
Dan Xi Lilian yang melihat semua itu kini benar-benar menyadari bahwa bukan hanya identitas sang putri yang sangat istimewa dan luar biasa.
Namun memang putinya itu merupakan anak yang sangat spesial. Bahkan di usia yang begitu muda dirinya memiliki tingkat kegeniusan yang sangat tinggi.
“A Tian betapa beruntungnya aku memiliki putri yang sangat menggemaskan ini. Dan kau tahu sayang itu artinya aku adalah ibu yang paling bahagia di seluruh dunia ini karena di usia Ran'er yang baru berjalan dua bulan ini, Ia bahkan sudah dapat berkultivasi. Bahkan saat ini Putri kecil ku ini telah mencapai ranah pemula level menengah, betapa luar biasanya putri kita ini sayang,” kata Xi Lilian yang kemudian memeluk Mo Fei Tian dan juga Mo Lie Yiran yang berada digendongan Suaminya itu. Bahkan Xi Lilian tak henti-hentinya dia menciumi putri hebatnya itu.
Mo Fei Tian yang merasa dipeluk oleh istri kecilnya dan juga melihat kebahagiaan istrinya itu pun ikut tersenyum dan bahagia.
Bahkan Mo Lie Yiran juga sangat bahagia. Bahkan dirinya tertawa dan juga berceloteh dengan riangnya sambil memeluk leher Ibundanya yang saat ini sedang menciumi dirinya.
Namun belum sempat Mo Fei Tian menanggapi sang istri. Tiba-tiba saja Ia melihat ekspresi sang istri yang berubah menjadi sedih secara mendadak.
Dan itu membuatnya cukup tertekan karena Ia melihat jika istrinya itu justru semakin terlihat sedih dan juka khawatir akan sesuatu hal.
Sehingga Mo Lie Yiran juga menunjukan ekspresi sedih namun juga bertanya-tanya.
“Hei, ada apa sayang? Mengapa kau jadi sedih seperti ini? Apakah ada yang mengganggu pikiran mu saat ini?” tanya Mo Fei Tian.
“A Tian bukan kah semua yang terjadi pada Ran'er saat ini, juga akan sangat berbahaya bagi Ran'er kita. Bahkan dirinya selama ini dirinya telah menjadi incaran banyak orang jahat. Apalagi dengan kondisi putri kita yang sekarang ini? Itu justru akan semakin memancing banyak orang yang tamak itu, ketika mereka tahu atau melihat betapa istimewanya putri kita ini sayang.” Kata Xi Lilian.
Mo Lie Yiran yang mendengar penuturan Sang bunda menjadi sangat tersentuh akan kepedulian Ibunya itu terhadap dirinya.
Bahkan dia juga berusaha untuk menjelaskan bahwa dirinya akan selalu berhati-hati. Namun yang terdengar adalah sebuah celotehan yang justru membuat orang tuanya itu menjadi gemas, apalagi dengan ekspresi wajah nya yang tampak meyakinkan dan juga bersungguh-sungguh dengan apa yang diucapkan itu.
__ADS_1
Dan akhirnya Mo Fei Tian yang juga merasa gemas ketika melihat aksi sang putri yang tampak sangat berapi-api itu memutuskan untuk membantunya untuk menenangkan Istrinya Xi Lilian dari pemikiran yang berlebihan itu.
“Lihatlah sayang, putrimu ini adalah anak yang cerdas dan juga tangguh, apalagi dengan kemampuannya saat ini dia akan bisa melindungi dirinya sendiri dan tidak akan pernah membiarkan siapapun mencoba menindasnya. Dan selain itu kita juga akan selalu ada untuk melindungi nya kan? Bakhan kita juga bisa membantu Ran'er untuk berlatih. Agar Ia akan lebih cepat lagi perkembangannya dan juga kita bisa melihat elemen bawaan apa sajakah yang dimiliki oleh putri kita ini. Dengan begitu kita juga bisa tahu bagaimana menentukan cara melatih Ran'er. Apalagi itu juga sangat bagus untuk Putri kita yang menyandang identitas spesial ini. Itu akan membuatnya lebih tangguh dan siap menjalankan tugasnya di masa depan. Lagi pula selama ini kau sendiri yang membuat Ran'er menjadi lebih menonjol dibandingkan dengan anak-anak lainya. Apakah kau tidak menyadari nya sayang?” Ucap Mo Fei Tian yang berusaha menenangkan Xi Lilian.
Dan kini pemikiran Xi Lilian mulai terbuka dan menyetujui apa yang dikatakan oleh suaminya itu.
Sebenarnya dirinya mengakui kekurangan dan juga kelemahan dirinnya sendiri, yang menjadi lebih emosional dan juga cemas berlebihan jika itu sudah menyangkut dengan keselamatan orang-orang terdekatnya yang sangat Xi Lilian sayangi dan sudah Xi Lilian anggap sebagai keluarga sendiri. Maka dirinya akan terkesan lebih protektif.
Dan kini jika dirinya berpikir ulang dan memandang dari sisi yang lain, maka masalah yang dialami saat ini memanglah itu sangat baik bagi Putrinya itu.
Bahkan masih ada dirinya dan juga suaminya yang akan selalu menjaga dan juga memantau keadaan Yiran kecil. Hingga akhirnya Xi Lilian bisa lebih tenang.
Namun ketika dirinya teringat kembali perkataan terakhir Sang Suami dirinya pun menjadi bertanya-tanya sendiri. Mengenai dirinya yang membuat Ran'er sampai bisa menjadi seperti sekarang ini.
Mo Fei Tian yang tahu jika istrinya itu belum menyadari jika perbuatannya yang selama ini dirinya lakukan bisa menjadikan putri kecilnya itu menjadi sosok yang lebih menonjol diusianya yang masih teramat muda.
Namun sebelum dirinya mejawab pertanyaan dan menjelaskan mengenai perbuatan Xi Lilian yang mengakibatkan putrinya lebih cepat berkembang seperti saat ini, Mo Fei Tian mengajak Sang Istri untuk duduk diranjang dan menidurkan Mo Lie Yiran yang sedari tadi berada dalam gendongannya.
Barulah setelah itu Mo Fei Tian mendekat dan duduk dihadapan istrinya itu dan mulai menjelaskan mengenai kebingungan yang dialami oleh sang istri.
“Apakah kau tahu Lian'er, rasa cinta dan kasih sayang yang kau berikan pada Yiran kecil lah yang membuat putri kita sampai seperti ini. Bukankah kau tahu mengenai buah kehidupan dan apa saja manfaatnya dengan sangat jelas? Dan selama ini kau yang sangat perhatian dan juga ingin memberikan yang terbaik untuk putri kita itu. Sehingga tanpa kau sadari, kau telah banyak memberikan anugerah yang luar biasa pada putimu itu. Apakah kau sudah mengerti sayang? Jika selama ini kamulah yang membuat putri kita menjadi anak yang sangat cerdas dan juga memiliki kemampuan yang sangat diluar dugaan kita sebelumnya. Akan tetapi ini bukan masalah yang besar. Karena justru dengan begini kita lebih bisa mempersiapkan masa depan Putri kita sejak dini. Hanya saja kita harus lebih berhati-hati lagi dalam menjaganya dan kita juga jangan sampai melupakan kenyataan bahwa putri kita masihlah balita yang masih membutuhkan kasih sayang juga masih masanya untuk mengenal lingkungan dan juga bermain. Jadi kita harus mendidik nya sesuai dengan apa yang dirinya butuhkan. Sehingga Putri kecil kita itu tumbuh dengan baik dan juga penuh dengan Kebahagiaan,” kata Mo Fei Tian menjelaskan mengenai pertanyaan istri kecilnya dengan sangat lembut dan juga penuh dengan kasih sayang.
Xi Lilian yang telah mendengar penjelasan dari Sang Pasangan Takdirnya itu kemudian menyadari bahwa tindakannya selama ini tanpa sengaja yang menjadikan Sang Putri menjadi anak yang sangat spesial.
__ADS_1
Namun Xi Lilian juga merasa beruntung bahwa tindakan yang tanpa sengaja itu tidak mencelakakan Sang Putri.
Jika itu sampai terjadi maka dirinya akan merasa sangat bersalah terhadap Putri kecilnya, Suaminya dan tentu saja terhadap orang tua kandung dari putri kecilnya itu.
Dan ketika dirinya mengingat kembali mengenai buah kehidupan itu juga menjadi teringat dengan Kakek Buyut nya yang kini dalam keadaan yang tidak baik.
Mo Fei Tian yang peka terhadap Xi Lilian, sangat mengerti dengan perubahan suasana hati Sang Istri.
Sehingga kini Ia segera memeluk dan mencium pucuk kepala Xi Lilian guna menenangkan dan juga memberikan kekuatan kepada kekasih hatinya yang tengah gundah.
Bahkan Xi Lilian pun langsung membalas pelukan hangat dari Sang Suami yang membuatnya tenang dan nyaman. Ditambah dengan perlakuan lembut dan kasih sayang yang diberikan oleh Mo Fei Tian membuatnya terbuai.
Dan Mo Fei Tian sendiri yang memang sangat merindukan sang istri hingga membuatnya lupa akan segala hal yang lainnya.
Dan perhatian nya hanya tertuju pada Xi Lilian yang kini tampk begitu cantik dan juga menawan sehingga membuatnya lupa diri yang mana kini Mo Fei Tian beralih mencium kening, mata, kedua pipi dan juga hidung Xi Lilian hingga akhirnya Mo Fei Tian berhenti dengan mencium bibir Xi Lilian yang begitu menggoda dan tak berhenti begitu saja, kini Ia bahkan mulai memagut bibir manis nan seksi itu.
Dan bahkan Xi Lilian yang juga ikut terhanyut dengan permainan sang suami bahkan dirinya sendiri juga sangat pasrah dan juga menikmati perlakuan Mo Fei Tian yang sangat lembut namun juga menuntut itu.
Membuatnya memiliki sensasi yang membuatnya mengikuti ritme sang suami.
Sehingga mereka bahkan melupakan bahwa sang putri kecil tercinta mereka berada dibelakang mereka, dan menyaksikan adegan romantis antara Ayahanda dan Ibundanya itu.
Dan bahkan Mo Lie Yiran ikut bersorak dan juga berceloteh serta bertepuk tangan dengan girangnya. Sehingga suara pekiknnya yang nampak sangat bahagia itu menyadarkan kedua orang tuanya yang tengah memadu kasih tersebut.
__ADS_1