
Sedangkan Sang Pangeran Mahkota Huo Yuan Yu yang kala itu telah berhasil menyergap pil pemberian gadis kecil tadi seketika dapat melihat ekspresi dan juga gelagat dari teman dekat dan sekaligus Panglima Perang kepercayaan nya itu yang tengah tertarik dan juga jatuh cinta pada pandangan pertama dengan gadis kecil yang membatunya tadi. Ia pun segera memberikan komentarnya.
“Bagus juga jika dia telah berhasil mencuri hati sahabat ku yang selama ini selalu tertutup dan kaku terhadap para gadis-gadis cantik di seluruh Kota Kekaisaran Wuxi. Jadi aku tak perlu khawatir jika sahabat ku ini bukanlah penyuka sesama jenis,” gurau Sang Pangeran Mahkota terhadap Sang Panglima Perang termuda Kekaisaran Wuxi kala itu.
Dan kemungkinan besar akan menjadi seorang Jendral Perang dengan segudang prestasi dan juga jasa di masa depan berkat semangat dan juga tekadnya untuk bisa membuktikan bahwa dia layak menjadi pendamping gadis kecil pujaan hatinya yang baru saja dia temui.
“Yang Mulia Pangeran Mahkota Huo Yuan Yu kita ini memanglah pandai ketika bercanda,” kata Panglima Shen Guo Feng kala itu mencoba untuk mengelak.
Namun wajah hingga telinga Sang Panglima Perang Shen Guo Feng telah memerah ketika mengatakan kalimat sanggahannya tadi.
Yang membuktikan bahwa apa yang dikatakan Pangeran Mahkota yang merupakan teman karibnya itu adalah sebuah kebenaran.
“Shen Guo Feng kau tak bisa berbohong dihadapan ku bukan, aku tahu itu. Lagi pula kau itu seorang pria muda sudah sewajarnya kau memiliki ketertarikan pada seorang gadis." kata Pangeran Mahkota Huo Yuan Yu menimpalinya kembali.
"Terserah apa saja yang ingin Anda katakan Yang Mulia," ucap Sang panglima muda itu menanggapi kata-kata Sang Putra kaisar itu.
“Bahkan ku rasa, kau lebih beruntung daripada diriku, yang tidak bisa menjadikan kekasihku sebagai istri sah di Kediaman ku hingga saat ini. Karena semua telah diatur dan juga diputuskan oleh mereka para Mentri yang sok tahu itu, bahkan selama ini aku terpaksa harus menerima seorang wanita yang bahkan tak pernah ku cintai untuk menjadi istriku dan calon permaisuri Kekaisaran ini di masa depan. Bahkan kau tahu, diusia ku yang baru menginjak 24 tahun ini aku dituntut untuk memiliki seorang pewaris dan juga keturunan kekaisaran .” Kata Pangeran Mahkota Huo Yuan Yu yang tampak tertekan dan juga frustasi kala itu.
Mendengar keluhan yang dirasakan oleh sahabatnya itu Shen Guo Feng yang masih muda juga tidak bisa berkata-kata, dia hanya bisa menyemangati dan juga menenangkan perasaan Sang sahabat yang kelak akan menjadi seorang Penguasa di seluruh Kekaisaran Wuxi ini.
"Yang Mulia Kaisar pasti memiliki sebuah pemikiran dan juga pandangan yang baik bagi Anda Yang Mulia Pangeran Mahkota," kata Sang Panglima Shen Guo Feng menenangkan sahabatnya itu.
Selain itu dirinya sendiri lebih bertekad untuk berjuang lebih keras lagi untuk bisa menjadikan pujaan hatinya sebagai pendamping hidupnya satu untuk selamanya.
Bahkan mulai sejak saat itu Sang Panglima muda tersebut terus berusaha dan semakin giat berlatih, hingga kemampuannya semakin meningkat pesat.
__ADS_1
Bahkan dirinya kini menjadi kebanggaan bagi keluarganya terutama Ayahnya karena hanya dalam waktu satu tahun saja, semua krisis militer yang dialami oleh Kekaisaran Wuxi akibat penyerangan dari berbagai arah dari beberapa kerajaan kecil yang memberontak kini satu persatu mulai teratasi hingga akhirnya dapat terselesaikan dengan meraih kemenangan.
Sehingga para kerajaan yang awalnya ingin menyerang dan membentuk kekuasaan independen sendiri kini berhasil di takhlukan dan juga menjadi salah satu daerah bagian dari kekaisaran Wuxi.
Bahkan di tahun-tahun berikutnya prestasinya semakin naik dan empat tahun kemudian tepat ketika Penobatan Sang Pangeran Mahkota Huo Yuan Yu menjadi Kaisar yang baru bagi Kekaisaran Wuxi ini pada saat itu juga Sang Panglima Shen Guo Feng juga diangkat jabatannya sebagai Jendral Perang Kekaisaran Wuxi yang setara dengan Sang Ayahanda yang menjabat sebagai Jendral utama sejak muda.
Berkat kemampuan dan juga kegigihannya mempertahankan kemakmuran kekaisaran Wuxi.
Dan tepat saat itu juga Sang Jendral Muda Shen Guo Feng kembali dipertemukan dengan Sang pujaan hatinya yang telah bertahun-tahun lamanya mengisi hatinya meski tanpa perjumpaan setelah terakhir kalinya mereka bertemu di hutan kala itu.
Namun ketika Sang Jendral Muda Shen Guo Feng mengetahui jika identitas yang sebenarnya dari gadis kecil pujaan hatinya itu adalah seorang Putri dari Kekaisaran Wexia dirinya merasa sedikit terkejut dan juga pesimis.
Akan tetapi dia akan selalu berusaha dan berjuang seperti selama ini dia bertekad dengan kuat sehingga mencapai posisi seperti saat ini, itu dia tujukan agar dirinya mampu dan dipandang layak menjadi pasangan dari pujaan hatinya itu.
Jadi dia tidak akan menyerah begitu saja sebelum mencoba untuk mengungkapkan perasaan nya selama ini.
Dan hadiah itu juga merupakan bentuk pengorbanan dan juga ketulusan hati nya karena untuk mempersiapkan hadiah itu, Sang Jendral muda Shen Guo Feng itu harus mengalami perkelahian hidup dan mati dengan seekor Spirit Beast Beruang Perak yang terkenal akan kekuatan dan juga ketangkasannya.
Bahkan tulang dari Beruang Perak Level 4 itu dapat digunakan sebagai bahan senjata yang cukup baik dan juga mematikan jika dilakukan dengan cara yang tepat.
Oleh karenanya Sang Jendral Muda itu selalu berjuang untuk mengalahkan Beruang Perak itu demi mendapatkan tulangnya untuk membuatkan sebuah senjata berupa kipas khusus untuk Sang pujaan hatinya itu yang tak lain merupakan Putri satu-satunya Kekaisaran Wexia yakni Putri Xi Yu Nian.
Dan saat ini kesempatan itu telah datang di depan mata, maka sang Jendral Muda Shen Guo Feng tidak mungkin hanya tinggal diam begitu saja, apalagi dirinya dapat melihat jika banyak pemuda dan juga para Pangeran yang juga tertarik untuk mendapatkan cinta dari gadis pujaannya itu.
Sehingga di saat acara perjamuan di istana ketika perayaan Penobatan Kaisar yang baru Jendral Shen Guo Feng melihat jika sang gadis pujaan hatinya kini tampak menjauh dan menyendiri di sebuah taman yang sunyi. Dan hanya ditemani oleh dua orang dayang sisi nya.
__ADS_1
Dan tepat saat itu Sang Jendral Shen Guo Feng mendekatinya.
“Salam hormat pada Yang Mulia Putri Kekaisaran Wexia,” sapa Jendral Shen Guo Feng dengan ramah.
“Salam kepada Jendral Muda,” balas Sang Putri Xi Yu Nian.
“Maaf yang Mulia saya mengganggu waktu Anda sebentar, di aula acara masih ramai, mengapa Yang Mulia putri justru memilih tempat yang begitu sunyi? Apakah acaranya kurang menarik?” tanya Sang Jendral Shen Guo Feng basa-basi.
“Ah maaf kan saya yang telah lancang, sebenarnya hamba hanya ingin mengucapkan terima kasih atas bantuan yang mulia Putri di kala itu empat tahun lalu di hutan belantara kala itu. Jika tidak ada Putri, kami tidak tahu apakah semua akan menjadi seperti ini atau justru sebaliknya. Apalagi berkat bantuan yang telah Yang Mulia Putri saat ini beliau junjungan saya saat ini telah dinobatkan sebagai Kaisar baru dari Negeri Wuxi ini,” kata Jendral Muda Shen Guo Feng yang memulai pembicaraan masa lalu.
“Ah maafkan aku Tuan Jendral, sebelumnya aku telah melupakan kejadian tersebut jika Tuan Jendral ini tak menyebutkannya. Lagi pula, sedari awal saya telah mengatakan, jika saya bisa membatu maka akan membatu, jadi Anda tidak perlu sungkan dan lagi itu hanya bantuan kecil dan tidak layak bagi Anda untuk mengucapkan terima kasih secara khusus seperti ini,” balas Xi Yu Nian dengan ramah.
“Tentu saja hal itu bukanlah masalah sepele, Hamba harus berterima kasih kepada Yang Mulia Putri Xi Yu Nian, karena berkat Anda maka kami bisa bebas dari masa sulit waktu itu dan sebagai ucapan terima kasih saya Kepada Anda selama ini hamba telah sengaja mempersiapkan benda ini sejak lama, tidak tahu apakah Yang Mulia Putri Xi Yu Nian berkenan menerima nya atau tidak.” Kata Jendral muda Shen Guo Feng sambil mengeluarkan sebuah kotak kecil nan panjang dan diserahkannya kepada gadis pujaannya itu.
Dengan tulus dan juga lembut.
Bahkan dalam hatinya sangat berharap jika sang pujaan hatinya itu mau menerima benda pemberiannya itu.
Namun yang tidak pernah diketahui oleh Sang Jendral muda Shen Guo Feng adalah jika gadis pujaannya yang merupakan seorang Putri dari Kekaisaran Wexia itu memiliki kekuatan istimewa yang dapat melihat kisah hidup masa lalu dari seseorang sehingga Sang gadis pujaannya tersebut dapat melihat ketulusan dan juga pengorbanan serta keseriusan Sang Jendral Muda tersebut untuk bisa berterima kasih kepada dirinya bahkan mempersiapkan hadiah yang tidak biasa seperti pemuda pada umumnya.
Sehingga yang pada awalnya Sang Putri Xi Yu Nian yang tak pernah memiliki kesan dan perasaan apapun untuk Sang Jendral Muda Shen Guo Feng saat itu akhirnya merasa tersentuh akan perasaan dan juga perjuangan Sang Jendral Muda yang baru diangkat itu hanya untuk dirinya.
Jadi mulai saat itu akhirnya mereka memutuskan untuk berteman dan saling mengenal satu sama lain.
Hingga waktu terus berjalan, dan Sang Jendral Shen Guo Feng juga selalu menunjukan keseriusan dan ketulusannya kepada Putri Xi Yu Nian di setiap kesempatan ketika mereka bertemu, sehingga tumbuhlah cinta diantara keduanya.
__ADS_1
Yang akhirnya dua tahun setelah perjumpaannya kembali Sang Jendral Shen Guo Feng dengan Putri Xi Yu Nian tersebut mereka berdua memutuskan untuk menikah yang mana itu semua mendapatkan Restu dari kedua Keluarga besar, baik pihak Keluarga Kekaisaran Wexia dan juga keluarga Jendral Besar Shen Gong Fang yang merupakan nama Ayah Sang Jendral Shen Guo Feng.