Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 77 Kecurigaan Xi Lilian


__ADS_3

Sedangkan Xi Lilian yang telah melihat hasil dari pengujian yang dirinya lakukan itu, membuatnya menjadi berpikir lebih jauh lagi. Xi Lilian memikirkan segala kemungkinan yang bisa saja terjadi.


Karena dengan kenyataan yang sebenarnya Shen Wu Lan adalah darah daging dari Shen Gong Fu, Xi Lilian menjadi lebih waspada dan juga memiliki kecurigaan terhadap pamannya itu.


Apakah mungkin Sang Paman keempatnya yang pada hari biasanya hanya terlihat seperti yang lainnya, sangat baik dan juga Ia bahkan lebih bisa bersikap lebih ramah pada tubuh Xi Lilian ini dibandingkan dengan anggota Keluarga Jendral yang lainnya.


Ataukah itu sebenarnya hanya salah satu cara menyembunyikan bahwa ia memiliki motif tertentu yang dia sembunyikan?


Apakah mungkin dia juga terlibat dan juga menjadi salah satu antek-antek dari Perdana Mentri Han? atau mungkin juga salah satu pion Sang Permaisuri Kaisar?


Xi Lilian yang terus berpikir dengan segala kemungkinan yang terjadi. Akhirnya Xi Lilian melakukan telepati kepada Gege nya Shen Yu Lin.


Yang sedari pagi setelah sarapan Shen Yu Lin memutuskan untuk kembali ke Kediaman Jendral agar tidak menimbulkan kecurigaan jika Ia tidak ada di Kediaman disaat situasi yang ramai.


“Gege, ternyata apa yang menjadi kecurigaan ku sedari kemarin yang aku katakan tadi waktu sarapan ternyata terbukti benar. Dan sebenarya Shen Wu Lan merupakan darah daging dari paman ke empat. Dan saat ini aku ingin minta tolong agar Gege mengawasi dan menyelidiki Paman keempat. Karena yang ku takutkan adalah jika paman keempat juga merupakan antek-antek Perdana Mentri Han ataupun Sang Permaisuri Kaisar. Sehingga kita dapat mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan di kemudian hari,” kata Xi Lilian dalam telepati kepada Shen Yu Lin.


Setelah itu Xi Lilian mengajak Xin Mu Ren untuk pergi ke markas Black Star Mafia, dengan membawa laporan hasil pemeriksaanya tadi.


Karena Xi Lilian berencana untuk meminta stampel resmi Black Star Mafia untuk hasil laporan itu dan juga menggandakanya.


Kemudian baru ia akan menyuruh para anggotanya untuk menempelkan bukti itu di setiap papan pengumuman yang ada di ibukota kekaisaran Wuxi ini.


Jika terbukti benar kalau Sang Paman juga merupakan salah satu antek-antek pembuat onar itu.


Karena Xi Lilian tidak ingin orang yang telah berbuat kejahatan pada keluarganya itu aman dan terlepas begitu saja dari hukuman dan pembalasan darinya.


...****************...


Sedangkan disisi Shen Yu Lin yang saat ini tengah berada di Paviliunnya yang berada di Kediaman Jendral, Ia saat ini sedang melakukan rutinitasnya setiap harinya sebagai seorang Tuan Muda Besar di Kediaman Jendral.

__ADS_1


Selain Ia harus bisa menguasai ilmu beladiri dan kultivasi Ia juga dituntut untuk menguasai ilmu sastra yang mumpuni.


Sehingga Ia menghabiskan waktu paginya berada di dalam ruang belajarnya dengan mempelajari, membaca dan menulis mengenai sejarah dan seni serta literatur lainnya.


Namun setelah Shen Yu Lin mendapatkan kabar berita dari sang adik tercintanya melalui telepati. Shen Yu Lin pun segera mengakhiri kegiatannya itu.


Kemudian Shen Yu Lin keluar dari ruang belajarnya ditemani oleh seorang pengawal baru dan juga seorang pelayan baru yang ditugaskan oleh Kediaman Jendral untuk melayaninya.


“Tuan Muda Besar, Anda hendak pergi kemana? Apakah Anda membutuhkan sesuatu hamba akan mengambilkannya untuk Anda. Jadi Anda tidak perlu kemanapun, hamba akan melayani Anda,” kata pelayan baru itu yang mengikuti di belakangnya.


“Aahh... Tidak, itu tidak diperlukan. Karena aku hanya ingin meregangkan otot-otot tubuhku yang mulai kaku karena terlalu lama duduk. Mungkin aku akan jalan-jalan berkeliking Kediaman saja. Lagi pula, aku sudah sangat lama tidak melihat-lihat suasana didalam kediaman ini. Dan semenjak kepulanganku aku juga belum menyempatkan diri untuk melihat apakah ada hal baru yang indah di Kediaman Jendral ini,” kata Shen Yu Lin menanggapi pelayan barunya tersebut.


“Baiklah hamba akan mengikuti Tuan Muda, eem... Apakah Tuan Muda tidak akan mempersiapkan suatu barang yang mungkin bagus untuk perayaan Festival Bunga esok hari. Karena hamba dengar perayaan Festival Bunga pada tahun ini akan sangat meriah karena bukan hanya para Keluarga Kekaisaran dan Bangsawan dari negeri sebelah melainkan para Pejabatnya juga telah hadir di Kekaisaran kita ini,” kata pelayannya lagi.


Dan sepertinya pelayan barunya ini lebih banyak bicara dan mendengakan informasi yang ada diluaran sana.


Tapi setidaknya itu juga ada gunanya untuk Shen Yu Lin. Dan yang terpenting dia bukanlah mata yang diutus orang-orang serakah itu.


“Apa yang kau tau, aku ini sedang memberikan informasi kepada Tuan Muda, dan itu juga demi kebaikan Tuan Muda kita juga. Hhhuuuhhh dasar kau itu tidak peka sama sekali,” timpal sang pelayan lagi sambil mendengus.


“Lebih baik kau itu diam saja, ku beri tahu bahwa suaramu itu sungguh tak enak didengar. Makanya kalau tidak ada yang sangat penting lebih baik kau diam saja. Dan hemat tenagamu yang tidak seberapa itu. Aku hanya tidak ingin kau menjadi lemah kehabisan tenaga dan merepotkan ku dan juga Tuan Muda.” Balas sang pengawal tak ingin kalah.


“Kau....kauu...!!! Huhh awas saja kau...” kata sang pelayan kikuk sambil menunjuk hidung sang pengawal.


Ia kehabisan kata-kata nya karena mlendengar perkataan teman sejawatnya itu.


Sedangkan Shen Yu Lin yang sedari tadi hanya menyimak perdebatan kedua orang bawahannya itu menjadi sedikit terhibur.


Karena melihat ekspresi mereka yang seakan penuh dengan penjiwaan dalam peran.

__ADS_1


“Hahahaha.... Kalian sungguh sangat lucu. Lebih baik kalian itu beralih profesi sebagai pemain opera saja, pasti akan banyak orang yang terhibur dan juga mencari kalian untuk melihat pertunjukan yang bagus itu,” kata Shen Yu Lin di tengah perdebatan kedua bawahannya itu.


Kedua orang yang sedari berdebat itu kini tengah terlihat kikuk dan juga salah tingkah, karena tanpa sadar mereka malah ribut sendiri dan mengabaikan Tuan Muda mereka itu.


Apalagi Sang Tuan Muda sampai mengompentari tingkah laku mereka, itu membuat mereka merasa sangat malu dan juga bersalah.


“Maafkan kami Tuan Muda, kami telah bersalah. Kami pantas dihukum,” kata kedua bawahan Shen Yu Lin dengan nada penyesalan.


“Haihh... Sudah lupakan saja. Oh ya siapa nama kalian tadi, maaf aku telah melupakannya,” tanya Shen Yu Lin.


“Terima kasih banyak Tuan Muda, hamba Zu Liang Ji,” jawab sang pengawal.


“Terima kasih banyak Tuan Muda, hamba Tong Sun Yi,” jawab sang pelayan.


“Baiklah, karena kalian berdua seumuran dengan ku maka aku akan memanggil kalian dengan ji’er dan juga Yi’er. Dan ingat ini, aku tidak suka dengan yang namanya kebohongan dan penghianatan. Jika kalian merasa tidak sanggup dengan persyaratan yang ku ajukan maka mundurlah sedari sekarang,” kata Shen Yu Lin dengan tegas dan mendominasi.


Sedangkan kedua bawahannya yang baru saja mengikutinya itu mengerti akan satu hal.


Dibalik tampilan yang menawan dan juga elegan ini, Tuan Muda sulunyg dari Kediaman Jendral Besar ini ternyata memiliki sisi tegas dan kejamnya sendiri.


Sehingga didalam hati Zu Liang Ji dan juga Tong Sun Yi mereka bersumpah untuk setia kepada tuannya itu dan tak akan pernah mengingkarinya.


“Kami mengerti Tuan Muda,” jawab mereka serempak.


Shen Yu Lin yang melihat reaksi dan juga keseriusan kedua bawahannya merasa puas.


Dan akhirnya Shen Yu Lin pun kembali mengajak mereka untuk meneruskan melihat-lihat dan berkeliling halaman.


Akhirnya setelah beberapa saat kemudian, Shen Yu Lin tiba di dekat paviliun mantan Selir Yun yang saat ini tengah ramai akibat proses penyelidikan yang tengah terjadi.

__ADS_1


Meskipun saat ini mantan Selir Pertama Sang Jendral Shen, Yun Xue Ruo telah diamankan dan dibawa ke Tahanan Kementrian Yamen, namun masih ada penelusuran lebih lanjut guna untuk menyisir tempat itu untuk mencari bukti-bukti yang lain terkait kejahatan yang telah dilakukannya.


__ADS_2