
Beralih dari Sang kaisar Huo Yuan Yu yang sangat marah dan merasa tersakiti oleh keadaan ini.
Saat ini Xi Lilian dan juga sepupunya Xin Mu Ren yang sedari tadi telah menyusup ke istana karena memberikan pesan dan juga bukti kejahatan Sang Permaisuri dan juga Pangeran Agung Huo Sun Yao kepada para petugas penyidik.
Kemudian Ia juga langsung meluncur menuju sebuah paviliun yang disediakan bagi tamu Kekaisaran.
Dari kejauhan Xi Lilian sudah dapat melihat bahwa beberapa orang yang ingin Ia dan kakak sepupunya itu kunjungi tengah duduk bersama disebuah gasebo dihalaman yang memiliki pemandangan yang indah, untuk menikmati waktu kebersamaan.
Disana Xi Lilian dan juga Xin Mu Ren mendekat pada beberapa orang yang tengah berkumpul menikmati senja hari dengan keceriaan dan juga keharmonisan itu.
Dan tanpa Xi Lilian duga ternyata Sang Kakek, yakni Kaisar Xi Zhao Tian melihat kedatangan mereka berdua langsung menyambutnya dengan sangat bahagia terpancar jelas di wajahnya yang masih terlihat begitu tampan dan juga berkarisma.
“Ternyata cucu-cucu ku juga datang dan ikut meramaikan kesenangan di sore hari ini.” Kata Kaisar Xi Zhao Tian sambil berdiri untuk menyambut kedatangan mereka.
“Salam kepada Kakek dan Nenek Kekaisaran, juga Paman dan Bibi Kekaisaran semuanya,” salam Xi Lilian dan Xin Mu Ren yang menggunakan nama samaran menjadi Xi Mu Ren ketika di dunia fana ini.
“Kalian berdua bangunlah, tidak usah begitu sungkan pada keluarga sendiri,” kata Nenek mereka yakni Permaisuri Shi Yi Lan sambil meraih pundak kedua cucunya itu.
“Terima kasih Nenek,” balas keduanya bersamaan.
Ketika mereka berdua telah kembali menegakkan tubuhnya, barulah mereka semua yang ada disana bisa melihat dengan jelas.
Jika remaja laki-laki yang berada disebelah cucu perempuan nya Xi Lilian bukanlah Shen Yu Lin.
Yang mana hal itu membuat mereka semua bertanya-tanya akan pemuda itu, kemudian membuat mereka sedikit mengerutkan keningnya.
Namun Sang Pangeran Mahkota Xi Mo Han segera mengenali siapa gerangan remaja laki-laki itu.
“Benarkah yang ku lihat ini? Apakah kau adalah keponakan ku dari adik ku Xin Yu Ruan? Kau memiliki mata yang begitu tajam dan jeli seperti dirinya. Oh ya siapa namamu Nak?” tanya Sang Pangeran Mahkota Xi Mo Han.
__ADS_1
Dan ternyata kata-katanya itu mengejutkan semua orang yang ada disana kecuali Xi Lilian dan juga Xi Mu Ren.
Sehingga mereka semua segera mengarahkan pandangan mereka kembali pada wajah Xi Mu Ren.
Dan akhirnya mereka semua bisa melihat, bahwa pemuda didepannya ini bahkan sangat mirip dengan wajah cucu lelaki nya yang satu lagi. Yang tidak lain dan tidak bukan yang mereka maksud adalah Shen Yu Lin.
Namun terdapat perbedaan yang cukup signifikan terhadap sorot mata yang dimilikinya.
Pemuda yang ada dihadapan mereka saat ini memiliki tatapan dan juga sorot mata yang tegas dan tajam. Bagaikan mata elang yang dapat melihat mangsanya dari kejauhan dan ketinggian diatas rata-rata.
Yang sangat berbanding terbalik dengan sorot mata dan tatapan yang dimiliki oleh Shen Yu Lin mereka, yang memiliki sorot mata teduh dan juga lembut yang seolah menggambarkan jika dirinya adalah sosok cendikiawan yang berilmu tinggi.
Setelah mereka semua melihat dan membandingkan kedua cucu lelakinya itu, barulah mereka menyadari akan satu hal.
Jika kedua cucunya itu menuruni sorot mata dari orang tuanya masing-masing
Sedangkan untuk Shen Yu Lin Ia menuruni kelembutan dan sorot mata yang teduh dan memberikan kenyamanan sama seperti sorot mata mendiang ibunya Xi Yu Nian.
Xi Lilian yang melihat reaksi dari seluruh keluarganya merasa sangat senang, karena mereka semua bisa mengenali dan juga menerima kakak sepupunya Xin Mu Ren itu dengan sangat baik.
Dan untuk menyadarkan mereka semua dari lamunannya Xi Lilian pura-pura ter-batuk dan berdehem.
"Khem..hemm.... Aku tau dan juga percaya jika kakak sepupu menang tampan dan menawan. Tapi, bukankah tidak baik bagi Kakek, Nenek, para Paman dan juga Bibi memandangi nya sambil melotot begitu," ucap Xi Lilian bercanda untuk menyadarkan semuanya dari lamunan mereka.
Sedangkan Xi Mu Ren yang mendengar perkataan Xi Lilian hanya tersenyum dan juga mengusap-usap kepala adik terkecilnya itu dengan penuh kasih sayang.
Bahkan seluruh keluarga Kekaisaran Wexia itu dibuat terharu akan kedekatan dan juga kasih sayang antar kedua saudara itu, meski mereka bukanlah dari orang tua yang sama.
Setelah tersadar dari pikiran mereka semua sangat antusias dan menyambut cucu serta keponakan lelaki yang baru saja mereka jumpai itu.
__ADS_1
Dan Xi Mu Ren yang mengingat akan pertanyaan dari Sang Paman pertamanya, Ia segera membungkuk dan memperkenalkan dirinya dengan sopan.
“Paman pertama benar, Xin Mu Ren senang akhirnya bisa bertemu dengan Kakek, Nenek kedua Paman dan juga kedua Bibi,” kata Xi Mu Ren dengan tulus dan penuh dengan senyum menawan di bibirnya yang tipis nan seksinya.
Kaisar Xi Zhao Tian yang baru menyadari bahwa pemuda itu adalah cucu dari putra bungsunya Ia benar-benar merasa sangat senang melihatnya berada dihadapannya saat ini.
Karena sebenarnya dirinya sudah sejak lama merindukan putra bungsunya tersebut dan juga Ayahnya, yang tidak Ia ketahui keberadaan mereka setelah kejadian tragis kala itu.
Yang membuat mereka semua terpaksa harus menyembunyikan diri mereka.
"Bagus, ini benar-benar sangat bagus, ternyata kau lebih berbakti pada kami, Kakek dan Nenek mu ini, dibandingkan bocah pembuat onar itu yang selalu saja merecoki dan juga membuntuti kakek buyut mu kemanapun Ia pergi, huuhhh...!" kata Kaisar Xi Zhao Tian sambil mendengus sebal dan pura-pura merajuk bagai anak kecil itu.
Yang sebenarnya mereka semua tahu bahwa sebenarnya Sang Kaisar Xi Zhao Tian itu sangat merindukan anak laki-laki termudanya.
"Kakek tahu, yang Kakek katakan memanglah benar. Bahkan Kakek Buyut selalu dibuat marah setiap kali mereka berjumpa. Bahkan kediaman akan menjadi sangat riuh jika Kakek Buyut dan juga Ayah berada di satu ruangan yang sama. Sehingga tidak akan pernah ada ketenangan jika mereka berdua telah bertemu," balas Xi Mu Ren yang menanggapi gurauan Sang Kakek.
Bagaikan seorang anak kecil yang mengadukan kesalahan orang lain pada orang tuanya.
"Haha.... mereka berdua itu sama saja. sama-sama bawelnya," celetuk Pangeran Kedua Kekaisaran Wexia Xi You Ming.
"Biarkan saja mereka tetap seperti itu, setidaknya hal itu bisa sedikit menghibur kesedihan dan juga kesepian yang kakek buyut kalian alami," karena aku sendiri sebagai putranya tak kuasa untuk bisa berbagi segala keluh kesahnya hingga hari ini." Kata Kaisar Xi Zhao Tian Kembali.
Namun kali ini tersirat rasa kesedihan yang mendalam dari kata-kata yang diucapkannya.
Semua orang di sana bisa membayangkan bagaimana keributan yang terjadi antara seorang kakek dengan seorang cucu lelakinya yang sama-sama keras kepala dan tak pernah ada yang mau mengalah.
Dengan demikian mereka bisa kembali mengenang masa-masa dimana masa Keluarga Kekaisaran Langit masih bersama di dunia atas.
Yang kini menyisakan kenangan indah dibenak semua Keluarga Kekaisaran Wexia.
__ADS_1