
Terutama bagi salah seorang yang mengatakan bahwa jodohnya telah dikutuk.
Itu seketika langsung mendapatkan serangan tak terlihat dari Mo Fei Tian.
Dan pada saat itu juga terdengar rintihan kesakitan yang berasal dari salah satu pembunuh bayaran yang Mo Fei Tian lumpuhkan tadi.
Ya, Mo Fei Tian memang tidak melukainya secara terbuka atau tampak cindera fisik luar.
Melainkan dirinya menyerang tepat bagian jantung yang terasa seperti diremas dengan kuat beserta nadi dan seluruh pembuluh darah yang ada dalam tubuhnya yang dibuat tampak berkontraksi atau mengembang dan tampak ingin meledak.
Dan itu sangat membuat salah satu dari keempat pembunuh bayaran itu merasa menderita kesakitan yang tak tertahankan.
Bahkan raut wahjahnya sudah tampak sangat merah keunguan bahkan tubuhnya sampai gemetaran, akibat menahan sakit yang sangat mendera disekujur tubuhnya.
“Aaarrrrgghhh.... Sa sakit sekkalliii.....!! Tolong aku bos.... Ini sangat sakit....” seru anak buah pembunuh tadi.
“Apa? Apa yang terjadi padamu? Adik kedua katakan padaku apa yang terjadi pada dirimu?” kata ketua kelompok pembunuh bayaran dengan ekspresi wajah terkejut dan juga kebingungan.
“Ahhh aakkuuu juga tidak tahu boosss, tapi ini sangat sakit sekali jantung ku terasa diremas-remas dengan kejam haahhh... Bahkan seluruh tubuh ku terasa sakit semuanya... Aarrrgghhh!!” kata pembunuh kedua tadi.
Yang saat ini tengah terkapar kesakitan hingga dirinya tak bisa menahan diri untuk berguling-guling di lantai. Dan tampak sangat menderita kesakitan.
Bahkan keringat dingin juga telah bercucuran yang menandakan bahwa orang itu benar-benar menahan rasa sakit yang teramat sangat.
“Mengapa tiba-tiba sekali? Apakah ada yang salah dengan kesehatan mu kakak kedua? Tapi bagaimana ini bisa terjadi, sedangkan biasanya kau tampak sangat sehat dan tadi dirimu juga tidak kenapa-kenapa, dan barusan saja kau menjadi seperti ini?” tanya sosok pembunuh ke empat yang jika di lihat dari postur tubuhnya dia nampak yang paling muda, diantara keempat pembunuh bayaran itu.
“Kakak apakah kau merasa ada seseorang yang menyerang mu atau sengaja membuat dirimu menjadi seperti ini? Lalu kita harus bagaimana sekarang? Apalagi saat ini kita tidak bisa pergi begitu saja atau semuanya akan gagal dan keluarga kita yang akan menjadi taruhannya.” Kata pembunuh bayaran ketiga.
“ Sudahlah lebih baik kita segera selesaikan misi kita, dan kita bisa segera pergi dari sini agar kita bisa segera mencari tabib untuk memeriksanya.” Ucap Sang Ketua pembunuh bayaran itu dengan tegas.
__ADS_1
Mo Fei tian yang menyaksikan dan juga menyimak pembicaraan mereka merasa sangat marah, mengenai kata-kata pembunuh tadi yang menyinggung masalah jodohnya.
Dan sekarang ditambah lagi ketika Ia mendengar jika mereka menghidupi keluarganya dengan hasil membunuh dan merampas hak milik orang lain.
Itu benar-benar membuat Mo Fei Tian tidak puas akan tabiat orang-orang dari dunia fana ini.
Jelas-jelas mereka memiliki kemampuan yang sangat unggul dari yang lainnya tapi mereka justru memilih jalan yang salah. Dan bahkan sangat membahayakan Keluarga mereka sendiri.
Sehingga kini Mo Fei Tian tidak lagi ingin melanjutkan untuk berpura-pura tertidur. Karena dirinya juga telah merasakan para bawahannya telah kembali, maka semuanya akan segera ia mulai.
Bahkan dirinya juga tahu bahwa sedari tadi ada seseorang yang telah memeperhatikan dirinya dari luar kamar.
Yang kini sosok itu tengah bersantai diatas pohon dengan bersandar di dahannya yang seolah tengah menyaksikan pertunjukan Opera yang akan segera dimulai.
“Kau memang selalu tak pernah bisa diam dan tenang didalan kediaman, dan apakah perlu juga untuk mu melakukan hal-hal itu seorang diri? Tapi setidaknya aku juga merasa senang jika kau berada didekat ku.” Batin Mo Fei Tian dan sekilas senyum samar tersungging di bibirnya.
Namun semuanya segera kembali ke seperti semula, karena masih ada hal yang harus dirinya selesaikan
Dan itu bertepatan dengan kedatangan kedua saudara kembarnya yang tiba di halaman Paviliun tempat Mo Fei Tian tinggal.
Dan mereka berdua bisa mendengar dengan jelas keributan yang terjadi di dalam.
Bahkan mereka berdua sempat merasa bingung dan curigai akan satu hal, sehingga mereka saling pandang satu sama lain.
Karena mereka bingung dengan sikap sang adik ketiga mereka itu.
Yang mana mereka berdua tahu betul mengenai kemampuan sang adik yang bahkan lebih hebat dari mereka berdua, dan jika ia mengalami masalah pasti akan di bereskan dengan bersih dan rapi, sehingga tidak akan ada orang lain yang akan mengetahui atau bahkan sekedar curiga terhadap dirinya.
Oleh karenanya mereka berdua mempercayakan lencana Pasukan Militer Khusus dari Klan Keluarga Jendral Xia peninggalan mendiang Ibunda Permaisuri mereka terhadap adik ketiganya itu.
__ADS_1
Karena mereka yakin jika sang adik akan lebih bisa menjaga pusaka Keluarga Jendral Xia itu.
Namun kali ini yang membuat keduanya bertanya-tanya adalah tidak hanya mengenai sang adik yang bersikap seolah ada di hadapan keluarga nya yang lain dan juga orang luar.
Sehingga dia harus menunjukan perannya sebagai sosok yang lemah dan juga tidak berdaya. Tapi juga tujuan sang adik memancing mereka berdua datang kemari.
Akan tetapi beberapa saat kemudian mereka baru paham dan juga menyadari akan rencana Sang adik karena mereka melihat jika sang Ayahanda Kaisar mereka juga bergegas menuju halaman Paviliun yang ditempati adiknya ini.
“Pantas saja Tian'er bersikap seperti itu, ternyata ini semua telah ia rencanakan. Sungguh hebat adik ku yang satu ini, bahkan dirinya mampu. Memanfaatkan keadaan dan juga dengan adanya penyusup itu akan memberikan suatu gebrakan untuk membuka suatu masalah yang selama ini selalu menyusahkan mereka bertiga.” Pikir kedua kakak beradik itu yang satu pemahaman.
Dan bahkan mereka sangat yakin jika penyusup yang saat ini berhadapan dengan Sang adik ketiga nya itu merupakan orang-orang yang di kirim oleh Permaisuri Xia Wu Mei dan juga anak kesayangan itu.
“Salam kepada Ayahanda Kaisar, mengapa Ayahanda bisa berada disini malam malam seperti ini?” tanya Wang Yun Ji Sang Pangeran Mahkota yang juga mulai berperan membatu rencana sang adik ketiganya itu.
“Salam Ayahanda, semoga Ayah sehat selalu dan berumur panjang,” sapa Pangeran Kedua Wang Xue Min yang juga memberikan salam kepada ayahnya yang baru saja datang.
“Aku baru saja mengikuti sosok mencurigakan mengarah ke sini, dan apa yang kalian berdua lakukan disini saat tengah malam seperti ini.” Tanya Sang Kaisar Wang Junsi kepada kedua Putranya itu.
“Ah sebenarnya kami merasakan jika ada terjadi sesuatu terhadap Tian'er, dan tepat baru saja kami datang kami telah mendengar terjadi keributan itu dari dalam kediaman yang ditempati oleh Tian'er ,” kata Wang Yun Ji menjelaskan kepada Sang Kaisar.
Dan memang benar, jika saat ini didalam telah terjadi keributan antara Mo Fei Tian dan juga para pembunuh bayaran itu.
Sang Kaisar Wang Junsi Bahkan tanpa ragu lagi mengangguki apa yang dikatakan oleh Putranya Sulungnya itu.
Karena sering kali putranya itu mendapatkan semacam firasat yang menyangkut adik ketiganya itu dan itupun benar.
Dan tak jarang juga jika kedua Putranya itu meninggalkan pertemuan ataupun sidang pagi hanya untuk mengurusi adiknya yang tidak berguna itu.
Dan ditambah lagi saat ini dirinya juga bisa mendengarkan sendiri dengan jelas, jika putra ketiganya itu tengah beradu mulut dengan beberapa orang penyusup dalam keadaan bahaya.
__ADS_1
“Memang anak tidak berguna tidak bisa diandalkan, bahkan untuk melindungi diri sendiri saja tidak mampu dan hanya bisa membuat keributan saja.” Kata Sang Kaisar Wang Junsi dengan nada tidak senang dan juga menyalahkan putranya itu.