
Akhirnya Jendral Shen benar-benar menguras kantong, untuk membeli pil yang Xi Lilian lelang dengan harga 2.500.000 teal emas untuk dua botol pil itu. Yang mana masing-masing harganya 1.000.000 dan 1.500.000 teal emas setiap botolnya.
Kemudian Jendral Shen menyerahkan kedua pil itu untuk Putri dari Selirnya Shen Sie Mei dan juga Shen Sie Lie. Yang mana sedari tadi belum mendapatkan satu barang pun.
Dan kemudian Jenderal Shen jugaberkata ketus kepada putra tertuanya.
“Kau tak bisa mendapatkan nya untuk adikmu yang jelek itu.” Kata Jendral Shen tanpa perasaan sedikitpun.
Mendengar perkataan ayahnya itu Shen Yu Lin hanya tertawa terbahak. Dan memandang rendah ayahnya yang tak tau jika putrinya yang ia remehkan itu bahkan bisa membunuhnya dengan sekali menjentikkan jarinya.
Namun Shen Yu Lin tanpa sadar mengeluarkan aura menekannya sehingga Jendral Shen merasa ketakutan dan dingin.
“Tak perlu, itu tak berguna untuk Lian’er ku.” Kata Shen Yu Lin mantap.
Yang membuat seluruh orang yang ada di ruangan itu merasa tertegun dan tidak mengerti akan perkataan Shen Yu Lin. Karena bagi mereka semua hanya bisa berpikir bahwa Xi Lilian adalah jelek dan juga berpenyakitan juga pemborosan besar.
Maka dengan pil itu setidaknya bisa menyembuhkan luka dan kecantikan nya meski akan tetap menjadi sampah tak berguna.
“Lagi pula jika Lian’er menginginkannya aku bisa membelikan untuknya dari tadi. Apalagi dia juga sangat kaya dengan peninggalan mendiang ibunda. Dan apa kalian anak Selir dan ibu kalian tidak tau malu, selama ini kalian hidup hanya bergantung dan mengandalkan harta mahar Ibuku yang ditinggalkan untuk ku dan Lian’er. Jika kalian semua sadar diri dan tidak ingin dipermalukan maka kembalikan semua harta mahar kepada yang berhak memilikinya. Karena kalau tidak, aku bisa saja melaporkan ini ke pengadilan negeri Wuxi atas tuduhan perampasan harta dan juga menelantarkan serta menyiksa anak resmi dari istri sah yang telah tiada.” Kata Shen Yu Lin masih dengan sangat santai.
Mendengar penuturan lugas dari putra sulungnya itu membuat Jendral Besar Shen tersadar akan suatu hal. Yang mana selama ini mereka memang menyalahgunakan harta dan seluruh aset mahar peninggalan istrinya Xi Yu Nian untuk para Selir dan anak-anaknya yang seharusnya mereka tak memiliki hak sama sekali atas itu semua.
Dan itu memang kesalahannya yang mempercayakan semua kepada Selirnya untuk dikelola.
Dan dia sendiri tak pernah mengecek bagaimana perkembangan atau hasil dari seluruh aset dan toko milik mendiang istrinya.
Karena seingatnya kedua Selir nya tak pernah membawa mahar ketika masuk dalam kediamannya.
Karena Selir Yun hanyalah selir persembahan yang dihadiahkan oleh kaisar atas usulan dari permaisuri saat ia berhasil mengalahkan negeri Daxing yang telah lama menjarah kota di perbatasan milik kekaisaran Wuxi.
Dan sedangkan Selir Duan hanyalah seorang gelandangan yang diselamatkan istrinya dan diangkat sebagai pelayan pribadi mendiang istrinya tapi justru menghianati mendiang istrinya dengan menjebak dirinya masuk dalam pelukannya dan merangkak diatas ranjang majikannya.
Memikirkan semua itu justru membuat Jendral Shen malu dan kehilangan fokus untuk pelelangan. Dan murung hingga akhirnya pelelangan selesai.
__ADS_1
Dan itu merupakan hasil yang diharapkan oleh Shen Yu Lin yang ingin mengalihkan pemikiran ayahnya sehingga ia juga menciptakan ilusi yang diajarkan oleh Xi Lilian agar ayahnya itu terfokus dengan pikirannya sendiri.
Berbeda dengan ruangan Keluarga Shen yang menjadi hening dengan pemikiran masing-masing, diluar ruangan terus terjadi perang harga dalam pelelangan.
Saat ini akhirnya barang terakhir yang Xi Lilian lelang telah laku dengan harga 15.500.000 tail emas yang dimenangkan oleh perwakilan dari Kekaisaran Li yang juga hadir di Kekaisaran Wuxi untuk ikut merayakan Festival Bunga dua pekan lagi.
Kini akhirnya barang utama pada malam hari ini akan segera di lelang dan Xi Lilian juga telah bersiap untuk segera mengakhiri aksi dari para pembuat onar ini dan sekali lagi dia harus menghadapi bangsa siluman.
Namun kali ini situasinya sedikit berbeda karena kini Xi Lilian yang merupakan pemilik Garis Keturunan Murni dari Klan Xin yang Legendaris memiliki dendam tersendiri dengan para ras dunia bawah Dan atas. Salah satunya adalah ras siluman ini yang selalu memburu anggota Klan nya untuk diambil esensi darah murninya maupun dijadikan alat produksi anak oleh kaisar ras siluman itu .
Yang mana mereka sangat tamak, rakus dan serakah, ingin menguasai seluruh dunia atas dengan mengandalkan darah murni Klan Xin.
Tapi yang tidak mereka ketahui saat ini adalah Xi Lilian yang merupakan target utama pemilik Garis Keturunan darah yang paling murni, bukanlah hanya anggota Klan Xin biasa.
Melainkan Dewi Takdir dan Karma dan tak sembarang orang bisa menyentuhnya bahkan seujung kuku pun.
Kini Xi Lilian tengah mengamati gerak-gerik dari ruang paling ujung yang ditempati oleh Putra Mahkota Kekaisaran Zhong dan antek anteknya.
Dan tepat saat ini pula pelelangan item utama yaitu mustika bintang paras segera dimulai oleh pembawa acara dan ia pun membuka kain merah yang menutupi batu mustika tiruan itu diatas nampan yang dibawa oleh seorang pelayan rumah lelang Liyun ini.
“Baiklah ini adalah item utama kita sekaligus item terakhir dari pelelangan pada malam hari ini. Yaitu mustika bintang paras, yang merupakan mustika jiwa sekaligus pusaka ampuh milik Dewi Alam Semesta, yang memiliki banyak kegunaan Terutama untuk perlindungan diri dan juga mempertahankan keremajaan bagi siapapun pemiliknya.” Kata pembawa acara itu.
“Dan untuk item utama kali ini akan kita buka dengan harga 5.000.000. Teal emas dengan kenaikan 500.000 teal emas.” Kata gadis pembawa acara lagi.
Disaat ini banyak orang berbondong-bondong memperebutkan mustika itu.
“6.000.000 Teal.” Teriak seorang dari bilik nomor 3
“6.500.000.” tawar orang dalam ruang nomor 9.
“7.500.000 Teal dari ruang yang di tempati perdana Mentri Han.
Saat di tengah-tengah ramainya para pelelang sedang beradu harga untuk memenangkan mustika bintang paras palsu itu kini tengah terjadi sesuatu yang tidak seharusnya.
__ADS_1
Didalam ruangan yang di tempati oleh Pangeran Mahkota dari Kekaisaran Zhong.
Karena seharusnya saat ini mereka telah melancarkan aksi mereka untuk memasang ilusi kepada seluruh orang yang berada dia Aula Pelelangan Liyun.
Dan mengaktifkan pengendalian pikiran dari setiap orang/ Klan yang telah memiliki melalui formasi ilusi pengendali pikiran dari junjungan mereka.
Namun anehnya apa yang mereka lakukan untuk mengaktifkan ilusi melalui mutiara pengendali dari lencana ilusi pemberian dari Kaisar Siluman itu tetap tak membuahkan hasil.
Seakan telah ditahan dan dimusnahkan begitu saja tanpa jejak.
Di saat mereka sedang kebingungan tiba– tiba saja terdengar suara seorang pemuda yang mengejutkan mereka semua yang ada di dalam Aula Pelelangan.
Terutama mereka sekelompok orang dari Kekaisaran Zhong.
“Apakah ada masalah dengan mustika bintang paras yang Anda lelang itu Yang Mulia Putra Mahkota Gu Mo Han? Aku melihat mu serta bawahanmu itu sedari tadi tampak tidak tenang dan tampaknya ada hal yang sangat mengganggu mu?” Tanya Xi Lilian yang kini menggunakan suara khas laki-laki.
“Lancang!!! Apa maksudmu berkata seperti itu kepada junjungan kami, sungguh tidak pantas orang rendahan sepertimu mempertanyakan Yang Mulia Putra Mahkota Kekaisaran kami.” Teriak perdana Mentri Ming Huo Ran yang merupakan adik dari Permaisuri Kekaisaran Zhong atau lebih tepatnya paman bagi Putra Mahkota Gu Mo Han.
Mendengar pertentangan dari seseorang yang tak diketahui dan Anggota Kekaisaran tetangga ini membuat semua tamu undangan dan para hadirin dalam acar pelelangan ini bingung dan tidak tahu apa masalah sebenarnya.
Tetapi sebagai khalayak ramai sudah pasti mereka sangat penasaran dan juga ingin tahu mengenai sebenarnya apa yang tengah terjadi diantara kedua kubu yang bersangkutan.
Ketika mereka masih asyik berpikir dan bertanya-tanya dalam hati mereka sendiri tiba-tiba kembali terdengar suara yang sangat santai, seolah tak terjadi pertikaian sengit diantara mereka.
“Sudahlah hentikan permainan kalian, dan aku akan memberikan kesempatan pada kalian untuk memperbaiki diri. Atau kalau kalian masih bersikeras dengan tujuan buruk kalian itu maka jangan harap aku akan berbaik hati melepaskan kalian semua.” Kata Xi Lilian dengan malas.
“Apakah Tuan Muda ini salah paham terhadap kami? Lagi pula kami tak pernah melakukan sesuatu yang menyinggung Tuan Muda ini. Bahkan saya rasa kami juga belum pernah bertemu dengan Anda sebelumnya, jadi apa alasan Anda bertindak demikian terhadap kami.” Kata Putra Mahkota Kekaisaran Zhong yang mencoba untuk tenang menghadapi masalah kali ini.
“Oohhh, apakah aku salah paham dengan Anda Yang Mulia? Tapi sayangnya aku lebih percaya dengan mata ku ini dibandingkan dengan ucapan mu yang penuh dusta itu.” Kata Xi Lilian dengan entengnya.
Orang lain yang mendengar perdebatan tersebut semakin dibuat penasaran dengan apa yang di maksud Xi Lilian.
“Lagi pula aku juga penasaran mengapa masih juga ada orang yang dengan bodohnya percaya begitu saja dengan Mustika Bintang Paras palsu itu dan bahkan saling berebut. Apakah kalian ini dari kecil tak pernah diajarkan oleh Tetua Keluarga kalian bawa ada Legenda yang sangat terkenal mengenai adanya Mustika Bintang Paras didunia ini? Kalau begitu aku akan berbaik hati untuk mewakili para Tetua kalian semua untuk mendongengkannya untuk kalian semua.” Kata Xi Lilian dengan intonasi bersemangat.
__ADS_1