
Sedangkan Sang Kaisar Huo Yu Yuan saat ini benar-benar merasa ironi dengan apa yang tengah terjadi saat ini.
"Hahaha.... Wanita itu berani bermain di belakang Zhen demi seorang keturunan selir seperti dirimu Adik ku tercinta, bahkan untuk waktu yang begitu lama. Namun apa? Kenyataannya saat ini dirinya bahkan bermain dibelakang mu dengan para manusia rendahan itu di dalam sel tahanan yang begitu kumuh. Dan saat ini Zhen sangat yakin bahwa kau Adik yang paling Zhen jaga dan juga percayai selama ini, kini tengah merasakan betapa pedihnya siksaan dari kutukan sumpah dari kontrak jodoh kultivasi yang kalian miliki itu. Bukankah ini juga cukup adil untuk mu, yang sudah berani memperdaya dan juga mengkhianati kepercayaan Zhen? Ahhhh..... tidak, Zhen rasa ini belum ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang telah kalian perbuat selama ini. Jadi Zhen pikir, mengapa tidak membiarkan kalian untuk saling menyiksa satu sama lain terlebih dahulu baru kemudian Zhen lah yang akan menentukan akhir dari segalanya untuk kalian. Zhen rasa ini cukup adil. Dan Zhen juga tidak akan menjadi orang yang begitu kejam terhadap kalian pasangan yang tak tahu malu dan sangat legendaris ini," gumam Sang Kaisar Huo Yu Yuan dengan pandangan yang sangat tajam pada kedua belah giok pasangan itu.
Meninggalkan sisi Kaisar Huo Yu Yuan yang tengah dilanda ketegangan dengan kedua adik dan mantan Permaisuri nya. Kini di sisi Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi yang sedari tadi keluar dari Aula Perjamuan bergegas menuju halaman gedung tahanan di dalam Kementerian Pengadilan Negeri Wuxi bersama gerombolan wanita yang menginginkan keadilan ditegakkan bagi mereka semua.
Dan saat ini dihadapan mereka telah ada beberapa pria dari usia remaja hingga paruh baya berdiri dan di ikat di tiang yang sengaja dibuat untuk memberikan hukuman bagi mereka.
Ini semua sengaja Sang Pangeran Kedua lakukan untuk memberikan jaminan pada para wanita yang ingin menuntut balas pada orang-orang yang telah melecehkan dan juga merampas kehormatan mereka semua.
Dan agar para wanita biasa itu bisa memberikan hukuman pada para orang-orang itu secara pribadi tanpa adanya perlawanan dari pihak lain.
Tak hanya itu, Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi juga menyiagakan banyak petugas keamanan untuk melindungi kawasan itu.
Agar tidak akan pernah ada hal yang tidak diinginkan terjadi. Khususnya bagi para wanita yang kini tengah meminta keadilan.
"Baiklah bagi para Nyonya dan Nona Muda yang ada disini, Benwang telah membawa seluruh orang yang namanya tertulis dalam daftar yang kalian serahkan sebelumnya pada petugas kami. Dan dengan demikian Benwang akan mewakili Yang Mulia Kaisar untuk menyatakan bahwa kalian semua di izinkan untuk melakukan apapun terhadap mereka, Dengan catatan tidak boleh sampai membunuh mereka, Karena mereka semua masih harus di adili dengan kasus lain yang juga melibatkan mereka semua. Benwang harap kalian Nyonya dan Nona Muda semuanya dapat mengerti," ucap Sang Pangeran Huo Juan Zi dengan penuh wibawa.
Semua wanita yang mendengar instruksi dari Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi, mereka terpaksa harus menyetujuinya. Bahkan Feng Nana yang kini berpenampilan sebagai orang biasa yang sedari awal telah memimpin para wanita itu pun menyetujuinya.
"Terima kasih, kepada Yang Mulia Kaisar atas kebijaksanaan Yang Mulia," ucap Feng Nana yang mewakili para wanita yang bersama dengan dirinya saat ini.
Dengan pengaturan yang dibacakan oleh Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi Feng Nana juga lebih puas. Karena bagaimanapun, Feng Nana tidak ingin memberikan kematian yang begitu mudah bagi orang-orang yang telah merenggut kesucian dan juga nyawa sang adik kesayangannya.
Bahkan sedari awal Feng Nana juga telah menyiapkan cara khusus untuk membuat semua predator yang berada dihadapannya saat ini merasakan bagaimana rasanya penderitaan hingga orang itu sendiri menginginkan kematiannya sendiri agar segera terbebas dari penderitaan yang mereka alami.
"Dan Nona ini juga ucapan terima kasih kepada Yang Mulia Pangeran Kedua atas yang telah bersedia membawa kami untuk menuntaskan hajat kami semua. Jadi Nona ini mewakili teman-teman semua dan khususnya Adik tercinta saya yang telah menjadi korban kebuasan mereka semua hingga menjumpai ajalnya.Tentu saja saya akan sangat senang jika mereka tidak langsung mati begitu saja tanpa merasakan penderitaan yang para wanita ini alami untuk seumur hidupnya akibat ulah mereka semua yang tidak beradab. Mohon Yang Mulia Pangeran Kedua bersedia menjadi perantara bagi kami untuk menyampaikan rasa terima kasih kami semua kepada Yang Mulia Kaisar yang adil dan bijaksana." ucap Feng Nana dengan lantang dan percaya diri. Selain itu dirinya juga tidak tampak sedikitpun takut atau rendah diri dihadapan Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi.
Yang mana hal itu justru menimbulkan kesan dan minat Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi pada Feng Nana tanpa Ia sadari.
__ADS_1
"Em.... Tentu, Benwang pasti akan menyampaikannya," pecah Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi setelah sadar dari pesona Feng Nana yang membelenggu dirinya sesaat yang lalu.
Sedangkan Feng Nana yang memang tidak memiliki pemikiran apapun mengenai Sang Pangeran Kedua Huo Juan Zi. Ia bahkan hanya menanggapinya secara singkat.
"Terima Kasih Pangeran," balas Feng Nana sambil menganggukkan kepalanya.
Dan mulai dari itu Feng Nana pun segera memimpin para wanita yang berada di sana untuk segera menangani para pria predator itu. Dan tak lupa Ia juga melancarkan aksinya pada setiap orang yang telah menyiksa adiknya hingga meninggal dunia.
Feng Nana segera mengeluarkan cambuknya yang telah dia olesi dengan racun halusinasi dan juga obat yang dapat membuat luka seseorang tidak akan mengalami kesembuhan. Melainkan akan membuat orang yang terluka dan terkena obat ini akan mengalami pengikisan kulit dan terjadi pembusukan secara perlahan. Dan tentunya dengan begitu rasa sakit dan juga penderitaan yang akan ditimbulkan akan jauh lebih terasa dan sangat menyiksa orang-orang yang akan menjadi incarannya kali ini.
Meskipun Feng Nana merasa cara penyiksaan ini belum cukup mengobati rasa sakit hatinya dan menebus dosa mereka terhadap adik perempuannya. Namun setidaknya dengan demikian bisa membuat orang-orang itu akan mengalami apa yang dinamakan dihantui oleh rasa bersalah mereka pada semua gadis yang telah mereka permainkan selama ini. Ditambah lagi dengan luka yang ditimbulkan oleh cambuknya nanti pasti akan membuat mereka lebih sengsara dalam waktu yang sangat lama. Bahkan sampai akhir hidup mereka semua.
Setelah itu Feng Nana bersama yang lainnya segera melakukan aksi mereka terhadap orang-orang yang telah membuat kehidupan mereka menjadi gelap selama ini.
Mereka segera mengeluarkan dan menggunakan senjata mereka masing-masing untuk melampiaskan segala dendam mereka pada para pria bajingan itu.
Karena kebanyakan dari mereka adalah orang biasa dan tanpa kultivasi sehingga mereka semua rata-rata menggunakan belati pedang dan benda tajam lainnya untuk membuat luka pada orang yang telah melecehkan mereka.
"Rasakan pembalasan dari ku ini bajingan! Bukankah mulut bau mu ini yang kau gunakan untuk berkata kasar dan juga melecehkan ku kala itu, maka rasakan ini," ucap seorang wanita muda yang tampak sangat menawan dan langsung memotong bibir laki-laki yang berada dihadapannya itu dengan belati yang berada di tangannya saat ini.
Bahkan tanpa menunggu pria yang ada dihadapannya bereaksi. Namun kini sepasang bibir atas dan bawah telah jatuh ke tanah. Dengan di iringi teriakan kesakitan dari orang yang kini bibirnya telah terpotong.
"Aaarrrggghhhhh....," suara teriakan orang itu yang kini merasa sangat kesakitan akibat telah kehilangan bibir nya. Dan saat ini dirinya bahkan merasa sangat ketakutan saat pria itu menyaksikan keganasan dalam sorot mata wanita yang ada di hadapannya saat ini
Namun betapapun dia berusaha untuk mengelak. Tapi apa daya bahwa seluruh kekuatannya telah dimusnahkan dan dia juga terikat kuat dengan sebuah tali khusus yang memiliki kesadaran sendiri, dan akan semakin membelitnya dengan kuat setiap targetnya berusaha memberontak dan meloloskan diri.
Tidak menunggu pria itu semakin memberontak lagi, segera wanita itu mengambil langkah selanjutnya untuk melampiaskan semua keluhannya selama ini pada pria menjijikkan dihadapannya saat ini.
"Dan ini bukankah kedua tangan dan sepuluh jari-jari yang kala itu memperlakukan ku seperti hewan. Dan aku rasa saat ini aku juga menginginkannya untuk memberi makan anjing peliharaan ku seperti apa yang kalian lakukan pada anak ku yang baru saja dilahirkan kala itu.
__ADS_1
Dan kemudian wanita itu segera menuju tangan yang terikat di belakang punggung pria yang menjadi target balas dendamnya. setelah itu tanpa pikir panjang lagi dan langsung memotong kesepuluh jari tangannya satu persatu yang membuat pria itu terus menggemakan teriakan kesakitan yang semakin menyiksanya.
Baru setelah kesepuluh jarinya telah terpotong semuanya, lantas wanita itu segera memotong kedua telapak tangannya yang kini telah tiada jari-jarinya itu.
Tidak puas dengan semua itu wanita itu dengan marah menendang dan juga memukul pria yang ada di hadapannya itu dengan gagang belati yang berada di tangannya. Dan baru setelah itu Sang wanita membalikkan tubuh Pria yang kini tengah terkapar dan juga kesakitan itu dengan sekuat tenaganya.
Setelah itu tanpa ragu-ragu sedikitpun wanita itu segera menghunuskan belatinya pada organ vital pria itu yang tepat berada diantara paha kakinya. Yang membuat lelaki itu semakin menjerit dan langsung pingsan. Karena tidak bisa lagi menahan rasa sakit yang sangat menyiksanya.
Barulah setelah itu wanita itu kembali berdiri dengan tegak dan berbalik untuk meninggalkan pria yang telah terkapar tak berdaya itu.
Dan setelah dirinya berbalik, Wanita itu juga dapat menyaksikan bagaimana seluruh rekannya juga melakukan keganasan yang bahkan lebih mengerikan daripada yang telah dirinya lakukan pada setiap target mereka.
Terutama ketika wanita itu menyaksikan bagaimana cara Feng Nana yang kini sedang menangani Sang Tuan Muda Yun palsu itu.
Pada awalnya Feng Nana masih bermain-main dengan Tuan Muda Yun itu, dengan cara mengayunkan cambuknya di sekitarnya, dan dengan kekuatan yang dikerahkan oleh Feng Nana baru setengah dari kekuatan aslinya.
Namun hal itu sudah cukup dan bahkan membuat Sang mantan tuan muda yang congkak itu meringkuk ketakutan hingga dia tak bisa menahan untuk buang air kecil di celananya.
Sedangkan Feng Nana yang menyaksikan hal tersebut semakin memacunya untuk mulai bertindak lebih pada Pria itu.
Dan kini Feng Nana mulai mengarahkan mata cambuknya pada pemuda yang selama ini menjadi biang kerok dan sumber petaka bagi kaum wanita di Kekaisaran Wuxi ini.
Dengan segera cambuk Feng Nana tepat sasaran dan melilit dan membelit tubuh Tuan Muda Yun itu dan mengayunkannya hingga terpental cukup jauh dari tempat awalnya terbaring.
Tidak membuang waktu dan memberikan waktu bagi pria bajingan itu bernafas kini Feng Nana segera mengarahkan cambuknya kembali pada pria itu dan seketika mengenai pergelangan kaki kanannya dan kemudian menariknya dengan tenaga yang cukup kuat yang membuat tulang dan tendon pada kaki kanannya itu benar-benar patah dan bahkan hancur.
Feng Nana mengulanginya lagi pada kaki yang satunya lagi dan kedua tangannya. hingga kini Pemuda yang selama ini gemar berkelana mencari kepuasan dan kenikmatan dari gadis gadis polos itu segera menjadi seorang yang cacat untuk seumur hidupnya.
Dan itu membuat pemuda itu benar-benar merasa ngeri dan putus asa. Sehingga dirinya berharap untuk segera menemui kematian.
__ADS_1
"Aahhh....Aaargggghhh.....! lebih baik kalau bunuh aku sekarang dari pada kau terus menyiksa ku seperti ini ******," teriak Sang mantan Tuan Muda yang congkak itu.
Sedangkan Feng Nana yang mendengarnya justru tertawa sinis.