebuah kejutan dan juga hadiah untuk ku. Aku benar-benar tidak menyangka seorang Nona Muda dari Kediaman Jenderal Besar Shen bisa berakhir dan mendekam di ruang tahanan ini. Benar-benar mengesankan, Aku bahkan sangat terkejut jika Sang Jenderal Besar Shen bisa membuang Putri bungsunya ke luar Kediaman dan akan dikirim ke Kuil Leluhur Keluarga Bangsawan sebagai seorang Biksuni Muda. Hal ini benar-benar membuka wawasan baru bagi diriku ini akan kasih sayang seorang Ayah. Namun sayangnya dia begitu bodoh sehingga putrinya diculik dan ditular dengan orang lain pun dirinya bahkan tidak tahu ataupun menyadari kejanggalan itu." kata Xi Lilian dengan senyum mengembang di kedua sudut bibirnya yang indah nan seksi itu.


Dan dibawah sebuah topeng setengah wajah yang menyembunyikam kecantikan yang begitu menghancurkan dan juga mematikan dunia itu. Bibir merah merona nan sensual itu kembali berucap.


"Tapi tidak masalah, justru Nona Shen Kau harus bersyukur dan juga berterima kasih pada para bawahan ku yang telah memberikan kamu kesempatan untuk bisa merasakan bagaimana nyamannya ketika kau tinggal di penjara milik kami yang tidak ada duanya ini. Tenang saja disini Aku akan menunjukan pada Nona Muda yang selalu sombong dan arogan ini cara bermain-main dengan alat-alat ku ini." kata Xi Lilian yang kini mengubah ekspresi wajahnya menjadi sangat dingin dan juga sinis dan tatapan tajam yang seolah dapat membunuh Shen Sie Mei yang kini ditatap olehnya.


Shen Sie Mei yang merasakan aura bahaya menyelimutinya kini benar-benar terkejut dan ketakutan ketika melihat sosok wanita bertopeng setengah wajah yang saat ini tiba-tiba telah berdiri dihadapannya di dalam jeruji metal kuno yang sangat kuat dan juga menyerap kekuatan semua orang yang berada di dalamnya.


"Kau.... kau...Siapa kau sebenarya? Dan mau apa kau menahan ku disini? Tidak... berhenti kau..kau... jangan..jangan, jangan mendekat kesini! Pergi jangan mendekat. Sebenarnya apa mau mu? Aku...Aku tak pernah mengenal mu ddda...dan juga tak pernah menyinggungmu! Mengapa kau menyuruh bawahan mu menangkap dan mengurung diriku disini. Apakah kau tak takut menyinggung Kediaman Jenderal hah?" tanya Shen Sie Mei terbata karena ketakutan dengan aura yang dikeluarkan oleh Xi Lilian.


Bahkan saat ini Shen Sie Mei telah kesulitan bernafas dan juga hampir pingsan akibat aura penindasan dari dalam diri Xi Lilian. Hingga Ia pun terbatuk darah karena ia benar-benar tak mampu menahannya dan seluruh organ dalam nya terasa seperti ditekan dan dihimpit dengan sesuatu yang sangat besar dan juga berat.


Mengetahui hal itu Xi Lilian hanya tersenyum sinis dan juga memandang Shen Sie Mei dengan remeh.


"Ohhh... benarkah kau tak mengenali diriku? Dan apa hubungannya ini dengan Kediaman Jenderal Besar Shen? Bukankah kau telah dibuang dan dikeluarkan dari daftar silsilah keluarga? Kau jangan pura-pura tidak tahu akan hal itu!" kata Xi Lilian yang sengaja memprovokasi Shen Sie Mei.

__ADS_1


"Tidak... tidak... itu tidak mungkin. Ayah pasti hanya menggertak dan tak akan pernah melakukan hal itu kepada ku. Terlebih lagi ibunda dan kedua Gege dan Jiejie ku pasti akan membantu membujuk Ayahanda ku untuk memaafkan diriku dan membawaku kembali ke Kediaman Jendral lagi!" teriak Shen Sie Mei yang kini mulai terpancing emosinya.


__ADS_2