Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 95 Rengekan Kaisar Dewa yang Manis


__ADS_3

Sedangkan Shen Yu Lin yang melihat ibundanya yang telah lama tak pernah lagi Ia jumpai itu ternyata masih mengingat semua hal yang dirinya sukai dan juga sering Ia lakukan ketika dirinya masih kecil.


Itu benar-benar membuat Shen Yu Lin merasa terharu dan juga senang, dan membuatnya teringat kenangan manis yang masih terpatri di hati dan pikirannya mengenai kebersamaanya dengan Sang Ibunda.


Sebelum kesuraman masuk dalam hidupnya setelah kepergian Sang Ibunda tercinta untuk selamanya.


Yang diakibatkan oleh Ayahnya Jendral Besar Shen Guo Feng yang lebih mengutamakan Selir dan juga anak-anak tidak sahnya itu, akibat Shen Yu Lin yang selalu berusaha untuk menjaga dan melindungi adik kecilnya Xi Lilian.


Dan selalu berusaha membujuk Sang Ayah untuk bisa menerima dan juga menyayangi adik kecilnya itu. Namun selalu diabaikan oleh Sang Jendral Shen Guo Feng.


Maka sejak saat itulah Shen Yu Lin merasa diabaikan dan ditinggalkan oleh Ayahnya Jendral Shen Guo Feng.


Dan Ia hanya menjalani hidupnya untuk bermain dan menemani Xi Lilian kecil. bersama para pelayan yang ditinggalkan ibundanya.


Hingga ketika di usianya yang menginjak 9 tahun Sang Jendral Shen Guo Feng memutuskan untuk mengirimnya dan juga kedua putra selirnya untuk masuk ke sebuah akademi, untuk belajar seni bela diri dan juga kultivasi.


Pada saat itu barulah Ayahnya Jendral Shen Guo Feng itu membujuknya mati-matian agar Shen Yu Lin mau meninggalkan Xi Lilian.


Bahkan Sang Ayah juga membujuknya dengan kata-kata yang manis dan yang lebih meyakinkan Shen Yu Lin saat itu Ayahnya saat itu mau menjanjikan bahwa dia akan menyayangi Xi Lilian ketika Shen Yu Lin mau belajar di Akademi, agar menjadi orang yang hebat dan dipandang oleh orang lain nantinya ketika dewasa.


Karena hal itulah yang membuat Shen Yu Lin saat itu akhirnya luluh dan memutuskan untuk pergi ke akademi dan belajar dengan giat agar menjadi kuat, agar kelak dia bisa melindungi dan memberikan dukungan kepada adik kesayangannya Xi Lilian.


Dan ketika Shen Yu Lin mengingat kembali cerita Sang adik kesayangannya yang menyatakan bahwa kehidupan dan nasib buruk dari adik kecilnya Xi Lilian dimulai sejak keberangkatan nya ke akademi. Itu benar-benar menjadi sebuah pukulan telak untuk Shen Yu Lin.


Shen Yu Lin merasa telah ditipu dan juga dikhianati oleh orang yang selama ini ia hormati sebagai Ayahnya. Karena Shen Yu Lin baru menyadari bawa tujuan utama sang Ayah mengirimnya ke akademi itu hanyalah salah satu cara agar dia bisa menjauhi adik kesayangannya Xi Lilian.


Dan sejak saat itu pula Shen Yu Lin telah kehilangan kepercayaan nya terhadap Sang Ayah Jendral Shen Guo Feng. Dan bahkan tidak menyisakan lagi setitik rasa hormat pun untuk Sang Jendral Shen Guo Feng. Dan bahkan telah tumbuh rasa kebencian didalam hatinya untuk Ayahanda nya itu.


Namun setelah itu Shen Yu Lin tersadar akan pikirannya tadi, ketika Shen Yu Lin mendengar sebuah suara yang memanggil namanya.


"Ada apa? Apa yang putra bunda ini lamun kan? apakah Yu Lin tidak ingin berbicara atau marah kepada bunda?" tanya jiwa Xi Yu Nian yang akhirnya menyadarkan Shen Yu Lin kembali dari pikirannya mengenai kehidupan di masa lalu.


“Bunda, bahkan kau masih mengingat semuanya dengan jelas. Yu Lin benar-benar tidak menyangka ibunda masih tetap menyayangi Yu Lin setelah kegagalan Yu Lin untuk melindungi Lian'er dan juga Bunda waktu itu.” Ucap Shen Yu Lin dengan sedihnya.


Shen Yu Lin mengungkapkan rasa penyesalannya itu pada Sang Bunda tercintanya.


“Bagaimana bisa kau berpikir seperti itu Lin'er? Sampai kapanpun kamu dan juga Lian'er akan selalu menjadi kebanggaan dan kesayangan bunda kalian ini," kata Xi Yu Nian ditunjukan pada Shen Yu Lin dan Xi Lilian.


"Tapi Lin'er telah gagal untuk menjaga Lian'er, bahkan sampai sekarang Lian'er tak pernah diperbolehkan untuk hanya sekedar menggunakan marga Shen. Dan bahkan selama ini aku terlalu bodoh dan naif untuk bisa memahami tipu daya mereka semua.Yang selalu berusaha menjauhkan kami dan juga berniat melenyapkan kami berdua, agar mereka semua bisa menguasai semuanya di Kediaman Jendral itu." kata Shen Yu Lin menyalahkan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Kau harus tau Lin'er, Bunda tidak pernah menyalahkan dirimu akan hal itu. Sama sekali tidak pernah dan tidak akan pernah. Karena Bunda tau benar bahwa sesungguhnya semua itu memang bukanlah kesalahan mu sayang. Hanya saja mereka lah yang memang selalu berpikir licik dan juga serakah. Bahkan nafsunya telah menutupi mata hati mereka semua. Jadi jangan pernah berpikir jika itu semua kesalahan mu. Karena kamu juga tak pernah tau apa yang ada dalam pikiran mereka semua. Termasuk juga dengan Ayahmu yang pikirannya dan hatinya bahkan tidak bisa ditebak," ucap Xi Yu Nian pada Putra Sulung nya itu agar tidak lagi menyalahkan dirinya atas apa yang tidak pernah Ia lakukan.


Dan bahkan di akhir kalimatnya itu menyiratkan akan kekecewaan dan juga kemarahannya terhadap mantan suaminya Jendral Shen Guo Feng.


Bahkan jiwa Xi Yu Nian juga sudah tidak ingin mengakuinya sebagai seorang suami lagi. setelah semua yang terjadi pada kedua buah hatinya.


Dan Shen Yu Lin hanya menundukkan kepalanya karena masih merasa sedih karena dirinya telah gagal melindungi tubuh adiknya dan juga sebagian jiwa ibunya yang mendiami tubuh Xi Lilian.


Bahkan mereka semua yang menyaksikan percakapan antara ibu dan anak itu juga ikut menitihkan air mata.


Mereka semua juga merasa bahwa merekalah yang paling gagal melindungi cucu serta keponakan mereka dari para ular berbisa yang dipelihara dan dimanjakan oleh Jendral Shen Guo Feng.


Begitu juga Mo Fei Tian. Yang sedari tadi berusaha menenangkan istri kecilnya itu dalam pelukannya.


Mo Fei Tian juga menjadi murka setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Shen Yu Lin maupun apa yang didalam pikiran Shen Yu Lin, karena Ia juga bisa mengetahuinya.


Bahkan dia juga marah pada dirinya sendiri yang tidak memperhatikan tubuh asli dari istri kecilnya dimasa lalu.


Seharusnya setelah Ia menjelma menjadi makhluk fana ini dia juga mecari tahu mengenai keadaan tubuh istri kecilnya.


Dan tidak hanya berfokus mengawasi pertumbuhan dari jiwa Xi Lilian saja. memikirkan mengenai hal itu Mo Fei Tian memandang Xi Lilian dengan wajah yang sendu dan juga bersalah.


"Itu tidak ada hubungannya dengan mu A Tian, jangan pernah merasa bersalah seperti itu. karena selama ini kau juga sudah banyak melakukan hal-hal yang lebih berarti untukku. jika dibandingkan dengan masalah yang dialami oleh tubuhku ini itu bahkan bukan masalah yang berarti untuk istrimu ini. Kau tahu itu A Tian," kata Xi Lilian melalui telepati pada sang suami.


"Kau memanglah gadis kecil ku yang tangguh, aku beruntung bisa memilikimu Lian'er." kata Mo Fei Tian dalam benaknya.


Sedangkan Xi Lilian yang mendengarnya menjadi tersipu dan menyembunyikan wajahnya dalam pelukan suaminya Mo Fei Tian.


Sedangkan pada saat itu Xi Yu Nian mengedarkan pandangannya pada semua keluarganya yang berada di sana.


Ia menatap kedua orang tuanya dan kedua kakak laki-laki nya beserta iparnya dan terakhir pandangan nya tertuju pada keponakannya Xin Mu Ren.


Ia kemudian mengucapakan permintaan maaf nya dan juga rasa terima kasihnya selama ini kepada keluarganya itu.


Yang selalu menyayanginya dan kedua darah dagingnya. Dan saling bercengrama dengan kedua orang tuanya dan kedua kakak laki-laki nya beserta kedua iparnya yang sama-sama peduli dan menyayangi Xi Yu Nian.


Disana Xi Yu Nian dapat mencurahkan segala keluhannya dan juga kesedihannya selama ini kepada orang-orang terkasihnya.


Selain itu Xi Yu Nian juga menceritakan mengenai beberapa kebenaran dari Kejadian di masa lalu. Yang mana hal itu sana sekali tidak pernah terduga oleh mereka semua sebelumnya.

__ADS_1


Terkecuali Xi Lilian, Karena Xi Lilian telah mengetahui semua kebusukan orang-orang yang selalu menyiksanya dahulu.


Karena Xi Lilian telah membaca pikiran dan juga kata hati dari para musuhnya.


Namun Xi Lilian tak pernah menyalahgunakan kemampuannya tersebut kepada semua orang.


Karena Xi Lilian tidak ingin mengetahui privasi setiap orang. Xi Lilian masih menghargai orang lain yang tak pernah menyinggungnya.


“Bunda tenang saja, serahkan semua masalah itu padaku, dan akan aku pastikan jika mereka akan menerima ganjarannya dari setiap apa yang mereka tanam,” kata Xi Lilian dengan sangat yakin.


Dan di tambah lagi oleh sosok yang sedari tadi mendampingi Xi Lilian semenjak kedatangannya.


“Ibu mertua juga bisa mengandalkan ku untuk membatu dan juga melindungi Lian'er dari masalah apapun,” kata Mo Fei Tian tanpa ada keraguan sedikitpun.


Jiwa Xi Yu Nian yang mendengarkan ucapan putrinya menjadi sangat bahagia, karena putrinya ternyata tidak membencinya namun justru sangat peduli dan juga sayang terhadap dirinya.


Dan jiwa Xi Yu Nian juga merasa sangat terharu ketika mendengar perkataan Sang Kaisar Dewa, apalagi Ia terlihat sangat mencintai dan menyayangi Putri kecilnya itu.


Kini Xi Yu Nian benar-benar lega dan sangat bahagia karena Putrinya telah menemukan takdirnya, yang selalu menjaga dan mencintainya.


Dan harapannya mengenai pasangan yang terbaik untuk putrinya telah terkabulkan.


Kini Ia bisa benar-benar tenang ketika kembali ke alam roh dan menjalani semuanya tanpa ada keluhan apapun lagi.


“Bunda percaya dengan kalian anak-anak bunda, hanya satu pesan bunda untuk kalian berdua bunda ingin agar kalian akan selalu menjaga dan juga menyayangi satu sama lain. Itu sudah cukup untuk membuat bunda kalian ini sangat bahagia,” kata jiwa Xi Yu Nian penuh dengan harapan.


“Dan untuk Yang Mulia Kaisar Dewa Pengendali Takdir dan Karma, hamba...”


Ucapan jiwa Xi Yu Nian terpotong dengan suara yang terdengar sangat agung dari hadapannya.


“Yang Mulia yang mana, yang Ibu mertua maksud? Disini hanya ada aku orang yang mencintai dan suami dari putrimu, kenapa harus menggunakan kata yang begitu sungkan seperti itu? Lagi pula aku juga bukanlah orang yang gila hormat. Maka untuk itu, Ibu mertua cukup memanggilku menantu atau nama saja juga boleh dan justru itu lebih baik, jika tidak maka putrimu yang cantik ini akan sangat marah terhadap diriku selama sisa hidupku. Kalau sampai itu terjadi bagaimana aku bisa menjalani kehidupan ku ini dengan nyaman. Aku tidak ingin hidup dalam penantian lagi. Karena sudah cukup bagiku menuggu Lian'er ku kembali kesisi ku setelah sekian lamanya,”kata Mo Fei Tian yang agung itu dengan nada merajuk bagai anak kecil yang menginginkan permen namun tidak diberi.


Yang mengakibatkan semua orang yang ada disana saking sulitnya untuk menahan tawa ketika menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, seorang yang selama ini dikenal sangat dingin dan Agung itu merengek seperti balita ingin minta permen.


Sedangkan jiwa Xi Yu Nian justru sangat tercengang akan apa yang terjadi barusan. Karena gara-gara putrinya seorang Kaisar Dewa yang Agung menjadi bersikap manis dan juga manja seperti itu terhadap dirinya.


Bahkan dirinya sangat terkejut dan seakan tak percaya jika dia tidak menyaksikannya dengan mata kepalanya sendiri.


Namun berbeda dengan Xi Lilian yang kini justru tersenyum dengan sangat lebar sehingga seluruh kesedihannya hilang begitu saja, ketika mendengar suaminya bersikap demikian terhadap ibunya.

__ADS_1


Karena bagaimanapun tinggi kedudukan Xi Lilian dan juga Mo Fei Tian, merek juga tetap akan selalu menghormati dan menghargai orang tua dan juga orang-orang yang memang pantas untuk dihargai.


__ADS_2