
"Aku tahu bahwa kau begitu peduli dan juga menyayangiku Jiejie. Aku bahkan sudah sangat bersyukur jika Jiejie mau membatuku untuk memasuki dimensi formasi segel dan portal itu demi mencari tanaman akar roh spiritual itu untuk memurnikan pil pemulihan jiwa bagi Kakek Buyut. Karena semua keadaan yang ditanggung oleh nya saat ini juga disebabkanoleh diriku, maka aku akan berusaha sekuat tenaga untuk mencari keberadaan obat itu, untuk menembus rasa bersalah ku ini.” Kata Xi Lilian dengan sendu.
“Berhentilah menyalahkan diri mu sendiri Lian'er. Bisakah Kau sekali saja tidak harus memikirkan mengenai orang lain. Dan apakah kamu tahu jika orang yang melakukan sesuatu itu tidak selamanya ingin meminta balasan. Begitu juga dengan sosok Ibu kandung mu di kehidupan keduamu ini, kakak sepupu mu dan terutama Kakek Buyut mu sendiri. Kau harus tahu, bahwa mereka melakukan semua itu karena mereka merasa bertanggung jawab dan juga ingin melindungi dirimu. Dan aku juga sangat setuju dan bahkan bersyukur jika kamu memiliki keinginan untuk berusaha sekuat apapun demi mereka juga. Tapi jangan pernah sekalipun kau berpikir bahwa dirimu lah penyebab keadaan yang mereka alami, karena mereka melakukan itu juga atas kemauan dan kesadaran mereka sediri, dan apakah kau pernah memohon atau bahkan kau memaksa mereka untuk melakukan itu semua untuk dirimu?! Tidak....tidak!! itulah jawabannya. Jadi aku harap kau akan selalu mengingat satu pesanku ini padamu Lian'er. "Jangan pernah sekalipun kau mengakui kesalahan yang bahkan tak pernah dirimu lakukan" karena semua itu hanya akan membuat mu menjadi lemah dan tidak bisa berpikir dengan jernih." kata Di Li Yue yang memberikan nasihat kepada Xi Lilian yang merupakan seorang reinkarnasi dari jiwa adik kandungnya.
"..." Xi Lilian yang mendengar nasihat dari Jiejie kini menjadi terdiam dan juga merenungkan apa yang di katakan oleh Jiejie nya itu.
"Dan apakah kau tahu Lian'er jika sikapmu yang begitu lembut dan selalu menyalahkan dirimu sendiri atas hal-hal yang tidak pernah kau lakukan, itulah yang membuat dirimu sering bertindak konyol dan bodoh. Yang mana itu semua akan membuat dirimu berpikir untuk mengorbankan dirimu sendiri hanya untuk sesuatu yang sebenarnya bisa dilakukan dengan mencari solusi lain. Dan tidak hanya berpikir secara sederhana seperti yang kau lakukan seperti saat kejadian terakhir kali. Dan karena tindakan gegabah yang kau lakukan itu justru mengorbankan banyak pihak. Tapi di lain sisi sejujurnya Jiejie mu ini sangat bangga terhadap dirimu yang selalu melakukan semua kewajiban mu itu dengan baik, bahkan tanpa pandang bulu. Kau menjalankan semua nya dengan ketulusan hati yang kau miliki. itu membuat Jiejie mu ini sangat bangga dan juga termotivasi akan hal itu. Hanya saja Jiejie mu ini, dan juga masih ada orang lain yang juga merasa sangat takut untuk kehilangan dirimu untuk yang kedua kalinya Lian'er. Dan sejauh ini Jiejie melihatmu dikehidupan dalam dimensi dimasa depan kau sudah jauh berbeda dengan dirimu yang dulu. Dirimu yang sekarang membuatmu lebih waspada dan juga selau berpikir panjang dan tidak sembarangan bertindak seperti di masa lalu. Jiejie sangat bangga terhadap dirimu Lian'er.” Ucap Di Li Yue yang mengungkapkan perasaan nya mengenai tempramen Xi Lilian.
“Jiejie tenang saja aku tidak lah sebodoh dan se naif Di Lilian yang dulu. Karena Xi Lilian yang sekarang adalah orang yang tidak mudah untuk ditindas. Akan tetapi aku memiliki ambisi, yang mana akan membalas mereka semua yang mengusik ketenangan ku dengan balasan yang setimpal. Tanpa harus membuat diriku terluka atau dirugikan sedikitpun.” Kata Xi Lilian dengan seringaian yang sangat mengerikan.
Bahkan Di Li Yue pun merasa tercengang dengan perubahan yang terjadi pada sosok adiknya yang baru ini.
Namun dirinya akui jika dirinya lebih menyukai sifat adiknya yang sekarang.
"Baguslah kalau begitu! Dan untuk masalah keberangkatan mu ke dimensi formasi segel dan portal akan bersamaan dengan malam bulan purnama yang akan terjadi dua pekan lagi. Jadi kau harus mempersiapkan semua yang kau butuhkan dan yang terpenting adalah jangan lupa untuk berpamitan pada suami mu itu. Aku hanya tidak ingin jika dia begitu kehilangan dirimu ketika kau pergi nanti.” Kata Di Li Yue mengigatkan Xi Lilian.
Xi Lilian yang mendengar nasihat Sang kakak perempuan nya itu merasa senang dan juga merasa sangat diperhatikan oleh kakak perempuan satu-satunya yang Ia miliki itu.
__ADS_1
Namun ketika Xi Lilian ingin merespon apa yang Jiejie nya katakakan padanya itu, tiba-tiba saja ada yang mendahului nya. Dan itu membuatnya cukup terkejut.
Karena Xi Lilian tidak pernah menduga jika sosok itu juga akan muncul di tempat itu.
"Itu tidak perlu lagi kakak ipar, karena nantinya Lian'er akan pergi bersama dengan ku saat waktunya tiba. Dan terima kasih juga karena kakak ipar sudah mengingatkan Istri ku ini untuk tidak akan pernah meninggalkan diriku sendiri. Karena jika hal itu terulang lagi maka diriku ini akan benar-benar gila dan mati jika Lian'er sampai berani meninggalkan ku lagi untuk yang kedua kalinya.” Kata Mo Fei Tian yang tiba-tiba muncul dan mengejutkan Kedua Kakak beradik itu.
“ Aahh.... Salam kepada Yang Mulia Kaisar Dewa Pengendali Takdir dan Karma, maafkan hambab yang tidak menyadari keberadaan Yang Mulia Kaisar Dewa sehingga bersikap tidak sopan,” kata Di Li Yue dengan sopan, dan juga rasa terkejut yang tidak dapat disembunyikan.
“A Tian sejak kapan kau berada disini?” tanya Xi Lilian yang penasaran karena tiba-tiba saja suaminya muncul disana.
Dan tak lama setelah itu Mo Fei Tian pun tak lupa untuk menjawab pertanyaan dari Sang Permaisuri tercintanya itu. Yang Tidak lain adalah Xi Lilian.
“Ahah...Aku sebenarya juga belum lama, yahhh... Hanya saja cukup untuk melihatmu menangis ketika melihat sosok kakak ipar berada di hadapanmu dan juga mendengar keluhan kakak ipar mengenai Kau yang tega meningalkan kami, terutama untuk diriku, yang mana itu tepat di saat acara pernikahan kita.” Kata Mo Fei Tian jujur meski dengan nada sedikit canggung.
Karena dia harus ketahuan mendengarkan pembicaraan antara mereka kakak beradik.
“.....” Di Li Yue tetdiam tak dapat berkata apapun.
__ADS_1
Sedangkan Xi Lilian yang mendengar penuturan Sang Suami, ia benar-benar merasa bingung.
“Bahkan hanya jiwaku saja yang keluyuran sebentar saja dirinya bisa merasakan dan mengikutiku sampai di sini, memang suami yang sangat peka dan pengertian,” batin Xi Lilian dengan merasa sedikit tak berdaya.
“Itu...itu... Bukankah itu sama artinya dengan dari awal kau telah berada disini juga A Tian?” Tanya Xi Lilian lagi.
“Benarkah? Emm.... Diriku juga merasa seperti itu, karena tadi aku merasa kau menjauh dariku dan kemudian aku juga melihat dirimu berjalan kearah sini , jadi aku mengikuti mu,” ucap Mo Fei Tian begitu saja tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.
“Ahh ehm... Begitu rupanya,” gumam Di Li Yue. Dengan ekspresi wajah yang sulit untuk dijelaskan.
Namun jauh di dalam lubuk hatinya, Di Li Yue merasa sangat lega dan juga senang karena dirinya bisa menyaksikan jika sang adik kesayangannya saat ini benar-benar telah menemukan pasangan yang sangat pengertian dan juga mencintai adiknya tersebut.
Bahkan dirinya sangat bersyukur karena dirinya benar-benar bisa memastikan jika sang adik tidak akan pernah menderita ketika bersama sang Kaisar Dewa.
Sedangkan Xi Lilian yang mendengar jawaban dari Sang Kaisar Dewa itu begitu tercengang, bahkan sudut bibirnya sampai berkedut.
“Lalu mengapa kau tidak segera memanggilku atau setidaknya menyusul dan datang kemari bersama sama dengan ku dan kenapa harus bersembunyi jika akhirnya kau juga menampkan diirimu sendiri?” tanya Xi Lilian yang tidak mengerti dengan bagaimana cara jalan pikiran Sang Suami tercintanya itu.
__ADS_1