
Meski itu tidak begitu membantu banyak. Namun setidaknya pil itu dapat membantunya untuk menstabilkan tubuhnya, dan dengan begitu cideranya tidak akan semakin parah untuk sementara waktu ini.
Dan itu juga bisa membantunya bertahan untuk sementara waktu sebelum mendapatkan perawatan yang tepat.
Setelah Xia Ye Mochen selesai menyerap pil pemulihan. Kini mereka berdua pun kembali memfokuskan diri dengan keadaan di sekitar mereka.
Dan saat ini kedua Xia bersaudara itu dapat menyaksikan pertempuran yang tidak seimbang antara kedua saudara sepupu mereka dengan sesosok Serigala Bulan melawan para pembunuh bayaran.
Yang mana saat ini, jumlah dari para pembunuh bayaran tersebut telah berkurang sangat banyak. Dan hanya tingga menyisakan Tiga orang yang kini masing-masing berhadapan dengan kedua sepupu mereka dan seorang lagi berhadapan dengan Serigala Bulan yang sangat kuat itu.
Dan bahkan pemandangan yang tampak saat ini adalah suatu keadaan yang sangat kontras dengan apa yang terjadi beberapa waktu lalu.
Yang mana Pihak para pembunuh bayaran itu justru semakin tertekan dan seolah dipermainkan oleh Kedua sepupu dan Serigala Bulan itu.
Yang mana hal ini membuat mereka berdua sangat senang. Karena dengan perburuan yang telah terjadi saat ini jelas-jelas sangat menguntungkan pihak mereka.
Puas dengan keadaan yang terjadi saat ini Xia Ning Shui pun tak dapat menahan diri untuk tidak bersorak.
"Bagus sekali saudara Sepupu, dan juga Tuan Serigala, Kalian sungguh hebat dan sangat mengagumkan. Aku benar-benar mengagumi kalian bertiga. Tapi segeralah selesaikan semuanya," seru Xia Ning Shui dari kejauhan sambil terus menopang Gege nya yang saat ini masih sangat lemah akibat luka dalam yang dialaminya.
Mereka bertiga yang kini dapat mendengar seruan dari Xia Ning Shui pun segera untuk mengakhiri olahraga ringan yang baru saja mereka lakukan bersama para pembunuh bayaran itu.
Bahkan Sang Serigala Bulan pun tak pernah menyangka, akan reaksi dan sorakan yang didapat dari seorang gadis manusia yang tampak sangat ceria dan energik itu.
Itu benar-benar pengalaman baru bagi Sang Serigala Bulan yang tangguh. Namun hal itu juga membuatnya cukup senang dan sangat bersemangat untuk segera mencabik-cabik mangsanya kali ini hingga tersisa tulang kerangkanya saja.
Karena selama ini Sang Serigala Bulan telah lama menjadi salah satu sosok binatang spiritual yang cukup ditakuti oleh kawanan binatang spiritual yang lainnya. Dan juga banyak manusia yang masih memiliki pikiran yang jernih dan tidak digelapkan oleh keserakahan mereka.
"Baiklah Shui'er kalian tenang saja di sana. Semuanya akan segera berakhir. Dan kalian juga boleh mengambil barang-barang dari para mayat itu, yang sekiranya dapat dimanfaatkan," ucap Wang Xue Min yabg menangapi seruan Xia Ning Shui dan sekaligus menyarankan sepupunya itu agar bisa mengambil harta maupun cincin spasial yang para pembunuh bayaran itu miliki, sekaligus mencari bukti-bukti terkait dengan kekejaman Permaisuri Mao Wu Mei dan juga organisasi merak hitam yang didirikan oleh penghianat dan pemberontak Kekaisaran Li yang selama ini dikenal sebagai bawahan setia Pangeran Mahkota terdahulu Wang Lin Yu. Siapa lagi jika bukan Mu Zhang Jun.
"Baiklah Kakak sepupu, aku akan melakukannya dengan benar," teriak gadis xia itu dengan sangat antusias. untu segera melakukan penjarahan pada par mayat pembunuh bayaran itu.
Setelah itu Wang Xue Min pun segera mengakhiri permainannya dengan lawannya dan segera mengakhirinya.
__ADS_1
Begitu pula dengan Sang Serigala Bulan yang juga segera menghabisi nyawa manusia serakah yang ada di hadapannya dengan cara menggali dan mencakar jantungnya hinga sobek dan berantakan.
Sedang Pangeran Mahkota Wang Yun Yi juga segera mengakhiri olahraga sorenya dengan cara melumpuhkan dan menghancurkan basis kultivasi dari Sang Pemimpin pasukan pembunuh bayaran itu.
Bahkan tidak hanya Dantian nya juga yang Pangeran Mahkota Wang Yun Yi hancurkan. Namun juga menebas habis pusaka berharga yang dimiliki pemimpin pembunuh bayaran itu yang selalu di gunakan untuk menindas gadis-gadis dan wanita yang tak berdaya di bawah kungkungannya.
"Aaarrrrghh....." teriakan Sang Pemimpin pembunuh bayaran itu begitu menggelegar, saat dirinya menahan sakit akibat diluncurkannya dantian nya.
"Ahh..Aaaaaaaarrrghhh......Ka...kau sss...ss sangat kej jam. Lebih baik kau bunuh saja aku sekalian daripada harus menjadi seorang sampah seperti ini," raung Sang Pemimpin pembunuh bayaran itu setelah kehilangan seluruh basis kultivasinya dan juga kehilangan pusaka berharga nya.
"Tentu saja aku akan melakukan itu, tapu saat ini belum tiba waktunya. Karena aku masih membutuhkan mu untuk melaporkan semuanya yang terjadi hari ini pada Mu Zhang Jun dan juga Mao Wu Mei, Dan juga jangan lupa katakan pada mereka jika semua rencana mereka hanya akan kembali pada diri mereka sendiri," ucap Pangeran Mahkota Wang Yun Yi dengan dingin.
"Tidak akan Pernah.... Lebih baik aku..." Belum sempat memimpin pembunuh bayaran itu selesai bicara. Namun sudah dipotong oleg Sang Pangeran Mahkota Wang Yun Yi.
"Jangan harap kau akan bisa melakukan bunuh diri. Karena aku akan pastikan jika kau akan sangat menderita ketika kau berusaha untuk melakukan itu. Namun Meskipun begitu, sayangnya nyawa mu akan masih tetap bertahan. Hingga saat nya tiba, maka aku sendiri yang akan mengakhiri hidup mu itu," tegas Sang Pangeran Mahkota Wang Yun Yi lagi.
Mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Pangeran Mahkota Wang Yun Yi itu benar-benar telah memutuskan hadapan berakhir nya untuk melakukan bunuh diri dan membebaskan diri dari penyiksaan ini. Terlebih lagi dirinya juga telah sangat putus asa karena kini dirinya telah menjadi seorang sampah dan pecundang untuk seumur hidupnya.
Disaat Sang Pemimpin pembunuh bayaran itu tengah merenungkan nasib buruk yang menimpanya, keempat bersaudara ditambah seekor Serigala Bulan itu justru sedang sibuk memeriksa hasil jarahan serta mencari bukti-bukti terkait yang siapa tahu masih tersimpan pada mayat para pembunuh bayaran yang tewas itu.
Namun di sisi lain Hutan Sunyi ini, saat ini Xi Lilian beserta kedua pria tampan yang sedari tadi membuntutinya, kini justru tengah duduk bersantai di dekat sebuah danau yang sangat luas yang terdapat tepat di tengah Hutan Sunyi ini.
"Lian'er sepertinya disini sudah cukup aman. Jadi sebaiknya kau biarkan Gege Yu Lin segera melakukan pelatihan tertutup. Karena waktunya yang tersisa juga sudah sangat terbatas. Apalagi dengan situasi yang sangat tidak kondusif seperti saat ini, maka akan jauh lebih baik jika mereka semua para Klan Keluarga Xin dapat segera menuju Alam Atas. Dan juga akan lebih baik jika itu bisa terlaksana sebelum separuh jiwa mu itu benar-benar kembali dan menyatu dengan mu. Atau jika tidak maka semuanya harus menanggung konsekuensinya ketika harus menyeberangi portal pembatas Alam Semesta. Dan mungkin kamu juga akan mengalami dampaknya yang cukup besar untuk menanggung hukum siksaan dari menerobos portal yang kau ciptakan sendiri," ucap Mo Fei Tian yang saat ini mengingatkan sang pujaan hatinya itu, Karena sebenarnya Sang Kaisar Dewa Mo Fei Tian saat ini benar-benar menghawatirkan akan semua kemungkinan yang bisa saja terjadi pada istri kecilnya itu dan juga seluruh keluarganya.
"Emn, Aku paham. Akan segera aku lakukan sekarang juga, A Tian dan juga Gege tidak perlu khawatir," balas Xi Liliana sambil menenangkan pria yang sedari tadi telah berulang kali mengomel dan juga memperingatkan dirinya itu.
"Apa yang dikatakan oleh Adik ipar memang benar Lian'er, Gege harus secepatnya melakukan pelatihan tertutup, Agar Gege bisa segera menuju Alam atas bersama yang lainnya. Selain itu aku juga tidak ingin mencelakakan mu, jika memang apa yang dikatakan Yang Mulia Kaisar Dewa itu benar-benar terjadi. Itu juga akan menghambat perjalanan mu untuk mencari obat penawar bagi Kakek Buyut, Jika dirimu juga harus menanggung hukuman portal yang kau ciptakan sendiri dengan kekuatan takdir. Maka itu tidak akan baik untuk kita semua. Terutama dirimu Meimei," ucap Shen Yu Lin yang juga mengatakan keseriusan nya untuk segera melakukan pelatihan tertutup. Dan berusaha menjadi kuat secepat mungkin.
"Tunggu sebentar Gege, Aku tahu dengan apa yang kalian khawatirkan. Akan tetapi saat ini Aku bisa merasakan jika di dalam Danau ini ada sesuatu aura yang begitu sesuai dengan aura yang Gege miliki. Mungkinkah Gege bisa merasakan hal yang sama, seperti yang aku katakan? Dan mungkin juga hal ini juga akan membantu Gege untuk bisa menjadi lebih cepat untuk menyelesaikan Kultivasi tertutup nantinya." jelas Xi Lilian dengan ekspresi wajah yang sangat serius.
"Apakah maksud mu makhluk hijau itu benar-benar cocok untuk Gege Lian'er?" tanya Mo Fei Tian yang seakan sedang memikirkan sesuatu hal yang begitu rumit.
"Kita akan tahu nanti. Dan semua itu hanya Gege Yu Lin sendiri yang mampu memastikan apakah tebakan ku ini benar atau tidak. Karena jika Gege bisa merasakan dan mencoba menyatu dengan sesuatu yang ada di bawah sana, maka kemungkinan besar mereka akan saling membantu dan menguntungkan satu sama lain jika mereka benar-benar bisa mensinkronisasikan aura mereka melalui pikiran mereka," jawab Xi Lilian.
__ADS_1
"Mungkinkah aku sungguh bisa menaklukannya Lian'er? Tapi bukankah kemampuan khusus kami benar-benar bertentangan? Jadi bagaimana mungkin ini bisa sepenuhnya berhasil? Tapi jika memang hal besar itu benar-benar bermanfaat begitu besar, maka aku akan mencoba dan berusaha sekuat mungkin untuk bisa memenangkannya," ucap Shen Yu Lin yang bertekad untuk bisa menakhlukkan sosok yang berada di dalam dasar danau sunyi ini.
"Ya, cobalah Gege. Dan akan lebih mudah bagi kalian jika Gege jangan sampai makhluk itu menguasai mentalitas dan juga kekuatan jiwa gege dari serangan ilusi makhluk ini. Jika tidak, maka kami juga tidak bisa melajukan apapun. Karena meskipun kami bisa saja menggunakan kekuatan kami untuk membebaskan Gege, Namun gege juga tahu jika kekuatan kami di dunia fana ini akan disegel hingga batas tertentu. Dan kami juga tidak bisa dengan begitu saja menyalahgunakan kekuatan kami tanpa ada satu misi yang sesuai dengan aturan para Dewa," ucap Xi Lilian yang menjelaskan siyuasi saat ini pada Shen Yu Lin.
"Baiklah Lian'er, aku sudah mengerti," balas Shen Yu Lin dengan mantap.
"Semua telah diputuskan. Jadi Gege berusahalah. Dan kami akan selalu memantau situasi disekitar agar tidak akan ada siapapun yang akan mengganggu mu ketika mengendalikan makhluk itu. Dan semoga berhasil," cetus Mo Fei Tian dengan sangat tulus.
"Terima Kasih adik ipar. Tolong jaga dan titip Adik kesayangan ku yang sering keluyuran sesuka hati itu," balas Shen Yu Lin dengan diiringi gurauan.
"Dengan senang hati," ucap Mo Fei Tian
"Hei, apa yang kalian katakan ini, seolah aku ini adalah seorang gadis yang suka keluyuran tidak jelas sama seperti gadis munafik itu? Huh dasar menyebalkan," cerocos Xi Lilian yang kini mulai keluar mode bawelnya.
"Mana mungkin, Tentu saja Lian'er ku tidak bisa disamakan dengan para gadis gadis itu. Lian'er kami adalah yang terbaik dan terhebat," Shen Yu Lin segera menanggapi.
Karena Shen Yu Lin kini tahu benar sikap adiknya yang kadang-kadang bisa berubah menjadi sangat bar-bar jika dalam suasana hati yang tidak baik.
Apalagi ketika dirinya mengingat bagaimana cara dan metode apa saya yang bisa Xi Lilian gunakan untuk menghadapai para mausuhnya, atau sekedar orang-orang yang selalu mengganggu adiknya itu.
Yang mana mereka semua tidak berakhir dengan baik sama sekali. Contohnya saja Tuan Muda Yun, yang saat ini berakhir begitu menyedihkan bahkan sebelum Ia di kirim ke penjara. Orang itu benar-benar telah mengalami penderitaan yang sangat nyata.
Jadi Shen Yu Lin tidak ingin membuat Sang adik kesayanganya itu menjadi murung dan bahkan mengacuhkannya, apalagi jika dirinya harus menanggung keusilan yang dibuat Xi Lilian, maka itu tidak akan baik untuk dirinya sendiri.
Sedangkan Mo Fei Tian yang menyaksikan bagaimana interaksi antara kedua adik dan kakak ini merasa sangat terhibur.
Mo Fei Tian merasa senang dengan sikap dan juga sifat Xi Lilian yang sekarang. Dan dengan begini tidak akan mungkin kejadian sepeti yang di kehidupan sebelumnya akan terulang lagi.
"Huh..... Baiklah kali ini Gege aku lepaskan. Tapi ingat, tidak ada ampun untuk lain kali." tegas Xi Lilian dengan seringaian yang sangat khas. Yang membuat bulu kuduk Shen Yu Lin meremang.
Bahkan Shen Yu Lin pun bergidik ngeri ketika melihat seringaian Sang adik perempuannya itu.
"Baik....baik. Tidak akan ada untuk lain kali lagi. Gege janji pada mu," Shen Yu Lin segera membalas dengan sangat serius. Karena dirinya merasa jika di lain waktu dirinya pasti tidak akan bernasib begitu baik.
__ADS_1
"Baguslah kalau Gege mengerti," Xi Lilian merasa sangat puas dengan melihat reaksi dari Kakak laki-lakinya itu.