
Begitu semua orang mendengar apa yang Shen Yu Lin katakan tadi, seluruh kerumunan orang yang berada di sana, menjadi sangat sunyi. Terlebih lagi mereka semua juga sempat merasakan aura penindasan yang membuat mereka semua tertekan.
Namun sesaat kemudian keriuhan kembali terjadi. Banyak komentar yang membenarkan kata-kata Shen Yu Lin dan bahkan lebih banyak yang berbisik mencemooh Shen Sie Mei yang tidak tahu aturan dan bisa membuat seluruh Klan Keluarga nya terancam bahaya.
Mereka semua menganggap bahwa Shen Sie Mei merupakan nona muda yang sangat bodoh, orang bisa saja berdebat diluar sana, Tapi ini merupakan Istana Kekaisaran, beraninya membuat keributan. Dan lebih parah lagi Dia sungguh berani menentang aturan dari Sang Kaisar Penguasa Negeri Wuxi ini.
Sedangkan Shen Sie Mei yang kini juga menyadari betapa seriusnya kesalahan yang telah Ia perbuat itu membuatnya langsung lemas dan terjatuh terduduk di tengah kerumunan para Nyonya, Tuan, Nona dan juga tuan muda yang berada di tempat tersebut.
Dengan pakaian yang begitu terbuka itu benar-benar membuat semua orang lebih gencar lagi dalam berbisik-bisik untuk mencemooh dan mencela Shen Sie Mei sebagai wanita murahan yang suka menggoda pria dan juga seorang penghibur.
Namun mereka hanya berani berbisik, karena disana masih ada Sang Jenderal Shen Guo Feng yang sangat mereka takuti dan juga segan.
Saat mendengar beragam perkataan buruk dari seluruh tamu yang hadir disana akhirnya Xi Lilian kembali berucap dengan nada yang sangat lembut. Seolah tidak ada kejadian yang mencengangkan itu.
"Kau pelayan gadis itu kan? Apakah kau tidak menyiapkan pakaian luar atau sebuah jubah untuk Nona Muda mu itu?" tanya Xi Lilian dengan lugas. Yang membuat seluruh perhatian tertuju padanya.
Sehingga mereka semua kini tahu, bahwa itu adalah Xi Lilian, Putri resmi Sang Jenderal Shen Guo Feng dengan mendiang istri pertamanya.
Mereka semua yang berada disana, bukanlah orang yang bodoh. Sehingga mereka kini tahu kebenarannya, bahwa selama ini apa yang dirumorkan irang mengenai Xi Lilian yang katanya penakut,dan juga pecundang dan suka menyiksa anak selir itu adalah sebuah kebohongan belaka.
"Jika dilihat dari kemampuannya untuk berkata dengan lugas dan juga keterampilannya dalam menilai suatu masalah, tampaknya gadis Xi Lilian ini merupakan seorang gadis yang sangat bijaksana dan juga bisa membedakan. Antara kebaikan dan juga yang buruk," pikir kebanyakan orang yang berada di tempat itu.
Tapi tak jarang, bahkan sebagian dari mereka menganggap itu sebagai hal biasa dan lumrah bagi Xi Lilian. bahkan masih ada kilatan cemoohan dari pandangan mata mereka. Karena mereka pikir bahwa Xi Lilian benar-benar seorang sampah Kultivasi yang buruk rupa.
Akibat Xi Lilian menggunakan masker dan juga tidak terdeteksi sebuah energi qi spiritual sedikitpun dari dalam dirinya. Dan itu membuat sebagian besar orang tetap meremehkannya.
Sedangkan sang pelayan dari Shen Sie Mei yang sedari tadi berada di belakang Shen Sie Mei seketika menyadari mengenai keadaan Sang Nona. Dia pun segera mengeluarkan sebuah jubah yang tadi Ia beli untuk Sang Nona dari sebuah kantong penyimpanan tingkat rendah miliknya.
Barulah setelah itu Ia bergegas mengenakan jubah luar itu pada Shen Sie Mei yang kini tengah gugup, dan takut hingga hampir kehilangan akal.
__ADS_1
Bahakan, sampai bagaimanapun orang mengatakan hal buruk tentang dirinya, Namun Shen Sie Mei tidak lagi menghiraukan mereka semua. Karena saat ini dirinya tengah dilanda ketakutan yang begitu mengguncang jiwanya.
"Tidak,,, Aku harus bagaimana sekarang? Apakah akau benar-benar berakhir karena tindakan ku yang menentang dan juga melawan penjaga gerbang tadi? Aku tidak mau dihukum, Apa lagi dengan dakwaan sebagai pemberontak. Tidak...!! Aku benar-benar tidak ingin mati. Apa yang harus aku lakukan sekarang?" gumam Shen Sie Mei yang kini telah pucat karena ketakutan.
Setelah beberapa saat akhirnya Shen Sie Mei kembali merangkak dan memeluk kaki Ayahanda nya untuk meminta bantuan padanya.
"Ayahanda tolong, tolong bantu Mei'er lepas dari masalah ini. Mei'er tidak mau dihukum dan mati begitu saja, Ayahanda pasti punya cara untuk membebaskan Mei'er kan?" kata Shen Sie Mei yang kini sangat ketakutan. Bahkan ia juga sangat gemetaran ketika berucap.
Sedangkan Sang Jenderal Shen Guo Feng merasa sangat kecewa dan juga semakin muak serta jijik ketika dirinya melihat putri bungsunya itu. Dirinya tidak menyangka bahwa selama ini dirinya selalu memanjakan seorang yang sangat tidak tahu diri dan tidak tahu malu seperti itu.
"Apakah sebelum kau bertindak sedemikian rupa, kamu bahkan tidak memikirkan apa konsekuensi yang harus kamu bayar? Memang pantas orang yang kasar dan juga sering menindas orang seperti dirimu itu mendapatkan hukuman yang berat," ucap Sang Jenderal Shen Guo Feng dengan dingin dan tanpa memandang Shen Sie Mei sedikitpun.
Sedangkan Shen Sie Lie yang menyaksikan Sang Adik yang begitu paranoid dan juga ketakutan itu, dalam hatinya Ia justru merasa sangat puas dan juga senang, dengan apa yang menimpa Shen Sie Mei saat ini. Karena setidaknya rasa sakit hati dan kekesalannya yang dirinya terima dari adiknya tadi bisa sedikit terbayarkan dan dirinya juga berniat untuk menjatuhkan citra baik Shen Sie Mei itu, menjadi semakin jatuh dan hancur.
"Ayah, Aa aku...." ucap Shen Sie Mei terpotong.
Merasa telah terjatuh dan juga terpojok, Shen Sien Mei pun tidak memiliki pilihan lain lagi selain mengakui kesalahannya dan meminta maaf pada penjaga gerbang rendahan itu dihadapan semua orang. Dirinya benar-benar merasa tertekan dan merasa sangat dipermalukan.
Bahkan Ayahnya sendiri, dengan begitu saja menyerah akan dirinya. dan mengatakan bahwa dirinya merupakan orang yang kasar dan tidak tau aturan karena menindas orang.
"Bagaimana mungkin Ayahanda begitu tega pada ku? Ini pasti ada yang tidak beres. Yah, aku sangat yakin jika Shen Sie Lie si wanita beracun itu lah yang menghasut Ayahanda dan juga membuat diriku menjadi tersisih seperti saat ini. Ya pasti dialah orangnya yang mengayakan hal-hal buruk mengenai diriku terhadap Ayahanda. Sehingga saat ini Ayahanda mengacuhkan ku dan juga membenci ku. Huhh.... Baiklah kalau seperti itu, maka lihat dan tunggu saja pembalasan ku yang aka segera menyapa dan juga mencekik mu hingga mati Shen Sie Lie. Dan aku pasti jika kamu akan merasakan semua hal yang telah aku rasakan dan bahkan akan jauh lebih pedih dari apa yang aku dapatkan saat ini. Aku tidak akan pernah melepaskan mu, meski kau adalah kakak kandung ku sendiri. Tapi kau lah yang membuat ku menjadi seperti saat ini. Bahkan Ayahanda saja telah membuang diriku, dan kelihatannya bunda juga lebih perhatian dan juga menyayangi dirimu dibandingkan aku," batin Shen Sie Mei dengan kilatan kebencian yang tidak Ia tutupi sama sekali bahkan tangannya kini telah terkepal sangat erat.
Serta niat balas dendam yabg telah mengakar kuat didalam relung hati dan juga jiwanya yang mampu menggetarkan atfosfer kebencian di sekitar sana
Sehingga hal itu setidaknya membuat Shen Sie Lie merasa sedikit tidak nyaman didalam hatinya. tapi dirinya entah tidak bisa mengerti apa penyebab sebenarnya.
Namun dari keseluruhan kejadian yang ada di sana, orang yang paling merasa senang adalah kedua kakak beradik dari keturunan Klan Keluarga Xin itu.
Mereka berdua merasa jika upayanya untuk membuat Keluarga ayahnya menjadi tercerai berai.
__ADS_1
"Ini baru permulaan, dan juga pemanasan. Maka kalian semua harus bersabar bermain sampai akhir. Kami pasti tidak akan mengecewakan mu, dan kami akan membalas segala perbuatan buruk kalian terhadap kami dengan berkali-kali lipat." batin Shen Yu Lin yang kini diam dan menyaksikan pertunjukan dengan sangat tenang.
Berbeda dati Shen Yu Lin dan juga Xi Lilian yang merasa ini biasa saja. Akan tetapi tidak bagi Shen Sie Mei yang kini benar-benar merasa terancam dan juga tertekan.
Sehingga mau tidak mau dirinya terpaksa harus meminta maaf kepada Penjaga gerbang itu.
Akhirnya Shen Sie Mei kini mulai bangkit dan melangkahkan kakinya dengan berat untuk menghadap Sang Pengawal Xiang. Orang yang ditugaskan secara khusus oleh Sang Kaisar Negeri Wuxi ini untuk mengamankan bagian Gerbang Aula Perjamuan ini. Yang mana dia merupakan salah satu Ketua Perajurit militer yang berada satu tingkat dengan sang Panglima Xuan Yu Ming. Dan itu berada satu tingkat dibawah Sang Jenderal Besar Shen Guo Feng sendiri.
Jadi dia bukanlah sembarang pengawal Kekaisaran biasa. karena dengan posisi nya yang sekarang telah membuktikan bahwa dirinya itu merupakan salah seorang tokoh pejuang yang berperang melawan musuh di medan pertempuran yang nyata. Jadi tidak bisa diremehkan dan direndahkan begitu saja.
Sang Jendral Besar Shen Guo Feng yang melihat keengganan pada Shen Sie Mei, itu benar-benar telah menghabiskan seluruh sisa kesabarannya.
Hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk menyapa Sang Ketua Perajurit militer itu secara pribadi.
"Maaf diriku yang tidak bisa mendidik putri ku dengan benar Tuan Xiang. Sehingga dia dengan sombong dan angkuhnya dia berani merendahkan dirimu yang merupakan Perajurit militer yang berjasa ini. Untuk masalah ini Aku sebagai Ayahnya, akan menyerahkan hal ini sepenuhnya kepada Anda Ketua, aku benar-benar merasa malu terhadap dirimu. Kau berhak menentukan hukuman apa saja bagi putri pembangkang sepertinya itu, aku tidak akan menghalangi mu." ucap Sang Jenderal Shen Guo Feng dengan serius, dan akhirnya menangkap kan tinju pada telapak tangannya dan membungkuk sedikit untuk memberi hormat, atau lebih tepatnya sebagai ketulusan dalam permintaan maaf nya.
"Ini bukan hal besar bagiku Jendela, jangan bersikap begitu sungkan terhadap diriku, dan untuk masalah putrimu, itu aku sebenarnya tidak ingin memperpanjangnya lagi. hanya saja karena gadis itu berani menentang aturan istana yang telah ditetapkan oleh Yang Mulia Kaisar sendiri, maka terpaksa aku harus mendisiplinkannya. Ku harap Jenderal Shen tidak keberatan." ucap Tuan Xiang dengan lugas dan ia juga memberikan hormat yang serupa pada Jenderal Shen Guo Feng.
"Tentu saja tidak, semua akan ku serahkan semua pada Tuan Xiang, mohon bimbingannya untuk putriku itu Ketua Xiang. kalau begitu aku dan yang lain akan masuk terlebih dahulu," kata Jenderal Shen Guo Feng dengan ringan.
Melihat sikap Sang Jenderal Shen yang begitu tenang dan tidak memihak pada anaknya yang memang bersalah itu, benar-benar menunjukan bahwa Sang Jenderal Shen Guo Feng merupakan seseorang yang sangat bijaksana dan juga tidak mementingkan urusan pribadi dengan kepentingan publik. Dan sikap tegas pada anak-anak nya yang bersalah dan tidak ingin memanjakan putrinya yang bersalah, itu benar-benar perbuatan yang baik yang perlu ditiru dan diteladani oleh semua orang tua.
Sedangkan Shen Sie Mei yang kini telah sepenuhnya menyadari status orang yang bernama Xiang itu yang sesungguhnya. Kini kakinya telah lemas dan bergetar, dirinya semakin ketakutan. Ditambah dengan ucapan Sang Ayah yang menyerahkan dirinya pada Sang Ketua Pasukan Militer itu sungguh tak terbayangkan oleh Shen Sie Mei, apa saja yang akan terjadi pada dirinya nantinya, dirinya bahkan tidak berani membayangkan.
Sehingga dirinya ingin berusaha. sekali lagi untuk memohon Ayahanda nya untuk membantu mengatasi masalah ini.
"Ayahanda, Aku tidak mau dia menghukum ku. tolong maafkan aku dan bantu aku untuk mengatasi semua ini Ayahanda, aku mohon. hiksk...huuhhuuu..." ucap Shen Sie Mei yang kini telah jatuh terduduk dan menangis.
Merasa tidak mendapatkan respon apapun dari Sang Ayah, kini Shen Sie Mei segera menegakkan pandangannya dan menghadap punggung Sang Ayah yang ternyata telah berjalan pergi memasuki Aula Perjamuan Istana dengan Shen Sie Lie yang melekat erat di lengan Sang Ayah yang tampak sangat akrab dan juga penuh kasih sayang dimatanya.
__ADS_1