
Sesampainya di pasar Xi Lilian merasa kagum dengan pemandangan yang begitu ramai dan penuh interaksi antara pedagang dan pembeli.
Setelah lama melihat-lihat akhirnya Xi Lilian memutuskan untuk makan di sebuah kedai yang nampak ramai pembeli, karena selain untuk makan dia juga ingin mencari informasi yang bisa dia dapat.
Setelah Xi Lilian masuk dalam kedai mie ia kemudian memilih duduk di bagian samping yang dekat dengan jendela, agar ia bisa melihat pemandangan di pasar itu.
Tak lama seorang pelayan wanita menghampirinya dan menanyakan pesananya.
“Maaf Tuan Muda, mau memesan apa?” tanya pelayan itu dengan ramah dan sopan.
“Saya ingin sepoci teh dan juga salah satu menu terbaik di rumah makan ini.” Kata Xi Lilian.
“Baiklah, mohon tunggu sebentar tuan muda, kami akan segera kembali membawakan pesanan tuan muda.” Kata Pelayan itu.
Disaat tengah menunggu, tiba-tiba saja ada segerombolan laki-laki dan perempuan menghampiri mejanya, kemudian salah satu dari mereka menggebrak mejanya.
“Hai kau, manusia rendahan cepet menyingkir dari tempat ini, tempat ini adalah tempat langganan kami. Dan rakyat rendahan seperti mu tak layak untuk duduk disini.” Ucap salah seorang lelaki yang merasa bahwa dia kalah tampan dengan orang yang tengah duduk itu.
“Aku lebih dulu duduk disini.” Kata Xi Lilian dengan dingin dan datar.
“Aku tak mau tau, yang jelas ini adalah tempat kami, dan kau rakyat jelata cepatlah menyingkir. Atau kalau tidak kau akan tahu akibatnya.” Kata salah satu pemuda yang lainnya.
“Apa peduliku.” Balas Xi Lilian lebih dingin lagi.
Mendengar keributan itu banyak pengunjung yang berbisik-bisik.
“ Haahh... Mereka itu selalu saja membuat onar, itulah akibatnya karna Mentri kiri terlalu memanjakannya." kata seorang pria pada temannya.
"Dan lihatlah itu bukankah itu putri kediaman Zhuo, dengan penampilan dan perangainya itu lebih pantas sebagai ****** penggoda.” Kata salah satu pengunjung.
“Betapa kasihan nya pemuda itu jika ia tak mau menyingkir, pasti akan menjadi bulan bulanan dari Tuan Muda dari kediaman Yun itu.”Kata seorang nyonya kepada suaminya yang tengah duduk di seberang tempat Xi Lilian duduk.
__ADS_1
“Aku sudah tidak heran, dari dulu keluarga Yun adalah keluarga yang sombong dan arogan, apalagi semenjak nyonya Yun Xue Rou menjadi Selir Jendral Besar Shen.”bisik orang lainnya
Dan masih banyak lagi bisik bisik dari para pengunjung yang lainnya.
“Hei, kenapa kau masih diam saja cepat menyingkir, apa kau tidak tau siapa diriku ini, aku adalah salah satu kerabat dari Jendral Besar Shen.” Kata Tuan Muda Yun yang menggebrak meja pertama kali.
“Itu bukan urusanku, kalian pergilah ketempat lain.” Tegas Xi Lilian.
“Kurang ajar beraninya kamu, tak menuruti perkataan ku, akan ku bunuh kau.” Teriak Tuan Muda Yun sambil melayangkan serangan kepada Xi Lilian.
Namun sebelum serangannya dapat mengenai Xi Lilian tiba-tiba ia meronta kesakitan pada seluruh bagian tubuhnya dan ia meronta-ronta sambil berguling guling di lantai karna seluruh badannya terasa sakit dan panas seperti terbakar api.
Melihat kejadian itu semua orang tercengang karena tidak tahu apa yang tengah terjadi, dan sebelum semuanya sadar Xi Lilian telah memperingatkan mereka.
“Silakan bawa rekan atau kerabat kalian atau kalau tidak segera diatasi akan menjadikannya seorang sampah dan pecundang besar bahkan merenggut nyawanya kurang dari dua bulan.”Kata Xi Lilian dengan datar.
Setelah sekelompok anak muda itu mendengar peringatan itu tanpa berkata apapun mereka bergegas membawa Tuan Muda Yun itu kembali ke kediaman Keluarga Yun
Maka berita itu cepat merebak ke seluruh Kota Kekaisaran. Yang menyatakan bahwa Tuan Muda Keluarga Yun kini tengah mengalami sakit keras.
Ada juga yang mengatakan bahwa Tuan Muda Yun telah menuai karma dari segala tindakan bejatnya. Sehingga banyak opini yang simpang siur dari pemberitaan yang telah tersebar itu.
Bahkan, meski pemberitaan yang demikian bukannya mendapat perhatian, simpati dan empati dari orang-orang.
Melainkan ia justru mendapat cibiran dan juga makian yang cukup untuk membuat suasana dan juga kondisinya memanas.
Karena banyak dari para warga sipil biasa maupun para bangsawan, merasa senang dan juga sangat lega. akan musibah yang tengah dialami oleh Tuan Muda Yun.
Karena mereka merasa bahwa hal itu pantas ia terima, bahkan masih kurang. Jika dibandingkan penindasan dan juga penderitaan yang banyak warga sipil yang mana banyak putri mereka yang menjadi korban pelampiasan nafsu birahinya.
Bahkan setelah itu mereka disiksa dan ditelantarkan hingga banyak anak gadis mereka yang masih belia menjadi korbannya hingga mati mengenaskan.
__ADS_1
Mendengar segala hal yang berkembang pada tahap ini Xi Lilian akhirnya mengerti dan tidak menyesal karena telah memberikan pelajaran yang cukup setimpal bagi manusia tak beradab itu.
Karena pada awalnya Xi Lilian telah berencana untuk datang ke kediaman Yun untuk mengobati racun yang telah ia tanam.
...****************...
Di lain tempat di suatu hutan yang sangat di takuti dan tak pernah di jamah oleh manusia fana, namun di pusat hutan itu berdiri sebuah istana yang begitu megah dan indah.
Bahkan lebih besar dari istana kekaisaran terbesar yaitu kekaisaran Li.
Didalam istana di tengah hutan misteri itu terlihat seorang yang sangat berkuasa dengan pasukan prajurit yang sangat kuat dan terlatih.
Saat ini sang pemimpin di istana itu kini telah berunding dengan kedua pengawal setianya.
“Bagaimana? Informasi apa yang kamu dapatkan Zai” tanya sosok berkuasa itu.
“Hamba membawa kabar, bahwa saat ini telah banyak beredar sebuah mustika palsu. Dan mustika itu dijuluki sebagai Mustika Bintang Paras, adapun penyebarannya itu melalui beberapa langkah, yang pertama, melalui pendeta yang tanpa ragu untuk menyerahkan pada keluarga bangsawan ataupun sebuah Klan ternama di setiap kekaisaran dengan berbagai alasan sebagai pusaka perlindungan. Yang kedua melalui rumah lelang terbesar yang cabangnya ada pada setiap kekaisaran.
Dan yang lebih aneh lagi, setiap orang maupun keluarga yang telah melihat maupun menyentuh mustika itu mereka akan tetap mempertahankan mustika itu meski apapun yang menimpa mereka.
Meski mereka mendengar bahwa telah banyak beredar mustika serupa, mereka masing-masing yakin bahwa mustika yang mereka miliki adalah yang asli menurut mereka.” Kata Zai sang pengawal setia.
“Apa kalian telah menyelidiki sumber masalah ini.” Tanya sosok misterius itu.
“Menjawab yang mulia, kami telah menyelidiki asal datangnya mustika palsu tersebut, dan semua itu bersumber dari kekaisaran Zhong. Dan dari pengamatan hamba masih ada hal yang masih belum bisa kami pastikan. Karena sumber kekuatan yang terpancar dari mustika palsu itu terdapat sesuatu yang asing dan dari auranya dapat dipastikan itu bukan berasal dari kekuatan kultivator biasa. Melainkan seperti terdapat nafas dari bangsa siluman.
“Oohh,, ternyata marga Gu sudah tidak sabar untuk melebarkan sayapnya, rencana yang sangat licik, penguasa Zhong ingin menundukkan seluruh kekeisaran tetangga dengan menghancurkan pertahanan dari setiap kekaisaran. Sungguh sangat bagus. Mari kita lihat bagaimana mereka akan melawan wanitaku, aku tidak yakin ini akan berakhir dengan baik untuk mereka.” Kata sosok tersebut sambil menyeringai kejam..
“Lapor yang mulia, hamba juga sudah melihat bahwa memang Dewi Alam Semesta akan segera bertindak pada pelelangan dua pekan lagi.” Kata Zai lagi.
“Begitu kah, kalau begitu biarkan istriku bersenang-senang dan bermain dengan tukang ilusi amatiran itu.” Kata sesosok tersebut.
__ADS_1