
Semua orang yang mendengar kata-kata yang begitu lugas dan juga jujur, meskipun mereka menilai hal itu adalah sebuah perbuatan yang kasar. Namun mereka benar-benar terkejut dan merasa bahwa Pangeran yang bodoh itu benar-benar sangat berani dan seolah tanpa ada beban sedikitpun. Saat mengutarakan perasaannya pada seorang gadis yang baru saja dia temui. Dan terlebih lagi Sang Pangeran Ketiga dari Kekaisaran Li itu mengutarakannya dihadapan seluruh Keluarga Besar dan juga seluruh orang-orang penting dari seluruh Kekaisaran di Benua Nanxuang ini.
"Benar-benar bodoh, Apakah Pangeran Ketiga dari Kekaisaran Li benar-benar tidak punya otak, barang sedikitpun? Apakah dia tidak melihat atau tidak bisa memahami hal-hal dengan begitu jelas di mata semua orang?" ucap seorang bangsawan dari Kekaisaran lain.
"Ya, Bahkan beraninya dia mengabaikan mengenai Keluarga Kekaisaran Wexia yang selalu mendukung dan juga melindungi Nona Muda Xi Lilian itu. Aku yakin jika Keluarga Nona Muda Xi Lilian itu tidak akan pernah menyetujui lamarannya yang tidak sopan itu." ucap yang lain menimpali.
"Dan lagi, siapa juga yang bersedia memiliki seorang suami ataupun menantu yang bodoh serta tidak becus seperti Pangeran Wang Jin Tian itu. Di tambah lagi dengan penampilannya yang terkenal dengan seorang yang cacat dan buruk rupa itu," timpal orang ketiga.
"Tapi jika mengingat mengenai permintaan pertama dari Nona Xi itu, sepertinya jika memang seluruh keluarganya berusaha melarang sekalipun. Akan tetapi jika sang gadis itu mau menerimanya juga tidak akan ada yang bisa menentang dan menyangkalnya." ucap seorang yang pertama memulai bergosip.
"Tapi aku tidak percaya jika gadis yang memiliki tempramen yang cukup tegas dan juga cerdas seperti Nona Xi itu akan menerima seseorang yang terkenal sebagai pecundang seperti itu.
Di saat semua orang tengah sibuk dengan pembahasannya masing-masing. Saat ini yang terjadi di pihak keluarga Kekaisaran Wexia justru tampak sangat tenang dan tanpa respon apapun.
Karena mereka semua sadar jika mereka tidak berhak ikut campur mengenai urusan cucu perempuan satu-satunya itu.
Dan lagi pada dasarnya mereka semua juga sudah tahu dan juga lebih lega jika hubungan antara sepasang kekasih yang terkait Takdir itu bisa direstui dan di saksikan serta diakui oleh semua orang, agar di masa depan tidak ada kesalahpahaman yang terjadi jika pada masanya mereka akan tampak sangat dekat dan juga selalu bersama.
Dan Xi Lilian pun juga berpikiran dan sependapat dengan pemikiran keluarga Kekaisaran Wexia.
Namun di sisi lain Sang Jenderal Besar Shen Guo Feng dan juga pihak keluarga Kekaisaran Li mereka semua benar-benar terkejut dengan apa yang baru saja mereka saksikan dan juga dengarkan secara langsung.
Hingga pada Akhirnya, Sang Kaisar Wang Junsi yang kini telah sadar dari keterkejutan nya. Ia pun segera angkat bicara.
"Pangeran Ketiga. Apa yang kau lakukan? Bahkan kau berani bersikap begitu kasar kepada Nona Muda Xi Lilian," tegur Sang Kaisar Wang Junsi terhadap Pangeran Ketiga Wang Jin Tian. Tanpa mau menyebut nama putranya itu.
Namun Ia justru diabaikan begitu saja membuatnya merasa tidak senang dengan sikap Putra ketiganya itu yang sangat acuh padanya.
"Kaisar Xi Zhao Tian, Maafkan atas ke lancangan yang telah Putra Ketiga Zhen ini yang telah berperilaku buruk dan juga kasar terhadap cucu Anda." ucap Sang Kaisar Wang Junsi dengan buru-buru, agar tidak menyinggung perasaan seluruh anggota Keluarga Kekaisaran Wexia lebih jauh lagi.
__ADS_1
Karena setelah apa yang baru saja dirinya saksikan dari awal hingga saat ini, Kaisar Wang Junsi dapat menyimpulkan bahwa akan sangat berbahaya jika mereka menyinggung mereka Anggota Kekaisaran Wexia.
Karena pada dasarnya mereka sangat bergantung dalam hal masalah logistik dan sumber daya Alam maupun senjata. Hal tersebut dikarenakan tingkat kesuburan dan juga sumber daya manusia khususnya para Penempa senjata ternama dan terkenal hampir semua berasal dari kekaisaran Wexia.
Jadi, meskipun Kekaisaran Li merupakan kekaisaran paling makmur karena hasil tambang dan juga hasil laut mereka yang berlimpah ruah. Namun mereka tentu tidak akan bisa hanya untuk mengandalkan hasil laut mereka untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi seluruh rakyat Kekaisaran Li.
Dan untuk senjata. Meskipun mereka memiliki beberapa tambang logam maupun emas, Namun di wilayah Kekaisaran Li mereka sangat jarang ditemui atau bahkan akan tidak pernah ditemukan seorang pengrajin sekaligus Penempa senjata pusaka, hingga senjata roh. Seperti para pengrajin dari Kekaisaran Wexia.
Berpikir sampai ke sana Sang Kaisar Wang Junsi merasa bahwa perbuatan gegabah dari Putranya yang idiot itu telah merusak hubungan baik dengan Kekaisaran Wexia yang selama ini dirinya jaga dengan baik akan berakhir begitu saja.
Selain itu dirinya juga telah mendapatkan desakan dari Sang Permaisuri nya Agar gadis Xi Lilian itu dijadikan sebagai Selir dari Putra kandungnya Sang Pangeran keempat Wang Xie Mo, Agar dirinya bisa memanfaatkannya untuk mengangkat dan mendukung putranya itu sebagai penerus Tahta Kekaisaran Li menggantikan posisi Putra Sulung sebagai seorang Pangeran Mahkota.
Karena Permaisuri Xia Wu Mei merasa jika dirinya akan sangat mudah untuk menekan dan juga mengelabui Xi Lilian yang ia anggap hanyalah seorang gadis biasa yang tak berdaya.
Dan Sang Permaisuri Xia Wu Mei juga memiliki ambisi yang lebih jauh lagi, yakni mengambil alih Kekaisaran Wexia untuk Sang kekasih yang tak lain adalah Mu Zhang Jun.
Namun yang tidak permaisuri Xia Wu Mei ketahui adalah bahwa semua pemikiran dan rencana jahatnya itu telah diketahui oleh Xi Lilian dan juga Sang Pangeran Wang Jin Tian.
Bagaimanapun semua orang bisa melihat bahwa sikap Sang Kaisar Wang Junsi yang terlalu bias terhadap para Putranya dari mendiang Permaisuri nya terdahulu.
"Kami dan seluruh keluarga Kekaisaran Wexia masih bisa melihat dan menilai dengan sangat jelas, Jadi Kaisar Wang tidak perlu begitu tegang. Karena kami merasa jika ini bukan ranah kita untuk ikut campur.
Lagi pula Zhen telah menyerahkan semua keputusan kepada cucu Zhen ini. Semua yang menyangkut kehidupan nya maka dia berhak memilih dan menentukannya sendiri." Ucap Sang Kaisar Xi Zhao Tian dengan tegas. Tanpa peduli dengan pandangan orang lain.
Karena betapapun ia membebaskannya di tangan cucunya sendiri. Dirinya sangat yakin dengan pilihan yang diambil oleh cucunya. dan juga mengingat status dan identitas Xi Lilian dan Wang Jin Tian. Dirinya memang tidak ada gak dan bahkan tidak sanggup untuk menentang semua garis yang telah ditakdirkan.
Sedangkan disisi Sang Jenderal Shen Guo Feng, dirinya benar-benar merasa bahwa putrinya berhak mendapatkan seseorang yang lebih baik daripada Pangeran Ketiga Wang Jin Tian itu.
Karena menurutnya kehidupan Sang Pangeran Ketiga dari Kekaisaran Li itu tidaklah jauh berbeda dengan kehidupan Putri kecilnya itu dimasa lalu.
__ADS_1
Sang Jenderal Shen Guo Feng sangat ingin menasehati putrinya itu agar tidak mengambil keputusan yang gegabah untuk menentukan masa depannya.
Namun pada saat Sang Jenderal Shen Guo Feng hendak mengungkapkan pendapatnya itu, tiba-tiba Ia bisa mendengar suara Putra sulungnya dalam benaknya.
"Jika Anda benar-benar ingin menyaksikan kebahagiaan Lian'er dan benar-benar ingin menebus semua kesalahan Anda pada nya, Alangkah baiknya jika Anda tidak lagi mencampuri urusannya. Dan bukankah Anda juga sudah mendengar bagaimana keinginan pertama Lian'er mengenai perjodohan nya telah di setujui secara pribadi oleh Sang Kaisar Huo Yu Yuan. Jadi jangan tambahkan lagi masalah yang tidak perlu bagi Xi Lilian lagi. Jika tidak, Anda bahkan bisa mengetahui resiko yang harus Anda tanggung Tuan Jenderal Besar. Dan setelah itu terjadi maka Kau benar-benar akan kehilangan kesempatan untuk bisa melihat kami untuk selamanya." ucap Shen Yu Lin melalui transmisi suara batin pada Sang Ayah dengan penuh penekanan.
Sang Jenderal Shen Guo Feng yang mendapatkan peringatan dari Putra Sulungnya dengan nada peringatan itu benar-benar membuat hatinya terasa kembali teriris dengan senjata yang dilumuri garam. Terasa begitu lebih sakit dan perih.
"Tapi Lian'er berhak mendapatkan kebahagiaan yang lebih, Dan Ayah akan berusaha untuk mewujudkannya demi kalian berdua, harta terindah yang Ayah miliki saat ini." balas Sang Jenderal Shen Guo Feng dengan sedih.
"Setelah semuanya, lantas Hak apa yang masih kau miliki atas kehidupan kami? Kau tidak berarti apapun kecuali kenyataan yang tak dapat dipungkiri bahwa kami adalah darah daging mu. Tapi seingat ku, Bahkan kau telah memutuskan bahwa kami bukan lah salah satu anggota keluarga Shen. Setelah Aku kembai dari Akademi beberapa waktu yang lalu. Jadi anggaplah dan tetap lah bersikap seperti itu. Karena kami bahkan tidak akan peduli lagi mengenai hubungan darah ini."ucap Shen Yu Lin dengan tegas.
Setelah mendengar dan mengingat kembali, apa yang telah Ia perbuat pada anak-anak kandungnya itu. Kini Sang Jenderal Shen Guo Feng merasa sangat menyesal dan tersiksa batinnya.
Ia bahkan seolah hampir putus asa dan ingin menyusul istri tercinta nya ke alam baka.
Namun rasionalitasnya menentang keinginannya itu. karena walau bagaimanapun dia harus memperjuangkan ampunan dari kedua buah hatinya itu, dan melindungi mereka dari segala hal yang berbahaya dan mengancam kedua putra dan putrinya
Namun saat ini dirinya juga sadar jika Ia tidak bisa menyalahkan putranya yang telah bersikap seperti itu kepada dirinya. Karena semua itu bisa terjadi juga karena sikap bodoh dan juga kekejamannya di masa lalu.
Dan dirinya juga merasa jika hal itu sudah sepantasnya dan wajar dirinya rasakan setelah semua penderitaan yang Ia berikan yang selama hampir 13 tahun dirinya torehkan pada anak-anak nya itu.
Beralih dari semuanya, kini Xi Lilian yang masih terdiam di hadapan semua orang. Dan Pangeran Wang Jin Tian yang kini tengah menunggu jawaban dari gadis yang Ia lamar serta Xia Ning Shui yang telah mematung di tempatnya akibat keterkejutannya yang benar-benar menyerang jiwanya.
"Bagaimana Nona Xi Lilian? Baiklah kalau kau masih tidak percaya aku akan bersumpah dihadapan mu dan keluarga Kekaisaran Wexia Bahwa Benwang ini Akan selalu menjaga kesetiaan dan juga hanya akan memiliki satu istri yaitu Xi Lilian dalam seluruh kehidupan ku." ucap Sang Pangeran Wang Jin Tian yang kemudian disertai sinar terang mengelilinginya dan terdengar suara kilatan Petir pertanda bahwa sumpah dari pemuda itu telah diterima dan di dengar oleh langit.
Mendengarkan keseriusan yang dikatakan oleh seorang pangeran ketiga yang terkenal sangat bodoh dan buruk rupa itu, kini semua orang di sana kini semakin tertarik dan saling bergosip semaunya sendiri.
Namun mau bagaimana pun orang-orang itu juga tidak berani melakukan hal-hal yang tidak sopan itu secara terang-terangan.
__ADS_1
Meskipun demikian siapa yang tidak mengetahui akan hal apa yang orang-orang itu bahas. Hanya saja para kaisar dan juga keluarga mereka sengaja berdiam diri karena mereka juga penasaran akan jawaban dari Nona yang juga terkenal dengan penampilan buruk rupa itu, yang selalu menyembunyikan wajahnya dalam cadarnya.
"Nona Xi, Anda tidak perlu sungkan atau tidak enak hati jika ingin menolak Putra ketiga kami, Atau jika kau ingin Kami bisa memberikan pernikahan yang lebih baik lagi dengan Putra ku Pangeran keempat yakni Pangeran Wang Xie Mo. Bagaimana menurut Nona Muda? Aku yakin jika Putra keempat kami tidaklah kalah dengan Pangeran Mahkota kami, jadi Anda bisa tenang."ucap Permaisuri Xia Wu Mei dengan angkuh dan tanpa keraguan sedikitpun meski disaksikan oleh para Keluarga Kekaisaran yang lainnya.