Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 20 Kisah Tabib Liu


__ADS_3

flashback on


Siang itu aku dan kedua rekan tabib kerajaan tengah berada di dalam aula utama karena Pangeran Mahkota menemukan sekantong bubuk yang mencurigakan dari seseorang pelayan yang berasal dari istana anggrek yang merupakan istana kediaman dari selir Hua Hui Mei yang merupakan ibu kandung pangeran kelima.


Sehingga kami bertiga di panggil untuk mengidentifikasi bubuk tersebut.


Setelah beberapa saat kami mengamati bubuk tersebut, menyimpulkan bahwa bubuk itu adalah bahan pembuat bedak dan pemerah pipi yang umum digunakan jadi semua merasa lega.


Tapi ketika bubuk tersebut akan saya kembalikan dalam kotaknya semula, dan ketika saya hendak menutup kotak tersebut dan terlihat gelap bagian dalam kotaknya saya sekilas melihat ada seperti sesuatu yang berkilau bertebaran bercampur bubuk itu dan saya amati lagi, saya cium aroma bubuk itu dengan seksama, dan ternyata itu adalah Zat yang sangat berbahaya, semacam racun yang melumpuhkan syaraf, namun cara kerjanya tidak melalui sistem pencernaan.


Melainkan melalui pori-pori dan dihirup. Jika terlalu sering dan lama terpapar zat tersebut maka akan menyebabkan kelumpuhan pada setiap syaraf dan itu berarti juga lumpuhnya tubuh hingga akhirnya akan meninggal dengan tubuh yang kurus, karena selama periode pemaparan itu juga membuat nafsu makan berkurang drastis.


Ketika saya telah menemukan kesimpulan itu kami para tabib kekaisaran jadi teringat kembali dengan kondisi mendiang selir Ming Yua Lie. Yang merupakan salah seorang putri dari kerajaan Zhang.


Setelah hal tersebut kami utarakan mulailah terjadi kericuhan karena kaisar merasa ada yang tidak beres dengan kematian Selir nya itu sehingga membuat putra nya yang ke enam harus kehilangan sosok ibu kandungnya diusia 3 bulan.


Sehingga mulai saat itu sang putra keenam diasuh oleh selir tercintanya yaitu Selir Agung Xian Yu Bin, ibu dari Pangeran kedua dan keempat.


Oleh sebab itu dalam waktu satu hari saja seluruh kekaisaran Wuxi menjadi gempar karena kabar adanya motif pembunuhan Selir kaisar beberapa tahun silam. Dan hal itu mulai diselidiki kebenarannya.


Disaat semua orang-orang masih gempar dengan hal itu, kami para tabib istana juga disibukan dengan meneliti cara kerja barang itu.


Namun yang tidak di sangka adalah ketika aku mendapat panggilan dari kediaman perdana Mentri Han Ling Gou untuk mengobati putra keduanya yang memang sakit sejak kecil. Awalnya tidak terjadi sesuatu apapun dan lancar seperti biasanya namun jika diamati secara seksama penyakit yang diderita oleh tuan muda kedua dari perdana menteri Han ini memang mirip dengan gejala awal saat mendiang selir kaisar sakit dan akhirnya meninggal.


Namun anehnya mengapa anak itu bisa bertahan hidup hingga bertahun-tahun. Kemudian aku menyimpulkan bahwa pemuda itu memang terpapar racun yang sama pada sekali waktu dan dosisnya juga sangat kecil.


akhirnya saya berfikir akan sesuatu hal dan mungkin juga ada sebuah konspirasi dibalik semua kejadian ini.


Saat saya keluar ruangan dan ingin mencari tuan besar Han untuk membicarakan kecurigaan saya mengenai kesehatan putra keduanya saya tak sengaja mendengarkan dua orang sedang berbicara.


Sehingga saya memutuskan untuk bersembunyi. Dan ternyata memang benar bahwa ini adalah sebuah konspirasi yang besar dan rumit untuk dipecahkan.


“Tuan Han, apakah Anda sudah melakukan semuanya?” Tanya seseorang itu.


“Ahh Tuan tenang saja, semua sudah saya bereskan, lagi pula semua bukti sudah saya bereskan dan tidak akan ada yang akan curiga.” kata Perdana Mentri Han


“Bagus, kalau begitu Permaisuri pasti akan mengingat jasamu. Apalagi jika rencana kali ini berhasil sehingga Selir Agung Kekaisaran dapat tersingkir dengan tuduhan palsu sengaja meracuni sesama selir karena cemburu. maka itu sangat bagus bagi kenaikan Putra Mahkota nantinya.” Kata orang itu lagi yang ternyata itu adalah Kasim Shan dari kediaman Permaisuri Kaisar.


“Terima kasih banyak kepada Permaisuri, saya sungguh tersanjung jika Kasim Shan sudah berkata demikian.” Kata Perdana Menteri Han.


“Lalu bagaimana dengan rencana anak anak luar mu. Dan jangan lupa ingatkan pada gundik mu itu agar tak mengacaukan rencana Permaisuri. Karena bagaimanapun keadaan Putri Utama dari Keluarga Jendral Besar Shen itu masih sangat berguna untuk menyokong status Pangeran Mahkota. Jadi ingatkan gundik dan anak-anakmu jangan sampai mereka terlalu menindas Putri Utama. Tidak masalah jika ia mati setelah menjadi istri sah Pangeran Mahkota dan membawa Pangeran Mahkota naik tahta menjadi Kaisar yang baru.” Kata Kasim Shan.

__ADS_1


“Kasim tenang saja, saya telah mengaturnya, putra pertama ku dengannya akan segera mengantikan posisi pecundang Chen Zhang Wen itu dan kita juga bisa menarik putra utama Jendral Shen itu ke pihak putra mahkota sebagai pengawal setianya ataupun komandan pengawal bayangan putra mahkota untuk sementara, selain itu putri pertama ku dengannya juga sudah ku tekan agar tak bertindak macam macam.” Balas Perdana Mentri Han.


“Bagus, pastikan jalan Pangeran Mahkota mulus jika kau ingin putra mu yang sedang berbaring didalam segera sembuh. Dan segera lakukan semuanya di saat suasana masih keruh ini, agar tak ada orang yang akan memperdulikan mu. Karena fokus mereka masih teralihkan dengan munculnya racun itu." Kata Kasim Shan dengan dingin.


“Anda jangan khawatir, Akan saya pastikan jika Jendral bodoh itu akan menjadi pendukung Putra Mahkota yang setia. Aku percaya Yun Xue Rou bisa mengendalikannya.” Kata Tuan Han


“Bagus, yang perlu kau pastikan gundik mu itu tak membelot dan jangan sampai ia tau bahwa kau hanya kaki tangan Permaisuri dan kau juga hanya memanfaatkan nya saja.” Kata Kasim Shan memperingati lalu bergegas pergi.


Saya yang telah melihat kepergian dari utusan Permaisuri itu telah pergi meninggalkan Perdana Mentri Han sendiri,


kemudian saya keluar dari persembunyian kemudian menunggu perdana Mentri Han di depan paviliun Tuan Muda kedua Han untuk berpamitan.


Tapi ketika di tengah jalan aku merasakan bahwa ada seseorang yang mengikuti. Hingga akhirnya aku bergegas masuk ke dalam kereta kuda, namun yang tak ku sangka adalah kusir kereta kuda itu adalah orang lain yang membawaku pergi ke arah yang berlawanan dari arah istana.


Ketika sampai di tempat yang sepi di pinggir hutan dan lumayan jauh dari pemukiman langsung kereta itu berhenti dan muncul 3 orang berpakaian serba hitam dengan penutup muka layaknya pembunuh bayaran.


“Apa salah ku, aku rasa tak pernah menyinggung kalian?” Tanya tabib Liu pada para pembunuh bayaran itu.


“Tak perlu banyak tanya, kau itu hanya kerikil kecil yang menghalangi jalan mulus tuan majikan kami, dan sudah seharusnya kami mengatasi mu.” Kata salah seorang pembunuh bayaran itu.


“Sudahlah, mengapa kamu banyak bicara dengannya lebih baik kita bunuh dia sekarang juga.” Kata seorang lagi.


“Tidak jangan bunuh aku, aku tak akan membahayakan siapapun. Tolong lepaskan diriku.” Kata tabib Liu memohon untuk dilepaskan.


Saat menilai suasana yang ia alami tabib Liu pun akhirnya paham jika mereka adalah utusan dari Permaisuri, jika bukan juga pasti antek anteknya.


Sesaat ia berfikir bagaimana ia bisa melepaskan diri dari para pembunuh bayaran harimau putih itu.


Kemudian ia teringat sesuatu yang mungkin bisa berguna untuknya tapi itu juga beresiko jika perhitungannya meleset.


Ketika para pembunuh bayaran tersebut mulai menyerangnya. Tabib Liu mencoba menghindar, karena meski dirinya seorang tabib, tapi ia juga seorang kultivator meski itu tidak tinggi. Namun dia sudah bertekad untuk tetap bertahan hidup.


Apalagi ketika ia mengingat sang putra yang merupakan salah satu bawahan kepercayaan Putra Mahkota, maka ia semakin bertekad untuk membongkar kebusukan mereka dan membebaskan putranya dari belenggu mereka.


Tepat ketika Tabib Liu mulai kelelahan dan menerima banyak luka dari ketiga pembunuh bayaran itu dirinya mengambil kesempatan saat sedang terkapar dan tertelungkup ia mengeluarkan sebutir pil yang bisa memanipulasi nadi sepeti orang mati dari cincin penyimpanannya yang diberikan oleh mendiang gurunya.


Dan seketika itu ia menelan pil tersebut dan bersiap untuk menahan nafasnya. Agar bisa membodohi para pembunuh bayaran itu.


Namun memang keberuntungan juga berpihak padanya sehingga setelah ia meminum pil itu beberapa saat ia tak bergerak dan para pembunuh itu segera memeriksa nadinya.


Dan dari kejauhan terdengar suara kereta kuda yang akan melintasi tempat kami berada saat itu. Oleh karena itu para pembunuh bayaran itu segera pergi tanpa menghiraukan tabib Liu lagi, karena menurut mereka dirinya sudah mati.

__ADS_1


Dan saat kereta kuda itu melintasi jalan dekat tempat perkelahian tadi sang kusir melihatnya dan memberitahukan kepada sang Tuan, yang ternyata adalah Tuan Ye.


Akhirnya Tuan Ye Hongli pemilik dari pasar budak itulah yang membawanya dan menolongnya untuk mengobati luka luka pada tubuhnya.


Dan karena aku merasa berhutang Budi padanya maka aku menawarkan diri untuk menjadi seorang budak, dengan syarat hanya orang kerajaan yang boleh mengambilnya sebagai budak, karena ia berencana akan membuat rencana untuk mengeluarkan putra semata wayang ku Liu Wu Shang dari jeratan Putra Mahkota.


Karena selama ini tidak ada yang tau bahwa Wu Shang adalah putra ku, maka untuk saat ini keadaannya aman untuk sementara.


Sebenarnya Wu Shang memutuskan menjadi salah satu pengawal bayangan dari putra mahkota karena ia ingin mencari dukungan untuk menyelidiki atas kematian ibunya atau istriku dan juga adik Perempuanku yang tidak wajar.


Ketika Wu Shang kembali dari akademi saat itu ia menemukan ibu dan bibinya telah terkapar tak bernyawa di dalam kediaman.


Sedangkan aku tak tau karena aku juga jarang kembali kekediaman karena sibuk didalam istana.


Flashback off


“Jadi Wu Shang merupakan putramu satu satunya tabib Liu. Aku tak menyangka bahkan dia pun menyembunyikan kebenaran ini dariku. Padahal kami berteman baik sejak masuk di akademi waktu itu.” Kata Chen Zhang Wen tak menyangka dengan kebenaran yang baru saja ia dengar.


“Sungguh manusia biadap yang menghalalkan segala cara untuk menggapai keinginan pribadi nya mereka tega mempermainkan kehidupan orang lain.” Kata Xi Lilian dengan geram.


“Lalu apa kau juga tau siapa saja yang telah menjebak ku dan apa alasannya?” tanya Chen Zhang Wen.


“Ya mereka memang manusia biadap, dan otak dari ini semua adalah sang permaisuri, mereka ingin menyingkirkanmu karena kamu adalah bawahan kepercayaan Jendral Besar Shen dan kamu sangat akrab dengan Pangeran kedua Putra dari Selir Agung Xian Yu Bin.


Oleh karena itu Permaisuri berfikir bahwa kamu merupakan salah satu penghalang besar bagi Putra Mahkota, dan juga kamu terlalu tangguh jika di gulingkan. Dengan kekuatan makanya mereka bersekongkol dengan panglima perang yang ada di bawah mu yang adalah adikmu sendiri Chen Yan Guo. Karena ia juga iri dengan prestasi dan juga kedudukan mu di dalam keluarga Chen.” Kata tabib Liu menjelaskan.


“Sungguh konspirasi yang begitu hebat. Tenyata Permaisuri kekaisaran ini lebih mengerikan dari seorang Jenderal perang dalam menyusun siasat. Mari kita lihat setelah ini apa yang bisa mereka lakukan, maka aku tak akan pernah tinggal diam.” Ucap Xi Lilian dengan seringai kejam dan kilatan membunuh dimatanya.


“Baiklah kalau begitu sebaiknya kita istirahat karena malam juga sudah larut, aku akan kembali ke kediaman pribadiku tak jauh dari sini apakah kalian akan ikut atau tinggal disini?” tanya Xi Lilian.


“Eemm bolehkah kami ikut?” tanya Chen Zhang Wen.


“Tentu saja. Kalian berdua peganglah pundakku, kita akan segera menuju kediamanku.” Kata Xi Lilian pada mereka berdua.


Setelah mengatakan itu Xi Lilian langsung berteleportasi menuju halaman paviliun utama tempat yang akan ia tinggali.


Beberapa detik kemudian mereka telah sampai. Dan itu membuat kaedua orang yang bersamanya menjadi terkejut.


“Lian’er kau...kau... Bi bisa teleportasi? Aku tidak mimpi kan?” Tanya Chen Zhang Wen tergagap.


Sedangkan tabib Liu masih terbengong dengan mengamati sekeliling merasa tak percaya dengan apa yang baru saja dia alami.

__ADS_1


“Sebenarnya berapa banyak lagi kejutan yang kau sembunyikan dari kami.” Kata Tabib Liu.


__ADS_2