
Bahkan mereka berdua tidak pernah menyangka jika adik bayi yang di kandung oleh bibi pertama mereka yang baik hati itu, yang telah lama mereka tunggu kelahirannya bersama Shen Yu Lin itu justru berakhir di tempat yang sangat buruk setelah kepergian Shen Yu Lin ke akademi Kekaisaran.
Di sisi lain dari hutan sunyi, yang tidak lagi di tempat ke enam pemuda dan juga pemudi dari keluarga Shen Sie itu. Saat ini dibagian hutan sunyi di lapisan keempat terdapat seorang gadis yang kini tak henti- hentinya memaki.
Bahkan seorang pemuda yang kini tengah tak sadarkan diri di sampingnya pun tak luput dari omelan gadis itu.
"Sial.... hahh....benar-benar merepotkan sekali. Di mana ke enam orang rendahan itu sebenarnya? Mengapa sampai sedalam ini aku menggali masih tidak dapat menemukan keberadaan mereka semua? Tidak mungkin jika mereka berenam berhasil kabur kan? Aku sudah pastikan jika keadaan mereka semua sudah sangat sekarat dan akan segera mati saat aku menguburnya dalam tanah. Jadi bagaimana sekarang meteka sama sekali tidak ada?
" Aaarhhhhh... kurang ajar! Siapa sebenarnya yang bisa menyelamatkan keenam orang yang sudah sekarat itu dari tangan ku?" teriak Shen Sie Lie yang sangat marah. bahkan saat Ini napasnya juga sangat memburu dan sorot mata yang sangat menakutkan itu tidak tampak sepeti biasanya yang terlihat lembut dan juga penuh welas asih.
Namun saat ini dirinya benar-benar telah menyerupai seorang monster yang sangat jahat dan juga jelek.
"Hal ini tidak bisa di biarakan, aku harus mencari mereka dan segera menemukannya. jika tidak maka akan gagal semua rencana ku untuk merampas segala sumber daya yang mereka miliki. Aku yakin jika mereka semua memiliki sumberdaya yang melimpah. Jika tidak, bagaimana mungkin meteka semua bisa memiliki kemampuan jauh diatas kemampuan kultivasi ku. Padahal aku adalah keturunan Sang Jenderal yang sangat hebat, bagaimana bisa berada dinbawah mereka semua. Ini benar-benar tidak boleh dibiarkan," gumam Shen Sie Lie dengan tidak tahu dirinya.
Bahkan dirinya tidak menyadari jika selama ini dirinya telah menghabiskan sangat banyak sumberdaya yang dirampasnta dari Xi Lilian dan juga Shen Yu Lin.
Namun kemajuan kultivasi nya memang tidak lah sebagus yang lainnya. Bahkan kekuatan kultivasi nya berada dibawah tingkat kultivasi adiknya Shen Sie Mei yang jauh lebih unggul dan juga kemampuan bela dirinya juga lebih mantap dibandingkan Shen Sie Lie yang memang tergolong lemah dari seluruh keturunan Sang Jenderal Shen Guo Feng.
Oleh karenanya, sejak kecil Shen Sie Lie yang selalu iri dengan kemampuan saudara dan saudarinya. membuatnya berambisi untuk menjadikan para saudara nya itu sebagai tamen tameng dan juga batu pijakan baginya.
Jadi tidak heran jika dirinya tega menggunakan Shen Sie Mei yang sangat naif sebagai alat yang selalu ia gunakan sebagai pembanding. Karena dirinya sedari kecil selalu mengompori dan juga menhasut adiknya itu, sehingga sampai sekarang Shen Sie Mei menjadi seseorang yang arogan dan juga bertindak sesuka hati dan sembrono.
Namun dirinya justru bertingkah sangat baik, lemah lembut dan anggun. Hanya untuk memupuk banyak pujian padanya dan membangun reputasi baiknya sendiri, dengan membuat saudara kandungnya sendiri tampak jauh sangat buruk jika dibandingkan dengan dirinya terlebih jika dirinya selalu menunjukan sikapnya yang santun dan juga terpuji.
Maka semua orang akan terkecoh dengan penampilan nya yang elok itu. Namun hanya sedikit orang yang tahu, bahwa tabiat dan hatinya begitu busuk.
Sepeti saat ini dirinya benar-benar bisa memaki dan juga memukuli saudaranya sebduribyang masih sekarat dan tak sadarkan diri.
"Hahhh... kau dasar brengsek, ceoat bangun dan bantu aku mencari mereka semua. Janganhanya bisa terbaring di sini saja. Apakah kau tidak tahu betapa berharganya dua Buah Persik Dewa itu, hah? kau harus membantu diriku untuk merampasnya dari mereka. Agar aku bisa segera meningkatkan kekuatannya dan juga mendapatkan terobosan dalam kultivasi ku. Apa kau dengar itu Gege? Hhaaarrrggghhhh... dasar tidak berguna!" teriak Shen Sie Lie sepeti orang kesetanan.
Bahkan di saat yang masih sangat pagi, dan suasana masih begitu sunyi di dalam hutan itu. Dan dengan suara teriakan Shen Sie Lie yang begitu keras serta energi spiritualnya.
Itu membuat suasana yang awalnya sabgat sunyi itu menjadi jauh lebih hidup dan juga ramai. Karena teriakan Shen Sie Lie itu telah berhasil menarik perhatian banyak prnghuni Hutan Sunyi itu dan menuju tempat Shen Sie Lie saat ini berada.
Bahkan tak jauh darinya saat ini sudah terdapat seekor Ular berbisa dan juga beberapa hewan buas lainnya.
Selain itu di atas sebuah pohon yang rindang juga terdapat sesosok burung pemankan bangkai yang kini sorot matanya mengincar ke arah dua orang bersaudara itu.
Apalagi terdapat aroma darah yang masih melekat pada Shen Ming An yang mengalami beberapa kali muntah darah dan mengalir ke pakaiannya sebelum dirinya pingsan.
Yang meskipun darah itu sudah mengering, akan tetapi aromanya madij dapat tercium. Apalagi bagi para binatang spiritual yang memiliki indera lebih tajam du bandingkan dengan hewan buas biasa.
__ADS_1
Tentu saja burung pemakan bangkai yang merupakan binatang spiritual tingkat empat itu, saat ini sangat tertarik untuk memangsa mereka berdua berkat aroma darah yang tertangkap oleh indera penciumannya yang sangat tajam itu.
Sedangkan Shen Sie Lie yang saat ini mulai menyadari kesalahan dan juga kecerobohannya, Ia pun mulai merasa sangat menyesal, setelah dirinya menyaksikan banyak makhluk spiritual yang kini berbondong-bondong datang menghampiri kearah mereka berdua berada.
Bahkan sebodoh apapun dirinya. Saat ini dirinya bisa menyadari jika dirinya dan juga Gege nya yang sedang tak sadarkan diri itu telah menjadi target incaran para binatang spiritual pemakan daging itu.
"Gawat.... Bagaimana aku bisa seceroboh ini?" rutuk Shen Sie Lie pada sirinya sendiri.
"Sekarang aku harus bagaimana? Ini benar-benar masalah yang sangat besar. Aku bahkan melupakan bagian terpenting bahwa saat ini aku sedang berada di dalam Hutan Sunyi yang paling terkenal dengan tingkat bahayanya yang sangat tinggi. Oh ya Dewa tolong selamatkan aku dari para binatang yang ganas itu," gumam Shen Sie Lie yang saat ini telah berubah menjadi sangat penakut.
Bahkan saat ini tubuhnya benar-benar terasa lemas hingga bergetar, karena sesungguhnya Shen Sie Lie kini tengah gemetaran karena ketakutan, pada beberapa binatang spiritual yang berada di sekitarnya.
Karena Shen Sie Lie tahu jika rata-rata kekuatan binatang spiritual yang hampir memangsa dirinya dan juga Gege nya itu berada di tingkat tiga dan juga tingkat empat.
Yang mana kekuatan mereka jauh lebih unggul jika dibandingkan dengan kekuayannya yang saat ini baru di tahap penempa qi level akhir.
Karena jika di ukur dengan kekuatan kultivasi nya Shen Sie Lie juga bisa tahu bahwa mereka para binatang spiritual yang berada di tingkat tiga, kemungkinan. Besar jika kemampuan mereka setara dengan para kultivator ranah Jenderal petarung level awal.
Jadi bagaimana itu jika mereka para hewan spiritual yang memiliki level empat? Sudah dipastikan hasil Akhir dari keadaan ini.
Bahkan jika Shen Sie Lie melakukan perlawanan maka itu hanya akan menjadi sia-sia saja.
karena dirinya benar-benar takut hanya untuk sekedar bersuara dihadapan sekawanan binatang spiritual itu.
Bahkan saat ini telah terbesit sebuah ide gila yang sudah muncul di otaknya.
Dan saat ini dirinya berencana untuk menghunakan tubuh Kakak nya sendiri yang tengah tak sadarkan diri itu sebagai tameng bagi dirinya, agar dirinya bisa kabur dan terlepas dari jeratan para hewan spiritual pemakan daging tersebut.
"Yah sepertinya memang sudah tidak ada cara lain lagi selain itu. Aku harus menggunakan tubuh Gege ku sendiri sebagai tameng dan sekaligus umoan bagi mereka semua. Dengan begitu aku memiliki kesempatan untuk segera kabur dari tempat ini." lirih Shen Sie Lie yang telah membulatkan tekadnya.
Namun sayangnya apa yang telah direncnakan olehnya itu benar-benar tidak dapat dilakukan dengan semudah itu.
Karena tepat pada saat ini, tiba-tiba saja Shen Ming An, Sang Gege yang sedari kemarin telah pingsan dan tidak sadarkan diri selama lebih dari srmalaman kini tiba-tiba ter bangun.
"Sshhttt...aaarghhh," rintih Shen Ming An dengan sangat lemah, ketika dirinya merasakan rasa yang begitu menyakitkan di sekujur tubuhnya.
Seolah-olah dirinya telah terinjak-injak oleh seokor kuda besar yang ganas.
Namun dirinya sungguh tidak tahu, jika hal itu adalah akibat dari ulah sang adik yang telah memukul dan menganiayanya hingga sedemikian rupa ketika dirinya tak sadarkan diri.
Sedangkan Shen Sie Lie yang saat ini masih dalam keadaan panik pun, kini juga mulai visa menyadari jika ada srbuah pergerakan dari Gege nya.
__ADS_1
Terlebih lagi dirinya juga dapat mendengar suara rintihan dari Sang Gege yang sudah lama tak sadarkan diri itu.
Dan karena posisi nya juga sangat dekat dengan Gege nya itu, membuat Shen Sie Lie seketika tahu jima Gege nya itu telah benar-benar sadarkan diri dan bukan hanya nengigau sepeti yang telah terjadi di malam hari sebelumnya.
"Gege kau sudah bangun?" tanya Shen Sie Lie dengan suara yang agak gemetar dan tatapan mata yang tidak dapat dimengerti.
Karena saat ini Shen Sie Lie tengah merasakan dilema. Antara dirinya akan melakukan rencananya untuk menjadikan Gege nya Shen Ming An itu sebagai umpan untuk para binatang spiritual itu atau tidak.
Karena Sebenarnya dirinya masih memvutuhkan keberadaan gegenya itu. untuk mendukung posisi nya di masa depan.
Apalagi dirinya juga berencana untuk membantu ibunda selirnya yang kini juga sedang terbaring tak berdaya di kediaman akibat hukuman yang ditetapkan oleh ayahandanya beberapa waktu lalu itu. Untuk dapat menempati posisi nyonya rumah yang sah di kediaman Jenderal.
Apalagi saat ini hanya ibunya lah yang masih memiliki status sebagai istri Sang Jenderal Shen. Ayahnya yang sangat terkenal di sekuruh penjuru Kekaisaran Wuxi ini.
Apalagi ibunda Selir nya juga telah melahirkan seorang putra yakni Gege nya Shen Ming An itu.
Yang kelak dapat mewarisi gelar bangsawan yang disandang oleh Ayahandanya yang di turunkan oleh mendiang kakek buyutnya atas keputusan mendiang Kaisar terdahulu.
Selain menjadi kepala Keluarga Klan Shen, kemungkinan Gege nya juga bisa menjadi seorang Jenderal yang tersohor sepeti Ayahandanya.
Dan itu akan sangat membantu dan mampu mendukungnya untuk dapat mencapai keinginannya sebagai seorang Putri Mahkota dan juga Permaisuri dari Kekaisaran Wuxi ini di masa depan.
Namun saat ini keadaanya cukup mendesak. Dan dirinya harus membuat pilihan untuk menyelamatkan hidupnya sendiri dengan mengorbankan Gege nya yang kini masih sangat lemah Itu.
Karena hanya dengan dirinya bertahan hidup, barulah Shen Sie Lie dapat merencanakan kehidupannya yang indah sebagai seorang Putri Mahkota dari Pangeran Huo Lin Jin yang terhormat dan disegani oleh semua orang.
Sedangkan bagi Shen Ming An yang saat ini baru saja sadarkan diri, diribya tidak dapat memahami pemikiran adiknya itu sama sekali.
Akan tetapi di saat dirinya hendak bertanya pada Shen Sie Lie mengapa adiknya itu berekspresi dan menatap dirinya seperti itu. Tiba-tiba dirinya mendengar suara-suara di sekitar mereka.
Ketika Shen Ming An mengalihkan pandangan nya ke sekitarnya. Dirinya baru menyadari jika saat ini dia dan juga adiknya saat ini tengah terkepung di antara beberapa hewan spiritual tingkat menengah yang membuat bulu kuduknya seketika meremang.
"Lie'er, kamu harus membantu Gege untuk segera petgi dari sini. Mari bergegas, tinggalkan tempat ini. kita bisa menggunakan kemampuan meringankan tubuh untuk segera pergi sebelum para hewan ini menerkam kita. Apalagi mereka semua masih sibuk saling bertarung untuk memperebutkan kita." ucap Shen Ming An dengan kepanikan yang terlihat jelas di matanya.
"Gege tidak semudah itu untuk bisa melarikan diri dari tempat ini. Bshkan jika diriku bisa menggunakan kemampuan meringankan tubuh, tapi itu tidak akan semudah sepeti ketika diriku melakukannya sendiri dan tidak membawa beban lain di bahuku." kata Shen Sie Lie dengan penuh arti.
"Apa maksudmu Lie'er? Bukankah kau...." uapan Shen Ming An terpotong oleh adiknya itu.
"Gege apakah kau tidak bisa melihat jika di atas pohon yang di sana itu ada seekor hewan spiritual pemangsa yang bisa terbang?" tanya Shen Sie Lie yang kini menunjuk suatu arah, tepatnya ke atas srbuah pohon yang terdapat seekor burung pemakan bangkai yang hinggap di dahan pohon yang kokoh.
"Ahh... itu adalah, burung pemakan bangkai," gumam Shen Ming An.
__ADS_1