
Sedangkan disisi lain sekitar setengah jam yang lalu, Mario yang telah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk terjun dari helikopter mengenakan parasut.
Namun sayangnya karena waktu yang begitu singkat dan mendesak sehingga belum sampai Mario jatuh dari helikopter, justru helikopter tersebut telah meledak karena ketiga bom yang aktif itu meledak secara hampir bersamaan.
Dan itu mengakibatkan Mario tertimpa badan helikopter yang hancur dan segera dijatuhkan ke perairan hingga tenggelam ke dasar laut.
Namun yang tidak diketahuinya oleh para mafiosonya adalah, saat ini hanya tubuh Leader nya saja yang mati dan hancur.
Akan tetapi jiwanya kini justru telah kembali dan menempati tubuh aslinya.
Begitu jiwa Xin Mu Ren telah kembali pada tubuh aslinya kemudian Xin Xian Xuan yang merupakan Kakek Buyut nya, segera menyegel kembali portal yang Ia buka sebagai pintu keluar dan kembali dari dimensi lain.
Namun untuk menggunakan segel portal itu jiga memiliki resiko yang cukup tinggi. Selain memakan usia seseorang ia juga akan sangat menguras tenaga dalam seorang kultivator.
Karena sebenarnya membuka segel portal dimensi ini merupakan salah satu teknik terlarang yang telah lama hilang dari peradaban dunia Hinga hampir puluhan ribu tahun lamanya.
Sehingga sesaat setelah Sang Kakek Buyut mengakhiri ritualnya dia menjadi sangat lemah dan semakin tampak terlihat lebih tua dari sebelumnya.
Dan kini keadaan nya bisa dibilang tidak baik, Karena Sang Kakek Buyut kini tengah tak sadarkan diri selama beberapa hari.
Flashback off
“Nah begitulah akhirnya aku memutuskan untuk turun ke dunia fana ini untuk mencarimu karna aku sudah sangat merindukan adik kecilku yang bawel ini. Dan terutama karena aku juga sangat rindu rasa masakan mu itu Lian’er,” kata Xin Mu Ren dengan cengengesan.
Sedangkan Xi Lilian yang mendengarkan kalimat terakhir yang diucapkan kakak sepupunya itu yang saat ini berusia 17 tahun jika berada di dunia bawah ini. Menjadi sebal hingga akhirnya ia hanya mendengus karena saking kesalnya.
“Hhuuuuhhhh.... Dasar,” dengus Xi Lilian sambil memutar bola matanya.
“Selain itu juga aku ke dunia bawah ini ingin menemui Kakek, Nenek dan juga kedua Paman dan istrinya untuk mengabarkan bahwa saat ini keadaan kakek buyut mungkin hanya bisa bertahan untuk sementara waktu saja,” kata Xin Mu Ren yang kini telah berubah sangat menyedihkan.
Sehingga Xi Lilian yang memang dasarnya baik dan hatinya penuh kelembutan dan kasih sayang pada orang-orang yang ia sayangi langsung berlari dan memeluk Kakak sepupunya itu sehingga Ia menatapnya dengan tatapan menenangkan.
__ADS_1
Dan juga Ia berusaha meyakinkan sepupunya Xin Mu Ren itu agar tenang karena Xi Lilian akan berusaha sebisa mungkin untuk menyembuhkan Sang Kakek Buyut, yang belum pernah Xi Lilian temui itu.
“kakak sepupu tenanglah, aku akan berusaha untuk membuat kesehatan Kakek Buyut kembai pulih. Karena semua ini juga karena diriku yang menyebabkan beliau menjadi seperti ini,”kata Xi Lilian dengan lembut dan tulus.
“Lian'er aku tau kau memiliki kemampuan yang sangat bagus dalam pengobatan. Dan di sini juga kau juga telah mencapai puncak Alchemist. Tapi masalahnya adalah bahan-bahan untuk membuat obat bagi Kakek itu sangat sulit untuk didapatkan, andaikan ada sekalipun itu pasti akan sangat mahal. Dan pasti juga membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkannya,” kata Xin Mu Ren yang pesimis mengenai keberadaan bahan-bahan obat yang dibutuhkan untuk menyembuhkan Kakek buyutnya itu.
Karena Xin Mu Ren tidak tau jika Xi Lilian memiliki bahan-bahan langka yang telah Ia cari selama beberapa hari ini tanpa mengenal lelah.
“Kakak sepupu Xi Mu Ren, tenanglah, serahkan semua itu kepada ku, saat ini lebih baik kau ikut dengan ku ke kediaman pribadiku dan Gege Yu Lin saja," kata Xi Lilian sambil menatap kakak sepupunya itu.
Kemudian Xi Lilian mengalihkan pandangannya pada suaminya tercinta Mo Fei Tian yang kini tengah memikirkan sesuatu hal yang begitu mengusik pendengarannya beberapa saat yang lalu.
Namun segera lamunanya itu dibuyarkan oleh Xi Lilian. Karena Xi Lilian merasa ada sesuatu yang menjadikan suaminya ini sebagai seorang pemikir.
“Ada apa A Tian? Apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiran mu?” tanya Xi Lilian dengan lembut.
Sebenarnya Xi Lilian bisa saja membaca isi pikiran dari Mo Fei Tian.
“Ya sebenarnya ada satu hal yang agak membuatku terpikir dengan kejadian di masa lampau,” kata Mo Fei Tian dengan jujur pada wanitanya itu.
“Aahh... Baiklah, karena hari telah larut sebaiknya kita kembali terlebih dahulu. Dan kau A Tian ingin ikut kembali ke Kediaman pribadi ku atau kembali ke Paviliun yang disediakan oleh Istana?” tanya Xi Lilian pada kekasihnya itu.
“Apakah istri keciku ini menginginkan diriku ini ikut kembali bersamanya?” ucap Mo Fei Tian dengan nada menggoda dan juga dengan pandangan antusias terpampang di wajahnya yang tampan itu.
Dan hal itu telah berhasil membuat Xi Lilian merona wajahnya dan kini menjadi salah tingkah bahkan kesulitan untuk menjawab.
Karena sebenarnya Xi Lilian sangat malu, apalagi saat ini diantara mereka ada kakak sepupunya Xin Mu Ren yang sedari tadi dirinya juga mengawasi gerak-gerik mereka berdua.
Namun jauh didalam lubuk hatinya, Xi Lilian memang selalu ingin bersama suami tampannya itu.
Tapi mau bagaimana lagi saat ini keadaan yang memang tidak memungkinkan untuk keduanya selalu bersama-sama.
__ADS_1
Mo Fei Tian yang melihat reaksi sang pujaan hatinya itu menjadi salah tingkah dan tidak menentu seperti itu akhirnya menyunggingkan senyumnya.
Dan barulah Ia berkata untuk menenangkan sang istri agar lebih rileks.
“Aku sebenarnya sangat ingin bisa selalu bersamamu dan menemani istri kecilku yang sangat cantik ini disetiap harinya. Namun aku juga tidak ingin membebani mu sayang, apalagi dengan situasi kita saat ini masih belum di ketahui oleh orang luar dan juga dimata semua orang kita tidak saling mengenal satu sama lain,” kata Mo Fei Tian untuk meredakan rasa canggung yang dialami oleh Xi Lilian.
Sedangkan Xin Mu Ren yang sedari tadi hanya menyimak interaksi kedua sejoli dihadapannya itu. Juga merasa lega dan senang karena adik sepupu kesayangannya itu telah mendapatkan seseorang yang tepiat seperti Mo Fei Tian.
Yang tidak hanya mementingkan dirinya sendiri Tapi juga lebih mengutamakan kebaikan dan juga perasaan Xi Lilian.
Bahkan Xin Mu Ren dapat melihat bahwa dari tatapan Mo Fei Tian itu terdapat cinta yang begitu besar kepada sepupunya itu.
“Hei apakah kita jadinya akan bermalam di hutan ini? Lagi pula aku sudah sangat lapar dan sangat merindukan dengan masakan adik perempuanku yang satu ini,” kata Xin Mu Ren mencairkan suasana dan mencoba mengalihkan topik yang sangat canggung itu.
Setelah mendengarkan perkataan Xin Mu Ren, Mo Fei Tian juga menyahutinya.
“Apakah dulu di dimensi lain Xi Lilian juga sering memasak untuk mu?” tanya Mo Fei Tian yang tampak penasaran.
“Tentu saja, bahkan Ia kalau memasak seluruh anggota mafianya juga bisa merasakan semuanya. Tapi jangan salah, sebenarnya akulah yang lebih sering membuat masakan untuk Lian'er mu itu. Bahkan kau harus tau, aku hanya pembantu baginya. Ah ya kalau kau belum tau apa itu Mafia, biasanya disini disebut sebagai organisasi pembunuh bayaran,” kata Xin Mu Ren menjelaskan sambil diselingi candaan.
Karena Xin Mu Ren pikir bahwa Mo Fei Tian belum mengetahui perihal mafia. Sehingga dia dengan berbaik hati menjelaskannya kepada Mo Fei Tian.
Mo Fei Tian yang menghargai saudara sepupu dari istri kecilnya pun Ia tetap mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Xin Mu Ren dengan tulus.
Untuk menghargai ketulusan yang diberikan padanya juga. Meskipun Mo Fei Tian telah mengetahuinya.
“Terima kasih sepupu ipar, aku mengerti,” balas Mo Fei Tian dengan menunjukan rasa hormat dan menghargai kebaikan Xin Mu Ren.
Sedangkan Xi Lilian hanya tersenyum melihat kedua lelaki dihadapannya saling menunjukan rasa menghargai satu sama lain.
Akhirnya Xi Lilian pun mengajak kedua lelaki itu kembali ke kediaman pribadinya dan berencana untuk membuat masakan untuk mereka berdua.
__ADS_1