
Jendral Besar Shen yang tengah marah itu lantas langsung menampar Shen Jin Lie dengan sekuat tenaganya. Yang mengakibatkan Shen jin Lie jatuh terguling ke lantai dan barulah Ia tersadar akan tindakannya.
Sedangkan Selir Yun kini telah pingsan setelah menyaksikan kebrutalan putrinya
“Sungguh tak ku sangka ternyata gadis yang ku anggap baik, lemah lembut, selalu sopan dan santun yang aku cintai segenap hati, tidak taunya ia hanyalah seorang wanita yang sangat tak bermoral,sungguh menjijikkan. Dan aku beruntung karena belum meminta dekrit pernikahan dari Ayahanda Kaisar. Akhirnya aku bisa melihat betapa rendahnya dan busuknya perilaku mu itu.” Kata Pangeran Mahkota kemudian berbalik pergi tanpa menoleh lagi.
“Tidak Pangeran...... Pangeran tolong tunggu dan dengarkan penjelasan ku! Ak ak aku di jebak, iya sungguh aku telah di jebak. Pangeran tolong percayalah padaku.” Seru Shen Jin Lie mencoba menghentikan dan menjelaskan pada Pangeran Mahkota Huo Lin Jin.
“Apa yang kau katakan Lie’er, siapa yang kau maksud telah menjebak dirimu?! Aku ingatkan kembali jika kau lupa, bahwa kau datang kemari sendiri dan juga aku tak pernah mengundangmu. Bahkan jika awalnya kau menolak dan tak menginginkannya aku pun tak akan memaksamu. Justru kaulah yang seperti yang lebih antusias pada akhirnya. Aku seorang lelaki yang normal tentu saja sangat menyukai hal itu.” Kata Gong She dengan lantang dan dengan nada merendahkan.
“Tidak, tidak, aku tidak seperti itu.... Tidak mungkin. Kau, Gong She, ya kau pasti telah menjebak ku.” Teriak Shen Jin Lie histeris.
“Apa buktinya jika aku menjebak mu cobalah panggil tabib kemari untuk memeriksa apakah ada obat
atau racun di dalam ruangan ini atau didalam tubuhnya. Bahkan kau disini belum meminum atau makan apapun. Jadi mana mungkin aku meracuni mu.” Kata Gong She dengan tenang.
Setelah itu para pelayan yang bertugas di tempat itu segera memanggil tabib untuk segera datang.
"Baiklah Lie'er, aku telah mengundang tabib itu. Jika memang aku terbukti tidak menjebak mu maka kau harus mengakuinya jika kita melakukan hal seperti ini tak hanya sekali ini saja. Kau tau betul berapa kali kau mengunjungi ku ke tempat ku ini.” Kata Gong She yang membuat para kerumunan penonton semakin tercengang dan melirik Shen Jin Lie dengan jijik.
Sontak saja semua yang ada di sana semakin tercengang dengan kenyataan tersebut. Yang mengatakan bahwa ini bukanlah pertama kalinya bagi Shen Jin Lie.
Bagi mereka yang penasaran pun mereka mencoba mencari jejak atau bukti setelah Gong She mengenakan jubah dalamnya dan bangkit dari ranjangnya untuk duduk di bangku meja untuk menikmati anggur terbaik di Paviliun Kembang Pemikat itu.
Dan ternyata benar saja apa yang di katakan oleh Gong She, Bahwa mereka telah melakukan hal tak senonoh itu lebih dari sekali. Karena dari sana mereka tak menemukan jejak atau berkas sesuatu yang dicarinya sama sekali .
Tak berapa lama kemudian seorang tabib yang bernama Tabib Hu telah tiba disana. Ia cukup tersohor karena memiliki Balai Pengobatan sendiri, dan sudah terkenal kejujuran serta kemampuannya yang cakap dalam menyembuhkan penyakit dan menawarkan berbagai jenis racun.
Setelah beberapa saat tabib itu memeriksa ruangan tersebut dan memastikan tak ada jejak dari racun afrodisiak sama sekali, kemudian ia berjalan menuju Shen Jin Lie yang terduduk dilantai yang hanya dililit dengan selimut saja dan mengambil nadinya dan memeriksa nya dengan seksama.
Maka berdasarkan dari hasil pemeriksaannya Tabib Hu menyatakan bahwa didalam ruangan tersebut maupun dalam tubuh Shen jin Lie tidak terdapat obat maupun racun afrodisiak sama sekali.
Mendengar hal tersebut kini perasaan Jendral Shen sangat terpukul dan semakin meradang mendengar kenyataan bahwa putrinya memanglah langganan dari bajingan brengsek tua Gong She ini.
“Kau, benar benar terkutuk. Aku tak pernah menyangka ataupun berpikir jika selama ini aku telah memelihara seorang tak bermoral seperti mu, dan memanjakannya sebagai anak kesayanganku, dan membangga banggakan di luar kediamanku melebihi rasa sayangku terhadap darah daging ku yang sah. Sungguh aku menyesal seumur hidupku telah memelihara ****** murahan sepertimu.” Lihat saja setelah ini kau akan menanggung hukuman yang sangat pedih karena membuatku malu.” Kata Jendral Shen yang sangat marah.
__ADS_1
Lalu pergi dari sana sambil menyuruh pengawalnya untuk membawa Selir Yun dan menyeret Shen Jin Lie kembali ke kediaman Jendral.
Setelah para kerumunan Menyaksikan hal tersebut maka banyak bisik-bisik yang mencibir dan menghina Shen Jin Lie karena tindakan yang melanggar norma yang baru saja ia lakukan.
Bahkan ada yang mengaitkannya dengan rumor yang beredar mengenai Xi Lilian, bahwa itu merupakan isu yang dibuat oleh Shen Jin Lie.
“Tak ku sangka bahwa nona yang terkanal baik, lemah lembut serta sopan santun dan bahkan kecantikan dari Kekaisaran Wuxi ini hanyalah seorang ****** murahan.” Kata seseorang dari kerumunan.
“Jika aku adalah Jendral Shen pasti sudah ku bunuh ia di tempat ini.” Kata seorang lainnya.
“Iya, sangat menjijikan hanya membuat aib dan malu untuk keluarga nya saja.” Balas yang lain nya.
Dan masih banyak lagi gunjingan yang menyapa pendengaran Shen Jin Lie, bahkan mereka yang ada di sana tidak akan membiarkan Putra maupun Putri Keluarga mereka untuk bergaul dan dekat-dekat dengan ****** murahan itu.
Sedangkan Xi Lilian saat ini yang telah memastikan handy came dan juga batu giok perekamnya telah kembali di tangannya. ia telah memutuskan untuk Kembali ke kediaman Jendral dan menyaksikan kehebohan yang akan terjadi.
Akhirnya Xi Lilian langsung berteleportasi ke dalam kamarnya dan segera mengubah penampilannya ke penampilan yang sesungguhnya.
Xi Lilian segera membalut dadanya sekencang mungkin karena ia tak ingin terlalu mencolok dihadapan semua orang. Setelah itu ia langsung mengenakan hanfu yang lusuh yang tersedia di dalam lemari di kamarnya itu.
“Bibi Hong, Jiejie Qingyu tenanglah, aku tak kenapa kenapa. Bahkan saat ini keadaan ku sudah jauh lebih baik, jika kalian tak percaya kalian boleh masuk.” Kata Xi Lilian yang mengagetkan kedua orang yang sedang berdebat diluar.
Mendengar junjungan mereka mengatakan bahwa mereka sudah boleh masuk dan menemui nya mereka lantas bersorak gembira.
“Akhirnya kau mengijinkan kami untuk menemui mu Lian’er, betapa takutnya kami memikirkan keadaanmu yang beberapa hari ini kau hanya diam saja tak bersuara di dalam sana. Apakah kau......” ucapan Qingyu terhenti ketika ia telah membuka pintu Paviliun Xi Lilian dan melihat penampilan Xi Lilian yang membuat nya tercengang.
“Nyonya!” seru Bibi Hong dan Qingyu secara bersamaan.
“Benarkah yang ku lihat ini Yu’er, apakah ini benar-benar Nyonya Xi Yu Nian? Kenapa cantik sekali.” Kata Bibi Hong sambil bengong memandang Xi Lilian.
“Benar, ini cantik sekali. Bahkan jauh lebih cantik dari terakhir kali aku melihatnya Bibi.” Balas Qingyu dengan linglung.
“Apa yang Bibi dan Jiejie katakan, tentu saja aku cantik seperti Ibunda. Karena aku ini anak kandungnya. Atau selama ini Bibi dan juga Jiejie berpikir dan meragukan aku bahwa aku ini bukanlah anak kandung Ibunda?!” Kata Xi Lilian yang pura-pura merajuk.
Mendengar bahwa suara itu adalah suara khas kekanakan dan juga mengatakan bahwa ia anak kandung dari nyonya mereka.
__ADS_1
Mereka baru menyadari bahwa itu adalah Nona Besar Kediaman Jendral Besar Shen ini yang merupakan majikan mereka.
“Ahhh, Nona.....benarkah ini kau nonaku. Nona syukurlah kalau Nona telah sembuh.
Saya sangat senang melihat Anda telah pulih seperti sedia kala.” Kata Bibi Hong Mei sambil menitikkan air mata bahagia.
“Aahhh Lian’er, kau sangat cantik, aku senang sekali melihat kondisimu yang telah pulih. Tapi bagaimana cara kamu memulihkan keadaan mu secepat ini. Hahhhh tapi itu tak penting bagiku yang terpenting Nona kesayangan ku ini telah kembali cantik seperti sediakala.” Kata Qingyu begitu antusias karena kegembiraannya.
“Hei Bibi dan Jiejie apakah kalian tak merindukan ku, sehingga kalian tak mau memelukku untuk sekedar memberi selamat atas kesembuhan ku ini.” Kata Xi Lilian pura-pura masih merajuk pada kedua pelayan setianya itu.
Setelah mendengar apa yang di katakan oleh Xi Lilian mereka pun saling memeluk satu sama lain karena selain menunjukan kebahagiaan, mereka juga saling menyayangi satu sama lain.
Setelah itu Xi Lilian meminta tolong kepada Qingyu untuk mengambilkannya sebuah cadar untuk ia kenakan nanti. Karena ia yakin bahwa ia akan segera menyaksikan pertunjukan yang bagus.
“Jiejie bisakah aku meminta tolong padamu untuk mengambilkan ku sebuah cadar?” Kata Xi Lilian.
“Untuk apa kau memerlukan cadar itu Lian’er? Tanya Qingyu penasaran.
“Aku hanya ingin keluar paviliun dan duduk duduk di taman Jiejie. Tapi aku tak ingin mereka semua tau bahwa diri ku telah sembuh. Karena takutnya mereka akan merencanakan hal buruk lagi kepada ku.” Balas Xi Lilian beralasan.
Karena sesungguhnya menurut Xi Lilian saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menunjukan jati dirinya yang sesungguhnya.
“Aah... Iya aku mengerti Lian’er dan tunggu sebentar akan ku ambilkan cadar untukmu.” Kata Qingyu kemudian bergegas pergi mengambil cadar.
“Bibi apakah selama aku menutup diri di dalam kamar apakah ada kabar penting di Kediaman Jendral ini?” tanya Xi Lilian.
“Ada Nona, katanya sebulan dari sekarang akan diadakan perjamuan di Istana Kekaisaran karena akan diadakan Festival Bunga. Dan saya dengar pada perayaan Festival Bunga kali ini Anda diperkenankan untuk mengikutinya. Selain itu kepulangan dari para Tuan Muda juga dipercepat kemungkinan besar sore ini Tuan Muda akan segera tiba di Kediaman.” Kata Bibi Hong Mei.
Tepat saat itu juga Qingyu telah kembali dengan cadar yang berwarna senada dengan hanfu yang Xi Lilian kenakan.
“Jadi Gege Yu Lin akan segera tiba. Hahhh aku belum menyiapkan apapun untuk hadiah penyambutan kepulangannya.” Gumam Xi Lilian yang pura-pura bingung ingin memberikan kejutan apa untuk Gegenya itu.
Di saat Xi Lilian tengah asyik bercengkrama bersama dengan kedua pelayan setianya.
Kini datanglah pelayan kecil menghampiri mereka bertiga dan mengatakan bahwa Xi Lilian diundang untuk menuju aula utama Kediaman Jendral ini.
__ADS_1