
Ternyata semua kejadian ini hanyalah pengalihan perhatian yang sengaja dilakukan untuk mengecoh dan juga menghilangkan kecurigaan atas siasat keji yang selirnya perbuat. Sungguh tak pernah ku sangka, orang yang selama ini ku percayai tidak lebih dari rubah yang sangat licik pikir Tuan Song yang mulai terbuka dan memahami keadaan saat ini.
“Katakan padaku mengapa Hong Sese melakukan semua itu.” Tanya Tuan Song Yu Jin dengan menahan amarahnya yang memuncak.
“Beliau melakukan itu karena ingin membunuh Nona Muda dan Tuan Muda Besar, agar ia bisa menjadi nyonya rumah dan anak anaknya menjadi anak sah anda Tuan. Selir Hong Sese juga berencana menguasai seluruh kediaman dan menyingkirkan selir-selir dan anak Anda yang lainnya Tuan.” Kata pelayan pria itu dengan gugup dan ketakutan.
“Kurang ajar, berani beraninya dia, akan......” sebelum selesai Tuan Song berbicara, sudah di dahului suara yang lain.
“Daripada kau banyak bicara lebih baik kau pulang dan obati putra dan putrimu, kebetulan aku ada herbal yang kau butuhkan dari guruku, dan jangan lupa minta maaflah pada orang yang kau tuduh.” Kata Xi Lilian
“Apa benar Tuan Muda memiliki herbal yang ku butuhkan, berapa aku harus membayar untuknya, pasti akan saya bayar berapapun harganya.” Seru tuan Song dengan gembira.
“Anda tak perlu membayarnya, aku ikhlas membantu. Tapi kalau boleh tau sebenarnya kedua anak anda sakit apa? Dan apa saja gejalanya?” tanya Xi Lilian
“Kedua nya mengalami sakit secara mendadak dan awalnya tabib mengatakan bahwa kedua anakku hanya sakit flu biasa, karena memang gejalanya demam disertai batuk seperti biasa, namun semakin kesini keadaanya tak kunjung membaik, malah semakin parah dan mereka sekarang setiap batuk akan mengeluarkan darah, selain itu tubuhnya menjadi kaku tidak bisa di gerakkan, karena itulah aku sudah mendatangkan banyak tabib untuk menyembuhkannya. Dan tabib yang terakhir yaitu tabib Cheng mengatakan bahwa ia bisa menyembuhkan keduanya namun salah satu bahannya sangat sulit di dapat yaitu teratai bulan yang telah ia rampas.” Kata Tuan Song menjelaskan.
“Kalau berdasarkan penjelasan Tuan Song, saya merasa kedua anak tuan ini telah diracuni. Dengan racun kelabang hitam gurun, karena gejala yang ditimbulkan oleh racun itu adalah melumpuhkan syaraf secara perlahan dan memacu kerja jantung sehingga setiap orang yang terkena racun tersebut akan mengalami batuk berdarah atau bahkan muntah darah. Dan untuk teratai bulan ini bersifat melancarkan darah dan menekan jantung untuk bekerja lebih cepat lagi. Memang teratai bulan ini sangat manjur untuk kasus atau penyakit lain akan tetapi untuk kasus semacam ini maka itu akan mempercepat kematian penderita racun kelabang hitam gurun.” Jelas Xi Lilian secara detail.
“Jadi maksud Tuan Muda, diriku telah ditipu oleh tabib itu?” tanya tuan song pada Xi Lilian
__ADS_1
“Saya rasa seperti itu, lebih baik Tuan Song segera pulang dan berikan obat penawar segala racun buatan guru saya ini untuk mengeluarkan racun dalam tubuh kedua anak anda. Sebelum orang suruhan Selir Anda memberikan sup teratai bulan pada kedua putra putri Anda.” Kata Xi Lilian menyarankan.
“Baiklah terima kasih Tuan Muda, dan kalau boleh tau siapakah Tuan Muda ini? Dan saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Tuan Muda tidak hanya telah memberikan obat ini akan tetapi telah menyelesaikan kesalahpahaman saya terhadap pemuda ini. Maafkan saya tuan Chen atas kesalahpahaman tadi.” Kata tuan song berterimakasih pada Xi Lilian dan juga meminta maaf pada orang yang telah ia tuduh.
“Tak perlu seperti itu Tuan, ini memang kewajiban setiap orang menegakkan keadilan. Dan biasanya orang-orang menyebut saya Xiaolian. Anda juga boleh menyebut saya seperti itu.” Balas Xi Lilian.
Setelah semua permasalahan telah teratasi, kemudian Xi Lilian mengajak pemuda tadi yang di sebut sebagai Tuan Chen itu menuju sebuah kedai, karena hari juga telah lewat siang hari sehingga sudah waktunya mengisi perut.
Setelah memasuki kedai Xi Lilian memilih untuk naik ke lantai dua ke tempat makan yang lebih privat karena setiap meja berada di ruangan tersendiri.
Setelah memesan dua porsi makanan yang terbaik dari kedai tersebut, setelah makanan telah disajikan mereka makan tanpa bicara. Dalam ruangan itu terasa sunyi dan hening.
“Maaf Tuan Chen, apakah saya boleh menanyakan sesuatu pada Anda?” tanya Xi Lilian.
“Silahkan Tuan Muda Xiaolian, apa yang ingin Anda tanyakan?” tanya tuan Chen.
“Apakah anda memiliki masalah dalam tubuh, ah maksud saya, apakah anda selalu merasa tak bertenaga, terasa sakit seperti terbakar pada ulu hati dan tidak bisa menggunakan kekuatan atau kultivasi Anda? Padahal Anda memiliki kultivasi yang tinggi dibandingkan orang yang lainnya.
Mendengar hal itu Chen merasa terkejut, karena pemuda dihadapannya ini bisa mengetahui masalah tubuhnya tanpa melakukan pemeriksaan. Karena saking terkejutnya membuat Chen terbengong dan tak segera merespon.
__ADS_1
Melihat orang yang dihadapannya tak memberikan respon Xi Lilian bertanya lagi.
“Tuan Chen Zhang Wen, Putra tertua Keluarga Chen, pernah menjabat sebagai Wakil Jendral, namun di lengserkan karena difitnah telah menyelundupkan senjata negara dan mencoba membangun pasukan militer pribadi. Dan karena sudah dianggap tidak lagi berguna makanya kamu di tendang dari kediaman Chen tanpa membawa harta apapun, dan selalu direndahkan oleh orang lain karena suatu hal yang tak pernah kau lakukan. Apakah benar begitu?” tanya Xi Lilian.
Mendengar apa yang Xi Lilian katakan itu membuat Chen Zhang Wen merasa waspada tak sabar untuk langsung merespon.
“Bagaimana kau mengetahui semua itu?” tanya Chen Zhang Wen dengan pandangan tajam.
“Jadi semua tebakanku benar? Gampang saja untuk mengetahui hal tersebut, karena hampir seluruh rakyat kekaisaran Wuxi ini mengetahui hal itu.” Kata Xi Lilian dengan santai.
“Aku tak percaya, karna seluruh informasi itu telah ditekan agar tidak banyak orang yang tahu dan melakukan penyelidikan akan semua itu.” Kata Chen Zhang Wen dengan tetap mengawasi ekspresi dari Xi Lilian.
“Kamu memang sangat pintar tuan Chen, saya menyukai orang-orang yang berkarakter seperti Anda. Dan anda juga tak perlu waspada seperti itu padaku, karna aku tak ada maksud buruk apapun.” Kata Xi Lilian.
“Saya tidak tahu apa maksud Tuan Muda ini apakah itu baik atau buruk untuk saya, tetap saja saya tak berdaya atas Anda.” Kata Chen Zhang Wen.
“Saya bisa memulihkan kondisi tubuhmu saat ini juga dan aku akan membantumu mengungkap semuanya dan termasuk membuat dalang kehancuran Anda itu merasakan apa yang kau rasakan atau bahkan lebih menderita lagi.
“Apakah yang Tuan Muda Xiaolian ini bisa dipercaya? Jika memang demikian, saya Chen Zhang Wen rela mengabdikan jiwa dan ragaku ini untuk Anda, meski harus ditukar dengan nyawa sekalipun saya bersedia.” Kata Chen Zhang Wen penuh tekad.
__ADS_1
“Baiklah kalau Tuan Chen memang telah bertekad, yang jelas saya tidak suka dengan yang namanya penghianatan, namun aku juga orang yang bisa membedakan Budi dan dendam secara baik.” Kata Xi Lilian.