
Begitu Sang Ibu Suri Kekaisaran Sheng Qian Yu mengingat bahwa Putra Mahkota Wang Lin Yu yang sesungguhnya telah lama mati. Kini dirinya bisa sedikit merasa lebih tenang.
Akan tetapi dirinya masih harus dipusingkan dengan menghadapi kenyataan bahwa dirinya tidak lagi bisa memperalat Keluarga Jendral Besar Xia untuk memperkuat kedudukan dan dukungan bagi Putranya. Oleh karenanya Ibu Suri Kekaisaran Sheng kembali dibuat geram dan marah terhadap Sang Permaisuri Yang baru.
Namun dia tidak kehabisan akal. Ibu Suri akan menggunakan cara terakhirnya untuk mencoba membujuk Sang Jenderal Xia, menggunakan ikatan kekerabatan. Karena walau bagaimanapun juga, Permaisuri Xia Wu Mei masihlah keturunan dari Klan Xia milik Sang Jendral. Jadi Ibu Suri Sheng tentu saja akan menggunakan alasan tersebut untuk mengikat Kediaman Jenderal Xia agar tetap dibawah kuasanya.
"Jenderal Besar Xia, mohon tenangkan sedikit amarah Anda. Biar bagaimanapun juga Keluarga Kekaisaran dan juga Keluarga Xia juga masih merupakan kerabat, mungkin akhir-akhir ini Yang Mulia Kaisar memang sedikit kurang bijaksana dalam menangani kasus mendiang Putri mu itu. Dan itu semua karena dia juga yang merupakan seorang nomor satu di negeri ini merasa begitu terhina dan juga diremehkan oleh Putri Anda itu dengan melakukan perselingkuhan yang telah terbukti dengan jelas di tempat kejadian. Akan tetapi karena kami masih mengingat jika Permaisuri Kaisar saat ini juga merupakan Putri mu, maka kami memberikan toleransi terhadap Ketiga keturunan Putri mu itu, dengan melepaskan Gelar Pangeran dari nama mereka. Dan setelah itu pihak Kekaisaran kami akan mengembalikan mereka ke Keluarga Jendral Anda. Dan tidak membunuh mereka. Karena mereka semua adalah keturunan Keluarga Jendral Besar Xia kalian. Sehingga mereka semua juga masih keponakan Yang Mulia Permaisuri, tentu saja kamu Keluarga Kekaisaran juga masih akan berbelas kasih," kata ibu Suri Sheng yang mencoba berdiskusi dengan Sang Jenderal Besar Xia.
Namun Sang Ibu Suri Kekaisaran Li itu tidak mengetahui jika apa yang dirinya ucapkan itu justru akan semakin membuat Sang Jenderal Besar Xia yakin dengan keputusannya untuk memperjuangkan Kedaulatan bagi seluruh keluarganya.
"Oh, Begitu ternyata, kami selaku Keluarga Bangsawan Kekaisaran yang setaraf dengan Keluarga Kekaisaran kami benar-benar terbuka mata dan juga wawasan kami mengenai nilai moral dan juga kebajikan yang begitu rendah. Dan yang membuat kami lebih tidak pernah menuangka yakni ternyata seperti inilah yang selalu disebut dan merupakan kebijakan dan juga cara kerja Kaisar Wang Junsi, benar-benar tidak bisa memahami situasi dan jalannya penyelidikan ataupun pemerintahan sama sekali. Jika selama Yang Mulia Kaisar Wang Junsi memerintah Kekaisaran Li ini hanya mengandalkan perasaan dan juga tidak melakukan seluruh aspek sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku dan tidak secara rasional seperti ini, maka aku sangat yakin jika Kekaisaran Li ini akan semakin hancur dan juga tertindas oleh Kekaisaran yang lainnya." kata Jenderal Besar Xia dengan dingin dan sinis.
Yang mana dalam ucapannya tadi menyiratkan bahwa, Sang Kaisar Wang Junsi ini, bukanlah orang yang tepat menempati posisi sebagai Pemimpin Kekaisaran Li ini.
__ADS_1
Karena dia begitu tidak bersikap secara rasional dalam menangani sebuah masalah. Bahkan untuk menangani kondisi saat ini yang mana masih menyangkut urusan Keluarga saja, dirinya benar-benar tidak mau mencari kebenaranya dan juga menyelidikinya lebih lanjut dan memutuskannya dengan asal-asalan, karena Ia merasa telah dirugikan.
Akan tetapi dirinya juga tidak pernah mau berpikir apakah orang yang dirinya tuduh itu benar-benar bersalah atau tidak, atau hanya sekedar seorang korban. Dirinya benar-benar tidak bisa berpikir sampai sejauh itu.
Bagaimana jika itu mengenai masalah pemerintahan. Apakah dirinya juga hanya akan mengandalkan perasaanya seorang diri saja dan tanpa memikirkan mengenai seluruh rakyat dan juga para Pejabat yang telah banyak berupaya dan bekerja keras untuk dirinya.
Ini benar-benar mengecewakan jika kedudukan tertinggi dari Kekaisaran terbesar dan tersohor diseluruh Daratan Nanxuang ini dipimpin oleh seorang Kaisar yang begitu sembrono dan tidak rasional itu.
Ibu Suri Sheng Qian Yu yang mengerti apa maksud dari ucapan Sang Jendral Besar Xia kini juga menyadari. Jika tindakan yang diambil oleh Putranya itu memang sangat gegabah dan menunjukan kelemahan serta kekurangannya yang begitu besar dihadapan seluruh Bangsawan dan juga Pejabat. Yang pastinya membuat mereka semua merasa tidak puas dan juga tidak akan memberikan respek yang baik kepada Putranya dimasa depan.
Di saat Sang Ibu Suri Kekaisaran Sheng Qian Yu ingin mencoba menenangkan keadaan dan juga membantu memperbaiki citra Putranya yakni Kaisar Wang Junsi, akan tetapi terlebih dahulu disela oleh ucapan seseorang.
"Benar saja yang Ayahanda Jenderal katakan, karena selama ini kami yang selama hampir satu tahun ini menetap di perbatasan yang kini sedang dalam situasi darurat perang, bahkan selama ini kami belum pernah mendapatkan pasokan logistik sama sekali, dari pihak Kekaisaran. Dan bahkan untuk upah yang diterima para Perajurit militer kami bahkan tidak memenuhi standar yang ada, Aku bisa menjamin jika dari keseluruhan Kekaisaran di Benua Nanxuang ini mungkin hanya di Negeri kita ini yang keadaan Perajurit Pembela Negaranya selayaknya para gelandangan dan pengemis. Bahkan kami harus dituntut terus berjuang menghadapi musuh tapi kita juga harus berjuang sendiri untuk mencukupi segala kebutuhan dan juga persediaan obat dan makanan. Bahkan selama ini aku telah menggunakan seluruh harta pribadi ku untuk mencukupi kebutuhan kami di camp militer. dan selama ini jika aku tidak mengirim surat kepada adik ku Xia Yun Lie dan juga orang kediaman Jendral yang bersedia mengirimkan bantuan logistik bagi kami, aku yakin jika kami sudah mati di tangan musuh.
__ADS_1
Apakah ini cara kalian untuk memimpin dan mengatur Kesejahteraan Kekaisaran Li ini? Dan seingat diriku setelah Yang Mulia Kaisar Wang Junsi ini naik tahta. Bahkan hampir semua Menteri dan juga Pejabat terkait telah diganti seluruhnya dengan orang-orang yang benar-benar beradap, karena hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongan. Dan mengabaikan urusan yang lain yang jauh lebih penting." ucap Sang Jendral Muda Xia Wei Yunho dengan sinis dan cibiran yang kentara di setiap kata-katanya.
Mendengar penuturan Sang Jendral Muda Xia tersebut, Ibu Suri Sheng Qian Yu benar-benar dibuat terkejut dan juga ternganga seakan tidak percaya. Sehingga Ia seketika memandang Putranya itu dengan tatapan ingin meminta penjelasan yang dia inginkan. Dan menyatakan bahwa apa yang dikatakan Jenderal Muda itu tidaklah benar.
Namun ketika dirinya melihat jika Putranya terdiam dan juga terpaku, dan semua orang juga dapat melihat kondisi dan juga penampilan Sang Jenderal Muda Xia Wei Yunho tersebut bisa menyimpulkan jika apa yang dikatakan olehnya itu adalah sebuah kebenaran.
Karena dapat dilihat jika penampilan Sang Jendral Muda Xia itu sangatlah lusuh dan tampak tidak terawat sama sekali. Bahkan badannya yang sangat kurus yang sangat berbeda jauh dengan keadaannya ketika ia hendak berangkat bertugas ke perbatasan kala itu itu. Dan hal itu cukup untuk membuktikan bahwa dirinya memang mengalami kekurangan dalam makanan.
Beberapa penduduk sipil dan juga para Pejabat yang hadir dan menyaksikan hal tersebut, kini menyadari betapa genting dan krisis yang dialami oleh para Pasukan Militer di perbatasan saat ini. Bahkan banyak dari mereka yang menangis dan tak kuasa untuk menahan kepedihan. Karena kini mereka tahu bahwa keadaan kerabat mereka dan bahkan keturunan mereka yang berada di perbatasan saat ini benar-benar sangat menderita.
Yang akhirnya hal itu membuat sebagian dari mereka sangat marah dan juga geram terhadap Sang Kaisar.
Namun hal itu justru membuat Sang Permaisuri Xia Wu Mei sedikit menyunggingkan senyum liciknya. Karena itu juga merupakan rencananya. Yang membuat citra yang buruk bagi Sang Kaisar.
__ADS_1
Dan kemudian dirinya akan membantu Sang Kaisar Wang Junsi yang merupakan suaminya untuk menangani semua masalah ini. Untuk menunjukan betapa tulus dan juga perhatian nya dia tehadap kesulitan Sang Kaisar, agar dirinya mendapat pengakuan dari rakyat, para Pejabat maupun Menteri Kekaisaran dan juga Kaisar Wang Junsi sendiri tentunya.