
Sementara itu disaat yang sama, didalam Kediaman Jendral.
Yang saat ini tengah dijaga ketat diseluruh penjuru kediaman. Dan terutama kediaman Selir Pertama dan Putra Putrinya.
Karena mereka semua berjaga agar mereka sang Selir Yun yang sebentar lagi akan menjadi mantan Selir itu dan ketiga anaknya tidak bisa kabur.
Dan kemungkinan yang lain juga mereka menghindari adanya penyusup yang akan melakukan sesuatu yang tidak diinginkan oleh Sang Jendral.
Contohnya saja untuk membunuh Sang Selir Yun. Untuk membungkamnya sehingga itu akan berpengaruh pada proses pengadilan yang sedang berjalan.
Selain itu Sang Jenderal Shen juga ingin melihat secara pribadi siapa saja orang-orang yang terlibat dalam kasus Selir Yun ini.
Dan benar saja, sesuai dengan dugaan sang Jendral. saat ini telah ada beberapa penyusup yang berhasil ditangkap oleh para pengawal terlatih milik Jendral Shen.
Dan ternyata para penyusup itu, mereka semua merupakan pasukan berani mati yang mana hanya orang-orang berkedudukan tinggi dan berkuasa yang bisa membuat pasukan seperti itu.
Dan dari 3 orang penyusup yang berhasil ditangkap bahkan dua diantaranya telah mati karena bunuh diri.
Yang mana kini hanya tertinggal satu orang lagi yang tersisa.
Namun itu juga sia-sia, karena orang itu bisu, akibat lidahnya telah terpotong sejak lama.
Melihat hal seperti ini Sang Jendral tetap diam dan masih mencari celah-celah lain yang dapat mengungkap identitas para penyusup tersebut.
Dan tepat saat kedua mayat penyusup itu akan dibawa keluar dari Paviliun Sang Jendral, ternyata dari salah satu mayat itu nampak sebuah simbol berbentuk gambar kepala harimau disisi sebelah kiri bagian lehernya.
Dan simbol itu sangatlah kecil. Sehingga sulit untuk dikenali, dan hanya tampak seperti tanda lahir biasa dari kejauhan.
melihat penemuan itu akhirnya sayng Jendral kembali melihat dan mengecek pada mayat penyusup yang satunya lagi.
Dan ternyata di leher bagian kiri mayat yang satu ini juga terdapat simbol yang serupa.
ini menandakan orang orang ini memiliki aliansi atau juga organisasi berani mati yang cukup besar.
Beralih dari paviliun Jendral yang disibukan dengan para penyusup itu.
Berbeda dengan keadaan di Paviliun Selir Pertama saat ini cukup hening.
Karena Sang penghuni paviliun tersebut, yang kini tengah menjadi topik utama gunjingan semua rakyat Kekaisaran Wuxi ini yakni Selir Yun yang semula tidak mengetahui apapun mengenai pemberitaan yang telah tersebar luas di seluruh Kekaisaran itu.
Karena ia baru saja sadarkan diri dari pingsannya akibat kontraksi kehamilannya tadi siang.
Dan saat ini ia tengah berdiri di dekat jendela kamarnya, Selir Yun melihat begitu banyak penjaga dan pengawal yang menjaga paviliun nya.
__ADS_1
Ia merasa sedikit aneh dan juga terkejut akan banyaknya penjaga dan pengawal utusan Sang Jenderal. Namun kebingungannya itu segera sirna karena Selir Yun masih berpikir bahwa kehamilannya ini masih diterima dengan baik oleh Sang Jendral.
karena Ia merasa semua rahasianya masih aman dan tak ada seorangpun di kediaman ini yang mengetahuinya. Kecuali pelayan setianya yang telah dihukum cambuk hingga mati oleh Sang Jendral.
Yang mana sebenarnya pelayan itu memiliki identitas lain dan dia juga merupakan salah seorang yang sangat berarti bagi kehidupan Selir Yun.
Dan gara-gara orang yang paling Selir Yun benci, yaitu Xi Lilian. Yang mengakibatkan Selir Yun harus menerima kepahitan hidup karena kehilangan ibu pelayan Chui itu.
yang merupakan bibinya sendiri, adik dari mendiang Ibunda Selir Yun.
Meskipun sebenarnya Ia juga merasa agak tidak yakin akan pikirannya terhadap adanya para pengawal khusus yang sang jendral didik berada di kediamannya saat ini.
Selir Yun masih tetap berpikir positif dan juga mengira jika Ia masihlah Nyonya Besar di Kediaman Jendral Besar ini.
Namun sesaat kemudian semua angan-angan indah yang ada dibenak Selir Yun itu kini telah musnah dan tak tersisa sedikitpun.
Karena kedatangan Putranya Shen Jung Si dan kedua putrinya Shen Jia Yun serta Shen Wu Lan.
Dan kedatangan mereka semua bukan untuk melihat keadaannya yang baru saja siuman, melainkan untuk menanyakan mengenai kebenaran dari berita yang sedang hangat-hangatnya diluaran sana dan juga mengenai jati diri mereka.
Karena mereka bertiga dan seluruh penghuni kediaman Jendral yang lainnya semua telah mengetahui dan mendengar pemberitaan diluar yang kini tengah memanas.
Tak terkecuali mereka para pengawal dan pelayan Kediaman Jendral.
Bahkan mereka semua kini berani berbicara secara terang-terangan mengenai berita yang mengatakan bahwa Selir Yun merupakan gundik miliki Perdana Mentri Han.
"Bunda katakan pada kami, siapa ayah kami sebenarnya? Apakah benar kami ini bukanlah putra dari Jendral Shen Guo Feng?
dan apakah benar yang orang-orang di seluruh Kekaisaran ini katakan, bahwa kami ini merupakan anak dari hubungan gelap Ibunda dengan Perdana Mentri Han??Ataukah memang ibunda adalah salah satu gundik milik Perdana Mentri Han Ling Gou itu?" tanya mereka bertiga secara berturut-turut.
Mendengar pertanyaan yang dilontarkan anak-anaknya itu seketika membuat jantung Selir Yun seolah dihantam oleh batu yang sangat besar. Yang membuatnya kesakitan dan juga berdenyut sangat kencang.
Selir Yun yang tak kuasa menjaga keseimbangan tubuhnya hingga kini jatuh terduduk di ranjang yang tepat berada di dekatnya.
Saat ini hanya dingin dan lemas di seluruh tubuhnya. Seolah kekuatannya yang baru saja pulih kembali hilang tersedot oleh sesuatu.
Selir Yun merasa ketaakutan dan juga panik karena semua rahasianya telah terungkap, bahkan telah diketahui dan tersebar luas ke seluruh kekaisaran.
Bahkan saat ini Ia tidak bisa membayangkan hukuman apa saja yang akan Ia tanggung nantinya.
Apalagi telah banyak kejahatan yang telah dia lakukan, bahkan jika dia sampai menarik nama Perdana Mentri atau Sang Permaisuri bersamanya. Bisa dipastikan jika nyawanya dan juga anak-anaknya akan segera tamat.
Selir Yun yang telah berfikir sampai demikian kini tubuhnya semakin terhuyung hingga Ia kembali jatuh pingsan.
__ADS_1
Dan ketiga anaknya yang sedari tadi memandang dan melihat ekspresi dan juga respon dari sang Ibunda. Mereka semua tidak bodoh, sehingga mereka bisa menyimpulkan bahwa semua berita yang tengah menjadi berita terpanas itu adalah benar.
Mereka bertiga yang mendapatkan sebuah kenyataan yang tak pernah mereka pikirkan itu kini benar-benar merasa hancur dan juga terpuruk.
Seolah kehidupan mereka telah terhenti disaat itu juga. Dan hari-hari yang akan meteka lalui kedepannya akan menjadi benar-benar suram tanpa adanya harapan lagi.
Karena mereka semua tau, bahwa status anak gundik itu sama halnya dengan anak haram yang tidak akan pernah masuk dan diterima di dalam Silsilah Keluarga.
Jadi status yang akan mereka sandang selanjutnya itu bahkan sangat rendah.
Karena status gundik itu sendiri setara dengan pelayan rendahan di kediaman para bangsawan.
mereka bisa membayangkan jika kehidupan mereka selanjutnya, akan sangat tragis. bahkan bisa lebih tragis dari yang mereka lakukan pada Xi Lilian sebelumnya.
Membayangkan hal-hal yang tidak baik seperti itu membuat hati mereka bertiga kini telah mencapai titik dimana mereka merasakan putus asa.
Dan seolah-olah mereka tak memiliki jalan keluar dan akhir yang baik dalam hidup mereka.
Sehingga ada yang berpikir akan lebih baik mati, dan mengakhiri kehidupannya dengan mudah jika mereka harus menjalani hari-hari uang sangat buruk.
di tengah kesunuian yang terjadi di paviliun Selir Yun itu kini tiba-tiba menjadi riuh akubat teriakan sisteris dari salah seorang dari mereka.
"Tidak....! tidak....!! ini tidak mungkin..!!! yah ini tidak mungkin benar.!!! mereka semua pasti salah, mereka salah. Yang mereka katakn itu hanyalah omong kosong. Aku adalah anak sang Jendral. Selamanya anak Aang Jendral. Kalian semua pembohong. aku tidak percaya dengan kata-kata buruk kalian itu. Tidak percaya....aku tidak percaya... huhuhu...hikss...hikss. Gege katakan padaku ini semua tidak nyata kan? ini hanya mimpi buruk saja kan. ya..ya..ya... kita harus segera bangun, ayo bangung agar semua mimpi buruk ini segera hilang...huhu...hiikss..." teriak Shen Wu Lan dengan histerisnya.
Karena Shen Wu Lan tidak bisa menerima semua kenyataan pahit ini.
Ia bahkan masih saja berteriak dan meronta karena ini semua terasa tidak adil baginya.
Dan dia bahkan mengumpati Sang Ibu, yang kini tengah terbaring tak sadarkan diri di ranjang empuknya.
Shen Wu Lan terus saja mengutuk Sang Ibu yang merupakan seorang gundik rendahan, yang mengakibatkan kehidupan mereka semua menjadi hancur.
Bahkan mereka semua telah kehilangan masa depan mereka. Karena ulah ibunya itu yang murahan.
Karena kedepannya tidak akan ada seorang bangsawan kekaisaran atau bahkan para anak pejabat yang akan mau mengambil mereka sebagai istri maupun menantu.
Hanya dengan identitas yang mereka miliki yang sebatas anak gundik. Dan ditambah lagi dengan kasus ibunya ini, tentu saja itu akan lebih menyiksa mereka semua. Karena hinaan, caci maki serta cibiran yang akan selalu mereka doaytkan dari semua orang di seluruh Kekaisaran ini.
Sedangkan kedua kakaknya yang mendengar semua perkataan dan juga Omelan Sang adik Shen Wu Lan, itu merasa sependapat dengan sang adik.
Mereka benar-benar tidak menyangka bahwa ibu mereka merupakan orang yang seperti itu.
Yang membuat mereka menangging malu. apalagi jika mengingat kembali kehiduoan mereka sebelumnya, yang selalu disanjung, selalu mendapatkan apa yang meyrrka mau tanpa harus betsusah payah membuat mereka tak ingin kehilangan itu semua.
__ADS_1
Mereka sangat malu dengan identitas sebenarnya yang mereka miliki saat ini.
Apalagi ketika mereka mengingat saat mereka menindas Xi Lilian di kediamannya sendiri itu merupakan sebuah tamparan keras bagi mereka karena sebentar lagi posisi tertindas itu akan digantikan oleh mereka semua