
"Aku, harus menangani ini segera, jika tidak takutnya nasib ku akan sama dengan adik ku yang sangat naif dan bodoh itu. Aku tidak bisa mengambil resiko menyinggung perasaan Ayahanda untuk saat ini. Haaahh... Baiklah aku harus berusaha membujuk dan juga meminta maaf kepada Ayahanda sekarang juga. Dan semoga saja Ayah tidak benar-benar marah pada kami. Jika tidak maka semua akan berakhir begitu saja," Batin Shen Sie Lie yang kini tengah gugup dan juga takut akan kemarahan Sang Ayah.
Namun naas sebelum Shen Sie Lie sempat mengucapkan kata-katanya, Ia telah di dahului oleh Gege nya Shen Ming An, yang bertindak dengan sangat ceroboh dan tidak bisa mengenali situasi yang telah menegang ini.
"Gege pertama memanglah pandai untuk mengelak dan mengalihkan pembicaraan dengan tidak jelas. Perkara yang telah terjadi diantara kita selama ini hanyalah masalah sepele dan pertengkaran anak-anak biasa saja. Dan itu sangat wajar jika saat kanak-kanak kami semua, sering terjadi selisih paham ketika bermain. Dan itu akan kembali membaik setelah beberapa saat. Jadi hal itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan pelanggaran tata krama. Bukankah begitu Lie'er?" tukas Shen Ming An yang akhirnya justru menyeret Shen Sie Lie yang sudah berencana menghentikan keributan ini.
Dan itu benar-benar membuat Shen Sie Lie sangat marah dan juga frustasi. Karena situasi yang telah memanas ini akan menjadi semakin tidak dapat terkendali, dan Ia tangani jika terus seperti ini.
Apalagi saat ini Ia hanya fokus pada Perayaan Festival Bunga yang diadakan di Istana Kekaisaran Wuxi. Jadi Shen Sie Lie merasa tidak dapat berkutik untuk beberapa saat.
Dan ketika Akhirnya Ia hendak angkat bicara sudah dihentikan oleh bentakan yang sangat memekakkan telinga.
"Gege, Kami dulu hanyalah seorang anak yang belum...." ucapan Shen Sie Lie terpotong.
"Cukup, hentikan semua ini! An'er dan kau Lie'er, jika kalian hanya akan terus membuat keributan disini maka lebih baik kalian kembali ke Paviliun kalian masing-masing. Dan renungkan semua kesalahan yang telah kalian perbuat kali ini." teriak Jenderal Shen Guo Feng dengan sangat kencang dan auranya sangat menakutkan.
Ia benar-benar merasa sangat marah dan juga muak mendengar bualan bodoh mereka berdua yang benar-benar tidak tahu malu dan sangat mengganggu.
"Lin'er dan Lian'er mari bergegas ke halaman dan segera naik kereta kalian kita akan segera berangkat menuju Istana Kekaisaran." sambung Sang Jenderal Shen Guo Feng.
Namun saat Sang Jenderal Shen Guo Feng berkata pada Shen Yu Lin dan juga Xi Lilian nadanya melunak dan menjadi sangat lembut dan penuh kasih sayang.
Shen Sie Lie yang mendengar apa yang telah dikatakan oleh Ayah nya, Ia merasa sangat teraniaya dan juga sangat dirugikan, jika dirinya benar-benar dilarang ikut menghadiri Perayaan Festival Bunga kali ini.
Dan hal itu bisa dipastikan, tidak akan menjadi begitu sederhana. Karena Shen Sie Lie yakin, bahwa ia akan terkurung di dalam kediamannya tidak hanya untuk hari ini saja.
Dan kemungkinan besar, hukuman yang diberikan oleh Ayahanda nya pasti akan terjadi selama masa terselenggaranya acara Perayaan itu. Atau bahkan bisa lebih lama lagi.
Jadi Shen Sie Lie tidak akan mungkin bisa tinggal diam, dan menerima hal itu dengan begitu saja.
Dan benar saja, sesaat kemudian Shen Sie Lie mulai menunjukan ketrampilan aktingnya, untuk merayu dan juga memohon kepada Ayahanda nya, Agar tetap bersedia membawanya memasuki Istana bersama yang lainnya.
__ADS_1
"Tidak...! Tidak Ayah, tolong maafkan kami. Kami berjanji tidak akan mengulangi hal ini lagi, kami mengaku salah. Tapi tolong Ayah Jangan tinggalkan kami, Lie'er mohon ayahanda bersedia membawa kami juga ke acara di Istana Kekaisaran. Lagi pula selama ini Lian'er juga belum pernah pergi keluar , atau bahkan mengikuti sebuah perjamuan sekalipun. Jadi aku berjanji pada Ayah bahwa Lie'er akan membantu dan menjaga Lian'er disana, dan Lie'er juga akan memperkenalkan Lian'er dengan teman gadis sebaya. Agar Lian'er tidak merasa canggung ketika sendirian," kata Shen Sie Lie berupaya membujuk Sang Ayah.
Sambil menyeret Shen Ming An untuk berlutut dihadapan Ayahandanya itu untuk meminta maaf.
Sedangkan Sang Jenderal Shen Guo Feng yang begitu marah, akibat ulah kedua anak Selir nya itu menjadi semakin tidak memiliki niat untuk mengampuni mereka berdua, terlebih lagi setelah Ia mengetahui, jika Putri sulungnya itu meminta maaf bukan tulus dari dalam hatinya yang telah merasa bersalah.
Melainkan demi mencapai tujuannya, untuk bisa menghadiri Perayaan Festival Bunga yang diselenggarakan di dalam Istana Kekaisaran Wuxi.
"Tidak ada kata tawar-menawar disini. Dan lagi, seharusnya kalian berdua itu meminta maaf kepada Lin'er dan juga Lian'er. Karena sedari tadi kalian telah mencari masalah terhadap kedua saudara kalian itu." geram Sang Jenderal Shen Guo Feng pada Shen Sie Lie dan juga Shen Ming An.
Sang Jenderal benar-benar semakin menyesali segala perbuatannya dimasa lalu. Dan karena amarahnya itu yang siap meledak kapan saja.
Namun karena waktunya yang tidak memungkinkan untuk melampiaskan segala amarahnya. Akhirnya Sang Jenderal Shen Guo Feng hanya bisa menekannya dan berusaha untuk menenangkan dirinya. Hingga ia bahkan terjatuh dalam renungan dan lamunannya sendiri.
Namun ketika dirinya kembali mengingat semua kenangan masa lalu, Itu justru membuat Sang Jenderal menjadi semakin terpuruk.
Terlebih lagi ketika Ia mengingat saat dirinya memutuskan untuk menikahi kedua Selir nya. Dan itu sangat melukai hati dan juga perasaan Sang Istri tercintanya.
Itu masih belum seberapa jika dibandingkan dengan betapa pedihnya yang harus Ia tanggung selama ini.
Betapa tidak, selain Ia harus kehilangan wanita yang paling dirinya cintai, kedua anaknya yang dilahirkan oleh mendiang istrinya juga menjalani hidup dengan sangat sengsara, bahkan saat ini dirinya juga harus menanggung kebencian yang begitu besar dari kedua putra dan putri resminya.
Dia bahkan tidak tahu apakah dirinya akan memiliki kesempatan untuk mendengar kata maaf dan juga sebutan Ayah terucap dari mulut Kedua anak sahnya itu atau tidak.
Dan semua penderitaan yang mengerikan ini, semuanya justru disebabkan oleh para Selir dan seluruh putra dan putri dari Selirnya sendiri.
Oh betapa bodoh dan konyolnya dirinya selama ini. Sebagai seorang Pria yang sejati Ia sungguh sangat malu, karena dirinya tidak pernah bisa membahagiakan dan juga melindungi istri dan juga anak-anak nya sendiri.
Sebaliknya dirinyalah yang menjadi biang dari seluruh masalah di dalam rumah tangganya sendiri.
Begitulah pikir Sang Jenderal Shen yang memang dalam keadaan yang sedang kacau.
__ADS_1
Sedangkan Xi Lilian yang sedari awal telah membaca semua pikiran dan kata hatinya itu merasa sangat riskan.
"Itu adalah karma bagi mu yang terlalu abai dan juga memperlakukan kami secara bias. Maka terimalah dan rasakan semua akibat dari perbuatan yang kau lakukan sendiri. Jadi jangan salahkan kami yang tidak akan bersikap lunak ataupun sungkan terhadap kalian semua. Karena setiap apa yang kalian lakukan semasa hidup, akan selalu mendapatkan balasan yang setimpal." batin Xi Lilian dengan tatapan yang begitu kelam.
Sedangkan di sisi Shen Sie Lie dan juga Shen Ming An, yang saat ini telah terpojok. Sehingga mau tidak mau mereka harus melakukan perintah dari Sang Ayah.
Jika tidak, maka akibatnya seluruh rencana mereka untuk membuat koneksi dengan keluarga Kekaisaran Wuxi melalui Acara Perayaan Festival Bunga ini pasti akan gagal secara keseluruhannya.
"Baiklah Ayah, Kami akan meminta maaf atas kesalahan kami kepada Gege tertua dan juga Lian'er." kata Shen Ming An dan adiknya Shen Sie Lie secara bersamaan.
"...." namun tidak ada tanggapan sedikitpun dari Ayah mereka Sang Jenderal Shen Guo Feng.
Dan ketika mereka hendak meminta maaf pada Shen Yu Lin dan juga Xi Lilian, mereka sudah dihentikan.
"Gege Sulung, Lian'er...kami......" ucapan mereka terhenti.
"Tidak perlu kalian melakukan hal itu, karena kami tahu jika tidak akan pernah ada ketulusan dan juga keinginan dari hati kalian untuk melakukannya. Atau kalau tidak itu bahkan hanya akan sia-sia dan menambah kerusakan pada hati nurani kalian sendiri. Sudah cukup bagi kami selama ini selalu melihat semua sikap munafik kalian semua. Apalagi kami juga bisa merasakan bahwa tidak pernah ada sedikitpun perasaan bersalah dan penyesalan di dalam hati kalian, setelah semua yang kalian perbuat. Jadi untuk apa dan pada siapa kalian akan berpura-pura seperti itu? Benar-benar membuat ku sangat muak," kata Xi Lilian dengan dingin dan datar.
Bahkan saat ini Shen Yu Lin saat ini juga telah dibuat marah. Hingga tanpa sadar dirinya mengeluarkan aura penindasan yang ia tunjukan pada mereka berdua dengan begitu mengerikan, hingga kini Shen Ming An dan juga Shen Sie Lie dipaksa jatuh dan berlutut dilantai oleh aura kuat itu.
Lebih dari itu, bahkan saat ini mereka berdua juga telah terkapar dengan menyemburkan seteguk darah dan hampir pingsan karena tidak mampu lagi menahan semua aura penindasan ini.
"Tenanglah Gege, jangan report-repot seperti ini jika bermain-main dengan mereka. Takutnya mereka akan mengadu dan mengarang banyak cerita palsu untuk menarik simpati dari Tuan Jenderal Besar itu. Dan kita akan disalahkan lagi dan lagi tanpa mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Dan setelah itu nama kita berdua akan semakin tercemar dimata semua rakyat Kekaisaran Wuxi ini karena bersikap kejam dan tega menindas anak-anak dari Selir Ayahnya. Padahal kenyataan sebenarya, hanya mereka saja yang benar-benar tidak memiliki kemampuan untuk dibandingkan dengan kita" ucap sinis Xi Lilian dan penuh dengan sarkastik.
Mendengar apa yang dikatakan oleh sang adik, akhirnya Shen Yu Lin langsung menarik kembali seluruh Aura penindasan yang Ia keluarkan.
Dan segera menanggapi kata-kata adik kesayanannya itu dengan nada bercanda, seolah hanya omong kosong belaka. Namun semua orang yang mendengarkannya akan tahu bahwa itu adalah sesuai pada kenyataanya. Dan mereka semua merasa tersindir.
"Kau benar Lian'er kecil, bukankah nantinya nama kita juga akan semakin dikenal sebagai penindas keturunan Selir dari orangtua kita. Bukankah menurut mu itu sesuatu hal yang cukup menarik? Dan mari kita lihat bagaimana hasilnya nanti? Apakah itu akan membuat kita semakin dibicarakan dan di cemooh oleh semua orang?! Hhaahhh..... tapi bagaimanapun itu sungguh sudah terlalu biasa dan tidak akan pernah bisa lagi memberikan dampak apapun bagi kita." ucap Shen Yu lin yang penuh dengan sindiran dan juga terdengar cukup ironis.
Bagi kehidupan yang dilalui mereka adik dan kakak yang selalu diabaikan oleh keluarganya terutama Ayah kandungnya. Dan masih harus menanggung kritikan pedas di luar kediaman, dimanapun mereka singgah.
__ADS_1