Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 236


__ADS_3

Saat ini Shen Sie Lie yang mulai menyadari apa yang ingin dilakukan oleh Gege kandungnya itu terhadap dirinya, Ia pun segera memberontak, dan berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari jeratan Gege nya yang begitu kuat.


Bahkan saat ini dirinya juga telah di tekan dibawah tubuh Sang Gege nya itu, selain itu penampilannya pun sudah sangat kacau dan berantakan, serta dapat terlihat dengan sangat jelas di bagian leher dan dadanya yang putih dan mulus telah dipenuhi dengan tanda merah yang begitu kentara dan tampak sedikit biru dan hitam.


Yang menandakan betapa ganas dan juga brutalnya aksi yang dilakukan oleh pemuda itu pada adik kandungnya sendiri.


Bahkan saat ini di kejauhan Tempak dua sejoli yang tengah duduk di atas dahan pohon kini tanpa sengaja tengah menyaksikan pergulatan yang terjadi antara dua saudara sedarah itu dengan tatapan hina dan juga miris.


"Hai istriku, Hal apa yang kau lihat? Kau tidak akan pernah ku izinkan untuk menyaksikan hal-hal kotor seperti itu. Karena istriku hanya diperbolehkan untuk melihat dan memandangi kepunyaan suamimu ini, Dan bukan milik orang lain. Karena milik mereka sangat jelek dan kotor. Jadi sayang jika kau sudah tidak sabar untuk menyaksikan hal seperti itu, kita bisa segera kembali dan kau bisa melihat dan mengamati milik ku selama apapun itu kau mau. Aku akan sangat bersedia menunjukannya pada mu istriku. Bagaimana dengan itu?" ucap Sang Pangeran Ketiga Wang Jin Tian sambil menutup mata serta penglihatan tembus pandang istrinya itu dengan kekuatan pembatas dan penutup pandangan miliknya.


Karena sejujurnya Sang Pangeran Wang Jin Tian sungguh tidak rela jika istri kecilnya itu ternoda oleh pemandangan kotor yang dilakukan oleh orang-orang hina itu


"Aiya, apa yang kau lakukan A Tian, lepaskan aku, lagi pula aku juga tidak Sudi melihat hal menjijikan seperti itu. Hanya saja aku ingin merekam kejadian ini sebagai bukti yang dapat aku gunakan sewaktu untuk menyeret mereka dalam masalah," gumam Xi Lilian yang saat ini di tangannya juga sudah memegang sebuah kamera dan juga handphone canggih miliknya.


"Apa yang kau katakan istri ku? Hal seperti itu juga tidak boleh. Karena jika kau melakukannya, maka kau akan bisa melihat hal jorok itu kapan saja. Jadi biarkan bawahan ku saja yang urus masalah ini. Dan lebih baik kau segera ikut dengan ku. Aku harus menghukum mu yang berani melirik pria lain di hadapan suami mu ini sendiri." ucap pangeran Wang Jin Tian yang sebenarnya saat ini sedang dilanda oleh cemburu akutnya.


"A Tian kau tahu benar bukan seperti itu maksud ku. Apakah kau juga masih berniat untuk membetikan hukuman pada ku?" ucap Xi Lilian yang memelas dan merasa tidak berdaya dengan botol cuka besar yang membuat hati suaminya itu sangat tak menentu.


Wang Jin Tian yang meskipun melihat wajah Istrinya yang memelas itu, masih saja tidak bergeming. Dan dirinya juga masih belum bisa menghilangkan cuka yang memenuhi hatinya itu.


Jadi saat ini Sang Pangeran Wang Jin Tian pun segera membawa Xi Lilian untuk memasuki Ruang Dimensi Bintang milik Istri kecilnya itu.


Yang mana saat ini telah bersarang dalam dekapan tubuhnya yang begitu kekar dan juga berotot itu.


Dan bersikap selayaknya seekor kelinci yang lemah dan juga polos tanpa bisa melawan, dan tampak begitu sangat tak berdaya.

__ADS_1


"Suami ku, Apakah kau sungguh-sungguh menghukum ku? Hukuman apa yang akan kau berikan pada ku? Bukankah diriku masih belum menyaksikan apapun mengenai apa yang mereka berdua lakukan, dan aku...aku hanya tanpa sengaja mendengar kegaduhan yang mereka berdua lakukan saja. Dan kau sudah....." ucap Xi Lilian tanpa diteruskan.


Tapi Xi Lilian sangat yakin jika Suami Takdir nya itu tahu benar apa maksudnya.


Namun sejujurnya Xi Lilian juga merasa sangat bersalah karena telah berbohong pada suami tampannya itu.


"Lagi pula siapa yang tidak bisa melihat hal yang begitu nyata dan terjadi di tempat yang terbuka seperti itu? Apalagi dengan penglihatan ku yang seperti ini, bagai mana mungkin aku tidak melihat apa yang mereka berdua lakukan. Huh.... benar-benar mereka itu memang Keluarga sialan dan tidak beradab. Bahkan adik sendiri pun masih saja ingin di makan. Bertemu merah sungguh membuat ku sial saja," batin Xi Lilian yang kini benar-benar tak kuasa menahan kecemburuan Suami nya itu yang membuatnya tak bisa berpikir, dan kehilangan rasionalitasnya.


"Haih... A Tian, bahkan hal seperti itu pun sudah membuat dirimu kelimpungan seperti orang kebakaran jenggot begini. Lalu bagaimana jika suatu saat kamu tahu jika aku istrimu ini pernah melihat adegan yang lebih menggairahkan lagi jika dibanding dengan apa yang baru saja mereka lihat, Itu masih dalam taraf biasa saja menurutnya. Lalu bagaimana dengan adegan panas antara gundik Yun Xue Ruo dan juga putrinya saat itu? Atau bahakan pemandangan erotis yang sangat panas antara wanita sialan yang ingin menjebak Kakak nya Juan dengan Leader King's Devil Mafia yang dirinya saksikan secara live di kamar hotel saat misi terakhirnya sebelum dirinya kembali ke dunia kultivator ini. Hal itu benar-benar tidak bisa dibandingkan dengan apa yang diriku lihat barusan. Jelas-jelas jika mereka berdua masih mengenakan pakaian yang utuh, dan hanya tampak berantakan saja. Dan sama sekali tidak menanggalkan seluruh pakaian yang mereka kenakan. Jika kau tahu semua itu dan masih banyak lagi hal seperti itu yang pernah ku jumpai di kehidupan ku di zaman modern, saat itu. Maka aku tidak yakin jika kau akan bisa melepaskan ku untuk berkeliaran di luar sana lagi." batin Xi Lilian yang kini benar-benar merasa nelangsa dengan tingkat kecemburuan Sang Kaisar Dewa itu yang mencapai batas ekstrim bagi dirinya.


"Sebentar lagi kau akan tahu apa hukuman yang akan ku berikan pada mu sayang. karena kau sudah berani melihat hal-hal kotor seperti itu. Dan beruntung aku segera mencegah mu untuk menyaksikan tubuh pria hina itu. Karena kamu hanya boleh menyaksikan dan membayangkan semua yang ku miliki saja." ucap Sang Kaisar Dewa yang kini dengan pangkah kilatnya dirinya membopong tubuh istrinya yang mungil itu. dan segera melesat ke kamar pribadi Xi Lilian dalam mansion yang berada dalam ruang Dimensi Bintang.


Bahkan sesampainya di sana, Sang Kaisar Dewa itu pun segera menurunkan. dan membaringkan istri kecil kesayangannya yang nakal itu diatas ranjang dan dirinya mulai menindih istrinya itu. Sang Kaisar Dewa juga bahkan menciumi dan juga ******* bibir kecil nan **** juga menggoda itu dengan sangat rakus dan menuntut.


Dengan serangan yang begitu ganas yang dirinya terima itu Xi Lilian benar-benar sangat kewalahan.


Namun sudah di dahului oleh Sang Pangeran Wang Jin Tian yang memprotesnya karena kini dirinya masih mengandung cuka.


"Apa? Jadi apakah Lian'er ku ini, berharap akan dapat melihat tubuh kotor milik pecundang itu? Apakah begitu yang kau maksud sayang? Apakah kau masih kurang puas memiliki dan juga dengan bebas memandangi setiap inchi dari tubuh Kaisar ini?!" keluh Sang Kaisar Dewa yang semakin tidak benar dan sangat ngawur itu.


Bahkan saat ini Sang Kaisar Dewa yang sedang kesetanan gara-gara cemburu yang berlebihan itu, kini mulai melancarkan serangan pada titik lemah Xi Lilian dan juga mencumbui ceruk leher Sang istri tercintanya itu, yang membuat Xi Lilian menjadi kewalahan untuk menahan rangsangan yang dilakukan oleh Suami nya itu


"A...Ahhh... Ahhh... A Tian... hentikan. Bu buk bukan akhhh.. Bukan begitu maksud ku, Tentu saja aku tidak berniat dan tidak tertarik sama sekali dengan pria bajingan itu. Lagi pun kau sendiri tahu dengan sangat jelas suami ku, Jika aku benar-benar ingin membuat mereka berdua hancur sehancur hancurnya dan mengalami penderitaan yang berkepanjangan hingga mereka menemui ajal mereka," ucap Xi Lilian dengan usaha yang sangat keras untuk bisa menenangkan suaminya itu yang kini masih saja aktif mencumbuinya dan meninggalkan banyak tanda merah di bagian belakan leher hingga ke bahu Xi Lilian yang kini pakaiannya tersibak sedikit di bagian bahu kanan dan kirinya. Namun secara keseluruhan semuanya masih tertutup dengan baik oleh pakaian yang dikenakan oleh Xi Lilian.


"Oh jadi kalau begitu, Istri ku sayang siapa orang bisa membuatmu tertarik? Dan siapa orang yang bisa membuat dirimu merasa begitu menginginkannya? Apakah....."belum sempat Sang Kaisar Dewa itu melanjutkan ucapannya selanjutnya.

__ADS_1


Namun kini sudah di dahului oleh Xi Lilian, yang dengan kencang berteriak.


"Cukup, hentikan ini sayang. Tentu saja aku hanya bisa dan hanya akan tertarik juga menginginkan Diri mu Sang Kaisar Dewa seorang. Dan tidak yang lain lain lagi," seru Xi Lilian dengan sangat kencang.


Yang kemudian dirinya juga segera beraksi untuk mencium bibir suaminya itu dengan cepat untuk menghentikan suaminya yang akan berkata aneh-aneh lagi seperti sebelumnya.


"Huhhh.... Dasar Kaisar Dewa, kenapa ketika cemburu kau bisa begitu tidak masuk akal dan juga menjadi mesum seperti ini? Benar-benar tak terbayangkan oleh ku sebelumnya." batin Xi Lilian yang tidak pernah menyangka.


Sedangkan Mo Fei Tian, Sang Kaisar Dewa yang saat ini menggunakan wujud aslinya, juga benar -benar terkejut akan aksi balasan dari Xi Lilian istri kecil tercintanya itu.


Dan saat ini entah mengapa, hatinya yang semula terasa mendung dan juga dipenuhi petir berkilat-kilat itu dengan begitu saja segera berubah menjadi lautan awan yang dihujani oleh ribuan bunga yang indah nan harum, yang membuatnya menjadi sangat bahagia.


Apalagi jika teringat apa yang dikatakan oleh kekasih kecil nya itu, jika istrinya itu benar-benar hanya terpikat dan juga hanya menginginkan dirinya seorang itu juga cukup untuk membuatnya lupa akan ketidakbahagiaannya barusan.


Yang mengubah seorang Kaisar Dewa Yang Agung dan juga Mulia, menjadi seseorang yang tak masuk akal dan mesum.


Dan itu semua bisa terjadi karena rasa kecintaannya kepada Xi Lilian yang begitu besar dan juga mendalam. Yang selalu bisa menghilangkan rasionalitas Sang Kaisar Dewa,


"Lian'er, Sayang ku, apakah kamu mengatakan yang sebenarnya? Aaaa... Itu tidak palsukan? Yah pasti kau hanya akan tertarik pada ku. tentu saja aku ini suami mu, suami mu satu-satunya yang paling tampan. Dan kamu tidak akan pernah bisa berpaling dari ku, jika pun kau ingin berpaling, maka aku sendiri yang akan mencegahnya," ucap Mo Fei Tian yang kini tengah menenangkan dirinya sendiri.


Dan menghilangkan kecemburuan yang ada di hatinya gara-gara ulah pria bejat dan tak tahu malu yang berbuat tak senonoh di dekat mereka yang membuatnya tidak tahan dengan rasa panik akan istrinya akan berpaling pada orang lain itu.


"Dasar suami ku yang bodoh dan konyol. Lagi pula, bagaimana mungkin aku bisa berpaling dari mu yang begitu sempurna di mataku. Dan aku juga tidak buta, sehingga aku madih bisa membedakan antara berlian yang berharga dengan batu kerikil biasa. Jadi apa yang membuat mu menjadi begitu tidak mempercayaiku Istri mu sendiri? Atau kau tidak lagi mencintai ku sehibgga kau begitu mudahnya meragukan ku A Tian? " ucap Xi Lilian dengan nada sedih dan juga kesal.


Kali ini Xi Lilian yang justru dibuat merajuk dengan tingkah Suami Takdir nya itu yang cemburu berlebihan yang seolah meragukan ketulusan dan juga kesetiaan cintanya selama ini.

__ADS_1


"Tidak Lian'er, Jangan salah paham. Maafkan Aku, ini memang kesalahan ku yang tak bisa mengendalikan diri dan berdikap buruk terhadap dirimu. Namun sungguh sayang aku tidak pernah sekalipun meragukan mu. Hanya saja.... aku tidak bisa terima jika kamu melihat hal-hal yang buruk seperti itu. Aku hanya ingin hanya ada diriku saja yang akan selalu ada di dalam hati, pikiran dan juga matamu. tidak ada pria lain apalagi para Pria hidung belang seperti Shen Ming An itu. Kau harus jauh dari mereka," ucap Sang Kaisar Dewa yang mana semakin lama semakin mengexil suaranya, seperti seseorang yang sedang bergumam sendiri.


Xi Lilian yang masih kesal pun tidak mengindahkan perkataan Sang Kaisar Dewa itu dengan serius. Dan justru membuat Sang Kaisar Dewa semakin kelimpungan saat menjawab pertanyaan Sang Istri kesayangan nya itu.


__ADS_2