
"Kau....! Tuan Muda Lian kau jangan keterlaluan seperti ini. Bagaimana bisa kau menuntut diriku sebagai pembayaran atas jasa mu itu? Dan lagi pula diriku juga telah memiliki perjanjian pertunangan dengan seseorang. Tidak bisakah kau bersikap lebih bermurah hati?" tukas Song Wei Qing yang kini benar-benar merasa tersudutkan dan juga tak terima dengan keinginan pria dihadapannya saat ini.
Sedangkan Pangeran Kedua Huo Juan Zi yang mendengar jika nama Tuan Muda Lian disebutkan, seketika dalam ingatannya terlintas kejadian dimana saat dirinya berjumpa dengan seorang pria muda misterius yang tiba-tiba saja muncul dan memberikan pil penawar racun dan juga pil regenerasi untuk Ayah Kaisar nya.
Yang juga sosok yang sama dengan seseorang yang telah menjadi terkenal di seluruh pelosok negeri pada beberapa waktu lalu. Karena dirinya yang telah berhasil menggagalkan skema licik yang telah dilakukan oleh Putra Mahkota dan juga Perdana Menteri dari Kekaisaran Zhong yang telah menyebarkan Mustika Bintang Paras palsu kala itu.
Seketika lintasan ingatan itu membuat Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi segera bergegas dan tanpa peringatan langsung menerobos masuk ke ruangan sebelahnya yang memang tidak ada seorangpun yang berjaga di luar pintu ruangan itu.
Dirinya ingin memastikan apakah dia benar-benar orang yang sama dengan yang ada dalam pikirannya. Sekaligus ingin membantu sepupunya itu untuk menangani masalah yang terjadi saat ini.
"Braakk.. Duarrr..!" Suara pintu yang dibuka secara paksa yang mengagetkan dua orang yang sedang berselisih didalamnya.
Sehingga seketika suasana di dalam ruangan itu menjadi sangat hening dan bahkan akan sangat terdengar dengan jelas, jika ada jarum yang jatuh sekalipun. Karena saking sunyi nya suasana di dalam sana.
Namun sesaat kemudian suasana hening itu segera terpecahkan oleh suara amukan dari seorang pria.
"Hai kau? Beraninya kau menyerobot ke dalam ruangan kami! Apakah kau sudah bosan hidup hah?!" teriak marah pemuda yang dipanggil sebagai Tuan Muda Lian oleh Song Wei Qing tadi sambil menunjukan jari tangannya pada wajah Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi.
Namun hanya diabaikan oleh Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi yang kini justru menatap tajam dan dingin pada orang yang dengan beraninya menunjuk-nunjuk mukanya itu. Yang seakan bisa menelisik ke kebenaran anakn sosok yang tengah ia pandang sebagai target.
Dengan tatapan matanya itu, seolah Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi dapat menguliti dan mengupas segala kedok dan kebohongan orang yang kini tengah Ia tatap.
Yah, karena sebenarnya saat ini Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi benar-benar merasa, jika dirinya telah mengambil keputusan yang sangat tepat, karena dirinya telah menerobos masuk ketempat sepupunya perempuannya itu berada. Karena jika tidak, maka dirinya tidak akan pernah tahu apa yang akan dilakukan oleh penipu dihadapannya saat ini terhadap sepupunya itu. Karena saat ini dirinya tahu. Bahwa pemuda yang ada dihadapannya saat ini yang mengaku sebagai Tuan Muda Lian ini adalah orang yang memiliki modus dan juga motif tertentu pada Sang sepupu.
"Hai kau... kenapa...." belum sempat pemuda yang mengaku sebagai Tuan Muda Lian itu menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba dirinya mendengar sapaan dari gadis Song itu pada penyusup yang telah memasuki ruangannya itu dengan paksa yang membuatnya sangat terkejut.
"Salam Kepada Yang Mulia Pangeran Kedua," ucap Song Wei Qing sambil membungkuk memberikan penghormatan.
Mendengar sapaan dan juga sikap Sang gadis yang begitu hormat, dan mengetahui status orang yang telah Ia teriaki dan Ia maki. itu membuat pria yang mengaku sebagai Tuan Muda Lian itu menjadi gugup, khawatir dan bahkan Ia sangat takut jika kebohongannya akan terbongkar.
Maka dirinya tidak akan pernah bisa membayangkan bagaimana konsekuensi yang harus dirinya tanggung atas tindakan pemerasan yang telah dirinya lakukan pada gadis di hadapannya saat ini. Jika semua kebohongannya benar-benar terbongkar. Sehingga pemuda menyamar sebagai tuan muda Lian itu pun berusaha keras untuk menenangkan dirinya. Namun sumua terasa begitu sulit karena dirinya merasa sangat tertekan. Terlebih lagi dirinya telah bersikap buruk dan menyinggung sang Pangeran dengan umpatan kasarnya tadi.
Disaat Pria yang Menyatakan bahwa dirinya adalah Tuan Muda Lian yang sangat misterius itu terkesiap dan juga gemetaran karena takut dan tertekan, jika segala tipuannya itu terbongkar, kini Sang Pangeran Kedua justru menunjukan kepeduliannya dan juga otoritasnya yang seakan ingin melindungi kerabatnya.
__ADS_1
"Jangan sungkan begitu Qing'er, bersikaplah seperti biasa. Dan, siapa orang ini Qing'er? Ku sarankan agar kau jangan mudah percaya pada seorang penipu," ucap Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi dengan datar seperti biasanya. Dan telah menebak dengan benar akan siapa sosok pria asing dihadapannya saat ini.
Namun Song Wei Qing tidak masalah dengan cara bicara sang sepupunya itu. Karena dirinya telah terbiasa, sedari kecil jika cara interaksi dengan sepupunya itu mirip dengan orang yang dingin seperti patung es. Karena selain selalu menampilkan ciri khas nya yang datar dia juga tidak heran jika sepupunya ini akan sangat irit bicara jika tidak begitu penting. Akan tetapi Song Wei Qing tahu jika sepupunya itu akan jauh lebih pengertian dibandingkan siapapun. Hanya saja sikapnya itu saja yang sangat kaku.
"Ah kenalkan, ini adalah Tuan Muda Lian yang telah membantu Keluarga Song kami, Kakak sepupu." ucap Song Wei Qing yang memperkenalkan pemuda di hadapannya itu pada Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi.
"Oh.... Benarkah itu?!" ucap Sang Pangeran Kedua dengan penuh penekanan dan juga aura intimidasi yang ditujukan pada pria yang mengaku sebagai Tuan Muda Lian itu.
Yang mana hal tersebut seketika membuat pria yang ada di hadapan Song Wei Qing sedari tadi menjadi semakin gentar dan merasa sangat takut akibat aura penindasan yang begitu mengerikan yang dirinya terima dari Sang Pangeran Kedua.
Dan karena merasa begitu takut dan juga merasa tidak bisa menyarah pada tujuannya maka pria tersebut seketika menjawab bahkan tanpa berpikir panjang terlebih dahulu.
"Salam hormat kepada Yang Mulia Pangeran Kedua. Dan maafkan atas tindakan lancang yang tidak sengaja hamba lakukan tadi, sehingga membentak Yang Mulia. Perkenalkan hamba adalah Lian, seperti apa yang di katakan oleh Nona Muda Song," tukas pria itu dengan menyembunyikan kegugupannya.
Yang hanya di tatap dengan semakin sinis oleh Sang Pangeran Kedua.
"Siapa yang menyuruh mu untuk melakukan semuanya?!" dingin Sang Pangeran Kedua Hou Juan Zi ketika menanggapi ucapan sang penipu yang mengaku sebagai Tuan Muda Lian itu.
Namun sebisa mangkin pria itu tetap berusaha untuk terus mempertahankan kebohongan yang Ia lakukan saat ini.
Karena dirinya merasa sangat tidak berdaya dan sangat tertekan oleh ancaman orang-orang yang menjadi dalang dari kasus ini.
Selain dirinya yang akan terbunuh namun seluruh keluarga nya juga akan dihabisi jika misinya kali ini benar-benar gagal. Bahkan saat ini kedua saudara perempuannya sedang di sekap dan siap di jual sebagai wanita penghibur di salah satu rumah bordil ternama di Kekaisaran Wuxi ini.
"Ap...Apa maksud Yang Mulia Pangeran Kedua? Hamba sungguh tidak paham," gagap pria itu dan belaga bodoh ketika menanggapi pertanyaan dari Sang Pangeran Kedua.
"Tunggu, apa maksud mu kakak sepupu? Mengapa aku tidak bisa mengerti? Apakah kau mengenal orang ini?" tanya Song Wei Qing dengan ekspresi kebingungan.
"Kau akan tahu sebentar lagi Qing'er. Apakah kau datang kemari sendirian saja? Dan di mana pelayan mu?" ucap Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi.
"Ah mereka...., bukankah mereka berada di depan menjaga pintu ruangan ini? Apakah kakak sepupu tak menemuinya ketika masuk kemari?" tanya Song Wei Qing heran.
Pasalnya tadi dirinya memang memerintahkan pada kedua pelayan pribadinya untuk menunggu dan juga menjaga di luar pintu. Dan saat ini ketika dirinya mendengar pertanyaan dari sepupu nya itu Ia pun mulai menyadari jika ada sesuatu yang tidak beres.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin mereka pergi begitu saja, jika aku bahkan tidak memberikan perintah sama sekali. Kemana perginya mereka? Mungkin kah terjadi sesuatu hal terhadap mereka berdua?" gumam Song Wei Qing yang kini tengah bertanya-tanya mengenai keberadaan kedua pelayannya.
Karena pada dasarnya Song Wei Qing sangat mempercayai kedua pelayan nya itu. Karena mereka berdua telah hidup dan tumbuh bersamanya sejak kecil. Terlebih lagi mereka juga merupakan pelayan yang dipilih dan ditinggalkan oleh mendiang ibu kandungnya. Jadi tidak akan mungkin jika keduanya berkhianat.
Disaat situasi di dalam ruangan tersebut mulai menegang. Di sudut gelap dan tak terlihat terdapat seseorang yang kini tengah menyaksikan apa yang telah terjadi di dalam ruangan tersebut dengan tatapan tajam dan juga menyeringai sinis.
Dan sosok itu benar- benar tidak pernah menyangka jika setelah dirinya keluar dari ruangan sebelah. Dirinya akan menjumpai hal semacam ini. Yang membuatnya begitu geram dan juga serasa ingin tertawa di saat bersamaan.
"Haihhh.... aku sungguh tidak menyangka jika akan ada seseorang yang begitu bodohnya dengan berpura-pura menjadi adik kecil ku. Ini benar-benar penghinaan besar untuk Lian'er. Namun aku juga penasaran akan kemampuan pemuda bodoh itu dan bagaimana dia bisa menutupi segala kebohongannya itu. Dan bagaimana nantinya pria itu mendapatkan ganjarannya." batin sosok tersebut, yang tak lain adalah Feng Nana. Yang dikira telah pergi oleh Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi.
Di saat suasana di dalam ruangan itu kembali memanas. Di sisi lain di suatu tempat yang tidak diketahui orang lain kini Xi Lilian justru sedang bermain dengan beberapa ular peliharaannya yang dirinya ambil di dalam hutan ketika dirinya mencari pecahan dimensi bintangnya kala itu.
Dan entah sebenarnya apa tujuan Xi Lilian yang saat ini tengan memeras bisa ular-ular itu kedalam beberapa buah tabung reaksi yang dirinya ambil dari dalam laboratoriumnya.
"Baiklah cukup, dan ku ucapkan terima kasih banyak pada kalian semua. Sekarang kalian semua bisa istirahat dan minumlah ini," ucap Xi Lilian pada beberapa ular yang merupakan hewan spiriual tingkat dua itu. Sambil memberikan pil peningkat Qi buatannya pada masing-masing ular yang berjumlah 8 ekor itu.
Dan para ular itu pun seolah mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Xi Lilian, mereka semua segera menunduk dihadapan Xi Lilian, seolah memberikan penghormatan pada gadis muda itu.
Setelah itu Xi Lilian pun segera melesat menuju ruang penelitiannya sambil membawa beberapa tabung reaksi yang telah terisi dengan racun ular.
"Huhhh... aku harus segera membuat terobosan racun terbaru, karena aku tidak punya banyak waktu lagi sebelum kepergian ku ke dimensi lain. Hanya dengan ini setidaknya aku bisa sedikit lebih tenang meninggalkan mereka semua. Karena entah mengapa firasat ku mengatakan bahwa akan ada sesuatu yang besar yang akan menimpa Keluarga Black Star Mafia. Apalagi sebentar lagi Gege dan yang lainnya akan segera berangkat ke Alam Atas. Dan karena itu juga aku juga harus fokus untuk membantu Gege untuk segera menerobos ranah setidaknya bisa mencapai ranah puncak Dewa/Dewi. agar setidaknya Gege memiliki kemampuan untuk melindungi diri sendiri ketika berada di alam atas," batin Xi Lilian yang kini tengah mempersiapkan rencana demi melindungi seluruh orang yang dirinya pedulikan.
Sedangkan para makhluk kontraktualnya yang mengetahui apa yang tengah tuan mereka lakukan saat ini, mereka pun tidak mau mengganggunya.
Akan tetapi mereka juga melakukan persiapan juga untuk bisa membantu Sang majikan yang begitu mereka sayangi itu ketika berkelana ke belahan dunia dimensi yang lainnya kelak.
Setelah lama berkutat dengan penemuan barunya kini Xi Lilian telah berhasil mengembangkan beberapa jenis racun terbaru, yang tidak akan diketahui oleh orang lain resep penawarnya. Karena racun yang berhasil Xi Lilian ciptakan itu semuanya berwujud gas yang tidak dapat terdeteksi. Dan selain itu juga, bahkan orang yang terpapar oleh racun tersebut akan mengalami kematian yang tragis dan bahkan mereka juga tidak akan terdeksi sebagai penderita keracunan.
Karena racun itu akan segera masuk melalui saluran pernafasan targetnya dan kemuduan akan melumpuhkan seluruh organ dalam dalam sekejap mata, dan dalam hitungan detik racun itu akan terurai dengan sendirinya setelah orang itu benar-benar telah berhenti bernafas.
Dan yang terpenting racun terbaru yang dikembangan oleh Xi Lilian kali ini tidak akan pernah mengenai atau menyerang orang-orang yang memiliki aura dari Xi Lilian.
Seperti halnya para Anggota Black Star Mafia, mereka tak perlu takut akan terpapar racun mematikan itu. Karena pada dasarnya mereka semua dan juga seluruh kerabat dekat Xi Lilian, meraka telah aman, berkat setiap ramuan dan suga suplemen yang Xi Lilian berikan kepada mereka semua itu mengandung darah Xi Lilian meski hanya jumlah sangat kecil. Namun hal itu akan sangat berpengaruh besar bagi mereka semua. Maka tidak heran jika mereka semua bisa kebal akan racun racun kelas rendah maupun kelas tinggi yang berada dari dunia tengah atau yang sering disebut dunia fana yang dihuni oleh para ras manusia fana.
__ADS_1