Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
BAB. 156


__ADS_3

"Heeiii... lihatlah gadis ini Kakek Buyut, kau harus segera bangun dan menceramahi anak ini! Bahkan dia terlalu sungkan setelah apa yang telah kami lewati bersama-sama. Kau harus benar-benar mengajarkan apa artinya saudara dan juga Keluarga dalam Klan Xin kita. Oh ya Lord... Apakah dia masih adik kecilku yang selalu acuh tak acuh itu? Bagaimana mungkin dia bisa berbicara begitu sungkan terhadap diriku ini? Apakah dia sudah tidak menganggap ku sebagai abangnya lagi?" kata Xin Mu Ren dengan nada bercanda agar adik kesayangannya itu tidak bersikap begitu serius kepada dirinya.


"Gue serius Bang, gue bener-bener bersyukur bisa memiliki loe dan juga Klan Keluarga Xin yang lainnya. Kau tau kan, Keluarga seperti ini lah yang selalu aku impikan. Itulah sebabnya baik di dimensi masa depan ataupun disini aku akan selalu berusaha sekuat mungkin untuk menjaga mereka yang aku sayangi. Karena seperti yang kau tahu, di kehidupan ku terdahulu, karena diriku yang sangat lemah sehingga aku tak bisa melindungi kehidupan kedua orang tua kandungku. Dan bahkan aku dan juga Jiejie ku Di Li Yue kecil, kami selalu hidup menderita karena terabaikan. Bahkan oleh Gege kandung kami sendiri. Dan hingga akhirnya aku pun juga harus merelakan kepergian Jiejie, meskipun aku tahu Ia tidak sengaja pergi meninggalkan ku sendirian. Akan tetapi ia pergi karena sudah menjadi tugasnya untuk mengemban kewajibannya yang berat. Dan semenjak itu aku hanya hidup dengan kesendirian. Hingga akhirnya aku menemukan jalan hidupku. Meskipun demikian aku masih saja menjadi pribadi yang mandiri dan tertutup. Sehingga aku rela mati demi ketenangan dunia meski aku tahu itu hanya akan bertahan untuk sementara waktu. Hingga Akhirnya aku mendapatkan kesempatan kedua untuk bisa mengubah semua kebiasaan hidupku yang dahulu. Dan berkat kehadiran dirimu di dimensi masa depan juga sangat membantu ku untuk menjalani hidup yang sesuai dengan keinginan diriku sendiri. Dan selalu dibanjiri dengan kasih sayang yang mereka dan juga kau berikan pada ku dengan tulus. Hal itulah yang ingin selalu ku pertahankan untuk selamanya. Bahkan saat ini setelah aku kembali ke dunia ini Aku juga akan tetap mempertahankan kebahagiaan dan juga keceriaan orang-orang yang aku sayangi dan yang menyayangi diriku dengan segenap hati." tutur Xi Lilian pada sosok Abang yang selalu memberikan rasa aman dan juga kasih sayang yang nyata, bahkan melebihi rasa yang Ia dapatkan dari kedua orang tuanya sendiri.


"Kau tahu Lian'er, kami semua juga ingin melihat dirimu bahagia. Jadi sekarang kau jangan terlalu memikirkan masalah kami. Karena sebenarnya aku bahkan lebih menginginkan kau dan juga adik ipar segera memberikan ku seorang keponakan yang menggemaskan agar aku bisa mengatasi rasa bosan ku selama ini. Jadi ketika kau memberikan keponakan yang banyak dan lucu-lucu itu tentu saja akan membuat diriku sangat senang dan seluruh Keluarga Besar Xin juga akan merasakan suka cita dan larut dalam kebahagiaan seperti yang kau inginkan itu," ucap Xin Mu Ren yang mencoba mencairkan suasana dan membuat Xi Lilian kembali ceria tanpa harus memikirkan mengenai kebahagiaan orang lain termasuk Keluarga mereka.


Karena Xin Mu Ren benar tidak ingin melihat adiknya itu tenggelam dalam pemikirannya yang terlampau serius itu.


"Hei...Heeiiii.... Apa yang baru saja kau katakan Bang? Coba katakan sekali lagi, jika kau berani maka lihat saja apa yang bisa ku lakukan pada mu!! Dasar kau Abang sialan, benar-benar kurang diajar mulut kau yang terlewat lemes itu. Kesini kau jangan lari..!! Awas saja kau kalau tertangkap," geram Xi Lilian sambil mengejar Xin Mu Ren yang telah menggoda dirinya itu.


Bahkan muka Xi Lilian tampak sangat merah entah dikarenakan sedang marah atau menahan malu dengan kata-kata yang diucapkan oleh Xin Mu Ren.


"Haha...jangan marah Lian'er aku hanya mengatakan yang sebenarnya... Mengapa kau begitu marah hahhh?" balas Xin Mu Ren sambil terus berlari.


"Apa yang kau tahu? Aku ini masih terlalu muda untuk hal itu!! Huhhh... seharusnya dirimu lah yang melakukannya terlebih dahulu, bukankah usiamu itu sudah cukup tua? Takutnya nanti tidak akan sempat lagi," ucap Xi Lilian yang kini gantian Xi Lilian yang menggoda kakak sepupunya itu.


Karena Xi Lilian tahu jika Abangnya itu dari dulu di zaman modern Ia sangat pantang mendengar jika dirinya disebut "TUA". Maka kali ini pasti akan berhasil membuat sang kakak sepupunya itu untuk berhenti berlarian tidak jelas.


Dan benar saja, setelah Xin Mu Ren mendengar kata-kata tua disebutkan, dirinya langsung berhenti berlarian. Bahkan segera kembali untuk menghampiri Xi Lilian.


"Hai kau gadis tengik... Apa yang baru saja kau katakan? coba ulangi sekali!" ucap Xin Mu Ren yang kini wajahnya sangat muram.


"Oh kau ingin dengar lagi? Tampaknya kau terlalu senang disebut sebagai orang yang "Tua". Kalau begitu aku akan ulangi sekali lagi untuk....." ucapan Xi Lilian terhenti dengan teriakan Xin Mu Ren.


"Lian'er ...!! Beraninya kau mengatakan hal itu pada ku....?! Aku katakan padamu Aku ini tidak tua tapi dewasa! Kau harus bisa membedakan dua hal itu...!!" seru Xin Mu Ren dengan nada frustasi.


"Lalu apa masalahnya? Bukankah itu hanya sebuah istilah saja? Akan tetapi maknanya tetap sama saja. Jika kau itu memang jauh lebih tua dari diriku yang cantik ini kan?!" kata Xi Lilian yang masih tidak ingin menyerah untuk membuat Gege nya itu kesal.

__ADS_1


"Lian'er...kau...?!! Haaaiihhh..... sudahlah itu tidak akan ada gunanya. tetap saja kau yang akan menang dalam setiap perdebatan seperti ini," kata Xin Mu Ren mengalah.


Akan tetapi jauh didalam hatinya Xin Mu Ren merasa lebih tenang dan juga bahagia karena setidaknya dirinya berhasil membuat Xi Lilian lebih lepas dan tidak terlalu berpikir berlebihan.


"Baiklah, Baiklah kita berhenti disini. Gege ada apa? pasti ada tujuannya kan hingga kau mencari ku di waktu yang seperti ini? Karena biasanya kau tak akan pernah mau menggangguku ketika tidak ada yang mendesak." tanya Xi Lilian pada sepupunya itu, karena dia tahu jika ada yang ingin disampaikan oleh Xin Mu Ren padanya.


"Yah kau benar Lian'er, dan hal ini cukup mendesak, tadi Ayah menghubungi ku dan mengatakan jika kondisi Kakek Buyut saat ini semakin melemah. Jadi saat ini aku harus segera Kembali ke Dunia Atas. Dan aku berharap kau dapat menyampaikan ini pada semua keluarga di sini. Jika acara ini telah selesai usahakan mereka segera Kembali ke Dunia Atas dan cari kami di wilayah ini." kata Xin Mu Ren sambil memberikan secarik kertas dengan peta lokasi keberadaan mereka.


Xi Lilian menerima catatan itu dan segera melihatnya, barulah ia menyimpannya di dalam cincin penyimpanan nya.


"Baiklah Gege aku pasti akan menyampaikan hal ini pada Kakek dan semuanya. Dan sebelum itu ambilah ini Gege," kata Xi Lilian pada Xin Mu Ren sambil menyerahkan dua buah kotak.


Yang didalamnya adalah obat untuk Kakek Buyut nya dan kotak yang lain berisi beberapa buah kehidupan dan juga tiga botol air surgawi dan selain itu juga ada beberapa herbal khusus untuk Sang Bibi.


Karena Xi Lilian sebelaum tahu alasan mengapa bibi ketiganya itu tidak mengandung lagi. Dan Xi Lilian tahu akan hal itu dari memori ingatan Sang Gege sepupunya itu.


"Apa ini Lian'er? kau tak perlu melakukan ini. Apalagi..."


Sedang kotak yang merah itu khusus buat kau Bang dan juga Paman juga Bibi Ketiga itu akan sangat baik buat kalian." kata Xi Lilian dengan sangat serius.


"Aaapa...?? Kau ingin pergi mencari herbal akar spiritual roh itu? Aku akan ikut kau untuk itu. Kau harus menunggu ku, aku akan segera kembali menemui mu," kata Xin Mu Ren yang kini benar-benar panik karena dia tahu jika Xi Lilian akan menemui banyak hal, dan itu pasti akan membahayakan nyawa adiknya itu.


"Tidak...!!! Kamu harus tetap stay bersama Kakek Buyut, karena pada periode ini Kakek akan mengalami masa yang kritis dan juga tidak akan stabil seperti sebelumnya lagi. Jadi kau harus selalu menjaga nya Bang. karena hanya kamu yang bisa membuat keadaan Kakek Buyut tetap stabil dengan kekuatan jiwa dan juga kekuatan terlarang yang kau pelajari dari Kakek Buyut itu dapat membantunya mempertahankan kondisinya, sementara aku akan berusaha sebaik mungkin agar bisa mendapatkan herbal itu dan segera memurnikannya. Selain itu kau tenang saja aku tidak pergi sendiri. A Tian yang akan menemani ku pergi." kata Xi Lilian dengan serius.


"Lian'er kau tahu semua itu???" terkejut Xin Mu Ren.


"Ya Bang, dan aku juga sangat berharap pada mu agar kau serius dalam mempelajari hal itu. Akan tetapi ingatlah jangan pernah kau gunakan semua itu secara sembarangan. Karena pada masanya nanti Jiwa Abadi Leluhur pasti akan membutuhkan kau." tegas Xi Lilian.

__ADS_1


"Kau...?? Ap...apa...." ucapan Xin Mu Ren terhenti.


"Sekarang belum saatnya kau mengetahui semuanya Bang, dan yang menjadi prioritas utama kita saat ini adalah kesembuhan Kakek Buyut." kata Xi Lilian mengingatkan tujuan utamanya saat ini.


"Yah... kau benar Lian'er. Baiklah aku harus segera kembali, Kakek Buyut membutuhkan ku saat ini. Dan kamu juga harus menjaga dirimu Lian'er, kali ini Gege mu ini tak bisa menemani mu." kata Xin Mu Ren dengan perasaan yang tak menentu. karena begitu campur aduk.


"Percayalah, dan serahkan semuanya kepada ku bang!" ucap Xi Lilian dengan tekad dan juga ambisi yang kuat.


"Emm...Aku pergi dulu," Xin Mu Ren mengangguk dan kemudian berpamitan sebelum ia kembali ke Dunia Atas.


Selepas kepergian Sang Kakak sepupunya, kini Xi Lilian termenung dan memejamkan matanya untuk sementara waktu.


"Ini semua tanggung jawab ku, seharusnya aku bisa menangani ini dengan baik. Aku berjanji pada kalian semua. Bahwa aku akan mengembalikan Kakek Buyut berada diantara kita semua dengan penuh tawa dan juga kebahagiaan." ucapan Xi Lilian dalam hatinya.


Kemudian setelah itu ia juga segera menuju ke sebuah kediaman rahasia di belakang markas Black Star Mafia.


Disana terasa sangat sunyi. Namun meskipun malam sudah sangat larut lentera penerang dan juga lilin didalam kediaman itu masih tampak menyala dengan terang.


Dan tak lama kemudian, setelah Xi Lilian mendekat pada kediaman tersebut. Kini Xi Lilian mendengar suara percakapan yang tampak begitu Akrab.


"Ibu, bisakah kita berkumpul kembali dengan Gege? Aku sangat merindukan dia. Apalagi dia adalah seorang kakak yang sangat baik dan juga pengertian terhadap kita, Bahkan demi kebaikan kita, dia bahkan harus berkorban dan terpaksa berbuat jahat pada orang lain. huhu... hikkss hiksss..." ucap seorang gadis kecil yang diperkirakan berusia 8 tahun.


"Kita berharap saja agar dewa mau mendengarkan keinginan kita Chi'er," tetang Sang Ibu dengan isak tangis yang tertahan.


"Ini semua gara-gara aku Bu, Andai saja aku tak mudah percaya dengan kata-kata Ayah mungkin Aku juga tidak akan terkena racun ini. yang membuat Gege Jing harus melakukan semua itu dengan terpaksa." ungkap gadis itu lagi dengan suara yang sangat lirih dan juga penyesalan yang mendalam.


"Tidak, jangan berkata seperti itu. Kamu tidak salah. Ibu... Ibu mu ini yang salah karena terlalu lemah sehingga tidak bisa melindungi kalian berdua." kata Sang Ibu.

__ADS_1


"Huhh... semua ini salah Ayahanda, dia yang sangat serakah, sombong juga tamak. Bahkan dia juga sangat kejam pada kita. Aku lebih baik mati jika harus memiliki seorang Ayah yang seperti iblis itu." Marah gadis itu lagi.


Disaat mereka berdua tengah merasakan kesedihan. Tiba-tiba saja mereka mendengar suara seseorang yang menanggapi semua apa yang mereka bicarakan tadi.


__ADS_2