Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 57 Jangan Panggil Aku Ayah


__ADS_3

“Ayah... Ayahanda, mohon Ayahanda ikut denganku, karena saat ini ibunda, ibunda tengah sakit, dan dan sepertinya terjadi pendarahan pada kandungan ibunda,” kata Shen Jung Si yang tengah panik.


Berbeda dengan Shen Jung Si yang tengah panik akan keadaan ibundanya, saat ini Jendral Shen justru menjadi semakin geram mendengar laporan ini.


Karena dia tau benar anak dalam kandungan Selir Yun itu benih siapa. Karena dia sendiri lebih dari dua tahun ini tak pernah ada mengunjunginya ke paviliunnya.


Selain karena Jendral Shen banyak tugas yang menuntutnya untuk segera Ia selesaikan, dan selain itu juga Sang Jendral Shen juga telah lama berada di perbatasan.


Dan setelah kembali ke Kediaman Sang Jendral pun tak pernah mengunjungi kedua Selirnya sama sekali.


Jadi mana mungkin itu adalah darah dagingnya. Apalagi setelah dirinya mengetahui yang sesungguhnya dari segala laporan penyelidikan yang telah Shen Yu Lin berikan padanya.


Maka dengan yakin Jendral Besar Shen akan segera menendang mereka semua, ****** dan anak haramnya itu pergi dari kediaman Jendral ini.


Sedangkan Shen Jung Si yang tengah menyaksikan Ayahanda hanya diam saja, Ia justru menjadi semakin gelisah karena memikirkan keadaan ibundanya yang tengah kesakitan.


Sehingga Shen Jung Si sekali lagi mengajak Jendral Shen untuk segera mengunjungi Paviliun khusus milik ibundanya.


“Ayahanda, Ayahan.... Belum selesai Shen Jung Si melanjutkan kata-katanya, Ia telah mendengar suara yang sangat mengejutkannya.


“Jangan panggil aku seperti itu, Aku bukan Ayahandamu!!! Sekarang lebih baik kau kembali dan tanyakan pada Ibumu yang murahan itu siapa sebenarnya ayah kandung mu, Shen Jia Yun dan janin dalam kandungan ibumu itu. Dan juga termasuk dari Ayah Jiejie mu yang sudah ku buang itu,” kata Jendral Shen kemudian berbalik dan masuk ke dalam ruang kerjanya kembali.


Namun sebelum Ia mencapai pintu Jendral Besar Shen kembali berbalik badan dan mengucapkan sebuah kalimat lain yang tak pernah terpikirkan oleh Shen Jung Si sebelumnya.


“Dan jangan lupa panggil dia kemari untuk menebus pembayaran yang setimpal baru kemudian suruh dia kembali membawa kalian semua dari Kediaman Jendral ini. Karena disini tidak bisa menampung wanita murahan itu dan anak-anak haramnya lagi.” Kata jendral Shen dengan dingin.


Setelah itu Jendral Besar Shen benar-benar pergi dan masuk ke ruang kerjanya, tanpa menghiraukan Shen Jung Si yang tengah jatuh terduduk karena terkejut dan juga terpukul atas informasi yang dia dengar dari orang yang selama ini ia yakin sebagai ayah kandungnya.


Ya, tentu saja Shen Jung Si merasa terpukul atas apa yang dia dengar langsung dari sosok yang selama ini menyayangi nya sebagai seorang ayah terhadap anaknya.


Namun kenyataan ini begitu pahit dirasakan oleh Shen Jung Si. jika memang dia bukanlah darah daging dari Sang Jendral maka Ia hanya akan menjadi aib seumur hidupnya.


Karena saking shock nya Shen Jung Si hampir saja pingsan ditengah halaman ruang kerja Sang Jendral. Karena dalam benaknya ia masih berharap bahwa apa yang batu saja sang Jendral Shen katakan itu tidaklah benar .


Dan memang benar bahwa Shen Jung Si tak pernah mengetahui mengenai kebenaran semua itu. Karena selama ini sang ibunda Selir Yun Xue Ruo tidak pernah memberitahukan identitas mereka yang sebenarnya.

__ADS_1


Dan terlebih lagi mengenai seluruh rencana yang selama ini Selir Yun dan Perdana Mentri Han susun juga Ia simpan sendiri.


Karena Selir Yun mengira bahwa Perdana Mentri Han benar-benar tulus mencintainya. Dan memikirkan nasib anak-anak mereka kedepannya.


Di dalam ruang kerjanya sang Jendral sedang menyusun rencana untuk bisa membuat yang Mulia Kaisar bisa memberikan penjelasan dan keadilan sesuai dengan harapannya.


Karena Jendral Shen tau dengan pasti mengenai perangai dan juga karakter Kaisar, yang selalu menjaga nama baik dan reputasi Keluarga Kekaisaran.


Namun kali ini sang Jendral tak ingin mengalah begitu saja, setelah apa yang telah menimpa keluarganya akibat keegoisan sang Kaisar. Sehingga menyebabkan kehancuran Keluarga nya hingga menderita seperti ini.


Sebenarya jika saja Jendral Shen tidak mau lagi menganggap dan menghargai Kaisar yang telah menganugerahkan Dekrit Pengangkatan Selir penghancur rumah tangganya ini, Jendral Shen sudah sangat tidak sabar ingin segera menghukum mereka semua saat ini juga dengan setimpal dengan apa yang telah mereka Lakukan pada keluarganya.


Dan menuntut keadilan bagi keluarganya yang telah begitu menderita akan penganugerahan Dekrit


tersebut.


Dan itu sudah pasti akan sangat mencoreng citra dan reputasi Kaisar. Karena dengan sengaja menindas dan menekan posisi dari salah satu mentri yang sangat berjasa bagi Kekaisaran Wuxi ini.


Namun mengingat kembali, bahwa dirinya mengangkat Yun Xue Ruo sebagai Selir nya itu merupakan anugerah pemberian Yang Mulia Kaisar atas usulan dari Permaisuri Kaisar.


Oleh karena itu Ia terpaksa harus menunggu putusan dari Pengadilan Negeri Wuxi ini untuk mengajukan tuntutan penegakan keadilan baginya dan keluarganya.


Dirinya yakin bahwa semua ini ada sangkut pautnya dan terdapat konspirasi yang lebih besar lagi dibalik semua ini.


Setelah Ia berfikir sampai ke sana Jendral Shen menjadi teringat akan rencana Selir Yun yang mengajukan pertunangan Xi Lilian untuk Putra Mahkota.


Saat ini Jendral Shen menjadi semakin yakin jika semua ini bukanlah hanya kebetulan dan pasti disengaja dengan motif tersembunyi.


Apalagi jika Ia mengingat sikap Yun Xue Ruo pada Xi Lilian selama ini sangatlah kejam dan tak berperasaan sama sekali.


Dan dengan sifatnya yang tamak dan iri dengki itu. Pasti Yun Xue Ruo tidak akan semudah itu memutuskan pertunangan itu kecuali jika ada mempertimbangkan sesuatu yang menguntungkannya dibalik seluruh rencana itu.


...****************...


Selain itu di sisi Shen Jung Si saat ini benar-benar syok dan dirinya juga tak pernah menyangka bahwa dia bukanlah anak dari Jendral Shen Guo Feng, karena selama ini ibunya juga tak pernah membahas apapun dengannya dan saudarinya yang lain.

__ADS_1


“Lantas diriku ini sesungguhnya anak siapa? Ia merasa ini hanyalah mimpi dan bukan kenyataan. Ia yakin bahwa ada kesalahpahaman dalam masalah ini. Tidak mungkin jika kami bersaudara seibu bukanlah anak dari ayah yang selama ini telah membesarkannya merawat dan memanjakannya dengan penuh kasih sayang itu,” kata Shen Jung Si dalam benaknya.


Shen Jung Si yang merasa tidak terima dengan Kenyataan pahit ini menurutnya.


Sehingga Ia bergegas bangun dan berlari sekencang mungkin untuk menemui Ibunya. Dan mempertanyakan mengenai kebenaran dari identitas dirinya dan saudarinya yang lain.


Namun ada yang Shen Jung Si lupakan yaitu mengenai keadaan ibunya yang sedang tidak baik-baik saja.


Sehingga sesampainya Shen Jung Si didepan paviliun milik Ibunya, Ia baru teringat mengenai keadaan Ibunya yang tengah kesakitan.


Tepat ketika Shen Jung Si sampai didepan pintu kamar milik Ibundanya Ia melihat kedua adiknya yang masih menangis tersedu menunggu ibundanya diluar.


Melihat hal itu Shen Jung Si mencoba untuk menenangkan diri terlebih dahulu baru mendekat dan menyapa kedua adik perempuannya.


“Apakah sudah ada tabib yang memeriksa Bunda?” Tanya Shen Jung Si pada kedua adiknya.


“Ya, Tabib Zhan telah tiba, Sekarang tengah melihat keadaan ibunda. Kenapa Gege kembali sendiri? Dimana Ayahanda? Apakah ayah masih marah pada bunda gara-gara anak sialan itu?” tanya Shen Jia Yun dengan amarah terlihat jelas dimatanya.


Shen Jung Si yang mendapatkan pertanyaan dari adiknya itu ia merasa bingung harus menjawab apa. Karena saat ini dia juga belum bisa menjelaskan apa yang terjadi barusan di halaman ruang kerja ayahandanya tadi.


Dan akhirnya Shen Jung Si hanya bisa menenangkan kedua adiknya dan juga menyuruh kedua adiknya untuk fokus pada ibundanya dulu.


“Kalian tenanglah, Ayah bukan orang yang seperti itu, saat ini ada pekerjaan mendadak dari Kekaisaran dan Ayah tidak bisa meninggalkan nya begitu saja.” Kata Shen Jung Si mencoba menutupi ketidak ingin tahuan Ayah mereka mengenai keadaan Ibunya saat ini.


Dan akhirnya mereka bertiga mencoba untuk tenang dan menunggu tabib untuk keluar dari ruangan ibunya.


Setelah beberapa saat mereka menunggu, akhirnya tabib Zhan keluar dari ruangan Selir Yun. Didampingi salah seorang pelayan Selir Yun.


Setelah melihat sang tabib telah keluar, mereka bertiga segera menanyakan keadaan ibunya saat ini.


Dan apakah janin dalam kandungannya selamat atau tidak.


Sedangkan Tabib Zhan yang mendapat pertanyaan dari mereka bertiga akhirnya menjawab.


“Saat ini kondisi Nyonya Yun telah baik-baik saja. Dan kandungannya juga masih bisa dipertahankan. Hanya saja beliau terlalu lelah dan memiliki banyak pemikiran yang membebaninya. Itulah yang membuat kondisi Nyonya menurun dan mengalami pendarahan. Tapi Anda semua tenang saja saya telah meresepkan ramuan yang bisa membantu Nyonya agar segera pulih.” Kata Tabib Zhan menjelaskan pada mereka.

__ADS_1


“Terima kasih Tabib Zhan, kami sangat lega mendengar nya.” Kata Shen Jung Si kemudian ia memberikan satu kantung perak untuk Tabib Zhan.


Kemudian setelah itu tabib Zhan pamit dan segera meninggalkan kediaman Jendral.


__ADS_2