Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
bab. 162


__ADS_3

"Ahh... Maaf, maaf nak. Ayah Merasa sangat bahagia, sehingga tidak bisa mengendalikan diri." kata Sang Jenderal Shen Guo Feng dengan sedikit canggung.


Namun dalam lubuk hatinya Ia merasa getir karena Anaknya masih belum bisa menerimanya kembali.


"Hmn, bagaimana pasukan Anda yang menjaga Kediaman Yang Mulia Pangeran Agung?" tanya Shen Yu Lin mengalihkan perhatian dengan membangun topik baru.


Jenderal Shen Guo Feng terdiam sejenak. baru setelah menenangkan hatinya, barulah Ia menangapi pertanyaan yang diajukan oleh putranya itu.


"Semua aman dan bisa dikendalikan dengan baik, terlebih lagi kami juga dibantu oleh pihak Black Star Mafia yang mempermudah kerja kami. Kau juga mengetahui situasi saat ini nak?" tanya Jenderal Shen Guo Feng pada putranya Shen Yu Lin


"Hmn, Aku hanya ingin memastikan jika mendiang Ibunda kami akan mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya." ucap Shen Yu Lin dengan datar.


"Kalian tenang saja nak, Ayah kalian ini akan berusaha sekuat yang ayah bisa lakukan demi memperjuangkan keadilan bagi Ibunda kalian dan juga untuk kalian berdua." kata Jenderal Shen Guo Feng dengan sungguh-sungguh.


"Hm," balas Shen Yu Lin singkat yang tak ingin lagi berbicara panjang Lebar pada Ayahanda mereka.


"Oh ya Lian'er, bolehkah Ayah bertanya mengenai satu hal padamu?" tanya Jenderal Shen Guo Feng dengan pelan-pelan.


Sambil menatap Putri resminya itu dengan sorot mata yang di harap dan juga terpancar rasa kasih sayang yang sangat tulus dari lubuk hati terdalam Sang Jenderal Shen Guo Feng.


Selain itu terdapat rasa bersalah yang sangat besar yang ditunjukan oleh Sang Jenderal Perang dari Kekaisaran Wuxi itu.


Xi Lilian yang mendengar perkataan Ayahnya itu masih diam terpaku. Dan setelah beberapa saat, akhirnya Ia pun mengalihkan pandangannya pada Sang Ayah yang juga menatapnya dengan perasaan campur aduk.


Tak berselang lama, Xi Lilian pun menganggukkan kepalanya sebagai respon dan juga jawaban dari pertanyaan Ayahnya tadi.


Sedangkan Sang Jenderal Shen Guo Feng yang melihat Anak perempuan nya yang selama ini ia abaikan tidak lagi menolak berinteraksi dengan dirinya. Ia merasakan ledakan kebahagiaan di dalam hatinya.


Namun Ia berusaha untuk menenangkan dirinya dan juga perasaannya sendiri. Agar Ia tidak lagi membuat Putrinya itu kembali merasakan ketidaknyamanan seperti yang sebelumnya.


Dan ketika Sang Jenderal Shen Guo Feng telah mendapatkan lagi ketenangannya, Ia langsung menanyakan satu hal yang menjadi ganjalan besar dalam hatinya.


"Emh... Lian'er, bagaimana menurut mu mengenai masalah pertunangan antara kau dan juga Pangeran Huo Lin Jin? Apakah kau..." tanya Sang Jenderal Besar Shen Guo Feng terpotong.


"Aku akan mengakhirinya," cetus Xi Lilian singkat.


Jenderal Shen Guo Feng merasa sedikit tertekan dengan sikap Putrinya ini yang terlihat jelas belum bisa memaafkan dirinya.


Namun terlepas dari itu, Sang Jenderal Shen Guo Feng kini merasa lebih lega dan tenang ketika Ia mendengar jawaban dari Sang putri.


Karena Jenderal Shen Guo Feng mengetahui jika pertunangan yang di buat hanyalah salah satu konspirasi yang direncanakan oleh para musuhnya. Sehingga Ia merasa tidak rela jika Putri kecilnya itu akan menjalani kehidupan yang terkekang, dan juga menjadi sebuah pion dalam papan catur dari para penguasa yang keji itu.


"Baik, baik... itu sangat baik, Ayah pasti akan membantu mu untuk mendapatkan apa yang kau inginkan nak," kata Sang Jenderal dengan sangat antusias dan hampir lepas kendali karena rasa senang karena ternyata putrinya bisa berpikir terbuka.


Dan tidak seperti apa yang dirinya takutkan selama ini.

__ADS_1


"..." Xi Lilian terdiam tak memberikan tanggapan apapun.


Namun tiba-tiba saja Sang Jenderal Shen Guo Feng terpikirkan akan sesuatu, sehingga tanpa sadar Ia menanyakan hal itu pada putrinya Xi Lilian.


"Lian'er. Apakah kau yakin dengan pilihan mu itu nak? Tidakkah kau berpikir itu akan mempengaruhi nama baik dan reputasi mu, Nak?" tanya Sang Jenderal Shen Guo Feng.


Namun ia benar-benar tidak mengira jika itu akan membuat situasinya akan kembali menjadi canggung dengan Putri resminya itu.


"Apa yang perlu dipikirkan? Bukankah selama ini aku sudah kehilangan semua itu? Jadi reputasi apa lagi yang aku miliki saat ini?" balas Xi Lilian dengan nada sinis dan juga sarkastik serta pandangan yang sangat dingin dan tajam.


Dan itu berhasil membuat Ayahandanya, Sang Jenderal Shen Guo Feng bungkam, dan tak bisa menanggapi kata-kata Xi Lilian untuk sementara waktu.


Selain itu juga membuat Sang Jenderal Shen Guo Feng juga kembali terjatuh dalam penyesalan yang mendalam.


Karena semua yang dikatakan oleh putrinya itu semua merupakan hasil dari perbuatan dan juga kebodohannya sendiri.


Terlebih ketika dirinya juga mengingat setiap kata yang diucapkan Xi Lilian, Putri kecilnya tempo hari, yang mengungkapkan semua kebenaran dan juga penampilannya yang sesungguhnya setelah mengalami rangakaian peristiwa yang sangat kejam, dan Ia bahkan sangat mengingat dengan sangat detail mengenai semua keluhan dan juga merupakan seluruh tindakannya yang bener-benar tidak manusiawi yang dialami putrinya selama hidup belasan tahun ini.


Dan itu adalah titik balik dimana dirinya bisa menyadari semua kesalahannya dengan mata terbuka. Yang mana itu sangat menyakitkan dan terasa menikam jauh dalam lubuk hatinya hingga jiwanya ikut terkoyak.


Ia ingat betul dengan segala perbuatannya dimasa lalu. Sehingga membuat putra dan putrinya celaka dan hidup dalam penderitaan yang tak bisa dirinya bayangkan sama sekali.


"Maafkan Ayah Nak, itu semua disebabkan oleh kesalahan ku, yang bodoh dan tidak becus sebagai seorang ayah dan suami yang baik bagi kalian dan juga mendiang ibunda kalian. Dan karena itu lah kini penyesalan Ayah mu ini menjadi semakin dalam," kata Sang Jenderal Shen Guo Feng lemah dam menundukkan kepalanya.


Karena Ia merasa terlalu malu untuk bisa berhadapan dengan kedua Putra dan Putrinya itu.


Karena semua itu baginya hanyalah masa lalu yang membuat dirinya sangat kecewa dan bahkan Ia seolah tidak ingin memaafkan perbuatan Ayahanda di masa lalu.


Karena menurutnya karena sikap Ayahnya itulah yang membuat dirinya mengalami semua hal buruk dan bahkan sampai dirinya mati.


Dan untungnya adalah, saat itu bukan jiwanya yang menempati tubuh aslinya ini. Jika tidak, maka saat ini sudah bisa dipastikan bahwa dirinya telah lama mati. akibat perlakuan kasar dan tak manusiawi dari orang-orang terkutuk itu, yang selalu saja menindasnya, dan bahkan mereka semua juga dengan sengaja tidak pernah memberikan kehidupan ataupun sumberdaya yang layak bagi Xi Lilian kecil yang mana itu sebenarnya adalah jiwa ibundanya, yang terpaksa harus menjalani semua penderitaan sebagai gantinya. Sehingga itu yang mengakibatkan dirinya menjadi sampah terkenal di seluruh Kekaisaran Wuxi ini.


Dan semua itu cukup bagi Xi Lilian untuk merasa sangat dikecewakan hinga mencapai tahap kebencian yang begitu besar seperti saat ini.


Di saat suasana yang begitu hening karena tidak ada yang berbicara. Tiba-tiba saja terdengar suara yang menyapa indera pendengaran mereka.


"Salam kepada Ayahanda, Putra ini memberi hormat kepada Ayah," kata Shen Ming An yang memecahkan keheningan yang terjadi.


"Emh...." dehem Sang Jenderal Shen Guo Feng sambil mengangguk dan melambaikan tangannya.


Sebagai tanda Ia telah menerima salam dari Putra keduanya itu.


Shen Ming An yang merasakan bahwa tanggapan ayahandanya itu terlalu dingin akhirnya Mengedarkan pandangan memindai seluruh Aula Utama itu.


Hingga saatnya tiba bagi matanya menemukan dan melihat dua sosok yang familier dan yang telah menghilang selama beberapa hari ini. Itupun membuatnya langsung paham akan situasinya.

__ADS_1


Sehingga dirinya yang berpikir bahwa saat ini Ayahanda nya itu tengah marah terhadap kedua saudara berbeda itu yang telah meninggalkan kediaman selama beberapa waktu tanpa izin.


Itu membuatnya memiliki sebuah gagasan ide, yang menurutnya itu akan berhasil menarik simpati dan juga perhatian lebih dari sang Ayah.


"Ah, Maaf Gege dan juga Meimei aku tadi tidak melihat keberadaan kalian berdua sehingga tidak memberikan salam terlebih dahulu. Salam untuk kedua saudara dan juga saudari, senang bisa melihat kalian kembali ke dalam Kediaman Jenderal ini dengan keadaan yang baik-baik saja," ucap Shen Ming An yang kini memulai aksinya yang pura-pura peduli terhadap kedua saudara beda ibu itu.


Shen Yu Lin yang mendengar kata-kata dari Shen Ming An itu hanya mengerenyitkan dahinya dan tidak membalasnya untuk beberapa saat.


Sedangkan Xi Lilian hanya diam dengan tenang dan tak berencana untuk menanggapi kata-kata Shen Ming An sama sekali.


Karena Ia merasa, bahwa itu tidak akan ada gunanya dan hanya akan membuat masalah lain yang membuat ia harus menyia-nyiakan tenaganya.


"Emh, Ya." balas Shen Yu Lin singkat dan tak memberikan wajah sama sekali untuk anak Selir itu.


Shen Ming An yang hanya mendapatkan reaksi seperti itu menjadi sangat marah, hingga ia mengepalkan tinjunya dengan sangat erat.


Bahakan Shen Ming An saat ini sudah sangat ingin memukul dan juga membunuh kedua saudara yang ada dihadapannya itu.


Namun dirinya harus menahan segala amarah dan juga keinginannya itu, Karena bagaimanapun ada Ayahandanya disini.


Selain itu dirinya juga masih ingat dengan sangat jelas hal buruk apa yang telah menimpa adik bungsunya Shen Sie Mei hanya gara-gara menyinggung masalah Xi Lilian dihadapan Ayahandanya.


Jadi dia tidak mau mengulangi dan mengalami kejadian yang sama dengan apa yang dialami oleh adik perempuan termudanya itu.


Namun dirinya juga tidak akan menyerah begitu saja untuk bisa menyeret kedua Kakak beradik yang ada dihadapannya saat ini, ke dalam masalah yang akan membuat mereka dibenci atau setidaknya mendapatkan amarah dari Ayahanda mereka.


Jadi Shen Ming An lanjut untuk memprovokasi Shen Yu Lin dan juga Xi Lilian, agar mereka lepas kendali dan menunjukan sisi buruk mereka dihadapan Sang Ayah.


Bahkan Shen Ming An tidak pernah berpikir, jika hal itu justru akan berbalik dan menyebabkan masalah bagi dirinya sendiri.


Sedangkan Xi Lilian yang telah mengetahui isi pikiran dari Shen Ming An, Ia tidak dapat jika tidak tersenyum sinis dan juga sebuah seringai yang mengerikan segera terbit diwajahnya yang tertutupi oleh cadar. sehingga tidak ada orang yang bisa mengetahuinya.


"Dasar manusia yang bodoh dan naif, apakah dengan rencana kecil seperti itu mambu membawa kami dalam masalah besar seperti yang kau pikirkan," batin Xi Lilian dengan tatapan mencemooh pada Shen Ming An.


"Gege dan juga Meimei dari kemana saja kalian selama beberapa hari terakhir ini? Mengapa kalian berdua pergi tanpa berpamitan kepada Ayahanda terlebih dahulu? Apakah kalian tahu jika selama ini Ayahanda dan juga kami sangat menghawatirkan kalian berdua yang tidak kembali selama berhari-hari?! Dan apakah kalian berdua menjumpai kesulitan ketika berada diluar Kediaman Keluarga Jenderal?" tanya Shen Ming An dengan ekspresi wajah yang tampak sangat khawatir dan juga peduli.


Namun semua orang juga bisa mengerti, dengan niat yang sebenarnya dari Shen Ming An itu.


Dan sayangnya semuanya tidak ada yang peduli akan hal apa yang baru saja Shen Ming An tanyakan, karena mereka bisa melihat dengan mata kepala sendiri bahwa keadaan kedua Kakak beradik itu baik-baik saja. Dan bahkan tampak lebih bersinar dari sebelumnya, ketika mereka masih tinggal di dalam Kediaman Keluarga Jenderal.


"Oh, Bagaimana mungkin kami bisa hidup di luaran sana, Kata- kata adik laki-laki kedua ini sungguh lucu. Dan tentu saja kami hidup dengan sangat tenteram dan juga sangat bahagia bersama keluarga yang selalu menyayangi kami lebih dari apapun. Apakah Adik laki-laki kedua tidak bisa melihat bahwa penampilan kami berdua menjadi jauh semakin baik daripada ketika kami masih berada di Kediaman Jenderal yang kamu banggakan ini," cibir Shen Yu Lin terhadap Shen Ming An, yang kini menjadi terdiam dengan apa yang dikatakan olehnya.


Bahkan Sang Jenderal Shen Guo Feng pun menjadi ikut tertekan, setelah mendengar pernyataan yang diucapkan oleh Putra Sulung nya itu.


Dan Dia juga berpikir jika selama beberapa hari terakhir ini kedua putra dan juga putrinya itu telah tinggal bersama Keluarga Kekaisaran Wexia.

__ADS_1


Karena Ia juga ingat bahwa saat ini status kedua putra dan juga putrinya itu adalah anak angkat dari Pangeran Mahkota Xi Mo Han. Yang mana dia adalah Kakak Ipar tertuanya.


__ADS_2