Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 220


__ADS_3

Namun entah bagaimana caranya Dia bisa menggagalkan setiap langkah mereka yang ingin menggagalkan aksi kedua Xia bersaudara itu, dan membunuh kedua generasi muda dari keluarga Xia itu di saat yang bersamaan.


"Kurang ajar, bagaimana ini bisa terjadi? Jelas-jelas saat ini aku bisa melihatnya sedang melawan Pemimpin dan yang lainnya, tapi mengapa di detik berikutnya dia bahkan bisa menghalangi setiap upaya ku untuk membunuh pemuda Xia ini. Benar-benar tidak masuk akal!" teriak salah seorang pembunuh bayaran yang berbadan sangat besar. karena saking frustasinya akibat serangan mendadak yang didapatkan dari Pangeran Wang Yun Yi, yang lagi-lagi telah menggagalkannya untuk menyerang kedua saudara Xia.


"Ya kau benar, bahkan dia juga melakukan hal yang sama terhadap ku barusan. Padahal kita semua dapat melihat dengan jelas bahwa anak itu sedari tadi terkepung disana. Ini terjadi seolah ada dua sosok yang sama persis dengan dirinya. Yang selalu mengecoh dan menggagalkan semua upaya kita untuk membunuh mereka," seru pembunuh bayaran yang lainnya.


"Ini benar-benar tidak masuk akal, Bagaimana dia bisa melakukan semua ini? Apakah dia bisa membelah dirinya begitu saja? Jika benar begitu maka pantas jika selama ini dirinya menyandang sebuah julukan sebagai Dewa Perang yang selalu berhasil membasmi musuh dalam sekali waktu. Bahkan dengan kekuatan kita semua yang hampir setara dengannya saja seolah sedang menggoda dan mempermainkan kita semua selayaknya anak balita yang meminta bola. Sungguh memalukan," keluh salah seorang pembunuh bayaran yang lainnya.


"Huuhh.... Namun Meski begitu, kita tetap tidak bisa tinggal diam begitu saja. Sebaiknya kita segera temukan cara agar kita dapat menyelesaikan misi ini dan membawa kembali plakat khusus dari Pasukan keluarga Xia itu. Jika tidak, itu sama saja dengan kita akan menyia-nyaiakan pengorbanan seluruh rekan kita yang terbunuh di misi kali ini. Dan selain itu juga, jika kita kembali begitu saja tanpa hasil. Entah apalagi yang akan Wanita busuk kesayangan Tuan itu lakukan pada kita dan juga keluarga kita semua. Andai saja Keluarga ku tidak berada di tangan mereka. Sudah sejak lama aku akan pergi dan meninggalkan organisasi terkutuk ini, meski dengan resiko kehilangan nyawa sekalipun. Itu akan lebih baik jika bisa ditukar dengan kehidupan damai seluruh keluarga ku," desah pembunuh bayaran yang berbadan besar itu, karena merasa sangat tertekan.


"Ya apa yang kau katakan memang benar. Semenjak Tuan kita mengenal Wanita iblis itu, Tuan benar-benar telah berubah total. Dan bahkan dengan mengetahui ambisi wanita itu yang begitu besar, Bahkan Tuan dengan segenap jiwa melakukan segala hal buruk dan merugikan banyak pihak hanya untuk menyenangkan wanita terkutuk itu. Terlebih lagi sikapnya terhadap kita semua juga sangat berubah. Bahkan putri ku, keluarga ku satu-satunya yang tersisa saat ini juga telah dijadikan bahan mainan putra mereka yang bejat itu," geram sesosok pembunuh lain yang baru saja muncul dengan perasaan penuh amarah, sedih serta banjir keluhan yang dirinya tanggung.


Namun dirinya tidak memiliki jalan keluar lain untuk menyelamatkan putrinya selain menuruti semua keinginan mereka. Agar dirinya tidak menambah penderitaan sang putri semata wayangnya menjadi jauh lebih buruk lagi, jika dirinya sengaja melakukan perlawanan.


Beberapa orang pembunuh bayaran itu yang mendengarkan segala keluhan dari rekan mereka itu membuat mereka semua mengingat kembali luka dan juga derita yang mereka dan keluarga mereka tanggung selama ini.


Dan semua itu juga merupakan ulah dari Sang Permaisuri Kekaisaran Li dan juga Putranya yang sangat kejam melebihi sesosok iblis sekalipun.


"Sudahlah, lebih baik kita selesaikan semua ini terlebih dahulu, baru kita bisa bicarakan masalah yang lainnya. Lagi pula tidak hanya kalian saja yang mengalami semua hal yang tragis itu, bahkan kalian semua tahu, jika kita semua memiliki nasib yang sama," salah satu orang menengahi.


Begitu mereka semua berhenti mengeluh merekapun segera mengamati bagaimana dengan keadaan saat ini.


Akhirnya mereka dapat melihat jika orang yang terkena ilusi mantra yang dimainkan oleh Xia Ye Mochen telah habis terbunuh dan saat ini bahkan mereka berdua mencoba yang terbaik untuk menangani dari serangan- serangan yang diluncurkanoleh rekan mereka yang tadi nya melawan Pangeran Mahkota Wang Yun Yi.


Mereka pun menyadari jika kedua kakak beradik dari keluarga Xia itu, bahwa ternyata saat ini telah mengalami penurunan stamina dan juga kekuatan.


Akibat seluruh kekuatan spiritual hampir terkuras habis akibat menggunakan senjata dan juga kekuatan tersembunyi mereka, yang memang memerlukan energi spiritual yang lebih besar untuk bisa menggunakannya secara maksimal.


Namun ketika mereka menayaksikan bagaimana keadaan Sang Pangeran Mahkota Wang Yun Yi mereka benar-benar tercengang. Karena keadaannya masih baik-baik saja. Dan bahkan tanpa sedikitpun cidera yang berarti sama sekali. Sehingga keadaan itu sangat mengejutkan mereka semua.


Hingga akhirnya mereka pun memutuskan untuk segera membantu rekan mereka untuk menghabisi semua targetnya misi mereka saat ini.


Namun belum sempat mereka melakukan tindakan sama sekali ketujuh orang yang kini masih berdiri menyaksikan pertempuran antara kesepuluh rekannya dengan ketiga target misi mereka.

__ADS_1


Tiba-tiba saja mereka telah dihadang oleh seorang pria tampan dan juga seekor Serigala spiritual yang tampak begitu garang dan ganas ketika menatap kearah tujuh kawanan pembunh bayaran itu.


Menyadari siapa sosok yang kini tengah mengjalangi jalan mereka, ke tujuh pembunuh bayaran itu justru menyeringai kejam.


Apalagi ketika menatap Sang Serigala Bulan, Pandangan mereka pun tampak sangat berbinar dan juga timbul niat untuk menguasai dan mengendalikan binatang spiritual yang sangat menarik dan kuat itu.


Bahkan saat ini tatapan mereka telah dikuasai oleh keserakahan untuk dapat mengontrak Serigala Bulan itu sebagai pelayan mereka.


"Oh ho ho.... hei kawan coba lihat siapa sosok yang telah begitu berani menghadang jalan kita saat ini? Bukankah ini suatu hal yang cukup mengejutkan jika Pangeran Kedua Wang Xue Min ini dengam suka rela untuk datang mengantarkan nyawa nya sendiri pada kita," seorang pembunuh yang berbadan besar itu mencemooh, dan melayangkan pandangan menghina dan penuh ejekan.


"Kalau begitu tunggu apa lagi? Lebih baik kita segera menghabisinya sekarang juga dan..." belum sempat ucapan salah seorang pembunuh itu selesai.


Tiba-tiba saja terdengar lolongan seekor Serigala spiritual yang begitu mengagumkan yang sempat mereka lihat tadi ketika sedang bertempur melawan sosok pemuda yang saat ini tengah berada dihadapan mereka.


"Wah ternyata Serigala ini cukup menarik juga. Sepertinya akan sangat baik jika aku bisa mendapatkannya. Meskipun aku tidak tahu dengan jelas Serigala spiritual jenis apa dia, tapi sepertinya dia cukup kuat dan cocok untuk tunggangan ku di masa depan," kata pembunuh bayaran yang berbadan besar itu lagi. Ketika dirinya melihat kedatangan Sang Serigala Bulan.


"Dasar kalian para manusia rendahan yang sangat menjijikkan. Jangan pernah berani kalian berpikir untuk bisa memiliki rekan ku. Atau kalian akan segera mendapatkan sesuatu hal yang tidak akan pernah kalian duga sebelumnya. Selain itu karena kalian sudah sangat sering berbuat jahat dan terlebih lagi kalian juga selalu mengincar nyawa kami selama ini. Sepertinya kalian harus segera merasakan akibatmya sekarang juga," tekan Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min dengan sangat dingin dan juga sorot matanya semakin menggelap dan suasana menjafi lebih mencekam bagaikan langit yang tiba-tiba saja mendung dan menurunkan hujan badai.


"Hei, Pangeran apa yang kau sombongkan, dengan kekuatan mu yang sekarang ini. Kau bahkan masih bisa sombong di hadapan kami bertujuh yang bahkan kekuatan kami semua berda di tingat diatas kekuatan mu. Bahkan jika kau bisa menghadapi salah satu dari kami. Tapi akan berbeda hasilnya jika kami semua melawan mu secara bersamaan. Maka kau tahu sendiri apa artinya itu? Hanya kematian mu yang sudah dapat dipastikan. Ahahahha......" ucap salah seorang pembunuh bayaran itu dengan sesumbar dan disertai gelak tawa dari keenamp rekan pembunuh yang berhadapan dengan Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min.


Bahkan tampat tidak ada gejolak apapun yang ditampilkan oleh Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min. Jangankan wajah ketakutan atau panik yang mereka harapkan untuk dapat mereka saksikan pun tidak pernah ada sedikitpun.


Dan itu srmua benar-benar membuat para prmbunuh bayaran itu merasa sangat geram dan juga diremehkan.


"Jelas-jelas bahwa kekuatab kami semua betada diatasnya. Namun kenapa dia masih bisa bersikap begitu tanang dan tidak bereaksi sama sekali.Benar-benar tidak bisa dibiarkan," gumam salah seorang pembunuh bayaran dalam benaknya.


Yang merasa sama herannya dengan kawan mereka yang lainnya dengan reaksi yang ditunjukan oleh Wang Xue Min.


"Huuhhh... Baiklah kawan-kawan lebuh baik kita semua segera habisi dia. Dan dengan begitu kita juga bisa mendapatkan binatang kontraktual nya itu," seru pembunuh bayaran yang betbadan besar itu dengan tatapan membunuh terpancar begutu menusuk.


Segera setelah itu, pertarunganpun tak terelakan lagi. Bahkan saat ini ketujuh pembunuh bayaran itu segeta bergerak untuk meringkus Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min sexara bersamaan.


Namun meski begitu Pangeran Kedua Wang Xue Min tidak merasa takut sama sekali. Bahkan dirinya terlihat sangat menantikan perlawanan dari ketujuh pembunuh bayaran itu.

__ADS_1


Di sisi lain, kini keadaan kedua generasi muda dari keluarga Xia itu benar-benar telah terpojok oleh serangan dari ang merwka dapatkan dari para pembunuh bayaran yang saat ini mereka hadapi.


Dan tentu saja semua itu tak lepas dari perhatian kedua kakak beradik bermarga Wang yang kini juga tengah menghadapu serangan dari beberapa musuh sekaligus.


"Baoxiang, tolong bantu aku untuk melindungi kedua sepupu ku, Jangan biarkan mereka mengalami cidera serius akibat para cecunguk itu," ucap Sang Pangeran Kedua Wang Xue Min pada Sang Serigala Bulan melalui transmisi suara.


Mendengar ucapan sang sahabat sekaligus majikan barunya itu Sang Serigala Bulan pun segera begegas untuk melindungi kedua saudara Xia itu, tanpa banyak kata.


Dirinya bahkan merasa sangat antusias dengan pengaturan majikannya itu. Karena menurutnya saat ini dirinya bisa melampiaskan segala kekesalan dan juga kemarahannya selama ini terhadap para manusia yang serakah dan ambisius sepeti orang-orang itu.


Sehingga saat ini Xia Ning Shui yang telah terluka dan juga kehabisan tenaga spiritual nya tiba-tiba saja mwrasa sangat tetkejut dengan kemunculan Sang Serigala Bulan yang memdadak telah betada di hadapannya.


Namun yang membuatnya lebih tetkejut lagi adalah, Serigala Bulan itu bahkan tidak mengincarnya dan justru membantunya menghalau semya serangan yang diluncurkan oleh salah seorang pembunuh bayaran yang saat ini tengah berhadapan denagnnya.


Di tengah keterkejutan Xia Ning Shui yang saat ini merasa sangat terbunuh oleh kehadiran Sang Serigala Bulan. Diapun segera menenangkan dirinya. Serta segera mengeluarkan pil pemulihan untuk sefwra mengembalikan staminanya dan juga menyembuhkan luka luarnya.


Setelah itu Xia Ning Shui juga segera tersada jika saat ini pembunuh bayaran yang baru saja menjadi lawannya itu kini telah berhasil ditumbangkan oleh Sang Serigala Bulan dengan begitu mudahnya.


Bahkan saat ini tampak, jika Sang Serigala Bulan itu juga tengah membantu Gege nya Xia Ye Mochen untuk menghentikan serangan mematikan dari pembunuh bayaran yang hampir saja mengenai Gege nya.


Sehingga beruntung Xia Ye Mochen masih bisa tetap hidup meski dengan keadaan yng penuh luka luar maupun luka dalam. Yang dirinya terima dari serangan para pembunuh bayaran itu dan juga akibat dirinya yang tadi telah memaksakan diri untuk menggunakan seluruh kekuatan spiritualnya untuk melakukan serangan jiwa, menggunakan mantra ilusi.


Yang mana hal itu benar-benar telah mengeringkan lautan spiritualnya. Yang mengakibatkan dirinya berakhir dengan cidera yang cukup serius dan juga kehilangan banyak darah yang membuatnya hampir tak sadarkan diri.


"Gege....!" seru Xia Ning Shui yang seketika terus berlari untuk menghampiri sang gege yang kini Gege nya itu hampir terjatuh.


"Xia Ye Mochen yang bisa mendengar seruan dari Sang adik yang tampak behitu menghawatirkannya itu pun hanya bisa bertahan dan memandangny dengan senyum yang begitu tampak dia paksakan demi menenangkan hati sang adik. Sekaligus menyiratkan bahwa dirinya tidak apa-apa.


Namun betapapun usaha yang dilakukan oleh Xia Ye Mochen untuk menenangkan Sang adiknya. Semakin itu juga yang membuat Xia Ning Shui yang saat ini telah berada disisi Sang Gege dan membantu menopangnya menjadi semakin sedih dan juga tertekan, ketika menyaksikan bagaimana kondisi Gege nya itu yang berusaha menutupi semuanya dari dirinya.


"Jangan sedih Shui'er, Gege baik-baik saja. Jadi meimei tidak usah khawatir," ucap Xia Ye Mochen dengan susah payah.


"Tidak, Gege bertahanlah. Dan gerera serap pil ini," pinta Xia Ning Shui yang kini tengah menyuapi Sang Gege dengan pil pemulih qi sepeti yang telah dirinya serap sebelumnya.

__ADS_1


Xia Ye Mochen pun tidak menolak apa yang telah meimei nya itu berikan padanya. Setelah itu pun Xia Ye Mochen segara melalukan penyerapan pil itu.


__ADS_2