Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 112 Misi Sang Jendral Shen Guo Feng


__ADS_3

“ Jadi saat ini aku hanya perlu fokus untuk melakukan persiapan militer dan juga pengawasan terhadap Kediaman dan juga aktivitas dari Pangeran Agung Huo Sun Yao, agar seluruh situasi di Kekaisaran Wuxi ini dapat terkendali.” Kata Sang Jendral Shen Guo Feng bermonolog seorang diri.


Karena selain dirinya Sang Jendral Perang yang memiliki ½ kuasa militer di Kekaisaran Wuxi ini ada juga yang lain, dan orang itu adalah Sang Pangeran Agung Huo Sun Yao yang memegang kekuasaan militer sebesar ¼ dari keseluruhan total pasukan militer Kekaisaran.


“Kakak pertama apakah kau membutuhakan pasukan tambahan? Jika memang demikian lebih baik jika Kakak menggunakan pasukan ku saja, meskipun jumlah mereka tidak seberapa, akan tetapi setidaknya mereka bisa berguna, apalagi murid-murid di sekte kami sangat terpercaya dan dapat diandalkan.” Kata Shen Gong Fu yang menawarkan bantuan kepada Kakak pertama nya itu.


Ya meskipun selama ini banyak orang yang mengenalnya sebagai sastrawan dan juga cendikiawan yang tersohor di Kekaisaran Wuxi ini.


Namun sesungguhnya jati diri dari seorang Shen Gong Fu adalah seorang seniman beladiri yang hebat dan jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan Sang Jendral Shen Guo Feng sendiri.


Karena Shen Gong Fu merupakan seorang pewaris atau bisa disebut sebagai Patriak Muda dari Sekte Naga Emas yang dibangun oleh Kakek Buyut nya dari pihak ibu kandungnya.


Dan hanya ketiga sudaranya itu saja yang menetahui identitas sebenarnya dari Shen Gong Fu itu, yang memang pandai menyembunyikan diri dengan karakter dan juga pembawaanya yang tenang dan juga bijaksana itu.


Apalagi dirinya juga tidak pernah terlibat dengan pertarungan secara terbuka dan diketahui oleh khalayak umum.


Karena biasanya jika dirinya harus bertindak dan menyelesaikan masalahnya maka itu akan dia lakukan dengan tertutup rapat dan tanpa meninggalkan bukti sedikitpun.


“Ku rasa untuk saat ini itu belum diperlukan Fu'er, karena situasi saat ini masih sangat aman dan masih terkendali. Sehingga dengan pasukan inti dan pasukan bayangan masih bisa untuk mengatasinya. Lagi pula aku juga tidak ingin melibatkan kalian, terutama dirimu ke dalam maslah Kekaisaran ini.” Kata Jendral Shen Guo Feng dengan bijaksana menaggapi tawaran Shen Gong Fu.


“Tapi ini juga menyangkut Keluarga kita Kak, aku akan membatu sebisa mungkin untuk mengurangi beban mu itu.” Kata Shen Gong Fu lagi.


“Biarkan saat ini Kakak Sulung menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu, jika nantinya memang membutuhkan pasukan tambahan, maka kita akan siap siaga untuk membantu dan mendukungnya” ucap Shen Gong Mao yang menengahi kedua saudaranya itu.

__ADS_1


“Dengarkanlah Kakak ketigamu itu, dan kau lebih baik memikirkan bagaimana caranya kau melakukan pendekatan terhadap putrimu itu, Apalagi kau juga sangat mengetahui jika karakter dan perbuatannya itu telah banyak dipengaruhi dan didoktrin oleh ibunya yang sangat kejam itu.” Kata Sang Jendral Shen Guo Feng menyarankan.


"Yah, baiklah kali ini aku akan mendengarkan apa yang para Kakak ku semua ini katakan. Dan terima kasih banyak atas semuanya, bahkan kalian mau menerima ku dan menyayangi ku seperti Adik kalian sendiri,” kata Shen Gong Fu merasa terharu atas kebaikan saudara-saudaranya itu.


“Apa yang kau katakan itu?! Kau itu memang adik kami! Lagi pula kau belajar kata-kata seperti itu dari mana hah? benar-benar tidak bermutu, kau tahu tidak??Kau itu adik kami dan akan selamanya begitu. Dasar bodoh!! Jadi apa gunanya kepandaianmu itu yang sangat terkenal sebagai sarjanawan dan cendikiawan terkemuka diseluruh penjuru Kekaisaran ini. Jika ilmu mu itu tak pernah kau gunakan!” balas Shen Gong Mao yang merasa jika adik bungsunya itu terlalu rendah diri dan juga sungkan terhadap mereka.


“Apa yang di katakan Mao'er itu benar, jadi kau jangan sembarangan bicara seperti itu lagi di masa depan! Jika kau berani melakukannya maka kau akan tahu akibatnya dasar bocah tengik ingusan,” balas Sang Jendral Shen Guo Feng dengan nada mengancam.


“Sudahlah kata-kata kalian berdua itu benar-benar kasar, dan kau Fu'er dengarkan kata-kata ku ini, walau apapun dan bagaimanapun keadaannya kita ini adalah satu Keluarga yang akan saling membantu dan mendukung satu sama lain. Dan saat ini kita semua juga sudah dewasa jadi jangan pernah bersikap kekanak-kanakan seperti ini lagi kau tau Fu’er?” kata Shen Guo Jun yang juga ikut menanggapi para saudaranya itu.


"Baiklah, baiklah maafkan aku Gege ku semua, betapa beruntungnya diriku ini memiliki kalian sebagai saudaraku di dalam kehidupan kali ini," kata Shen Gong Fu yang terharu atas kebaikan dan sikap kakaknya itu terhadap dirinya.


Akhirnya mereka pun lanjut untuk bernostalgia bersama, bahkan banyak kenangan masa lalu mereka yang menjadi pembahasan mereka malam ini.


Hingga semuanya terasa baru saja terjadi, Namum waktu telah berlalu begitu cepat, sehingga semua itu hanya menjadi kenangan indah bagi keempat bersaudara itu.


Sedangkan dirinya sendiri kini tengah merangkul adik bungsunya yang dia ketahui bahwa Sang adik bungsunya itu telah kehilangan istrinya sejak sang anak masih kecil. Dan semenjak itu dia juga tidak mau menikah lagi.


“ Hei, tentu saja kami akan kembali, apalagi hari ini begitu dingin tentu saja kami tidak mau kedinginan berada disini bersama kalian berdua.” Sahut Shen Gong Mao dengan cengengesan.


“Kalau begitu kalian semua kembalilah. Aku masih harus mengerjakan tugasku, karena aku tak ingin sampai rencana Pangeran Kedua dan juga Panglima Xuan gagal gara-gara aku tak memperhatikan dan juga mengatur pasukanku dengan benar.” Kata Sang Jendral Shen Guo Feng dengan serius.


“Meskipun begitu kau juga harus istirahat dan memperhatikan kesehatan dirimu sendiri Kakak Tertua.” Kata Shen Gong Fu yang memang sedikit khawatir akan keadaan Sang Kakak.

__ADS_1


Karena semenjak terungkapnya kasus dalam keluarganya, Sang Kakak sangat jarang istirahat dan makanannya pun tidak teratur gara-gara dia terlalu sibuk dan juga banyak pikiran.


“Kalian juga, perhatikan kesehatan kalian dan cepatlah kembali jangan selalu berkeliaran malam seperti saat kalian masih muda.” Kata Sang Jendral Shen Guo Feng yang berusaha mencarikan suasana yang mulai melankolis akibat pesan yang disampaikan oleh si bungsu, yang Ia ketahui jika mereka semua selalu peduli terhadap dirinya.


“Kakak tertua tak perlu mengingatkan kami, kami semua juga sudah tahu dan juga sadar dengan usia kami sendiri.” Kata Shen Guo Jun sambil mendengus sebal.


“Baguslah jika kalian sadar diri. Maka aku tak perlu lagi harus membereskan semua masalah yang akan kalian lakukan di luaran sana,” kata Sang Jendral Shen Guo Feng yang mengingatkan akan kenangan masa muda mereka bersaudara.


“Baiklah, ku rasa sudah saatnya kita semua kembali, atau kalau tidak kita harus mendengarkan ceramah yang begitu panjang dan menyakiti telinga kita dari kakak tertua.” Celetuk Shen Guo Jun lagi dan kemudian berjalan meninggalkan ruangan Sang Jendral.


Demikian pula dengan kedua adiknya juga mengikuti kepergian Sang Kakak Kedua. Meskipun sebenarnya mereka tidak benar-benar pergi meninggalkan Kakak Sulung mereka sendirian.


Karena mereka semua akan selalu berupaya untuk bisa membantu Kakak Sulung mereka itu. Meski dengan cara sembunyi sembunyi.


Karena mereka semua tahu bagaimana sifat dan juga sikap Sang Kakak yang selalu inginmelindungi mereka namun juga tak ingin melibatkan mereka semua dalam masalah ataupun bahaya.


Dan saat ini disisi Jendral Shen Guo Feng setelah ditinggalkan oleh adik-adiknya dia bahkan tak menunggu waktu lebih lama lagi dirinya langsung mengatur dan juga menyusun rencana agar semua pasukan yang dirinya kerahkan untuk masalah kali ini akan tetap tersembunyi namun juga efisien dalam menjalankan tugasnya.


Sehingga dirinya mengatur para Pasukan Bayangannya untuk melakukan pengintaian di Kediaman Pangeran Agung Huo Sun Yao.


Sedangkan para Pasukan Militer Inti akan Ia sebarkan dan menyusup di antara para Pengawal Istana, agar mereka bisa membaur serta lebih siap siaga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


Yang mana semua rencananya itu telah Sang Jendral sesuaikan dengan rencana yang telah disusun oleh Pangeran Kedua Huo Juan Zi dan juga Panglima Perang Xuan Yu Ming.

__ADS_1


Bahkan saat ini seluruh tonggak keberhasilan dan juga keamanan di Ibukota Kekaisaran Wuxi ini berada di tangan Sang Jendral Shen Guo Feng.


Namun semua itu tidak menyurutkan semangat dan juga kemauan keras Sang Jendral, yang saat ini benar-benar sangat ingin menghukum dan melihat penderitaan dari orang-orang yang membuat kehidupannya dan juga Keluarganya terutama Istri tercintanya dan juga kedua Putra dan Putri kecilnya menderita selama hidup mereka di Kekaisaran Wuxi ini.


__ADS_2