
"Bagus, kamu benar-benar manusia yang pandai. Lalu bagaimana dengan apa yang aku perintahkan padamu saat terakhir kali?" tanya Monster mesum itu dengan sebuah kilatan licik di matanya.
"Mengenai hal itu, Yang Mulia tidak perlu khawatir, Rong Niang telah melakukan apa yang Yang Mulia minta, Rong Niang juga telah berhasil menyegel nya dengan menggunakan jimat yang Yang Mulia berikan. Dan bahkan Rong Niang sudah mengirimkannya ketempat itu bersama ke enam gadis muda yang merupakan murid wanita itu untuk datang ke tempat yang sudah Yang Mulia tentukan saat itu. Dan kemungkinan besar tepat pada tengah malam ini mereka akan segera sampai di tempat itu." ucap Rong Niang yang saat ini tampak ada sebuah jejak kepuasan yang tak terkira dari nada bicaranya dan juga raut wajahnya yang cantik namun penuh kelicikan itu.
"Bagus... bagus... benar-benar kerja yang bagus. Kau memang wanita ku yang dapat di andalkan. Aku benar-benar puas dengan hasil kerja mu. Selain itu aku juga sangat sangat puas sekali dengan tubuh mu," ucap Sang Pria Monster itu dengan pandangan cabulnya ke arah seluruh tubuh Lie Rong Niang yang masih telanjang bulat di atas ranjang.
Mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh monster didepannya itu. Lie Rong Niang sama sekali tidak tahu apakah dirinya harus merasa senang atau justru merasa terhina dengan pujian yang dilontarkan makhluk buruk rupa yang berada di hadapannya itu.
Hanya saja dirinya masih diharuskan untuk selalu menjadi rendah hati dihadapan par monster ini.
"Terima kasih banyak atas pujiannya Yang Mulia, Rong Niang hanya akan merasa senang jika Yang Mulia pun senang," jawab lie Rong Niang dengan berusaha selembut mungkin.
Meskipun tidak dapat di pungkiri jika saat ini dirinya benar-benar sudah tidak bisa sabar lagi untuk melampiaskan segala kemarahan nya itu pada siapapun juga selepas makhluk besar di hadapannya itu benar-benar pergi.
"Baiklah jika begitu maka aku akan segera pergi, Untuk menjumpai mereka semua. Aku berharap agar kali ini kau benar-benar tidak mengecewakan ku Rong Niang," kaya monster itu yang seketika itu kini telah berubah wujudnya menjadi sosok pria gagah yang begitu tampan dan juga tampak begitu Mulia.
Yang juga segera menghilang dari tempat itu. seolah sosok pria itu tidak pernah sekalipun berada di sana. Dan meninggalkan seorang wanita dewasa yang saat ini dengan keadaan yang sangat berantakan dan juga menderita kesakitan.
Dan hal itu benar-benar membuat hati Rong Niang menjadi sangat masam. Bagaimana tidak?
__ADS_1
Pada awalnya dirinya Lie Rong Niang, bisa benar-benar tertarik dan bahkan dirinya bersedia tunduk begitu saja pada sosok yang sangat tampan itu.
Dan berupaya melakukan segala cara, untuk bisa memenuhi keinginan Pria tampan itu yang menginginkan Sang Matriark Sekte Selendang Hitam untuk dijadikan budak bagi Klan mereka.
Karena kebetulan dirinya juga memiliki perasaan dendam terhadap sosok yang di inginkan oleh Pria tampan itu, akhirnya dirinya Lie Rong Niang pun langsung menyetujuinya tanpa ragu sedikitpun.
Hanya saja Rong Niang mengharapkan sebuah imbalan, yakni Ia berharap agar pria tampan itu mau membantu dan juga mendukungnya untuk bisa menjadi jauh lebih kuat dan juga menguasai seluruh Sekte Selendang Hitam itu.
Dan hal itu juga seketika langsung mendapatkan persetujuan dari sosok tampan itu. Bahkan sosok pria tampan itu juga tampaknya sangat tertarik dengan pesona yang dimiliki oleh Lie Rong Niang.
Jadi Rong Niang tanpa pikir panjang ia pun dengan suka rela menawarkan dirinya dan juga tubuhnya sendiri pada sosok pria tampan yang baru saja dirinya jumpai pertama kalinya itu.
Lagi pula dirinya juga tidak merasa dirugikan pada saat itu. Bakan bukankah mereka sudah menawarkan keuntungan untuk satu sama lain?
Jadi Lie Rong Niang benar -benar tidak memikirkan konsekuensi yang lainnya lagi. Dan Lie Rong Niang juga sudah terbawa suasana hati yang sangat baik.
Karena dirinya merasa ada seseorang yang akan membantunya untuk menyingkirkan duri dalam kehidupannya yang selama ini selalu menghantui dirinya. Yang membuatnya hanya tampak seperti bayang-bayang bagi orang itu saja.
Namun saat ini jujur saja, Lie Rong Niang merasa begitu menyesal karena telah menjerumuskan dirinya sendiri dalam sebuah hal yang sangat menjijikan ini. Dirinya sungguh tidak menyangka, bahwa keputusannya yang menawarkan tubuhnya sendiri pada sosok pria yang begitu gagah nan tampan itu ternyata membuatnya harus menghadapi dan melayani serta memuaskan seluruh hasrat birahi dari sosok yang begitu jelek dan mengerikan ini.
__ADS_1
Di tambah lagi dengan kenyataan bahwa dirinya juga masih harus melakukan hal yang sama untuk para pengikut sosok yang menurutnya sangat manipulatif itu.
Andaikan saja dirinya tidak pernah melihat wujud asli dari sosok pria itu, mungkin dirinya masih bisa berfantasi tentang pergumulan panas nya dengan seorang pria yang sangat tampan.
Namun sosok itu justru memilih menunjukan wujud aslinya sebagai seorang monster dari Klan monster disaat dirinya hendak menggauli dirinya.
Bahkan sosok itu seolah tampak begitu puas ketika dirinya melihat wanitanya begitu syok dan juga tidak berkutik dibawah permainannya yang selalu mendominasi dan bahkan membuat wanita itu kewalahan hingga tak mampu menggerakkan sedikitpun tubuhnya yang memang sangat **** dan juga penuh pesona dari asetnya yang begitu menggugah selera itu.
Dan hanya bisa dengan patuh tanpa perlawanan sedikitpun ketika melayani dirinya yang memang selalu buas ketika mendapatkan mangsa untuk melampiaskan hasrat dan juga kesenangannya.
Yang mana hal itulah yang membuat Lie Rong Niang mengalami penyesalan yang sangat mendalam karena telah menawarkan elokan paras dan juga tubuhnya pada sosok yang ternyata sangat mengerikan itu.
Namun sayangnya dirinya sama sekali tidak dapat berbuat apapun untuk bisa menghindarinya ataupun menyesalinya. Karena dirinya benar-benar telah terjerat dalam seluruh aturan yang dibuat oleh sosok itu.
Bahkan jika itu termasuk dengan keputusan sosok itu yang hendak menyerahkan tubuhnya untuk melayani para pengikutnya, yang jumlahnya ada berapa. Lie Rong Niang sama sekali tidak dapat menolak ataupun mengelak apapun yang terjadi.
Atau jika tidak mungkin saja dirinya benar-benar tidak akan sanggup menerima konsekuensinya. Karena telah dianggap lelah melanggar sumpahnya sendiri.
Apalagi Lie Rong Niang tahu betul, bagaimana karakter dan juga betapa hebatnya kemampuan sosok pria itu. Jadi sungguh sudah tidak ada jalan mundur lagi bagi Lie Rong Niang.
__ADS_1
Dia hanya bisa menjalani segalanya, sebagai upaya untuk tidak menyinggung ataupun membuat Klan monster marah terhadap dirinya.