Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 146


__ADS_3

Begitu pula dengan kedua Jendral dari Klan Keluarga Xia itu. Yang pada awalnya mereka hampir putus asa dan juga pasrah. Namun kini muncul sinar harapan yang kembali mengobarkan semangat mereka berdua.


"Syukurlah cucuku benar-benar diberkati. karena sampai saat ini masih saja ada yang melindungi kehidupannya," gumam Sang Jendral Besar Xia.


"Oh ya Dewa, terima kasih karena masih ada orang yang baik hati dan tidak buta dengan kebenaran yang ada. Sehingga mau menyelamatkan ketiga keponakan ku bahkan tanpa ada sedikitpun luka yang mengancam nyawa mereka bertiga." batin Sang Jendral Muda Xia Wei Yunho sambil melihat Sang keponakan yang masih selamat dari ancaman maut.


Namun berbeda dengan suasana hati dari Keluarga Xia yang merasa telah mendapat anugerah besar dengan keselamatan yang selalu menyertai ketiga jagoan mungil tersebut.


Di sisi Sang Kaisar Wang Junsi saat ini Ia justru benar-benar merasa sangat marah, malu dan juga merasa sangat dipermainkan dengan trik yang sama secara berulang-ulang kali.


Hingga akhirnya Sang Kaisar Wang Junsi kini sudah sangat tidak tahan untuk mengutuk dan juga mengeluarkan sumpah serapah yang sangat tidak layak dan tidak sepatutnya diucapkan oleh seorang Kaisar yang sangat terpandang.


Sebagai Sang Penguasa Kekaisaran, kebijaksanaan serta ketenangan haruslah dimiliki dengan baik. Serta pemahaman situasi yang lebih bagus lagi agar tidak membuat Nama Baiknya dan juga martabat nya sendiri sebagai Sang Kaisar dari Kekaisaran terkuat dan termakmur diseluruh Daratan Nanxuang ini jatuh dan juga hilang begitu saja didepan para rakyatnya sendiri.


"Kurang ajar,...!! Siapa sebenarnya yang telah berani mempermainkan dan juga membuat diriku sebagai lelucon seperti ini?! Lihatlah nanti, maka akan ku pastikan jika kalian akan mati dengan cara yang keji dan juga mengenaskan. Karena aku akan mencabik-cabik setiap bagian dari tubuh mu. Karena telah berani tidak menghormati Kaisar yang Agung ini." teriak Sang Kaisar Wang Junsi yang kini mukanya telah merah padam akibat rasa malu dan juga amarah yang hampir menguasai hatinya dan tidak dapat lagi Sang Kaisar tahan.


Karena sampai saat ini Sang Kaisar Wang Junsi masih belum menyadari bahwa semua kekuatan dan aura yang telah menindas dirinya itu merupakan aura murni yang dimiliki secara bawaan oleh ketiga putra kembar yang hendak dirinya bunuh dengan tangannya sendiri.


Hingga sosok misterius yang memiliki penampilan serba putih itu merasa jenuh dengan kebodohan serta sikap Kaisar Wang Junsi yang idiot itu. Dan memutuskan untuk menampakkan dirinya dihadapan seluruh publik.


Selain itu dirinya juga harus segera membatu menyelesaikan masalah itu, agar tidak ada masalah yang akan mengganggu semua rencana yang telah junjungannya persiapkan dengan sangat baik dan matang ketika Ia harus menyelesaikan hukuman Surgawi yang diberikan Yang Mulia Lord. Atas kesalahan Sang Kaisar Dewa, yang telah mereinkarnasikan jiwa istrinya tanpa melalui prosedur reinkarnasinya di alam roh terlebih dahulu.


Betapa tidak? Sosok misterius itu benar-benar dibuat geleng-geleng kepala dan tidak berdaya harus berkomentar sepeti apa, terhadap seorang Kaisar yang bisanya hanya mengandalkan orang lain dan juga hanya tahu jalan kekerasan untuk bisa mencapai tujuannya.


Bahkan Kaisar itu benar-benar tidak mau menggunakan akal sehatnya untuk berpikir dengan tenang dan secara jernih.

__ADS_1


Karena selain untuk menghindari diri nya untuk ditipu dan di manfaatkan kedudukan dan kekuasaan yang dirinya miliki dan juga untuk mencegah agar namanya tidak tercemar dan hancur di hadapan seluruh rakyat Kekaisaran Li ini


"Ohhh...aku benar-benar tidak menyangka ternyata didunia ini ada seorang Penguasa dan Pemimpin suatu Negeri yang semacam ini?! Orang yang Arogan tapi sangatlah bodoh..! Betapa sulit bagi diriku untuk percaya jika orang yang berpikiran dan bertindak seperti babi ini bisa menjabat sebagai seorang Kaisar Yang Mulia dan disegani dan dihormati oleh seluruh rakyat Kekaisaran Li yang terkenal sangat Agung ini." kata sesosok pria paruh baya yang berpakaian serba putih yang tampak begitu Agung dan bijaksana yang tiba-tiba saja muncul dan terbang turun dari langit.


Dan Sosok Misterius itu mendarat tepat dihadapan Sang Kaisar Wang Junsi yang saat ini merasa sangat terhina akibat kata-kata pria paruh baya yang berpenampilan serba putih itu.


"Kau....!! Siapa Kau yang berani-beraninya mengatai diriku tidak layak dan menyamakan diriku yang begitu Mulia ini dengan seekor babi? Kau benar-benar menginginkan kematian yang mengenaskan!!" teriak Kaisar Wang Junsi sambil menunjuk sang pria paruh baya yang misterius itu, yang tidak lain merupakan Zhu. Sang pengawal kepercayaan dari Yang Mulia Kaisar Dewa.


"Apa? Bukankan itu kenyataan nya? Apa ada kata-kata ku yang salah? Lalu apa namanya orang yang tidak mengenali keturunannya sendiri? Dan juga hanya mau berpikir semaunya sendiri dan berkumpul dengan orang-orang yang kotor dan melakukan hal-hal yang kotor dan juga bau. Bukankah itu merupakan pekerjaan dan kebiasaan dari babi yang tidak bisa di ubah sama sekali?" tanya sosok putih itu dengan santai dan juga tampak sangat elegan dan agung secara bersamaan.


Sehingga siapapun yang melihatnya akan sangat terkesima hingga lupa diri, jika saat ini berada di kondisi yang tegang dan juga mengerikan. Karena amarah Sang Kaisar Wang Junsi yang sedari tadi tidak terkendali dan bersikeras untuk melenyapkan putranya sendiri.


Ditambah lagi dengan adanya provokasi yang sosok misterius itu luncurkan barusan. Itu bahkan tidak hanya Sang Kaisar Wang Junsi saja yang merasa direndahkan akan tetapi sang Permaisuri dan bahkan Ibu Suri Kekaisaran Sheng Qian Yu juga merasakan amarah yang tidak terkira.


Yang kini menerjang pada sosok paruh baya serba putih itu dan dalam sekali waktu langsung melahap pria serba putih itu.


Hal itu kembali menimbulkan kerumunan massa menjadi semakin riuh.


"Ya Dewa, apakah pria itu akan mati begitu saja? Ternyata Kaisar baru kita sangatlah kejam dan tidak berperasaan sedikitpun. meski pada darah dagingnya sendiri." kata para kerumunan.


"Aku tidak yakin jika orang tua itu akan kalah begitu saja. Apakah kalian semua tidak menyadarinya? Jika orang itu kemungkinan besar adah seorang Ahli Ramalan. Bahkan simbol pada batas keningnya itu terlihat nyata dan juga sangat Agung dan terpancar cahaya kebijaksanaan yang sangat kuat." balas yang lainnya.


"Kau benar, aku juga bisa melihatnya. Bahkan aku juga merasa jika semua ini akan menjadi semakin rumit bagi keluarga Kekaisaran Li ini, jika Yang Mulia Kaisar Wang Junsi telah benar-benar menyinggung orang yang sangat berpengaruh seperti seorang peramal itu, Apalagi kita juga mengetahui jika mereka juga telah menyinggung dan kehilangan dukungan dari keluarga Jendral Besar Xia. Dan itu artinya kekuatan dan juga pertahanan Kekaisaran Li saat ini sangat rentan dan juga lemah. Jika sampai semua itu terjadi maka. Kekaisaran kita ini akan segera berubah dari negeri termakmur dan juga tersohor menjadi sebuah negeri yang terbengkalai akibat kesalahan dan juga kelalaian Pemimpin Kekaisaran Li ini sendiri." kata salah seorang lagi.


Bahkan saat ini masih banyak lagi kerumunan yabg membahas hal yang sama dan lebih heboh lagi.

__ADS_1


Namun di saat mereka semua tengah mencemaskan keadaan seseorang yang mereka percayai sebagai Ahli Ramalan itu. Tiba-tiba saja terjadi sebuah pusaran Air yang begitu kencang dari dalam api yang melahap sosok serba putih tadi. Dan semakin lama pusaran air itu semakin membesar dan juga membawa hawa yang sangat dingin. Sehingga bisa membekukan sepasang pedang api milik Sang Kaisar Wang Junsi.


"Senjata yang cukup bagus, tapi sayangnya orang yang menggunakan nya tidak bisa mengeksplorasi semua kemampuan dan juga potensi terbesar dari pedang pusaka yang langka ini. bahkan tidak bisa mengeluarkan aura roh Pedang Pusaka ini sama sekali dan kekuatan pedang ini hanya bisa berfungsi sebanyak 5% saja. Benar-benar kau itu menyia-nyiakan pedang yang sangat bagus ini. Sungguh kamu memang tidak layak untuk pusaka sebagus ini." kata sosok serba putih itu yang kini telah memegang kedua pedang pusaka itu yang kini membeku.


Dan hal itu benar-benar membuat Sang Kaisar Wang Junsi terkejut bukan main. karena serangan terkuat yang Ia kerahkan dengan seluruh tenaga dalam dan juga energi qi nya itu tidak berarti apa-apa bagi orang yang ada di hadapannya itu.


Bahkan terkesan hanya mainan anak-anak balita saja.


"Kau?! Bagaimana ini mungkin?? Si...sia...siapa kau sebenarnya? dan kenapa tiba-tiba saja kau...." belum selesai sang Kaisar Wang Junsi selesai berbicara. tiba-tiba saja sang Permaisuri dan juga Sang Ibu Suri yang telah menyadari bahwa orang yang dihadapi oleh Sang Kaisar itu adalah irang yang sangat kuat dan juga kemungkinan besar merupakan salah seorang Ahli Ramalan yang sangat hebat yang telah berkeliling dunia persilatan dan juga kultivator ini.


Mereka segera turun dari singgasana nya dan kemudian menyambut dan juga meminta maaf pada pria paruh baya yang serba putih itu dengan sangat ramah dan juga santun. Akan tetapi mereka memiliki tujuan yang berbeda.


"Aahh... mohon maaf pada Yang Ahli Ramalan, kami benar-benar tidak sengaja dan putraku ini banyak sedikit lepas kendali dari amarahnya. Mohon Yang Ahli Ramalan bisa memberikan toleransi," kata Sang Ibu Suri Sheng Qian Yu dengan segera.


"Salam Yang Ahli Ramalan... Saya adalah Permaisuri Kaisar di negeri ini, bisakah kau melihat Ramalan bagi ku dan juga putra ku di kemudian hari," tanya Permaisuri Xia Wu Mei dengan antusias dan juga tidak basa-basi sama sekali.


Bahkan dihadapan Sang Kaisar Wang Junsi, Ibu Suri, dan seluruh rakyat Kekaisaran Li yang hadir Sang Permaisuri Xia Wu Mei benar-benar tidak menahan sama sekali. Dan itu cukup untuk menunjukkan sifatnya yang sesungguhnya.


Akan tetapi Sang Kaisar Wang Junsi justru terpaku dengan pernyataan Sang Permaisuri tercintanya itu dan merasa setuju.


Namun begitu menyadari akan sesuatu hal yang telah Ia lakukan barusan membuat sangat terkejut dan juga merasa sangat takut dan juga bersalah. Karena dirinya telah mencoba melakukan pelenyapan pada seseorang pilihan Dewa. Yang bisa menilai dan melihat masa depan seseorang.


"Gawat, apa yang telah baru saja aku lakukan...?! Gara-gara kemarahan ku, aku sampai tidak mengenali seseorang yang begitu luar biasa. Yang bisa membuat sebuah keajaiban dan juga memberkati setiap orang dengan ramalan masa depan," batin Sang Kaisar Wang Junsi dan juga terdapat rasa penyesalan yang tak terkira.


Bahkan saat ini dirinya sangat takut jika perbuatannya tadi bisa menghancurkan masa depan nya.

__ADS_1


__ADS_2