Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 58 Menyebarnya Berita Perselingkuhan


__ADS_3

Berbeda dengan kecemasan yang tengah dialami di paviliun Selir Yun.


Saat ini Xi Lilian tengah berada di markas Black Star Mafia nya dan tentunya ditemani oleh Gege nya Shen Yu Lin.


Ia datang secara pribadi ke markas, bukan hanya sekedar ingin melihat para mafiosonya saja.


Namun Ia juga ingin memastikan misi yang telah Ia tugaskan. Serta melihat laporan dari semua misi yang telah mereka terima dan kerjakan.


Karena itu juga sangat berguna bagi Xi Lilian, agar Ia juga lebih mengetahui mengenai kekuatan dan kelemahan dari semua musuh-musuhnya yang berkeliaran di mana-mana.


Karena tadi sekembalinya Sang Paman dan Bibi Kekaisaran nya. Xi Lilian akhirnya menyuruh salah satu mafiosonya untuk menyebarkan masalah hubungan gelap Selir Pertama Sang Jendral Perang yang bernama Yun Xue Ruo dengan Perdana Menteri Han.


Dan juga telah memiliki beberapa anak, yang selama ini diasuh dan dibesarkan penuh dengan kasih di dalam kediaman Jendral Shen.


Yang mana selama ini Sang Jendral kira mereka merupakan darah dagingnya sendiri.


Namun kenyataannya identitas sebenarnya dari Selir Yun merupakan gundik ber plakat milik Perdana Mentri Han Ling Gou.


Karena telah ditemukan plakat perak atas nama mereka berdua.


Pada saat Xi Lilian tengah asik mengamati para anggota medisnya belajar membuat pil. Dengan diikuti oleh Shen Yu Lin dibelakangnya.


Tiba-tiba saja mereka dikejutkan oleh salah satu mafiosonya yang ingin melaporkan hasil dari misinya.


“Lian’er.....” seru Feng Nana dari kejauhan.


Ya dia adalah salah satu anggota mafiosonya yang handal.


Meski dia adalah seorang perempuan tetapi Ia cukup tangguh. Karena pada saat ini tingkat kultivasi Feng Nana telah mencapai ranah puncak Kaisar Yang Agung.


Dan meskipun dia terkesan sangat ceria dan selengekan, tapi dibalik itu semua dia adalah tipe orang yang serius saat menangani masalah. Serta cepat tanggap ketika menilai dan menghadapi situasi apapun.


“Aahh Nana jie, kau sudah kembali? Apakah sudah beres?” tanya Xi Lilian yang tak menyangka bahwa Mafioso yang Ia utus untuk melakukan misi tadi telah kembali.


“Lian'er dan Lin'er kalian bisa tenang, aku telah menuntaskan semua. Bahkan saat ini telah tercipta beragam opini publik yang mengacu pada mereka. Juga sebagian juga telah menyeret nama Permaisuri Kaisar dalam masalah ini.” Kata Feng Nana yang sangat antusias.


Karena sebenarnya Feng Nana dengan senang hati melakukannya karena Ia merasa bisa berguna bagi Xi Lilian yang telah dirinya anggap sebagai adiknya sendiri.


Karena selama ini Feng Nana merasa sangat berhutang Budi kepada Xi Lilian.


Karena berkat Xi Lilian yang menolong dan menyembuhkannya dari racun ular kirin kala itu, Ia bisa kembali lolos dari gerbang kematian.

__ADS_1


Ya Feng Nana adalah gadis yang telah Xi Lilian selamatkan dari racun ular Kirin ketika awal Xi Lilian mengambil mereka dari perdagangan budak kala itu.


Dan setelah Feng Nana selamat dari maut. Mulai sejak saat itulah Feng Nana berjanji akan menyerahkan hidup dan matinya demi Xi Lilian.


Karena Xi Lilian lah yang telah memberinya kehidupan ini dan juga berkat Xi Lilian pula dirinya bisa kembali merasakan hangatnya sebuah keluarga besar yang penuh kasih dan sayang yang tulus dan tanpa adanya tipu daya.


“Bagus sekali Jiejie, kau memang hebat, aku benar-benar bangga pada mu. Dengan kinerja Jiejie yang sangat efisien ini akan membuat kita menjadi lebih mudah mencapai tujuan kita," kata Xi Lilian


berseru dengan riangnya.


Karena Xi Lilian sudah bisa membayangkan bagaimana reaksi dari seorang Perdana Mentri Han dan juga gundik nya beserta anak-anaknya itu. Ketika mereka semua mendengar berita ini yang telah menyebar luas di seluruh Kekaisaran.


“ Ya Lian'er, aku juga sudah tidak sabar menantikan keberhasilan kita,” kata Feng Nana dengan yakin.


Dan tatapan yang menunjukan harapan yang besar. Namun setelah itu Ia tampak melamun dan tidak fokus.


Karena sebenarnya dia juga mempunyai dendam pribadi dengan orang-orang Kediaman Yun.


Yang telah membuatnya terpisah dengan adik perempuannya. Hingga dia akhirnya mengetahui jika adiknya telah mati akibat pelecehan dan juga siksaan fisik yang mereka lakukan pada adiknya itu.


Sebenarnya kehidupannya cukup menyedihkan karena setelah ditinggal kedua orang tuanya meninggal akibat penjarahan yang terjadi di daerah perbatasan yang Ia dan keluarganya tinggali dulu, oleh tentara kerajaan tetangga yang memberontak yang akhirnya merenggut nyawa kedua orang tuanya dan juga kakak laki lakinya.


Namun untungnya mereka berhasil kabur dan mereka melarikan diri ke Ibukota Kekaisaran dengan mengandalkan sisa harta yang mereka miliki.


Namun naas begitu sampai di Ibukota yang semula Ia dan adiknya bisa berhasil lolos dari para perajurit Kerajaan tetangga itu.


Namun kini mereka justru tertangkap oleh Tuan Muda Yun yang sangat bejat itu.


Sehingga Ia dan adiknya harus menanggung penderitaan.


Namun dengan tekad yang kuat Ia berusaha sekuat tenaga untuk mencari jalan keluar untuk kabur.


Hingga akhirnya mereka menemukan kesempatan yang bagus untuk melarikan diri dari mereka semua.


Tapi sayangnya Sang adik justru kembali tertangkap oleh pengawal kediaman mereka saat Feng Nana yang saat itu bernama asli Lin Mei Li ingin mencoba kembali untuk menyelamatkan adiknya.


Akan tetapi semua sudah terlambat, karena adiknya telah dicampakan dan disiksa karena telah mencoba untuk kabur oleh Tuan Muda Yun dan para pemuda yang selalu bersama dengan nya.


Hingga adiknya yang masih dibawah umur itu kejang karena menahan kesakitan yang Ia rasakan, dan hingga akhirnya sang adik mati karena kekerasan yang dia alami dari seorang pengawal Kediaman Yun yang tengah menyiksa adiknya untuk yang kesekian kali yang telah dirasakan adiknya itu.


Feng Nana yang kembali mengingat kejadian kelam itu menjadi semakin suram dan bertekad untuk membumi hanguskan Keluarga Yun sampai ke anak cucu mereka.

__ADS_1


Xi Lilian yang mengerti isi pikiran dan perasaan Feng Nana akhirnya angkat bicara untuk mengalihkan perhatian Feng Nana.


“Jiejie memang benar, kita akan segera menunjukan pada mereka, bahwa mereka bukanlah yang terkuat sehingga bisa dengan mudah menindas yang lainnya. Dan aku juga berjanji jika kelak yang akan menghabisi para pria sampah yang membuatmu tersakiti itu akan mati di tangan Jiejie sendiri,” kata Xi Lilian


Yang mengejutkan Shen Yu Lin juga Feng Nana yang secara langsung menengok dan menatap Xi Lilian lekat-lekat.


Karena Shen Yu Lin merasa ada yang tidak dirinya ketahui akhirnya diam saja.


Dan terutama Feng Nana yang seolah merasa, nona kecilnya ini tau segala kesedihan dihatinya.


Sehingga tanpa sadar Feng Nana menganggukkan kepalanya dengan semangat. Dan sedikit senyum di bibirnya.


“Namun sebelum itu kita harus memperpanjang umur Tuan Muda Yun itu dulu. Dengan begitu kita juga memperpanjang masa penderitaannya,” kata Xi Lilian lagi yang seakan benar-benar tau isi hati Feng Nana.


Padahal seingat Feng Nana, Ia belum pernah mengungkapkan masalah pribadinya ini pada siapapun termasuk pada nonanya ini. Pikir Feng Nana.


Namun tiba-tiba terdengar juga suara seseorang yang sedari awal hanya diam saja.


“ Aku merasa orang seperti dia tidak pantas mendapatkan kesempatan lebih banyak. Karena bisa saja Ia akan membuat ulah lagi.” Kata Shen Yu Lin menanggapi ucapan Xi Lilian.


“Itu tidak akan pernah terjadi, selama masih ada kita disini Gege. Apakah kau tidak ingin melihat sebuah pertunjukan yang seru?” kata Xi Lilian yang saat ini tengah membayangkan aksi pembunuhan masal seluruh keluarga besar Yun dengan senyum merekah di bibir manisnya itu.


Namun Feng Nana dan Shen Yu Lin yang melihat senyum mengembang di wajah adiknya itu merasa merinding entah tak tau mengapa.


****************


Di sore hari yang berangin dengan lumayan kencang yang membuat suasana menjadi dingin.


Namun tidak lebih dingin dari kedinginan hati seseorang yang saat ini tengah berada disebuah ruangan pribadi di sebuah restoran yang sedang ramai dikunjungi dan dibicarakan oleh seluruh rakyat di ibukota kekaisaran Wuxi.


Bagaimana tidak akan menjadi buah bibir dari semua orang, jika siapapun yang keluar dari restoran tersebut, ia merasa seolah berada di surga.


Karena aroma dan rasa masakan yang begitu menggugah selera makan. Karena rasanya yang begitu lezat dan belum pernah ada di restoran lainnya.


Bahkan mereka rasa, baru pertama kalinya bagi mereka untuk melihat dan merasakan hidangan yang seperti di dalam restoran itu.


Di salah satu ruang pribadi yang dimiliki oleh restoran yang sangat terkenal dengan nama Tianli itu kini telah dihuni oleh sosok yang cukup berkuasa di Kekaisaran Wuxi ini.


Berdasarkan status nya ia juga merupakan salah satu sesepuh di Kekaisaran ini.


Siapa lagi jika bukan Pangeran Agung atau yang lebih dikenal Pangeran Pemangku Kaisar Hou Sun Yao yang kini tengah ditemani oleh Putra Mahkota Kekaisaran Wuxi ini.

__ADS_1


__ADS_2