
Sehingga Kasim Shan terpaksa harus mengurungkan niatnya untuk menghadang mereka semua. Dan membiarkan mereka masuk ke Istana Permaisuri ini.
Sedangkan di sisi Permaisuri, kini dirinya mengerti akan satu hal. Yah Permaisuri yang hanya melihat satu orang saja sedari tadi Ia bisa memahami semuanya.
Alasan mengapa Sang Kaisar sampai bisa menurunkan Dekrit perintah penyelidikan ini.
Ini semua bisa terjadi pasti disebabkan oleh orang itu.
Sehingga dirinya sedari awal hanya memandang kearahnya dengan tatapan sinis dan juga memiliki niat untuk segera menghabisi nya.
"Oh ternyata kau penyebabnya, lihat saja bagaimana aku akan membereskan
mu nanti, dasar anak selir rendahan yang tak berguna," gumam Permaisuri Xiao sambil mengepalkan tinjunya erat-erat dibalik lengan hanfunya.
"Salam kepada Yang Mulia Permaisuri," sapa Pangeran Kedua Hou Juan Zi dengan datar dan juga dingin.
Yang diikuti juga oleh Kasim Bao dan yang lainnya untuk memberikan salam pada sang Permaisuri.
Meskipun kedatangan mereka ketempat ini adalah untuk melakukan penyelidikan, Namun mereka semua harus tetap melakukan tata krama ketika di dalam istana.
Karena walau bagaimanapun saat ini Sang Permaisuri masihlah seorang keluarga Kekaisaran sebelum mendapat putusan dari hakim dan juga pengesahan dari kaisar jika Sang Permaisuri telah bersalah.
"Ya, bangkitlah Pangeran dan kalian semua," balas Sang Permaisuri sinis.
Kasim Bao dan orang-orang yang mengikutinya yang sedari awal telah menyaksikan pandangan tajam dan tersirat kebencian yang begitu besar dari seorang Ibu seluruh Negeri Wuxi itu.
Dan mereka semua bisa menyimpulkan apa yang ada dalam benak Sang Permaisuri saat ini.
Karena telah menjadi rahasia umum, jika selama ini Sang Permaisuri tidaklah akur dengan Selir Agung kesayangan Kaisar.
Begitu juga sikap permaisuri terhadap seluruh Putra dan Putri Kaisar yang bukan merupakan darah dagingnya sendiri.
Meskipun dipermukaan, Sang Permaisuri Kaisar selalu tampak lembut dan perhatian pada setiap Pangeran dan Putri Kekaisaran namun sesungguhnya Ia hanya akan peduli dan mengutamakan Putra semata wayangnya Hou Lin Jin, Sang Pangeran Mahkota saat ini.
"Ada kepentingan apa yang membuat kalian semua mengunjungi kediaman Permaisuri yang agung ini di tengah hari seperti ini?"
tanya Permaisuri Xiao pura-pura tidak tahu.
Karena sebenarnya saat ini Sang Permaisuri sedang mengulur waktu dan berusaha untuk memikirkan jalan keluar, agar Ia bisa lolos dari proses pengadilan.
Saat ini ketika Sang Kasim kepercayaan Kaisar yakni Kasim Bao mendapati situasi yang seperti ini, kemudian Ia bisa mengerti mengapa selama ini pangeran kedua Hou Juan Zi yang saat ini tengah menjadi obyek pandangan Permaisuri Kaisar selalu bersikap tertutup, dan juga selalu waspada terhadap lingkungan sekitarnya dan juga orang-orang yang Pangeran Kedua itu sayangi.
Karena Ia tau bahwa hidup di dalam Istana Kekaisaran itu sama saja hidup dipinggir tebing yang menjorok ke jurang yang curam.
Yang bisa mengancam nyawa kapan saja.
Apalagi Pangeran Kedua sendiri tau bahwa dia memiliki musuh yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari pada dirinya.
__ADS_1
"Maafkan kami Yang Mulia Permaisuri Kaisar yang Agung. Mentri ini berkunjung hanya untuk menjalankan tugas yang semestinya menjadi tanggung jawab kami. Kami harap Yang Mulia Permaisuri berkenan untuk melakukan kerjasama yang baik." kata Pangeran Kedua secara tersirat.
Sedangkan Sang Permaisuri yang telah mendengar jawaban dari Pangeran Hou Juan Zi benar-benar geram.
"Oh begitu kah, caramu menjawab pertanyaan dari orang tua resmi mu? apakah Ibu mu yang Selir Kehormatan itu tidak pernah mengajarimu tata krama? ataukah memang dia tidak tahu tata rama sehingga mendidik seorang anak saja tidak becus," sindir Permaisuri Xiao terhadap Pangeran Kedua Hou Juan Zi.
"Maafkan, aku Yang Mulia karena kedatangan ku kali ini sebagai Mentri yang sedang bertugas jadi tidak etis jika harus melakukan hal-hal seperti ramah-tamah layaknya orang yang dituakan dan juga generasi muda. Aku harap Yang Mulia bisa memahami situasi," jawab Pangeran Kedua telak, yang membuat Permaisuri kehabisan kata-kata.
Permaisuri yang merasa jika dirinya tidak lagi dihormati oleh Pangeran Kedua menjadi semakin marah, sehingga tatapannya menjadi semakin tajam.
"Baiklah, silakan bagi Tuan Mentri untuk menjelaskan apa tujuan Anda datang dan mengganggu waktu tidur siang dari Permaisuri ini," tanya Sang Permaisuri sangat ketus dan tidak ramah sama sekali.
Mereka semua yang melihat reaksi dari permaisuri Kaisar yang demikian menjadi ikut geram dan ingin segera menyeret perempuan iblis kejam dihadapan mereka saat ini yang memiliki pangkat Permaisuri Kaisar ini kedalam tahanan bawah tanah dan menyiksanya.
Jika saja mereka tidak mendengarkan perintah Kaisar yang melarang mereka membuat kegaduhan dalam beberapa hari ini.
Mereka tidak akan pernah berbasa-basi seperti ini. Dan akan langsung menyeret penjahat berwajah malaikat ini menuju tahanan Yamen yang ditakuti eh semua orang.
Karena mereka semua seolah tak ada artinya dimata Istri Sang Penguasa Daratan Wuxi ini.
Hingga Sang Kasim Bao sendiri tak pernah memasuki pandangan di mata wanita milik Kaisar Hou Yuan Yu itu.
Sehingga Sang Kasim Bao justru mengingat akan pesan Sang Pangeran Hou Juan Zi tempo hari. Yang mengatakan dirinya harus waspada terhadap sekita dan makanan yang disediakan untuk Yang Mulia Kaisar.
Kini Sang Kasim Bao juga menjadi yakin jika semua dalang dibalik semua kejadian yang menimpa junjungannya itu adalah Sang Permaisuri Kaisar sendiri.
Karena selama ini orang yang sering mengatur pola makan Sang Kaisar adalah Permaisuri Xiao sendiri.
Andaikan tidak, itu pasti akan berakhir sangat buruk dan mungkin saja situasi saat ini akan sangat tak terkendali jika mengingat kelakuan Sang Permaisuri Kaisar yang arogan dan sombong ini.
Namun berkat pil pemberian Pangeran Kedua yang benar-benar bermanfaat dan juga berhasil menyelamatkan Sang Kaisar dari maut yang menggerogoti usia Kaisar setiap detiknya. Membuat Sang Kasim Bao bisa menetralkan sedikit kemarahan yang Ia tahan sampai saat ini .
Karena setelah kepergian Sang Pangeran kedua kala itu setelah menyerahkan kedua pil yang sangat langka itu, Kasim Bao tak membuang waktu lagi untuk menemui Sang Kaisar.
Yang kala itu juga tengah terengah-engah sambil memegang dadanya. Dan juga tampak menahan sakit yang terlalu.
Akhirnya Ia segera mengutus seorang pengawal kepercayaan junjungannya untuk segera membawa tabib kerajaan untuk merawat Sang Kaisar.
Sedangkan Kasim Bao segera kembali dan juga memapah Sang Kaisar menuju ranjang yang memang disediakan di bilik sebelah tempat kerja Kaisar, yang biasa digunakan istirahat oleh Kaisar kala ia letih memeriksa seluruh berkas dan gulungan laporan yang selalu menumpuk di meja kerjanya.
Tepat ketika Kasim Bao telah berhasil membaringkan tubuh Sang Kaisar di ranjang, saat itu juga sang pengawal terlatih yang ia utus telah kembali bersama dengan seorang Tabib Kekaisaran.
Dan segera memasuki ruangan dimana Kaisar berada saat ini.
Sedangkan Kasim Bao yang melihat kedatangan Tabib Kekaisaran itu segera mempersilakannya untuk memeriksa keadaan Sang Kaisar yang tengah kesakitan di bagian dada kirinya.
Bahkan Ia sampai melupakan pil pemberian dari Pangeran Kedua Hou Juan Zi padanya tadi.
__ADS_1
Karena Kasim Bao yang terlalu panik dan juga khawatir akan keadaan Sang Kaisar.
Bahkan Tabib Kekaisaran pun tak berani mengulur waktu lagi. Ia segera bergegas menuju samping ranjang Kaisar Hou Yuan Yu yang sedang pingsan dan segera memeriksa nadinya.
Dan betapa terkejutnya sang tabib ketika Ia menyadari bahwa Sang Kaisar telah keracunan, dan racun itu merupakan racun yang sudah sangat lama berada di dalam tubuh Sang Kaisar Negeri Wuxi ini, karena telah menyerang dan merusak seluruh organ tubuh Sang penguasa ini.
Sebenarnya racun jenis ini akan mudah ditangani ketika belum ada pemacu nya yang mengaktifkan racun yang telah berada didalam tubuh Kaisar.
Namun saat ini racun itu sudah aktif dan juga telah merusak semua organ dalam Sang Kaisar, sehingga akan sangat sulit untuk menanganinya.
Bahkan Sang Tabib Kekaisaran pun saat ini Ia telah terduduk lemas disebelah ranjang.
Karena dia juga ketakutan karena merasa tidak sanggup untuk mengatasi situasi ini.
Sang Kasim Bao dan juga pengawal Kaisar yang saat ini tengah menyaksikan situasi disana dan melihat Sang Tabib yang memiliki reaksi yang berlebihan, mereka segera tahu bahwa penyakit Kaisar saat ini sangatlah serius.
Sehingga Kasim bao langsung menanyakan keadaan Kaisar saat ini kepada Tabib Kekaisaran itu.
Namun hanya mendapat gelengan dari sang tabib.
Setelah beberapa saat akhirnya Sang Tabib Kekaisaran itu bisa mengendalikan diri dan menjadi lebih tenang, meski sebenarnya Ia merasa sangat takut dan juga khawatir.
Tapi dia tetep mengatakan keadaan Kaisar yang sesungguhnya kepada kedua orang kepercayaan Sang Kaisar itu.
"Keadaan Yang Mulia Kaisar saat ini benar-benar diluar kendali saya. Beliau telah diracuni dan dari pemeriksaan yang saya lakukan kemungkinan besar racun itu telah bersarang di dalam tubuh Yang Mulia Kaisar kurang lebih selama 2-3 tahun dan telah dipacu akan sesuatu yang membuat racun itu aktif," kata tabib kekaisaran itu ter jeda.
"Sebenarnya racun ini akan mudah ditangani jika belum mendapatkan pemacu nya. Namun pada umumnya racun ini memang agak sulit dideteksi jika di keadaan normal. Bahkan kebanyakan orang yang terkena racun jenis ini akan tampak sehat dan seperti biasanya. Hanya saja jika kadar racun dalam tubuhnya sudah terlalu banyak itu akan mulai berefek pada kesehatan namun tidak serius. Seperti kelelahan dan mudah mengantuk, atau bahkan membuat orang yang mengidap racun ini akan mengalami kehausan yang tidak normal. Atau dengan kata lain lebih sering minum di bandingan pada keadaan normal,” kata sang tabib menjelaskan.
Lalu menghela napas dalam dalam sebelum mengutarakan bahwa Sang Kaisar sudah tak memiliki harapan jika tidak menemukan penawarnya dalam waktu dua jam.
Karena penawar itu akan ditentukan dengan zat pemacu dari racun itu sendiri. Karena racun itu bisa aktif jika dipacu oleh bahan apapun yang bersifat panas atau menghangatkan tubuh. Yang di campur dengan racun tersebut didalam ramuan atau makanan yang telah dikonsumsi oleh Kaisar.
Kedua orang kepercayaan Kaisar itu kini tengah dilanda kepanikan dan juga terus berpikir bagai mana agar Sang Kaisar dapat segera disembuhkan.
Namun tiba-tiba saja Kasim Bao seakan tercerahkan, karena mengingat pil pemberian Putra kedua Kaisar tadi yang salah satunya dia ketahui adalah pil penawar segala racun tingkat tinggi.
Pada saat Xiu Cheng Li sang pengawal kepercayaan Sang Kaisar hendak pergi untuk mengabarkan keadaan Yang Mulia Kaisar kepada seluruh Keluarga Kekaisaran, tiba-tiba Ia di hentikan oleh Kasim Bao.
“Pengawal Li, kau ingin pergi kemana?” tanya Kasim Bao yang melihat sang pengawal Kaisar itu hendak pergi dengan terburu-buru.
“Salah satu dari kita harus ada yang mengabarkan perihal keadaan Yang Mulia Kaisar kepada seluruh Keluarga Kekaisaran ini. Kasim Bao kau jagalah Yang Mulia Kaisar disini. Aku akan segera kembali,” jawab sang pengawal Li yang terlihat sangat khawatir.
“Tunggu sebentar pengawal Li, kita belum tahu sumber dari racun ini. Tapi aku yakin pelakunya adalah orang dalam. Jadi kita tidak bisa mengambil resiko jika berita ini sampai tersebar. Dan dimanfaatkan oleh orang-orang yang terkait,” kata Kasim Bao yang mencoba melihat situasi bahaya yang mulai mengintai Sang Kaisar.
"Dan kau Tabib, apakah kau benar-benar tidak mengetahuinya atau pun menemukan cara agar Yang Mulia Kaisar bisa lolos dari keadaan ini?” tanya Kasim Bao pada Sang tabib Kekaisaran.” Tanya Kasim Bao.
“Maafkan atas ketidakmampuan saya tuan, saya hanya bisa membuat ramuan pereda sakit dan juga menahan racun ini untuk sementara ini. Tapi tetap harus segera menemukan penawar racunnya. Jika tidak itu....” sang tabib tak berani melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
Meskipun demikian semua orang yang ada disana bisa mengetahui maksud dari kata-kata sang tabib Kekaisaran itu, yang telah pergi meninggalkan tempat itu untuk segera membuat ramuan obat bagi Sang Kaisar dan tidak berhasil dicegah oleh Kasim Bao karena telah terlanjur jauh.
“ Tapi keadaan ini juga sudah terlalu mendesak sehingga kita tidak bisa mengambil keputusan mengenai Yang Mulia Kaisar sendiri. Setidaknya kita harus mengabarkan berita ini kepada Yang Mulia Ibu Suri,” balas Xiu Cheng Li pada Kasim Bao.