Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 136 Awal Perjumpaan Xia Wu Mei dengan Master Merak Hitam


__ADS_3

"Yang Mulia hamba ini hanyalah seorang Pejabat yang kasar. Hamba tidak bisa menentukan apa yang terbaik bagi Putri ku yang begitu lembut ini. Jadi untuk mengenai pendamping untuk Putri hamba, jikalau Putri hamba merasa setuju dan juga bahagia dengan pilihannya maka hamba akan mendukungnya. Akan tetapi jika dimasa depan terjadi sesuatu hal yang menyakiti dan membuat celaka terhadap Putri hamba yang berharga ini, maka hamba juga tidak akan segan untuk mencari keadilan baginya meski apapun dan juga bagaimanapun caranya, akan hamba lakukan. Karena sebagai Ayah nya, bahkan sampai saat ini hamba belum pernah sekalipun menyakiti ataupun menggertak dirinya hingga meneteskan air matanya." Jawab Jendral Besar Xia pada Sang Kaisar Wang Zhuo Jue dengan tegas namun masih cukup sopan bagi seorang Jendral yang sangat dikenal dengan kekejaman dan juga kebengisan nya di Medan Perang.


Bahkan Sang Kaisar Wang Zhuo Jue yang mendengar kata-kata yang di tuturkan oleh sahabatnya sejak kecil itu sama sekali tidak marah. Justru Sang Kaisar sangat senang dan juga mendukung tindakan Sang sahabat dalam hatinya.


"Dan bahkan jika Sang Jendral Xia kebanggan rakyat ini mengajukan sebuah syarat sekalipun Ia akan mengabulkan semua itu dan juga menyetujui nya," batin Sang Kaisar Wang Zhuo Jue.


Sehingga saat ini sudah tidak ada lagi alasan bagi Sang Kaisar Wang Zhuo Jue, untuk tidak menurunkan Dekrit Pernikahan antara Putranya Pangeran Wang Junsi dengan menantu idamannya Nona Muda Xia Yun Lie.


Padahal di dalam lubuk hatinya yang terdalam Sang Kaisar Wang Zhuo Jue sangat ingin memasangkan menantu idamannya itu pada Putra Pertamanya. Karena dirinya sangat yakin jika Putra sulungnya saat ini masih hidup.


Namun dirinya juga tidak ingin egois dengan menggantungkan nasib Putri sahabatnya itu dengan sesuatu yang tidak pasti. Jadi dengan rasa terpaksa dirinya harus menuliskan sebuah Dekrit Kaisar yang mengatur pernikahan itu.


Bahkan dalam Dekrit Kaisar itu pernikahan mereka diadakan sebulan kemudian setelah acara hari itu. Karena Memang Xia Yun Lie telah cukup umur untuk menikah setelah sebulan kemudian.


Karena sehari sebelum diadakannya upacara pernikahan Xia Yun Lie juga akan merayakan upacara kedewasaan nya.


Namun dibalik rasa suka cita yang dirasakan oleh Xia Yun Lie itu terdapat sosok yang sangat iri dan juga membencinya selama ini. Karena sosok itu merasa seakan semua yang dirinya inginkan akan selalu menjadi milik kakaknya Xia Yun Lie.


Padahal dirinya juga merupakan seorang Putri dari Kediaman Jendral Besar Xia.


"Sial...! kenapa lagi-lagi ****** bodoh itu yang selalu saja mendapatkan keuntungan semacam ini. Dari dulu dia selalu saja mengambil apa yang aku inginkan. Benar-benar tidak bisa dibiarkan. pokoknya aku harus bisa merebut semuanya apa yang telah menjadi miliknya. Agar dia merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang yang dinomor duakan itu sangatlah tidak enak." batin Xia Wu Mei sambil mengepalkan erat tinjunya dibalik lengan hanfunya yang panjang.


Meskipun hanya seorang keturunan murba yang dilahirkan oleh seorang Selir, akan tetapi Xia Wu Mei juga cukup berbakat dan juga cantik.

__ADS_1


hanya saja dirinya selalu dipandang sebelah mata dan rendah oleh pemuda keturunan para bangsawan di Ibukota Kekaisaran. Karena dirinya yang hanya anak Selir.


Namun Xia Wu Mei selama ini juga cukup dikenal dikalangan muda-mudi keturunan bangsawan dan juga pejabat.


Karena selama ini dirinya selalu dekat dan juga selalu disayangi olek Kakak perempuan nya itu. Sang Nona Muda Resmi Kediaman Jendral Besar Xia, Xia Yun Lie yang merupakan kecantikan nomor satu dan juga gadis lembut yang cukup berbakat.


Xia Yun Lie bahkan tak jarang mengajak Sang adik Xia Wu Mei untuk ikut menghadiri acara-acara penting dan juga pertemuan para gadis muda di seluruh Ibukota Kekaisaran.


Meski terkadang Xia Wu Mei selalu di remehkan oleh kakak laki-laki sulungnya yang merupakan kakak kandung dari ibu yang sama dengan Xia Yun Lie, karena dirinya dekat dengan Xia Yun Lie hanya ingin mencari keuntungan saja. Dan memang itu benar adanya.


Karena Xia Wu Mei ingin memanfaatkan kebaikan dan juga kepolosan Kakak perempuan nya itu sebagai batu loncatan bagi dirinya.


Dan kini akibat rasa iri dan juga rasa kecemburuannya yang telah memuncak itu, akhirnya Xia Wu Mei merencanakan untuk menyingkirkan Sang Kakak Perempuan nya itu dari keluarga dan juga sisi Pangeran Mahkota Wang Junsi yang sangat dirinya dambakan selama ini.


Akan tetapi kakak laki-laki sulungnya tahu dengan sangat jelas. Jika saat ini Xia Wu Mei tengah merasakan kebencian yang mendalam pada adik kesayangannya Xia Yun Lie. Sehingga Xia Wei Yunho yang sebagai Kakak laki-laki satu-satunya Xia Yun Lie bertekad untuk selalu berusaha melindungi adiknya itu dari putri Selir rendahan itu.


Waktu terus berjalan hingga acara ulang tahun Kaisar Wang Zhuo Jue telah mencapai acara puncaknya. Sehingga acara semakin riuh dan ramai akibat kesenangan dan juga suka cita yang tercipta untuk merayakan peringatan hari lahir orang paling berkuasa dan nomor satu di Kekaisaran Li tersebut.


sehingga hiruk pikuk orang berbondong-bondong menyaksikan pertunjukan besar yang diselenggarakan oleh istana Kekaisaran untuk memeriahkan acara ulang tahun Kaisar.


Hingga suatu ketika di tengah-tengah meriahnya acara ulang tahun Sang Kaisar Wang Zhuo Jue. Tiba-tiba saja terjadi penyerangan oleh pembunuh bayaran yang ditujukan untuk membunuh Sang pewaris Tahta selanjutnya.


Yang tidak lain dan tidak bukan adalah Sang Pangeran Mahkota Wang Junsi.

__ADS_1


Namun sebelum hal tragis itu terjadi para pembunuh bayaran itu berhasil di takhlukkan oleh prajurit khusus kekaisaran dan juga perajurit milik keluarga Jendral Besar Xia.


Akan tetapi ada salah seorang pembunuh bayaran tersebut yang berhasil lolos dan melarikan diri dari amukan para prajurit Istana itu.


Akan tetapi ada salah seorang pembunuh bayaran tersebut yang berhasil lolos dan melarikan diri dari amukan para prajurit istana itu.


Dan tepat saat itulah Seorang Putri Murba Kediaman Jendral Besar Xia, Xia Wu Mei tanpa sengaja bertemu dengan pembunuh bayaran yang telah berhasil kabur tersebut ketika dirinya sedang menenangkan diri di Taman Kekaisaran yang lokasinya cukup sepi.


Karena taman kediaman itu sangat jarang di kunjungi setelah mendiang istrinya tercinta atau Permaisuri Kekaisaran telah meninggal dunia.


Dan hanya Kaisar Wang Zhuo seorang lah yang masih sering mengunjungi tempat yang sangat indah dan juga terawat tersebut.


Guna untuk mengenang kembali akan kenangannya bersama istrinya dan juga Putra Pertamanya yang telah hilang lebih dari lima tahun lalu setelah melakukan peperangan melawan pasukan musuh yang mencoba merong-rong Kekuasaan di wilayahnya.


Namun sekembalinya Putra Pertama yang seharusnya menjadi Putra Mahkota itu dari memenangkan pertempuran besar kala itu. Tanpa diduga dijalan Ia dan juga pasukannya mengalami penyergapan oleh para pasukan yang tidak diketahui asalnya itu yang mengakibatkan putra tertuanya dan juga salah satu Panglima Muda di Kekaisaran nya juga ikut menghilang akibat penyergapan tersebut.


Bahkan banyak dari para pasukan yang kembali, mengatakan bahwa keduanya telah tiada dan juga tidak ditemukan jasadnya.


“Ahh... Sakit sekali,” jerit Xia Wu Mei kesakitan setelah tanpa sengaja tertabrak oleh Sang pembunuh bayaran itu yang telah menganti penampilannya layaknya seorang Tuan Muda yang gagah dan elok dengan sebuah topeng di setengah bagian dari wajahnya.


“Ah maafkan saya Nona, saya benar-benar tidak sengaja menabrak Anda hingga terjatuh. Apakah itu masih sakit? Mari saya antarkan menemui tabib terbaik untuk melihat keadaan Nona.” Kata pembunuh bayaran itu yang merupakan Tuan sekaligus pemilik organisasi pembunuh bayaran Merak Hitam.


“Ahm.. a aku ah maaf maksud saya, saya sudah tidak apa-apa, ini hanya hal kecil, jadi tidak perlu sampai merepotkan tuan muda ini. Saya sungguh tidak kenapa-kenapa.” Kata Xia Wu Mei dengan malu-malu dan juga menunjukan sisi lemah lembut untuk memikat pemuda tampan yang menabraknya barusan.

__ADS_1


Karena Xia Wu Mei pikir jika Tuan dari Organisasi Merak Hitam itu adalah salah satu Pangeran di istana Kekaisaran Li.


__ADS_2